1. Biografi
  2. Tokoh

Cut Nyak Dien: Ksatria Perang Wanita Pemberani dari Aceh

Tjoet Nja’ Dhien atau biasa kita kenal dengan Cut Nyak Dien merupakan pahlawan nasional berasal dari Aceh. Semasa hidupnya, beliau menghabiskan waktunya untuk  melawan penjajah Belanda.

Kisah hidupnya penuh dengan perjuangan yang patut kita teladani. Kali ini,  Munus telah merangkum biografi secara lengkap di artikel ini.

Biografi Cut Nyak Dien

NamaCut Nyak Dien / Tjoet Nja’ Dhien
Lahir  Aceh Besar, 1848
Orang TuaTeuku Nanta Seutia 
Suami Teuku Cek Ibrahim Lamnga (Suami pertama), Teuku Umar (Suami ke dua)
AnakCut Gambang 
Wafat Sumedang, Jawa Barat 
Biografi Cut Nyak Dien

Cut Nyak Dien: Kelahiran dan Masa Kecil 

Menurut informasi yang dimuat pada situs resmi Provinsi Aceh, Tjoet Nja’ Dhien  lahir pada tahun 1848 dari keluarga bangsawan taat beragama di Wilayah IV Mukim, Aceh Besar.  Tepatnya di daerah Lampadang.

Ayahnya bernama Teuku Nanta Seutia. Ia merupakan seorang Uleebalang VI Mukim. Beliau masih keturunan dari Machmoed Sati, perantau dari daerah Sumatera Barat. Sedangkan ibunya adalah putri dari  Uleebalang Lampagar atau kepala daerah bagian di wilayah Lampagar.  

Artikel Terkait

  • Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 4:59 am

    Mempelajari makhluk hidup memang tidak ada habisnya ya guys. Dengan mempelajarinya kalian jadi tahu apa jenis-jenis hewan yang ada di muka bumi ini. Salah satu jenis hewan yang sering kita temui adalah cacing. Hewan yang bikin geli ini dan sering muncul saat musim hujan ini adalah hewan yang akan kita bahas kali ini.  Nah, kalau The post Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 3:48 am

    Halo kawan literasi, bagaimana kabar kalian? aku harap baik-baik saja, ya. Pada pembahasan artikel fisika ini masih berhubungan dengan kelistrikan yaitu hukum ohm. Nah, pasti kalian sedikit banyak mengenal hukum fisika tersebut. Ternyata dalam rangkaian listrik, harus mempunyai hambatan dengan besar tertentu, lho. Mau tau kenapa?  Daripada penasaran, ayo kita belajar hukum fisika ini mulai The post Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 16, 2024 at 7:42 am

    Kegiatan transaksi sangat berkaitan dengan alat pembayaran. Semakin bertambahnya zaman, teknologi dan informasi di bidang ekonomi dan perbankan semakin berkembang. Analogi sederhananya adalah keadaan dahulu semaju sekarang, alat pembayaran hanya menggunakan uang logam dan uang kertas.  Ternyata, manusia menemukan beberapa keterbatasan dalam melakukan pembayaran. Jadi, muncullah beberapa metode atau alat pembayaran yang efektif dan efisien The post Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 15, 2024 at 5:17 am

    Salah satu alat optik yang paling dipakai oleh orang-orang yang di sekitar adalah kacamata. Seperti yang kita tahu, kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk melihat objek dengan jelas. Nah, kawan literasi apakah kalian menyadari bahwa kacamata memiliki sistem khusus untuk memudahkan mata melihat benda dari jarak dekat maupun jauh?  Atau sesederhana kamera yang sering kita The post Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui appeared first on Sma Studioliterasi.

Pada masa kecilnya, Dien mendapat pendidikan agama dari orang tua dan guru di sekolah. Ia  juga mendapat pendidikan karakter yang kuat berkaitan dengan rumah tangga, seperti memasak, melayani suami, dan kehidupan sehari-hari, dari orang tuanya. 

Selain anak pandai dan berilmu, Dien juga sosok yang cantik. Hal ini membuat banyak lelaki tertarik dengannya. Saat usianya menginjak 12 tahun, ia dinikahkan kedua orang tuanya dengan putra tunggal dari Uleebalang Lamnga XIII, bernama Teuku Cek Ibrahim Lamnga, di tahun 1862.

Perjuangan dan Perjalanan Hidup Cut Nyak Dien

Perjuangannya diawali ketika meletusnya perang Aceh pada tanggal 26 Maret 1873. Perang ini disebabkan oleh Belanda yang menyatakan perang perang dan mulai menembakkan meriam ke daratan Aceh dari kapal perang Citadel Van Antwerpen.  

Perang pertama, terjadi di tahun 1873 sampai tahun 1874. Pasukan dari Aceh dipimpin oleh Sultan Mahmud Syah dan Panglima Polim melawan pasukan Belanda sebanyak 3.198 prajurit. Pihak Belanda dipimpin oleh Johan Harmen Rudolf Kohler. 

Kemudian, pada tanggal 8 April 1873, di bawah kepemimpinan Kohler, Belanda mendarat di Pantai Ceureumen dan langsung menguasai serta membakar Masjid Raya Baiturrahman. Mengetahui hal itu, Dien, berseru kepada masyarakat Aceh, beliau mengatakan:

“Lihatlah Rakyat Aceh! Tempat ibadah kita dibakar!  Mereka telah menantang Allah! Jangan sampai kita memaafkan Belanda! “

Berkat semangat pasukan Kesultanan Aceh, akhirnya pada perang pertama, mereka dapat mengalahkan pasukan Belanda. Ibrahim Lamnga bersorak atas kemenangan, sedangkan Kohler tewas akibat tembakan pada April 1873.

Berbeda di tahun selanjutnya, Belanda berhasil menduduki daerah VI Mukim di bawah kepemimpinan Jenderal Jan Van Swieten. Keraton Sultan juga jatuh pada tahun 1874. Karena kondisi semakin tidak aman, akhirnya pada tanggal 24 Desember 1875, Dien membawa bayinya untuk mengungsi bersama rombongan ibu-ibu. 

Suaminya tetap di wilayah semula untuk merebut kembali daerah IV Mukim. Namun pada tanggal 29 Juni 1875, Ibrahim Lamnga  tewas ketika bertempur di Gle Tarum. Mengetahui berita itu, Tjoet Nja’ Dhien  marah besar dan bersumpah akan membalas kekejaman Belanda.

Menikah Kembali

Sepeninggalan suami yang pertama, beliau dilamar oleh Teuku Umar. Awalnya beliau menolak, namun karena Teuku Umar memperbolehkan ikut berperang, akhirnya ia menerima. Dien menikah untuk kedua kali  dengan Teuku umar.

Pernikahan ini membuat semangat Aceh melawan Belanda meningkat. Pasukan Aceh melanjutkan perang secara gerilya dan mengobarkan perang fi’sabilillah. 

Teuku Umar mulai mengatur siasat dengan mendekati Belanda.  Beliau berpura-pura menyerahkan diri beserta 250 pasukannya ke Belanda. Belanda gembira karena musuhnya bersedia membantu mereka. Sehingga Teuku Umar diberi gelar oleh belanda menjadi Teuku Umar Johan Pahlawan, beliau juga dijadikan komandan unit bagian pasukan Belanda.

Selama menjadi komandan, Teuku umar mempelajari taktik Belanda. Beliau mengganti bagian-bagian pasukannya dengan orang Aceh. Ketika kuota pasukan telah terpenuhi, Teuku Umar mengatakan kepada Belanda bahwa ia memiliki rencana untuk menyerang basis Aceh. 

Namun, itu hanyalah siasat. Teuku Umar dan Dien  pergi bersama seluruh pasukan beserta seluruh perlengkapan senjata Belanda, dan tidak pernah kembali. Dalam sejarah, pengkhianatan ini disebut Het verraad van Teukoe Oemar.

Merasa dikhianati, Belanda marah dan merencanakan penyerangan untuk menangkap kembali Dien dan suaminya.  

Belanda menyerbu pasukan  Dien dan Umar secara mendadak di Meulaboh. Penyerangan ini menyebabkan Teuku Umar gugur pada 11 Februari 1889.  

Melanjutkan Perlawanan Kepada Belanda

Pembahasan selanjutnya adalah mengenai masa meninggalnya suami yang kedua. Ia melanjutkan perlawanan kepada Belanda. Beliau menganggap perlawanan ini tidak hanya milik Teuku Umar, Teuku Ibrahim Lamnga, maupun ayahnya.  Melainkan milik seluruh rakyat Aceh. Itulah yang menjadi pondasinya, sehingga ia melanjutkan untuk mengorganisir serangan yang dilakukan kepada Belanda.

Selama bertahun – tahun beliau menghabiskan seluruh tenaga dan pikirannya untuk melawan penjajah Belanda. Semua dilakukan secara gerilya, berpindah dari tempat satu ke tempat lainnya. Semakin lama keadaan semakin terpuruk, kondisi kesehatan dan pasukannya sama-sama semakin rapuh. 

Hingga pada tanggal 16 November 1905, Belanda berhasil menyerbu  tempat persembunyiannya. Pasukan Dien akhirnya kalah. Kondisi dirinya yang sudah menua  serta pasukan kecilnya tidak bisa berbuat banyak. Beliau ditangkap dan dibawa ke Kutaraja, Banda Aceh. 

Diasingkan ke Sumedang

Meskipun berhasil menangkap Tjoet Nja’ Dhien, Belanda masih ketakutan jika kehadirannya memunculkan semangat perlawanan, ditambah lagi beliau masih berhubungan dengan pejuang Aceh yang belum tunduk. Akhirnya Dien Diasingkan ke Sumedang, Jawa Barat.

Tjoet Nja’ Dhien diasingkan ke Sumedang bersama tahanan politik Aceh lain. Disana ia mendapat perhatian dari Bupati Suriaatmaja. Tahanan laki-laki juga turut perhatian kepada beliau. 

Selama di pengasingan, Dien diserahkan kepada Bupati Sumedang, dan dirawat oleh KH. Ilyas. Disana beliau tinggal  bersama dua penjaganya di sebuah rumah. 

Cut Nyak Dien Wafat

KH. Ilyas menyadari bahwa Dien adalah sosok yang ahli dalam agama Islam. Beliau diajak untuk mengajar warga Sumedang mempelajari agama Islam. Sampai oleh warga dijuluki sebagai “Ibu Perbu” karena kepiawaiannya mengajarkan Al-qur’an. 

Setelah dua tahun di pengasingan, pada tanggal 6 November 1908, Dien Wafat di usianya  yang ke 60 tahun. Sampai akhir hayatnya masyarakat Sumedang tidak mengetahui bahwa “Ibu Perbu”nya selama ini adalah seorang pahlawan kemerdekaan. Informasi ini baru diketahui setelah Pemda Aceh melakukan penelusuran sejarah pada tahun 1960.

Dien dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang. Hingga kini, makamnya sering dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Peziarah memberikan doa dan sekaligus belajar kisah perjuangan Dien dalam melawan penjajah.

Baca juga: Pangeran Diponegoro: Biografi Sang Pemimpin Perang

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Cut Nyak Dien: Ksatria Perang Wanita Pemberani dari Aceh

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Busur panah telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia selama berabad-abad. Seni memanah telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Artikel ini akan mengenalkan Anda pada berbagai bentuk busur panah yang ada di Indonesia, serta memberikan wawasan tentang pentingnya seni memanah dalam masyarakat Indonesia. Apa Itu Busur […]

    Trending

    Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]
    Selama berabad-abad, Indonesia telah menjadi rumah bagi keberagaman budaya yang kaya, termasuk seni tari tradisional yang memukau. Tari tradisional Indonesia bukan hanya sekadar gerakan-gerakan artistik yang menakjubkan, tetapi juga mewakili identitas, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat di berbagai daerah. Tari Sirih Kuning adalah salah satu jenis tarian tradisional yang memiliki akar budaya kuat bagi masyarakat Betawi. […]