Tari Saman: Ragam Gerak, Asal, Sejarah, dan Pola Lantai (Lengkap)

5 min read

tari saman

Tari Saman adalah salah satu tarian Indonesia yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia tak berbenda sejak 24 November 2011. Hal ini ditentukan dengan kriteria warisan budaya yang perlu perlindungan secara mendesak. Hal tersebut tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Tapi, apakah anak nusantara sudah mengetahui seluk beluk lebih dalam tentang tari ini? Maka dari itu, munus telah merangkum penjelasan mengenai asal, makna, pola, dan ragam gerak tari saman. Mari simak penjelasannya!

Tari Saman Berasal Dari Aceh

Tari ini berasal dari Aceh tepatnya Suku Gayo. Tarian ini biasa ditampilkan saat perayaan atau acara penting serta pada hari peringatan Maulid Nabi atau Kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dulu, tarian ini hanya dilakukan oleh para lelaki saja karena pada zaman dulu wanita tidak boleh melenggak-lenggokkan badannya.

Sejarah tari ini diawali ketika pada tahun XIV Masehi. Seorang ulama dari Dataran Gayo bernama Syeh Salman menciptakan tari tersebut. Awalnya, tarian ini hanya dianggap sebagai sebuah permainan rakyat bernama Pok Ane. Melihat minat masyarakat yang begitu tinggi terhadap permainan tersebut, maka Syeikh Saman memiliki ide cemerlang di pikirannya. Ide yang muncul di kepalanya berupa keinginannya untuk menyisipkan syair pujian kepada Tuhan seluruh makhluk, yaitu Allah SWT yang sesuai dengan gerakan dari Pok Ane tersebut.

Alhasil, upaya dari Syeikh Saman tersebut berhasil direalisasikan dimana pada tari ini kemudian berkembang pesat dengan tambahan syair-syair berisi pujian kepada Allah SWT dan diiringi tepukan dari para penari. Berkat syair pujian yang disisipkan, tarian tersebut  juga mengalami perkembangan dari permainan rakyat menjadi media dakwah saat itu.

Tarian ini sering ditampilkan di bawah sebuah kolong Meunasah yaitu sejenis surau panggung. Seiring berkembangnya waktu, tarian ini juga ditampilkan di acara-acara umum selain perayaan adat (acara hajatan, ulang tahun, konser, bahkan acara kenegaraan). Untuk tempat pelaksanaannya juga lebih beragam, bisa di rumah, gedung maupun panggung. Namun tari ini juga masih menjadi sarana dakwah.

Ragam Gerak Tari Saman

gambar-tari-saman-tintapendidikanindonesia,com
Tari Saman, Foto Oleh Tintapendidikanindonesia. com

Ragam gerak tari ini memiliki dua unsur yaitu: gerak tepukan tangan dan tepuk dada. Gerakan lain berupa gerak guncang, kirep, lingang, dan surang-surang. Nama gerak ini diambil dari Bahasa Gayo. Gerakan lain berupa dua baris penari bernyanyi sambil bertepuk dan penari lainya mengharmoniskan gerakan. Biasanya, tempo gerakan tarian ini semakin lama semakin cepat.

Tarian ini dilakukan dengan cara duduk, berat tubuh dipusatkan pada ujung jari kaki yang ditekuk.  Pola ruang tari Saman berpaku pada level rendah (ketika penari membungkukkan badan sampai 45 derajat atau miring kebelakang sebesar 40 derajat) dan level tertinggi (ketika penari duduk dengan menekuk lutut dengan tegak sempurna).

Ragam gerak yang lain terdapat pada gerakan tangan yang dominan. Gerakan ini juga berfungsi sebagai musik iringan khas. Terdapat berbagai macam gerakan, diantaranya: cilok (gerakan ringan ujung jari seakan mengambil sejumput garam), cerkop (kedua tangan berhimpit dan searah), tepok (gerakan tepuk dalam berbagai posisi, bisa horizontal, bolak-balik dan gerakan seperti baling-baling). Gerakan tepukan ini disusun dengan harmonis dan memperhatikan sistematika tempo: tepukan kedua belah tangan (tempo sedang ke cepat),  tepukan kedua tangan (tempo cepat), tepukan satu telapak dengan dada (tempo lambat) dan gesekan ibu jari dengan jari tengah (tempo lamban). Selain itu, terdapat gerakan kepala seperti mengangguk dan berputar sesuai tempo. Umumnya, seluruh gerakan hanya diiringi suara tepuk tangan dan alunan syair.

Jenis nyanyian atau syair yang dilantunkan diantaranya rengum (auman oleh pengangkat), dering (regnum yang diikuti oleh semua penari). syek (lagu melengking sebagai pertanda peralihan gerak, yang dinyanyikan oleh perwakilan penari), redet (lagu singkat dengan suara pendek dan dinyanyikan seorang penari dari barisan kiri), saur (lagu yang dinyanyikan bersamaan setelah aba-aba dari penari solo). Syekh menjadi penyebutan untuk orang yang menjadi koreografer sekaligus penjaga keharmonisan tarian dan nyanyian syair. Syekh tersebut lazimnya memimpin puluhan hingga ribuan penari.

Baca juga: Tari Seudati : Kobaran Semangat Pria Aceh

Gerakan Tari Saman dan Penjelasannya

Seperti yang telah diketahui, biasanya tarian khas Aceh ini ditarikan oleh sekelompok orang yang bahkan mencapai ribuan jumlahnya. Tarian ini menitikberatkan pada gerakan tangan dengan berbagai motif. Meskipun terdapat pengulangan motif gerak yang sama, namun gerakan tersebut dilakukan dengan kecepatan yang berbeda.

Nilai estetik yang berada pada harmoni gerakan menepuk tangan, memukul dada, pangkal paha, dengan lantunan syair yang dinyanyikan oleh para penari. Gerakan-gerakan tersebut dibagi menjadi beberapa bagian. Simak penjelasan lebih lanjut mengenai gerakan tari saman di bawah ini.

Gerakan pembuka (Persalaman)

Pada gerakan ini, adalah salam pembukaan ketika akan mementaskan tari ini. Posisi para penari dimulai dari saat berdiri dan memberi salam dengan cara meletakkan kedua tangan di depan dada  sembari perlahan-lahan menuju posisi bersimpuh. Ketika dalam keadaan bersimpuh, mereka duduk dengan posisi kedua tangan ditangkupkan di atas paha. Mereka duduk secara bersaf dengan keadaan masing-masing bahu berdempetan antara satu dengan yang lainnya. 

Setelah itu, para penari meletakkan ikat kepala yang mereka kenakan sebagai tindakan pencegahan agar tidak terjatuh saat melakukan gerakan kepala yang nantinya memiliki tempo cepat. Namun, tidak semua tari saman melakukan hal ini, karena tindakan tersebut tergantung koreografi dari kreatifitas masing-masing. Salam yang dilantunkan berupa kata-kata “laa ilaha illallah” dan “Assalamualaikum” sebagai isyarat kepada penonton bahwa pertunjukan telah dimulai.

Gerakan inti

Pada bagian inilah penggabungan bermacam gerakan badan dan tangan bersinkronisasi. gerakan tersebut bergantian dari gerakan menepuk dada, paha, dan tangan. Suara yang dihasilkan dari tepukan tersebut juga membentuk irama yang selaras dan bergairah karena kecepatan yang bertambah seiring waktu. Irama tepukan juga dibarengi dengan lantunan syair.

Selain gerakan tangan yang menepuk beberapa bagian badan, juga terdapat pergerakan dari badan itu sendiri. Bentuk gerakan tari saman biasanya ada saatnya badan membungkuk sekitar 45 derajat ke depan dan 40 derajat ke belakang. Ada juga gerakan badan yang dalam posisi setengah berdiri. Selain itu, tidak lupa pula gerakan kepala ke kiri dan ke kanan maupun ke atas dan ke bawah.

Gerakan Penutup

Gerakan penutup dengan posisi badan setengah berdiri ini diikuti dengan posisi tangan yang ditangkupkan di depan dada dan pandangan mata fokus ke depan. Posisi tersebut merupakan bentuk salam penghormatan kepada para penonton yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk menonton pertunjukan. Hal tersebut sekaligus sebagai penanda bahwa pementasan tari saman sudah mencapai akhir. Setelah itu, penari duduk kembali dalam keadaan bersimpuh dengan posisi tangan diletakkan di atas paha dan penari mulai meninggalkan panggung pementasan.

Makna Gerakan Tari Saman

gambar-tari-saman-id,pinterest,com
Tari Saman, Foto Oleh Id.pinterest. com
  • Duduk di atas lutut dalam garis lurus horizontal memiliki makna selayaknya shaf ketika umat muslim melaksanakan ibadah shalat. Shaf yang harus rapat tersebut mengisyaratkan agar tidak ada celah untuk setan berada di tengah-tengah umat muslim.
  • Gerakan penghormatan di awal adalah sebagai pemberian salam dan penghormatan kepada para penonton yang hadir di pementasan tersebut. Hal tersebut juga merupakan nasihat untuk selalu menghormati siapapun dan meminta ijin untuk melakukan sesuatu.
  • Gerak Selalu dimana satu tangan menempel pada dada. Gerakan tersebut melambangkan kepatriotan atau kepahlawanan juga memiliki arti sebagai kerendahan diri terhadap Allah SWT.
  • Gerutup adalah gerakan yang mengandung unsur tepukan yang menggebu-gebu, baik itu menepuk dada, atau paha. Gerakan ini melambangkan bahwa sebagai penari saman mereka harus selalu fokus terhadap gerakan dan dalam kehidupan sehari-hari dapat diinterpretasikan sebagai khusyuk dalam pekerjaan. Pekerjaan tersebut dapat berupa dakwah atau pekerjaan yang lainnya yang apabila dilakukan secara khusyuk akan ,mendapat hasil yang baik.
  • Surang saring adalah gerakan selang-seling bergantian antar penari. biasanya terdapat kesepakatan antara penari nomor ganjil dan genap. Gerakan ini menyimbolkan baling-baling dan juga lambang dari dzikir dimana terdapat gerakan kepala yang menoleh ke kanan dan ke kiri.

Baca juga: Tari Indang: Tari Media Dakwah dan Sejarahnya

Makna Tari Saman

Makna tari Saman sendiri terdapat pada syair dan gerakan tarian. Syair yang dilantunkan berupa pujian kepada Allah. Syair yang dilantunkan mengandung konsep perjuangan. 

Penampil tarian biasanya berjumlah ganjil (mulai dari 13, 15 sampai ribuan orang) dan dipimpin oleh seorang syekh yang berada pada formasi tengah. Selain itu, seorang syekh juga dibantu oleh pengapit yang berada pada tepi formasi. Hal ini bertujuan untuk mempermudahkan sinkronisasi gerakan. Berdasarkan paham “collectivism”, makna tari ini adalah menyongsong kebersamaan dengan kekuatan. Dua orang ”penopang” pada ujung kanan dan kiri, bertujuan sebagai cerminan sifat akar tunggang rumput atau jejerun (bahasa Gayo), yaitu simbol kekokohan.

Selain itu, makna “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh” menjadi hal utama dalam tarian ini. Setiap penari tidak boleh melakukan kesalahan gerak karena ini akan mengganggu sinkronisasi irama dan gerakan dan menjadikan penampilan tarian tidak harmonis.

Masing-masing gerakan juga memiliki makna tersendiri. Seperti gerak “regum” (kesadaran, kesaksian dan komitmen), “dering” (intropeksi), “redet” (pesan singkat dan harapan), “syeh” (kepemimpinan, seruan umum serta tanggung jawab)dan “saur” (berarti kekompakan dan kesetiaan).

Semua gerakan tarian ini merupakan refleksi dari nilai-nilai kehidupan, perjuangan, kehormatan dan persatuan suku Gayo yang diwujudkan menjadi sebuah tarian yang memukau mata dan dunia.

Pola Gerak Tari Saman

Pola lantai dalam sebuah tarian juga menjadi suatu ciri khas. Jenis tari ini juga memiliki pola lantai yang unik dan terjaga autentisitasnya dari dulu sampai sekarang. Pola lantai ialah pola garis yang biasa menjadi lintasan sang penari ketika melakukan pagelaran.

Tari ini menggunakan pola garis atau bersyaf. Pola ini digunakan dari awal tarian hingga selesai. Pola garis merupakan pola dengan garis lurus mendatar ke samping. Dilain hal, pola bersaf merupakan wujud dari tarian yang berlandaskan Islam. Posisi kerapatan barisan dan shaf mencerminkan gerakan sholat, yaitu ibadah umat Islam. 

Kesimpulan

Tari Saman merupakan tari tradisional yang asli berasal dari Suku Gayo, Aceh. Merupakan penampilan ciamik yang memadukan gerakan, tepukan, dan juga lantunan syair yang menjadikannya lebih menarik dan pantas untuk ditonton. Dengan penghargaan yang telah diterima dari UNESCO yaitu tari saman sebagai warisan dunia tak benda, semoga tari saman semakin dicintai oleh masyarakat Indonesia bah bahkan oleh masyarakat dunia sekali pun.

Baca juga: Tari Piring Kesenian Khas Minangkabau yang Mendunia

Last Updated on Januari 29, 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll up