1. Peninggalan Sejarah

Sering Berkunjung Namun Tidak Tahu Sejarah Taman Suropati

Taman di Jakarta Pusat, Taman Suropati yang selalu asri dan sejuk menjadi pilihan destinasi bagi masyarakat. Bukan hanya karena asri dan sejuk juga keindahan dari taman ini saja, tetapi masyarakat harusnya tahu sejarah di balik Taman Suropati.

Taman kota ini sebelumnya bernama Burgemeester Bisschopplein yang dinamakan sesuai sesuai dengan nama walikota Jakarta saat itu, G.J Bisschop periode jabatan 1916-1920.

Sejarah Taman Suropati, pusat kota taman Menteng ini pada tahun 1912 merupakan sebuah lapangan. Wilayah tersebut adalah wilayah tanah partikelir Gondangdia dan Menteng. Lapangan yang dirancang oleh Moojen ini menjadi pusat dimana titik temu jalan-jalan utama. Namun pada tahun 1918 rencana Moojen diubah. Pemerintah Batavia saat itu menugaskan F.J. Kubatz dan F.J.L Ghijsels sebagai arsitek untuk menyempurnakan lapangan itu, dikarenakan lapangan bundar itu tidak efektif dalam hal kelancaran lalu lintas.

Dapat disimpulkan bahwa taman kota itu sudah ada sejak zaman Hindia Belanda. Yang dimana merupakan hasil penyempurnaan dari rencana Moojen yang kemudian direalisasikan oleh Kubatz menjadi sebuah taman di pusat kawasan Menteng.

Setelah Indonesia merdeka dan terlepas dari para penjajah, taman ini dinamakan Taman Suropati. Nama Suropati diambil dari salah satu pahlawan nasional yang berjasa mengusir penjajah dari tanah air, yaitu Untung Suropati. Beliau seorang pejuang perang Indonesia yang beberapa kali memimpin pemberontakan melawan Perusahaan Hindia Timur Belanda dan di anugerahi dengan gelar Pahlawan Nasional Indonesia tahun 1975.

Artikel Terkait

  • Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 10, 2024 at 12:32 am

    Kitab Weda adalah kitab suci utama yang menjadi pedoman hidup bagi umat Hindu, yang dipercaya berasal dari sekitar 1500-500 SM. Kata “Weda” berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “pengetahuan” atau “kebijaksanaan”. Pada kitab Weda isinya, mengenai doa, pujian, dan ajaran yang menjadi pedoman utama dalam bertindak. Selengkapnya, mengenai Kitab Weda bisa kamu baca penjelasannya dibawah Artikel Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • 5 Fungsi Musik dalam Senam Irama adalah Untuk
    by Amanda R Putri (Sma Studioliterasi) on Mei 8, 2024 at 2:12 pm

    Salah satu aspek yang terdapat pada senam irama, yakni musik. Fungsinya, tidak lain agar lebih semangat saat senam, dan pastinya untuk menambah kesan keindahan. Eits, masih ada fungsi lainnya, lho! Selengkapnya, bisa kamu simak penjelasannya dibawah ini! Fungsi Musik dalam Senam Irama  Fungsi musik dalam senam irama tak hanya sebatas pengiring saja, namun memiliki peran The post 5 Fungsi Musik dalam Senam Irama adalah Untuk appeared first on Sma Studioliterasi.

  • 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 2, 2024 at 6:00 am

    Tenses masih menjadi penghambat utama saat belajar Bahasa Inggris. Pasalnya kita dituntut untuk menguasai berbagai jenis tenses dan masing-masing memiliki fungsinya berdasarkan waktu kamu melakukan kegiatan. Karena kalau salah, maka dapat mempengaruhi susunan atau lanjutan kalimat berikutnya.  Bahkan bisa terjadinya misscom lantaran hanya kesalahan dalam memakai tenses. Tapi tenang, sebenarnya masih ada beberapa cara mudah Artikel 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Mari Ketahui, 9 Sifat-Sifat Gelombang Bunyi!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 2, 2024 at 5:30 am

    Sifat-sifat gelombang bunyi merupakan salah satu dari sekian materi yang termasuk dalam kelompok IPA. Bahkan, kita sudah mulai mendapatkannya sejak berada level Sekolah Dasar (SD). Pas banget, Studio Literasi menuliskan artikel ini khusus tentang sifat-sifat gelombang bunyi buat yang sedang atau akan mempelajarinya. Yuk, persiapkan dirimu dengan menambah pengetahuan ilmu tersebut dengan membacanya! Gelombang Bunyi Artikel Mari Ketahui, 9 Sifat-Sifat Gelombang Bunyi! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Sedari dulu taman ini sudah menjadi tempat yang dimanfaatkan untuk berolahraga, jalan santai, dan duduk-duduk. Namun selain itu pula, Taman Suropati juga sering dijadikan tempat perkumpulan dan rapat terbuka di masa orde lama tahun 1965.

‘Taman Persahabatan, Seniman ASEAN’ begitu pula sebutan lain dari Taman Suropati. Seniman yang berasal dari 6 negara ASEAN, yakni Thailand, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina dan Indonesia menyumbangkan hasil karya mereka berupa patung-patung yang kemudian dijadikan monumen di taman ini. Patung Thailand dengan moto Fraternity (persaudaraan), Singapura dengan Spirit of ASEAN (semangat ASEAN), Malaysia dengan Peace, Harmony and One dan Brunei Darussalam dengan Harmony yang berarti Keharmonisan, Filipina dengan Rebirth (Kelahiran Kembali) dan Indonesia dengan Peace (Perdamaian). Patung-patung ini berdiri dengan kokoh di dalam area Taman Suropati kawasan Menteng.  

Monumen ASEAN yang terletak di  taman suropati
Monumen ASEAN sebagai Monumen Persahabatan, Foto Oleh Wikimedia

Taman yang bertemakan tropis ini dilengkapi dengan air mancur dan puluhan pohon mahoni. Suasana yang asri dan teduh ini dirawat dengan sangat baik, pepohonan besar dan bunga teratai menghiasi Taman Suropati. Hingga saat ini, salah satu taman kota yang berhasil mencuri perhatian masyarakat dengan menyediakan aktivitas sederhana yang unik.

Taman yang letaknya berada di samping kantor Kementerian PPN/Bappenas (Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) memiliki fasilitas seperti banyaknya bangku panjang, tanaman yang tumbuh dengan asri, jogging track di kedua sisinya. Banyak juga musisi jalanan yang memperdengarkan keindahan dari suara atau musik yang dimainkan atau pun dinyanyikan untuk menemani waktu santai para pengunjung.

Berikut kesimpulan aktivitas apa saja yang dapat dilakukan oleh masyarakat saat datang mengunjungi Taman Suropati yang taman ini secara gratis dibuka untuk umum.

Memberi makan burung merpati

Di taman ini masyarakat bisa menjumpai banyak burung-burung merpati yang terbang dengan bebas di taman ini. Sangat cocok untuk keluarga yang membawa si buah hati untuk memberi makan dan berinteraksi langsung dengan kawanan burung-burung merpati yang cantik-cantik.

Menghirup udara segar

Setelah penat seharian menghirup suasana ibu kota yang padat dengan kendaraan bermotor, maka saatnya untuk menghirup udara segar. Dengan banyaknya tanaman-tanaman hijau, bunga, pepohonan yang rindang memberikan kelengkapan udara yang segar dan pemandangan yang indah. Suasana alami yang didapati membuatnya lebih komplit dengan adanya air mancur dan burung-burung merpati yang terbang bebas.

Berolahraga

Tempat paling tepat untuk berolahraga dengan udara yang sirkulasi udara yang sejuk karena disaring oleh tanaman-tanaman hijau yang indah. Telah disediakan jogging track untuk mereka yang ingin berolahraga, tak hanya jogging tapi untuk yang ingin bersepedah santai pun juga bisa. Biasanya masyarakat banyak hadir berolahraga di jam 6 pagi hingga jam 9 pagi.

Objek Foto

Sisi-sisi dari taman yang bisa dikatakan instagramable ini pun menjadi favorit untuk mereka para photographer atau pun untuk mereka yang narsis. Dengan tata taman yang rapi dan rumput-rumput hijau ini menambah keindahan saat berfoto.

Menikmati Indahnya Malam

Saat malam hari tiba, justru semakin banyak masyarakat yang berkunjung. Taman Suropati ini dihiasi dengan lampu-lampu kuning yang memberikan kesan alam yang semakin indah. Waktu dimana para photographer menyiapkan lensanya untuk menangkap dan merekam cahaya keindahan suasana yang sejuk dan syahdu di Taman Suropati waktu malam.

Demi kenyamanan bersama maka para pengunjung wajib memperhatikan peraturan yang sudah disediakan di Taman Suropati. Peraturan Taman Kota isinya sebagai berikut:

  1. Dilarang Menginjak Rumput
  2. Dilarang Merusak/Mencabut Tanaman ataupun Bung
  3. Dilarang Membuang atau Meninggalkan Sampah dan Puntung Rokok di Area Taman Suropati
  4. Dilarang Minum Minuman Keras dan Membuang Kemasan Beling
  5. Dilarang Merusak Fasilitas Taman
  6. Dilarang Menggunakan Kendaraan Bermotor di Taman
  7. Dilarang Berjualan di Taman
  8. Dilarang Menebang atau Merusak Pohon

Beberapa masyarakat Jakarta terlihat sedang bersantai dan Team Orange sedang merawat tanaman di Taman Suropati,
Foto Oleh Pesona Travel

Lokasi dan Rute

Banyak jalan menuju Roma, maka banyak jalan juga menuju Taman Suropati. Alamat Taman Suropati berada di Jl. Taman Suropati No.5, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Jika kalian yang ingin datang ke lokasi Taman Suropati ini menggunakan bus TransJakarta pun bisa, karena memang ada halte bus TransJakarta di dekat lokasi yaitu Halte Taman Suropati. Lumayan juga bisa mengurangi polusi udara dan mengurangi kemacetan dengan menggunakan transportasi umum.

Untuk rute perjalanan dari daerah Grogol bisa naik bus TransJakarta dari halte Grogol 1. Jangan sampai salah naik karena bus yang menuju Taman Suropati ini harus menaiki bus dengan jurusan Kampung Melayu atau bus koridor 5A. Tidak perlu transit untuk bisa sampai ke lokasi, duduklah dengan tenang sampai di halte Taman Suropati.

Baca juga artikel menarik lainnya tentang Tempat Bersejarah :

7 Tempat Yang Bisa Jadi Tujuan Berwisata di Hari Libur Kemerdekaan

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Sering Berkunjung Namun Tidak Tahu Sejarah Taman Suropati

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]

    Trending

    Apapun yang terkait dengan fashion, terlebih kalau menyangkut kekeluargaan kerajaan pasti menarik untuk diketahui. Termasuk, pakaian kerajaan pada masa lalu yang tentu mengandung nilai bersejarah penting.  Kali ini kami akan mengajak kalian membahas pakaian putri Kerajaan Majapahit yang merupakan salah satu kerajaan berjaya di Nusantara antara abad ke-13 dan ke-16. Penasaran dengan pakaian putri khas […]
    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada […]