1. Biografi
  2. Tokoh

Raden Wijaya Majapahit: Fakta Sejarah, Asal Usul, Kisahnya

Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan bercorak Hindu-Budha yang pernah menguasai hampir seluruh Nusantara. Kehadiran kerajaan ini tidak lepas dari peran sang raja pertama dari Kerajaan Majapahit yakni Raden Wijaya.

Raden Wijaya adalah pendiri pertama Kerajaan Majapahit yang berkuasa sejak tahun 1293 hingga 1309 M. Ia berperan penting dalam perintisan kerajaan Majapahit. Ingin tahu lebih lengkap tentang asal usul Raden Wijaya dan perjuangannya hingga menjadi pendiri kerajaan Majapahit? Simak bahasan lengkap tentang sejarah Raden Wijaya berikut ini yuk, sobat Munus!

Asal Usul Raden Wijaya

Selain dari Pararaton, asal usul Raden Wijaya secara lengkap juga diceritakan dalam Pustaka Rajya Rajya i Bhumi Nusantara. Menurut kitab tersebut, Raden Wijaya adalah pangeran dari kerajaan Singosari, yang memiliki nama asli Sang Nararya Sanggramawijaya.

Ibunya merupakan seorang putri Mahisa Campaka merupakan putri dari Ken Arok dari Kerajaan Singasari dan ayahnya merupakan seorang raja di Kerajaan Sunda Galuh. Dengan demikian, dalam diri Raden Wijaya mengalir dua darah bangsawan, yaitu darah Sunda dari Ayah dan Jawa dari sang ibu.

Artikel Terkait

  • Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 4:59 am

    Mempelajari makhluk hidup memang tidak ada habisnya ya guys. Dengan mempelajarinya kalian jadi tahu apa jenis-jenis hewan yang ada di muka bumi ini. Salah satu jenis hewan yang sering kita temui adalah cacing. Hewan yang bikin geli ini dan sering muncul saat musim hujan ini adalah hewan yang akan kita bahas kali ini.  Nah, kalau The post Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 3:48 am

    Halo kawan literasi, bagaimana kabar kalian? aku harap baik-baik saja, ya. Pada pembahasan artikel fisika ini masih berhubungan dengan kelistrikan yaitu hukum ohm. Nah, pasti kalian sedikit banyak mengenal hukum fisika tersebut. Ternyata dalam rangkaian listrik, harus mempunyai hambatan dengan besar tertentu, lho. Mau tau kenapa?  Daripada penasaran, ayo kita belajar hukum fisika ini mulai The post Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 16, 2024 at 7:42 am

    Kegiatan transaksi sangat berkaitan dengan alat pembayaran. Semakin bertambahnya zaman, teknologi dan informasi di bidang ekonomi dan perbankan semakin berkembang. Analogi sederhananya adalah keadaan dahulu semaju sekarang, alat pembayaran hanya menggunakan uang logam dan uang kertas.  Ternyata, manusia menemukan beberapa keterbatasan dalam melakukan pembayaran. Jadi, muncullah beberapa metode atau alat pembayaran yang efektif dan efisien The post Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 15, 2024 at 5:17 am

    Salah satu alat optik yang paling dipakai oleh orang-orang yang di sekitar adalah kacamata. Seperti yang kita tahu, kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk melihat objek dengan jelas. Nah, kawan literasi apakah kalian menyadari bahwa kacamata memiliki sistem khusus untuk memudahkan mata melihat benda dari jarak dekat maupun jauh?  Atau sesederhana kamera yang sering kita The post Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui appeared first on Sma Studioliterasi.

Silsilah dan Asal Usul Raden Wijaya
Silsilah Keluarga dan Asal Usul Raden Wijaya (sumber: NusantaraHistory)

Perjalanan sang raja pertama raja Majapahit bermula ketika sang ayah yakni Rakyan Jayadarma diracun oleh musuhnya. Hal itu membuat Ibunya yaitu Lembu Tai memba membawa Wijaya pulang ke tempat asalnya yakni Singasari. 

Raden Wijaya merupakan seorang pangeran yang menjadi penerus tahta ayahnya di kerajaan Sunda Galuh, namun ia menolak melanjutkan untuk memimpin. Ia memilih untuk mengabdi ke ke tempat Ibunya yakni Kerajaan Singasari pada era Kerajaan Kertanegara. 

Pada saat itu beliau menjabat sebagai panglima perang pada Kerajaan Singasari dan merupakan seorang menantu terakhir dari Kerajaan Kertanegara.

Sejarah Raden Wijaya Hingga Menjadi Pendiri Majapahit

Berdirinya kerajaan Majapahit tidak lepas dari peran para penguasa Kerajaan Singasari yang runtuh akibat dari penyerangan dan pemberontakan yang digerakkan oleh Jayakatwang, seorang Bupati Gelang-gelang pada tahun 1292 M. 

Pararaton menceritakan bahwa Jayakatwang mengirim pasukan bernama Jaran Guyang untuk menyerbu Singasari. Tujuan dari penyerangan ini adalah untuk merebut kekuasaan Singasari dan Kertanegara. Hal ini membuat Raja Kertanegara tidak tinggal diam, ia memerintahkan sang menantu untuk memimpin pasukan menangkal pasukan yang ingin menyerang kerajaan. 

Candi Singosari, Salah Satu Peninggalan Kerajaan Singosari yang Masih Tersisa
Candi Singosari, Salah Satu Peninggalan Kerajaan Singosari yang Masih Tersisa (sumber: Cagar Budaya Kemdikbud)

Penyerangan ini digunakan sebagai taktik pengalihan agar pertahanan di ibu kota Singasari kosong. Tidak lama kemudian masuklah pasukan yang lebih besar menyerang kerajaan. Dikarenakan Raden membawa sebagian pasukan untuk berperang hal ini membuat terjadi kekosongan keamanan penjagaan dan berakhir dengan terbunuh Raja Kertanegara. 

Jayakatwang pun berhasil menduduki singgasana. Di Titik ini lah menjadi awal sejarah Raden Wijaya membangun Kerajaan Majapahit bersama dengan pasukan dan para penguasa yang tersisa.

1. Kabur dari Singosari

Runtuhnya kerajaan membuat panglima Singosari itu melarikan diri  dengan ditemani oleh pasukan dan penguasa yang tersisa.  Awalnya Raden Wijaya hendak berlindung ke Terung di sebelah utara Singasari namun terus menerus dikerja oleh pasukan Kediri hingga akhirnya ia memilih untuk kabur ke arah timur. 

Disanalah ia bertemu dengan kepala desa Kudadu yang memberikan bantuan untuknya untuk bertemu dengan Arya Wiraraja yang merupakan penguasa Songeneb (Sumenep). Mereka diterima berlindung di Sumenep dengan Arya Wiraraja.

Atas saran dan bantuan Arya Wiraraja pula, ia mengaku ingin mengabdikan diri, diterima tanpa ragu oleh Jayakatwang. Bersama dengan Arya Wiraraja, raja pertama Majapahit itu merencanakan sebuah rencana untuk merebut tahta dari Jayakatwang. Apabila berhasil mengalahkan Jayakatwang, maka ia berjanji akan membagikan kekuasaannya untuk dirinya dan Wiraraja.

2. Menemukan Wilayah Majapahit

Penyerangan yang dilakukan oleh Jayakatwang menyisakan dendam yang mendalam bagi Raden Wijaya sehingga ia berniat akan menyerang kembali. Ia menggunakan taktik dengan bantuan Arya Wiraraja dengan mengatakan bahwa ia ingin mengabdi kepada Jayakatwang.

Wiraraja kemudian menyampaikan hal tersebut kepada Jayakatwang dengan mengatakan bahwa Raden Wijaya telah menyerah dan ingin mengabdi. Jayakatwang pun menerimanya dan mengirim utusan untuk menjumput Wijaya. Pada saat itu, Raden Wijaya meminta Hutan Tarik untuk dibangun sebagai kawasan wisata perburuan. 

Maja, Buah yang Menjadi Inspirasi Penamaan Kerajaan Majapahit (sumber: Wikipedia)

Permintaan tersebut diterima oleh Jayakatwang tanpa rasa curiga. Raden Wijaya kemudian diberikan sebuah wilayah oleh Jayakatwang yang bernama Hutan Tari. Ia kemudian membabat hutan tersebut yang dijadikan sebuah pedesaan dan membentuk komunitas. Lokasi hutan tersebut dekat dengan aliran Sungai Brantas, di sekitar Mojokerto yang melalui beberapa daerah di Jawa Timur. Sungai tersebut merupakan sungai terpanjang kedua setelah Bengawan Solo.

Pada saat itulah ia menemukan sebuah buah maja yang sangat pahit. Dari pengalamannya itu, pedesaan itu kemudian dinamakan desa Majapahit. Desa tersebut berkembang dan mendatangkan penduduk dari luar untuk tinggal dan menetap di Majapahit. 

3. Balas Dendam ke Jayakatwang dan Kubilai Khan

Diberikan wilayah dan mengaku mengabdi ke Jayakatwang adalah taktik untuk balas dendam ke Jayakatwang. Dibantu oleh panglima yang setia membantunya seperti Arya Wiraraja dan Lembu Sore membuat Raden Wijaya mampu mengalahkan Jayakatwang. 

Kesempatan balas dendam pada akhirnya datang menghampir calon raja Majapahit itu. Pada saat yang tepat utusan pasukan dari Kaisar Mongolia tiba. Pasukan ini diperintahkan langsung oleh Kubilai Khan, yakni penguasa kekaisaran pada masa itu. Kubilai Khan yang merupakan penguasa kekaisaran diberikan janji oleh Raden Wijaya apabila kemenangan berpihak padanya maka ia akan tunduk pada kekuasaan Kubilai Khan.

Ilustrasi Kedatangan Kubilai Khan ke Majapahit dengan Tujuan Menjajah
Ilustrasi Kedatangan Kubilai Khan ke Majapahit dengan Tujuan Menjajah (sumber: Wikipedia)

Sebanyak 20.000 pasukan Mongol menyerang Jayakatwang. Pasukan Jayakatwang yang hanya berjumlah 10.000 pasukan tentu kewalangan dengan serangan ini, ditambah dengan pasukan Mongol membawa senjata lengkap. Hal ini mengakibatkan kekalahan pada pasukan Jayakatwang.

Mereka pun berhasil menyingkirkan Jayakatwang, namun tidak lama kemudian Raden Wijaya malah berbalik menyerang pasukan Mongol yang membantunya menyerang Jayakatwang secara mendadak hingga membuat pasukan Mongol memilih meninggalkan Jawa. 

Berhasilnya pasukan mantan Panglima Singosari mengusir pasukan Mongol membuatnya berhasil mendirikan Kerajaan Majapahit pada 1293 dan meresmikan diri sebagai raja. Penobatan pertama yang dilakukan ini membuatnya menerima gelar Kertarajasa Jayawardhana.

Pengikut setia yang memiliki jasa penting dalam membangun Kerajaan Majapahit pun diberikan jabatan yang tinggi. Kemeriahan ini tidak berlangsung lama, karena adanya pengadu domba bernama Mahapati. Hal ini mengakibatkan peperangan antara pasukan Majapahit dengan Ranggalawe. Akibat peperan itu Ranggalawe dan Lembu Sora pun tewas.

Istri dan Keturunan Raden Wijaya

Perjalanan kisah pernikahan sejarah Raden Wijaya memiliki dua alur cerita yang berbeda menurut dua versi yakni menurut kitab Negarakertagama dan Pararaton dalam mempersunting putri kerajaan Kertanegara.

Dikatakan dalam Negarakertagama bahwa Raja yang memiliki keturunan bangsawan itu menikahi 4 orang putri dari Kerajaan Kertanegara yang bernama Tribhuwaneswari, Narendraduhita, Jayendradewi, dan Gayatri. Istri Raden Wijaya yang terpilih sebagai permaisuri adalah Tribhuwaneswari dan ketiga istri Raden Wijaya yang lain adalah selir.

Ilustrasi Tribhuwaneswari, Istri Raden Wijaya Pertama
Ilustrasi Tribhuwaneswari, Istri Raden Wijaya Pertama (sumber: Kewaluhan)

Namun disatu sisi menurut Pararaton, hanya ada 2 istri Raden Wijaya yang merupakan putri kerajaan Kertanegara. Diceritakan pula bahwa beliau juga memperistri seorang putri bernama Dara Petak dari Kerajaan Dharmasraya. Putri tersebut telah melalui Ekspedisi Pamalayu di tanah Melayu oleh Kerajaan Singasari dari tahun 1275 hingga 1286 M. 

Informasi yang didapatkan berdasarkan Prasasti Sukamerta dan Prasasti Balawi, dari istri Raden Wijaya bernama Gayatri ia memperoleh dua anak perempuan yakni Tribhuwana Tunggadewi Jayawisnuwardhani yang memiliki kedudukan di Jiwana (Kahuripan) dan Dyah Wiyat Rajadewi Maharajasa yang berkedudukan di Daha. 

Dari Dara Petak, Raden Wijaya memiliki anak laki-laki bernama Jayanegara yang menjadi penerus kerajaan setelah ia meninggal.

Akhir Hayat Raden Wijaya

Berdasarkan Nagarakretagama raja pertama Majapahit itu menghembuskan napas terakhirnya pada tahun 1309 yang menjadi akhir tahun masa pemerintahannya. Ia dimakamkan dan dicandikan di Simping sebagai arca Raden Wijaya. 

Arca Raden Wijaya ini digambarkan sebagai arca Harihara yang merupakan setengah dewa Wisnu dan setengah dewa Siwa. Arca tersebut diambil dari samping kuil Candi Simping, Sumberjati, Blitar, Jawa Timur yang pada saat ini menjadi koleksi Museum Nasional Republik Indonesia.

Setelah kematiannya, tahta diturunkan kepada Jayanegara sebagai raja penerus Kerajaan Majapahit.

Arca Raden Wijaya
Arca Raden Wijaya (sumber: Cagar Budaya Kemdikbud)

Demikian pembahasan dari Museum Nusantara tentang sejarah Raden Wijaya! Sebagai bekas punggawa Singosari, Raden Wijaya telah mengalami banyak ujian demi mempertahankan keluarga dan penduduknya. Tapi dengan akal cerdas dan strategi perang yang anti gengsi, pendiri kerajaan Majapahit satu ini berhasil mematahkan dua lawan sekaligus – Jayakatwang dan Kubilai Khan – serta mendirikan kerajaan paling bersejarah di Indonesia.

Baca Juga: Kerajaan Majapahit: Sejarah, Raja, dan Peninggalan

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Raden Wijaya Majapahit: Fakta Sejarah, Asal Usul, Kisahnya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Busur panah telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia selama berabad-abad. Seni memanah telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Artikel ini akan mengenalkan Anda pada berbagai bentuk busur panah yang ada di Indonesia, serta memberikan wawasan tentang pentingnya seni memanah dalam masyarakat Indonesia. Apa Itu Busur […]

    Trending

    Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]
    Selama berabad-abad, Indonesia telah menjadi rumah bagi keberagaman budaya yang kaya, termasuk seni tari tradisional yang memukau. Tari tradisional Indonesia bukan hanya sekadar gerakan-gerakan artistik yang menakjubkan, tetapi juga mewakili identitas, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat di berbagai daerah. Tari Sirih Kuning adalah salah satu jenis tarian tradisional yang memiliki akar budaya kuat bagi masyarakat Betawi. […]