Kerajaan Singasari: Sejarah, Letak, Raja, dan Peninggalan

4 min read

Ken Arok Kerajaan Singasari

Kerajaan Singhasari atau biasa disebut Singosari atau Singasari merupakan salah satu kerajaan yang menganut kepercayaan Hindu-Budha. Didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 dan berjaya selama 70 tahun, kemudian runtuhnya kerajaan Singasari terjadi pada tahun 1292. Nama asli kerajaan ini adalah Tumapel, sedangkan Singasari adalah nama salah satu wilayah Ibu kota kerajaan, yang sebelumnya berpusat di wilayah Kutaraja.  

Keberadaanya dapat dilihat dari peninggalan – peninggalan prasasti dan candi yang berada di daerah Singosari, Kabupaten Malang. Bukti lain juga terdapat dari Kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca, yang merupakan peninggalan zaman Majapahit. Kitab ini berisi tentang raja-raja Singasari. Didukung juga adanya peninggalan kitab Pararoton yang mengisahkan Ken Arok. 

Untuk mengetahui lebih lengkap Sejarah Singasari, letak kerajaan Singasari, raja dan peninggalan Kerajaan Singasari, mari simak artikel yang sudah munus rangkum untuk Anak Nusantara:

Letak Kerajaan Singasari

Jika Anak Nusantara Pernah ke Kapupaten Malang, pasti tidak asing lagi dengan daerah bernama Singosari. Menurut Sejarawan daerah ini diperkirakan merupakan letak kerajaan Singasari, yang dulunya  bernama  Kutaraja di wilayah Tumapel. Peta wilayah kerajaan ini meliputi hampir seluruh Jawa, bahkan sampai luar Jawa.

Sejarah Kerajaan Singasari

Sejarah Kerajaan Singasari diawali ketika, Kerajaan Tumapel atau Singasari yang merupakan bagian dari Kerajaan Kediri, yang dipimpin oleh seorang Akuwu atau kalau sekarang adalah bupati atau kepala daerah, bernama Tunggul ametung. Saat itu Tunggul Ametung memiliki pengawal setia bernama Ken Arok. Namun, kesetiaan Ken Arok sebagai pengawal berakhir ketika Ken Arok terpikat akan kecantikan Istri Tunggul Ametung bernama Ken Dedes, sekaligus hasrat ingin menjadi Akuwu.

Akhirnya dengan cara tipu muslihat, Ken Arok berhasil membunuh Tunggul Ametung. Kemudian Ken Arok mengangkat dirinya menjadi seorang Akuwu dan menikahi Ken Dedes. Ia juga mengumumkan bahwa dirinya adalah jelmaan dewa, agar Ken Arok dapat diterima oleh rakyat. 

Pada saat itu kerajaan Tumapel masih menjadi bagian dari Kerajaan Kediri, dan dipegang oleh kekuasaan Raja Kertajaya. Tepat di tahun 1222, terjadi perseteruan antara kaum Brahmana dengan Raja Kertajaya. Untuk mendapat dukungan, para Brahmana meminta pertolongan kepada Ken Arok, lalu mereka menggabungkan diri untuk memberontak Raja Kertajaya.

Setelah semuanya sudah siap, gabungan pasukan Ken Arok dan Para Brahmana pergi ke Kediri. Setibanya di Desa Ganter,Kediri, terjadilah peperangan besar. Raja Kertajaya dan prajuritnya berhasil dibinasakan oleh Ken Arok dan pasukannya. Akhirnya setelah peristiwa tersebut terjadi, Ken Arok dinobatkan menjadi Raja dan Semua wilayah Kerajaan Kediri digabungkan dengan Wilayah Tumapel, yang kemudian disebut Kerajaan Singhasari.

Raja-raja kerajaan Singasari

Selama kerajaan ini berdiri,pernah dipimpin oleh 5 raja, berikut merupakan Raja-raja Kerajaan Singasari:

Ken Arok 

Ken Arok juga memiliki sebutan lain Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi. Beliau merupakan raja pertama, sekaligus pendiri kerajaan. Setelah berhasil mengalahkan Kerajaan Kediri. Ken Arok memimpin kerajaan sekitar 5 tahun, dari tahun 1222 sampai 1227.

Ken Arok Kerajaan Singasari
Ken Arok, salah satu raja yang menjadi pendiri Kerajaan Singasari (Singosari), foto oleh bombastis,com

Pada akhir kepemimpinannya Ken Arok meninggal dengan cara dibunuh oleh seorang pembunuh bayaran, yang merupakan suruhan anak tirinya sendiri bernama Anusapati. Hal ini dilakukan karena Anusapati memiliki dendam kepada Ken Arok, karena telah membunuh Ayah Kandungnya. Jasad Ken Arok dikuburkan di Kegenengan.

Anusapati

Setelah berhasil membunuh Ken Arok. Anusapati akhirnya memimpin Kerajaan selama 21 tahun, dari 1227-1248. Selama pemerintahanya kerajaan tidak banyak memiliki kemajuan. 

Sampai akhirnya, Tohjaya, anak Kandung dari Ken Arok memiliki dendam kepada Anusapati setelah mengetahui siapa dalang dari pembunuhan ayahnya, Ken Arok. Kemudian Tohjaya menjebak Anusapati untuk mengikuti pesta sabung ayam, dan pada saat itu juga Tohjaya membunuh Anusapati untuk membalaskan dendamnya..

Tohjaya

Selepas peninggalan Anusapati,Tohjaya menjadi raja ketiga kerajaan. Pemerintahnya sangat sebentar, hanya berlangsung beberapa bulan saja. Tohjaya berhenti menjadi Raja,karena dib nuh oleh anak Anusapati bernama Ranggawuni, yang memiliki dendam kepada Tohjaya. 

Ranggawuni

Ranggawuni menjadi raja selama 20 tahun, tepatnya dari tahun 1248 sampai 1268. Beliau mendapatkan gelar Sri Jaya Wisnuwardana. Selama kepemimpinannya Raja Ranggawuni dibantu oleh Mahesa Cempaka, yang sekaligus diangkat menjadi Ratu Anggabhaya, dengan gelar Narasinghamurti. 

Kepemimpinan Raja Ranggawuni berakhir setelah beliau meninggal dunia di tahun 1268. Namun kepemimpinan selanjutnya sudah dipersiapkan sejak tahun 1254 oleh anaknya bernama Kartanegara untuk menjadi Raja Besar Singasari  

Kertanegara

Raja terakhir kerajaan adalah Kartanegara.  Kertanegara memimpin sejak 1268 hingga 1292. Kepemimpinanya sangat baik, Singasari mengalami banyak kemajuan. Terbukti Raja Kertanegara mampu memperluas wilayah hingga Bali, Madura, Semenanjung Malaka, Melayu, Maluku, Kalimantan dan Sulawesi. Misi ini juga salah satu keinginannya untuk menyatukan nusantara.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Singasari

Dilihat dari letak geografis, kerajaan ini terletak di daerah lembah Sungai Brantas. Diduga kehidupan ekonomi Kerajaan Singasari banyak yang bergantung di sektor pertanian. Keadaan ini juga didukung dari hasil bumi yang melimpah ruah. Hal ini yang menyebabkan Raja Kertanegara memperluas wilayah untuk meningkatkan penjual hasil bumi.  

Kehidupan Sosial Budaya Kerajaan Singasari

Kehidupan Sosial Budaya Kerajaan Singasari mengalami naik turun turun sejak masa Ken Arok sampai masa Kertanegara. Ketika masa kepemimpinan Raja Ken Arok kehidupan sosial masyarakat singasari begitu tertata sehingga kehidupan rakyat terjamin. Faktor inilah yang menjadikan para Brahmana meminta perlindungan kepada Ken Arok. 

Namun, pada masa kepemimpinan Raja Anusapati. Kehidupan rakyat kurang diperhatika oleh Raja, karena Raja Anusapati sibuk dengan kegiatan sabung ayam. 

Kehidupan sosial budaya Kerajan Singasari mulaia membaik ketika Kertanegara menjadi Raja. Kertanegara mulai merapikan tatanan kerajaan. Sehingga rakyat merasa semakin sejahtera.

Masa Kejayaan Kerajaan Singasari

Masa Kejayaan Kerajaan Singasari berada di masa Raja Kertanegara. Raja Kertanegara banyak melakukan pembangunan dan perluasan wilayah kerajaan., Sumatera. Dalam pemerintahanya, Raja Kertanegara menempatkan pejabat kerajaan sesuai dengan kemampuan dan bidangnya. Apabila ada pejabat yang kurang berkualitas, Raja Kertanegara tidak segan untuk mengganti pejabat.Hubungan Raja dengan kerajaan lain juga sangat baik, terbukti bersahabat dengan kerajaan besar seperti Kerajaan Campa.  

Di masa ini, kehidupan rakyat semakin membaik, setelah sebelumnya terabaikan. Kerajaan dibangun sangat pesat, sehingga rakyat  merasaa lebih sejahtera.

Runtuhnya Kerajaan Singasari

Masa Runtuhnya Kerajaan Singasari disebabkan karena Raja Kertanagera terlalu fokus terhadap ketahanan luar negeri. Raja Sibuk mengirimkan pasukan ke luar kerajaan untuk melakukan pertahanan terhadap kekaisaran Mongol, sehingga pertahaan dalam kerajaan terkikis. Sampai pada akhirnya kerajaan diberontak oleh Jayakatwang, penguasa daerah Kediri. Rasa Kertangera terbunuh dan tahta diambil alih oleh Jayakatwang. Kerajaan Tumapel-Singasari pun runtuh.

Peninggalan Kerajaan Singasari

Dari masa kejayaan sampai runtuhnya Kerajaan Singasari, tentunya meninggalkan peninggalan-peninggalan sebagai bukti keberadaan kerajaan. Peninggalan tersebut berupa candi, arca dan prasasti, berikut munus rangkum Peninggalan Kerajaan Singasari untuk Anak Nusantara: 

Candi Singasari

Peninggalan Kerajaan Singasari yang pertama adalah Candi Singasari. Candi ini juga disebut Candi Menara atau Candi Cungkup. Dibangun tahun 1300 M, untuk menghormati Raja Kertanegara. Berlokasi di Desa Candi Renggi, Kecamatan Sigosari, Kabupaten Malang. 

Candi Jago

Candi Jaho dibuat tahun 1300 M. Terletak di Dusun Jago, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Nama Jago berasal dari Kitab Negarakertagama yang kata asalnya adalah Jajaghu yang berarti keagungan. Kata tersebut biasa digunakana untuk menyebutkan tempat yang suci.

Candi Sumberawan

Ditemukan pada tahun 1904. Merupakan salah satu peninggalan kerajaan yang paling unik, karena candi ini memiliki bentuk stupa, dan satu-satunya di Jawa Timur. Untuk lokasinya berada di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Candi Jawi

Candi Jawi merupakan salah tempat penyimpanan abu dari Raja Kertanegara. Terletak di kaki Gunung Welirang, Desa Candi Water, Kecamatan Prigen, Kota Pasuruan. Candi ini dibangun tahun 1300 M.

Candi Kidal

Candi Kidal dibangun dengan tujuan untuk menghormati raja ke dua kerajaan ini, yaitu Raja Anusapati. Candi ini juga tempat pemakaman Raja Anusapati. Jika Anak Nusantara ingin berkunjung ke Peninggalan Kerajaan Singasari ini, bisa ke lokasi Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Selanjutnya Peninggalan Kerajaan Singasari juga terdiri dari Prasasti, adapun prasasti Kerajaan Singasari adalah sebagai berikut:

  1. Prasasti Wurare, berisi sebagai pengingat penobatan Arca Mahasokbhaya di sebuah daerah bernama Wurare. Berbahasa Sangsekerta, dan tertulis tahun 1211 saka, atau 21 November 1289 M.
  2. Prasasti Singasari, tahun 1351 M, sebagai pengingat pembangunan Candi Pemakaman oleh Mahapatih Gadjah Mada. Lokasinya terletak di Singosari.
  3. Prasasti Manjusri, manuskrip yang berada pada belakang Arca Manjusri 1343. Awalnya berada di Candi Jago, namun saat ini sudah dipindahkan di Museum Nasional.
  4. Prasasti Mula Malurung, tahun 1255, berupa lempengan tembaga. Dibuat sebagai piagam pengesahan Desa Mula dan Desa Malurung. 

Adapun peninggalan Kerajaan Singasari yang lain adalah Arca, berikut adalah peninggalanya:

  1. Arca Dwarapala, sebagai pintu gerbang kerajaan  dan berbentuk seperti manusia yang menyerupai monster. Arca ini dibangun berpasangan di pinggir kanan kiri Jalan Desa Candi renggo.
  2. Arca Prajnaparamita, dibuat tahun 1300 M. Dipercaya sebagai perwujudan Ken Dedes, ratu pertama kerajaan, namun pendapat lain juga menyatakan bahwa Arca Prajnaparamita merupakan perwujudan Gayatri, istri Kertarajasa, Raja pertama Majapahit.
  3. Arca Genesha, berlokasi di Desa Karangkater, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Merupakan Arca berbentuk Dewa Ganesha. 

Last Updated on Oktober 15, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll up