1. Kerajaan

Sejarah Kerajaan Banjar: Kejayaan, Keruntuhan, & Peninggalannya

Halo anak Nusantara! Sebelum Indonesia berbentuk republik seperti saat ini, wilayah Indonesia pernah terbagi menjadi beberapa kerajaan pada zaman dahulu. Salah satu kerajaan tersebut adalah Kerajaan Banjar, kerajaan bercorak Islam pertama yang ada di Kalimantan Selatan. 

Pada awalnya, kerajaan ini berada di bawah kekuasaan kerajaan lain dan bercorak Hindu. Bahkan, ibukota kerajaan ini juga sempat berpindah-pindah. Simak uraian lebih lengkapnya di bawah ini.

Kerajaan Banjar, Kerajaan Islam Pertama di Kalimantan Selatan

Letak Kerajaan Banjar mencakup daerah yang saat ini menjadi Provinsi Kalimantan Selatan, terbentang mulai dari Tanjung Sambar sampai Tanjung Aru. Pada awalnya, ibukota kerajaan ini terletak di Banjarmasin. Tapi seiring berjalannya waktu, ibukotanya berpindah ke Martapura. Karena corak Kerajaan Banjar adalah kerajaan Islam, maka dapat dikatakan bahwa kerajaan ini diperintah dengan sistem kesultanan. 

Kerajaan Banjar (sumber: Bincang Syariah)
Kerajaan Banjar (sumber: Bincang Syariah)

Kerajaan ini adalah penerus dari Kerajaan Daha, dan memperoleh kekuasaan dengan bantuan Kerajaan Demak. Letak Kerajaan Banjar sangat strategis untuk menjadi bandar perdagangan disebabkan oleh banyaknya sumber daya alam yang tersedia. Oleh karena itu, Banjar menjadi kerajaan yang maju.

Artikel Terkait

  • Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 6, 2024 at 8:53 am

    Rumah merupakan tempat pertama untuk memulai suatu pembelajaran. Termasuk dalam hal gotong royong  Harapannya begitu terjun pada lingkungan masyarakat, kamu paling tidak sudah mengerti arti singkat mengenai hal tersebut. Memang kalau penerapannya contoh gotong royong di rumah seperti apa saja? Selengkapnya bisa kamu baca pada artikel yang dibuat khusus untuk Sobat Literasi. Check it out! Artikel Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 10:28 pm

    Sayang banyaknya nilai-nilai modern, membuat sejumlah nilai tradisional mulai tergeserkan. Salah satunya, gotong royong. Sekarang ini sudah mulai jarang kegiatan yang menggunakan unsur tersebut. Maka tidak heran, mungkin generasi ini tidak memahami dan ketahui Salah satu tempat mereka bisa belajar hal itu dengan diajarkan di sekolah. Melalui beberapa aktivitas yang sifatnya dikerjakan bersama-sama. Untuk contoh Artikel Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Budi Pekerti: Etika Wajib Bangsa Indonesia
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 2:38 am

    Budi pekerti merupakan etika wajib yang dimiliki oleh semua warga Indonesia. Hal ini berkaitan dengan moral yang menuntun kita dalam berperilaku dan berinteraksi dengan sesama. Apabila seseorang tidak memiliki atau menjalankan prinsip budi pekerti seperti mestinya maka akibatnya banyak perilaku negatif yang terjadi pada sekitar. Penjelasan tentang materi ini bisa Sobat Literasi baca pada artikel Artikel Budi Pekerti: Etika Wajib Bangsa Indonesia pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Maret 12, 2024 at 12:34 am

    Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat perekonomian suatu negara adalah dengan mendirikan badan usaha. Suatu negara dapat dikatakan maju apabila tingkat kesejahteraan masyarakat tinggi. Hal ini tentunya tidak kalah jauh dengan taraf ekonomi dan sosial yang baik. Pendekatan yang nyata untuk mewujudkannya adalah dengan melihat bagaimana perkembangan bahan usaha tersebut.  Kawan literasi, asal kalian tahu The post Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya appeared first on Sma Studioliterasi.

Saat masih dalam kekuasaan Kerajaan Daha, Banjar memiliki corak kerajaan Hindu. Namun kemudian, agama Islam mulai masuk ke pulau Kalimantan melalui Sunan Giri yang mendarat di pelabuhan Banjar pada abad 15. Orang-orang Islam dari pulau Jawa mulai datang dan menetap di Kalimantan. Penyebaran agama juga ikut meningkat seiring meningkatnya pendatang beragama Islam.

Kesultanan Banjar adalah salah satu akar dari penyebaran agama Islam di tanah Kalimantan. Hukum-hukum Islam mulai diterapkan sebagai hukum negara. Salah satu ulama besar Kerajaan Banjar adalah Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjari. Beliau mendampingi sultan dalam memerintah kerajaan sembari menyebarkan agama Islam kepada masyarakat.

Sejarah Kerajaan Banjar

Pada masa itu, Kalimantan Selatan masih dalam kekuasaan Kerajaan Daha yang dipimpin oleh Maharaja Sukarama. Beliau memiliki tiga orang anak, yang bernama Putri Galuh, Pangeran Tumenggung dan Pangeran Mangkubumi. Berdirinya Banjar bermula dari konflik internal dalam Istana Daha. Konflik antara Pangeran Samudera dengan pamannya Pangeran Tumenggung membuat keadaan kerajaan menjadi panas. Maharaja memberikan wasiat supaya tahta kerajaan diberikan cucunya, yaitu Raden Samudera.

Sejarah Kerajaan Banjar (sumber: Celtics Town)
Sejarah Kerajaan Banjar (sumber: Celtics Town)

Tentu saja Pangeran Tumenggung tidak bisa menerima keputusan ayahnya ini. Wasiat ini membuat nyawa Raden Samudera terancam. Raden Samudera yang tidak mau terlibat konflik lebih lanjut memilih untuk melarikan diri dengan bantuan Arya Taranggana menggunakan sampan menuju hilir sungai Barito. Setelah Maharaja Sukarama meninggal, tahta kerajaan jatuh kepada Pangeran Mangkubumi, dan dilanjutkan oleh adiknya, Pangeran Tumenggung.

Raden Samudera melarikan diri dan menyamar menjadi nelayan di Balandean. Saat masa pelarian, Ia ditampung oleh Patih Masih di rumahnya. Kemudian, Raden Samudera diangkat menjadi raja di Bandarmasih.

Pangeran Tumenggung yang mengetahui hal ini murka dan melakukan penyerangan ke Bandarmasih. Tetapi dengan bantuan pasukan Kerajaan Demak yang berjumlah 40.000 prajurit, Pangeran Samudera berhasil mengalahkan serangan Pangeran Tumenggung. Pangeran Tumenggung kemudian menyerahkan kekuasaan kepada Pangeran Samudera.  Setelah penyerahan kekuasaan, Kerajaan Daha dibagi menjadi dua, yaitu Kesultanan Banjar yang berpusat di Bandarmasih dan kerajaan yang dipimpin Pangeran Tumenggung yang memiliki wilayah di Batang Alai.

Raja pertama Kerajaan Banjar adalah Pangeran Samudera. Beliau memiliki gelar Sultan Suriansyah. Setelah dilantik, beliau masuk Islam serta memindahkan ibu kota kerajaan ke Banjarmasin.

Urutan Raja Kerajaan Banjar

Berikut adalah urutan raja-raja Kerajaan Banjar serta tahun pemerintahannya :

Sultan Khairul Saleh (sumber: Banjarmasin Post)
Sultan Khairul Saleh (sumber: Banjarmasin Post)
  • Sultan Suriansyah (1520-1540)
  • Sultan Rahmatullah (1546-1570)
  • Sultan Hidayatullah (1570-1595)
  • Sultan Mustain Billah (1595-1642)
  • Sultan Inayatullah (1642-1645)
  • Sultan Ratu (1645-1660)
  • Sultan Rakyatullah (1660-1663)
  • Sultan Adipati Anom (1663-1679)
  • Sultan Suria Angsa (1679-1700)
  • Sultan Tahmidullah (1700-1717)
  • Panembahan Kusuma Dilaga (1717-1730)
  • Sultan Kuning (1730-1734)
  • Sultan Tamjidillah I (1734-1759)
  • Sultan Muhammadillah (1759-1761)
  • Sunan Nata Alam (1759-1761)
  • Sultan Sulaiman Saidullah (1801-1825)
  • Sultan Adam al Watsiq Billah (1825-1857)
  • Sultan Tamjidillah II (1857-1859)
  • Sultan Hidayatullah II (1859-1862)
  • Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin / Pangeran Antasari 1862
  • Sultan Muhammad Seman (1862-1905)
  • Sultan Khairul Saleh (2010)

Masa Kejayaan Kerajaan Banjar

Masa kejayaan Kerajaan Banjar bermula pada dekade pertama di abad ke-17. Kerajaan ini menguasai komoditas perdagangan lada yang dapat dibilang sebagai komoditas yang cukup berharga pada masa itu. Di samping komoditas dagang, Kesultanan Banjar yang telah menguasai sebagian besar pulau Kalimantan mendapat keuntungan melalui upeti dari daerah tenggara, timur, dan barat daya Kalimantan.

Banjar menjadi semakin kuat setelah menguasai daerah lain seperti Sukadana, Kotawaringin, Kahayan Hilir, Sambas, Kintap, Satui, Asam Asam, Swarangan, Lawai, hingga Mendawai. Hal ini dilakukan karena mengantisipasi serbuan dari kerajaan lain. 

Keruntuhan Kerajaan Banjar

Serangan Belanda (sumber: Selasar)
Serangan Belanda (sumber: Selasar)

Keruntuhan Kerajaan Banjar dimulai sejak kedatangan Belanda ke pulau Kalimantan. Berikut adalah 2 alasannya :

1. Serangan dan Usaha Monopoli dari Belanda dan VOC

Pada awalnya Kerajaan Banjar memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah Hindia-Belanda, tapi pihak Belanda berambisi untuk memonopoli perdagangan lada. Usaha untuk mendekati pemerintah Banjar gagal membuat pihak Belanda menggunakan jalan kekerasan. Selain itu, mereka juga mulai menyerang internal Kesultanan Banjar dengan mengadu domba para raja.

2. Perebutan Kekuasaan Penerus Sultan Adam

Setelah meninggalnya Sultan Adam, kekuatan Banjar terbagi menjadi 3, yaitu Prabu Anom, Tamjidillah, dan Hidayatullah. Karena pada saat itu pihak Belanda menguasai pemerintahan maka Tamjidilah yang diangkat sebagai raja. Padahal, masyarakat berpihak pada Hidayatullah untuk menjadi penerus Sultan Adam.

Peninggalan Kerajaan Banjar

Ketika membahas tentang kerajaan, tentu tidak jauh dari peninggalan kerajaan tersebut. Berikut adalah beberapa peninggalan Kerajaan Banjar :

1. Masjid Sultan Suriansyah

Masjid Sultan Suriansyah (sumber: Dispar Provinsi Kalsel)
Masjid Sultan Suriansyah (sumber: Dispar Provinsi Kalsel)

Peninggalan Kerajaan Banjar yang pertama adalah Masjid Sultan Suriansyah. Masjid ini adalah masjid tertua di provinsi Kalimantan Selatan. Masjid ini berada di kelurahan Kuin Utara, kota Banjarmasin. Nama dari Masjid ini diambil dari nama raja yang memerintah saat itu yaitu Sultan Suriansyah, raja pertama Kesultanan Banjar. Situs candi ini saat ini menjadi lambang daerah dan tempat wisata.

2. Candi Agung

Candi Agung (sumber: Wonderful Kalimantan)
Candi Agung (sumber: Wonderful Kalimantan)

Peninggalan kedua adalah Candi Agung. Candi ini berasal dari kerajaan sebelum Banjar, yaitu Kerajaan Negaradipa. Candi ini dibangun oleh Empu Jatmika pada abad 14 Masehi. Umur dari candi ini diperkirakan sekitar 740 tahun. Bahan dari candi ini adalah kayu dan batu, sampai saat ini masih terlihat kokoh.

3. Makam Sultan Suriansyah

Makam Sultan Suriansyah (sumber: Banjarmasin Tourism)
Makam Sultan Suriansyah (sumber: Banjarmasin Tourism)

Peninggalan Kerajaan Banjar yang ketiga adalah Makam Sultan Suriansyah. Sultan Suriansyah adalah raja pertama sekaligus pendiri Kerajaan Banjar. Sebuah kompleks pemakaman dibuat untuk mengenang beliau. Pemakaman Sultan Suriansyah yang ada saat ini adalah bentuk yang sudah dipugar. Kompleks pemakaman terletak di daerah Kuin Utara.

Baca juga: Kerajaan Gowa Tallo: Sejarah, Kehidupan Masyarakat dan Peninggalan

Demikian penjelasan Munus tentang Kesultanan Banjar, Kerajaan Islam pertama di Kalimantan Selatan. Semoga dapat menambah wawasanmu seputar kerajaan yang pernah ada di Indonesia. Sampai jumpa di pembahasan selanjutnya!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Sejarah Kerajaan Banjar: Kejayaan, Keruntuhan, & Peninggalannya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Busur panah telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia selama berabad-abad. Seni memanah telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Artikel ini akan mengenalkan Anda pada berbagai bentuk busur panah yang ada di Indonesia, serta memberikan wawasan tentang pentingnya seni memanah dalam masyarakat Indonesia. Apa Itu Busur […]

    Trending

    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada […]
    Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]