Beragamnya suku yang ada di Indonesia telah menimbulkan perbedaan dari berbagai aspek mulai dari budaya, adat istiadat, dan kebiasaannya. Kali ini Museum Nusantara akan membahas keunikan dari kebiasaan orang Sunda, adat istiadat, dan budayanya yang khas.
Bagi masyarakat Sunda, melestarikan budaya dan kebiasaan secara turun temurun sangat penting. Bahkan nenek moyang Pasundan juga membuat peribahasa “ciri sabumi ciri sadesa” yang artinya setiap tempat punya kebiasaan masing-masing dan wajib menjunjung kebiasaan tersebut. Untuk tahu lebih jauh soal kebiasaan khas orang Sunda, simak materi di bawah ini ya, Sahabat Munus!
Budaya Orang Sunda Paling Khas & Beda dari yang Lain
Daftar Isi
Menurut Koentjaraningrat (2010) suku Sunda merupakan suku yang secara turun temurun menggunakan bahasa ibu mereka dalam kehidupan sehari-harinya yakni bahasa Sunda. Mereka biasanya berasal dan bertempat tinggal di daerah sekitar Jawa Barat atau daerah yang sering disebut Tanah Pasundan atau Tatar Sunda.
Nilai dan kebiasaan khas orang Sunda dibentuk dan ditemukan melalui berbagai hal yakni dari prasasti, babad, naskah-naskah sejarah, karya sastra, cerita rakyat, hingga pantun. Pembentukan kebiasaan orang Sunda dimulai sejak dini dan bahkan diajarkan melalui pendidikan formal.
Dalam buku berjudul Nilai-nilai Karakter Sunda (Internalisasi Nilai-nilai Karakter Sunda di Sekolah) yang disusun oleh Dr. Aan Hasanah, M.Ed., dkk, tersebutlah anak-anak diajarkan. Menurut buku tersebut, suku Sunda secara spesifik tersebar di Priangan, Cirebon, dan Kaleran.
Berikut pembahasan lengkap mengenai budaya orang sunda yang khas dan berbeda dari yang lain.
13 Sifat & Kebiasaan Orang Sunda yang Banyak Disukai
Kebiasaan setiap suku yang berbeda membuat kita sering kali tidak memahami bagaimana kebiasaan suku lain. Oleh karena itu, kali ini Munus akan mengajakmu membahas kebiasaan orang Sunda yang banyak disukai dan berbeda dari suku lain.
1. Ramah, Humoris, & Rendah Hati
Orang Sunda sangat terkenal dengan keramahan dan sifat humorisnya. Bahkan dalam keadaan serius pun mereka tetap dapat santai dan bercanda. Selera humor yang tinggi membuat mereka menjadi terkenal ramah dan mudah membaur.
Terdapat lawakan Sunda yang dikenal dengan nama sisindiran yang merupakan sejenis pantun ala orang orang Sunda yang berisi hal-hal lucu. Selain itu terdapat juga dongeng lucu ala cangehgar yang berisi ceramah yang dihadirkan oleh mubaligh dari Sunda. Kebiasaan orang Sunda yang satu ini memang membuat siapapun akan terus tertawa.
Baca Juga: Pakaian Adat Jawa Barat: Semerbak Bak Putri Kerajaan
2. Mengganti Huruf F dengan P
Ada satu kebiasaan orang Sunda yang mungkin tidak akan kamu temui pada suku lain, orang Sunda memiliki kebiasaan mengganti huruf F menjadi huruf P. Hal ini terjadi dikarenakan huruf F tidak dikenal dalam aksara Sunda yakni Kaganga pada zaman dulu.
Hal tersebut secara turun-temurun membuat orang Sunda mengucapkan huruf F menjadi P, dikarenakan tidak terbiasa mengucapkan huruf F. Namun hal ini tidak terjadi pada semua orang Sunda.
3. Menambahkan Kata “Teh” atau “Mah” dalam Kalimat
Pernahkah kamu mendengar orang Sunda selalu menambahkan kata “Teh” atau “Mah” ketika berbicara? Hal tersebut ternyata telah menjadi kebiasaan orang Sunda yang unik. Meski pada dasarnya, dua kata tersebut tidak memiliki makna, mereka tetap menggunakannya karena sudah menjadi kebiasaan.
4. Logat Sopan & Mendayu-dayu
Adat kebiasaan orang Sunda berikutnya adalah bicara dengan nada super sopan. Tidak seperti logat Jawa yang bisa berbeda-beda sesuai wilayah, seluruh logat Sunda punya nada bicara sama, yaitu sopan dan sedikit mendayu-dayu.
5. Jago Membuat Akronim
Orang Sunda paling jago dalam membuat akronim. Akronim adalah padanan kata yang digabung kemudian dilafalkan sebagai kata yang wajar. Kamu dapat menemukan contoh akronim ini seperti kata Cilok yang artinya Aci Dicolok, Cireng yang berarti Cireng Digoreng, dan Cinlok yakni Cinta Lokasi.
Kebiasaan unik orang Sunda ini ternyata memberikan pengaruh positif dan menjadikan makanan khas Sunda menjadi terkenal.
6. Memakai Kata “Si” Saat Menyebut Nama Orang
Kebiasaan khas orang Sunda berikutnya adalah menambahkan kata “Si” saat menyebut nama orang lain. Selain berbicara dengan sisipan “teh” dan “mah”, orang Sunda asli juga kerap menceritakan nama orang lain dengan kata pendahulu “Si”, misalnya “Si Cecep”, “Si Mamat”, “Si Ucok”, dan sebagainya.
7. Bobotoh Persib Bandung Garis Keras
Rasa cinta orang sunda terhadap Persib telah mengalir di darah mereka. Kebanggaan kota Bandung tersebut membuat masyarakat rela membanjiri stadion untuk melihat Persib beraksi.
Jadi hal ini menjadi wajar jika kamu melihat kebiasaan orang Sunda menjadi fans fanatik Persib. Selain itu prestasi dari Persib tidak perlu diragukan lagi sehingga semakin membuat orang Sunda bangga.
8. Budaya Mandi Bersama
Budaya mandi bersama atau yang disebut sebagai Ngangumbang Batulawang merupakan upacara adat kebiasaan orang Sunda. Tradisi tersebut pertama kali muncul di desa Batulawang Kota Banjar yang kemudian menjadi nama dari tradisi ini.
Upacara ini biasanya dilakukan pada 14 maulud pada saat bulan purnama. Masyarakat akan mandi di tujuh sumur yang airnya telah dikeramatkan. Prosesi adat ini akan dipimpin oleh tokoh adat wilayah setempat.
9. Suka Melakukan Tradisi Bancakan
Bancakan adalah tradisi makan bersama ala orang Sunda. Kebiasaan orang Sunda yang satu ini dilakukan dengan cara makan bersama dengan meletakkan daun pisang yang diatur secara berurut dan dilebarkan yang diletakkan nasi dan lauk pauknya.
Ada beberapa istilah yang digunakan untuk makan bersama selain bancakan, yakni bothram dan papare. Nah, jika papahare juga sama dengan bancakan, namun makanan dibawakan oleh setiap orang dari rumah.
10. Jengkol & Pete adalah Makanan Favorit
Bagi orang Sunda, jengkol dan pete adalah makanan favorit yang menjadi pelengkap lalapan. Kedua makanan ini menang benar-benar sangat menyengat, namun hal ini menjadi kenikmatan bagi orang Sunda. Meski kebiasaan orang Sunda ini tidak hanya ditemui di masyarakat Sunda, namun masih banyak yang memandang kebiasaan ini adalah kebiasaan khas orang Sunda.
11. Betah di Bandung, Tidak Suka Merantau
Orang Sunda lebih memilih untuk mengabdi kepada kotanya ketimbang harus merantau. Hal ini dikarenakan kota Bandung, yakni tempat banyaknya orang Sunda telah menjadi pusat pariwisata. Namun, tidak semua orang Sunda memilih untuk menetap, masih banyak ditemui orang Sunda yang merantau untuk menuntut ilmu.
12. Punya Jiwa Seni Tinggi
Orang sudah sangat terkenal dengan kreativitas yang tinggi. Seni bermusik seolah menyatu dalam jiwa mereka. Angklung dan karinding adalah alat-alat musik tradisional yang terkenal dari Sunda. Apabila kamu berkunjung ke daerah Sunda, maka disana kamu akan menemukan banyak alat musik yang bisa kamu coba gunakan.
Baca Juga: Alat Musik Angklung: Warisan Budaya Dunia Dari Sunda
Adanya sisi jiwa seni yang tinggi membuat orang Sunda memiliki sensitivitas terhadap alat musik. Karya seni yang dihasilkan dari masyarakat Sunda ini menjadi nilai jual bagi pemerintah Kota Bandung untuk mendatangkan wisata.
13. Dilarang Menikah dengan Orang Jawa
Dalam masyarakat Sunda terdapat sebuah mitos yang beredar tentang pernikahan, yaitu orang Sunda dilarang kawin dengan orang Jawa. Mitos ini awalnya muncul karena peristiwa Perang Bubat di masa lampau, pertempuran yang mengakibatkan Hayam Wuruk Sang Raja Majapahit gagal menikahi Putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Kerajaan Pajajaran.
Karena peristiwa tragis tersebut, hingga saat ini banyak orang Sunda melarang anak atau saudaranya punya hubungan serius dengan orang Jawa. Konon jika dilanggar, pernikahan orang Jawa dan Sunda tidak akan langgeng dan menimbulkan banyak masalah.
Keragaman dan keunikan kebiasaan dari orang Sunda membuat suku ini terlihat memiliki ciri khas yang mudah diingat. Begitulah keunikan dari kebiasaan orang Sunda, adat istiadat, dan budayanya yang khas sehingga jarang kita temui pada suku lain. Apa keunikan dari suku daerahmu? Yuk share sama Museum Nusantara!
Tidak ada komentar