1. Biografi
  2. Tokoh

Jendral Sudirman: Biografi Singkat Hingga Keteladanan

Dalam proses memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, tentu banyak tokoh yang ikut serta dalam upayanya. Diantara sekian banyak tokoh pahlawan, kali ini Munus akan menggali informasi mengenai seorang panglima besar pertama di Indonesia, yakni Jendral Sudirman. Sebagai seorang panglima besar, beliau sangat dihormati oleh masyarakat Indonesia pada waktu itu karena semangatnya dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Simak biografi singkat, perjuangan, serta teladan dari Jendral Sudirman di bawah ini.

Biografi Jendral Sudirman Singkat

Dikenal sebagai pahlawan Nasional, seorang Jendral Sudirman dilahirkan di Desa Bodas Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah pada 24 Januari 1916 yang diketahui berkewarganegaraan Indonesia. Beliau lahir dari keluarga yang sederhana. Ayahnya berprofesi sebagai seorang buruh di pabrik gula Kalibagor Banyumas, sedangkan Ibunya adalah seorang keturunan Wedana Rembang.

Jendral Sudirman memulai pendidikannya di sekolah Taman Siswa. Kemudian beliau melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Menengah di Wirotomo Muhammadiyah Solo atau sekolah guru, namun tidak sampai tamat. Beliau meneruskan pendidikan terakhirnya di Pendidikan Militer PETA yang berlokasi di Bogor Jawa Barat pada tahun 1943.

gambar-jendral-sudirman-goodnewsfromindonesia
Gambar Jendral Sudirman, foto oleh Goodnewsfromindonesia. id

Seorang Jendral Sudirman mengawali karirnya dengan menjadi seorang guru di HIS Muhammadiyah, Cilacap. Beliau dikenal sebagai guru yang sangat adil dan juga sangat sabar dalam mendidik siswa-siswinya dengan cara mengajar  yang humoris sehingga pembelajaran tidak terkesan membosankan. Para siswa pun dapat mengikuti pembelajaran yang disampaikan oleh beliau dengan mudah.

Artikel Terkait

  • Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 4:59 am

    Mempelajari makhluk hidup memang tidak ada habisnya ya guys. Dengan mempelajarinya kalian jadi tahu apa jenis-jenis hewan yang ada di muka bumi ini. Salah satu jenis hewan yang sering kita temui adalah cacing. Hewan yang bikin geli ini dan sering muncul saat musim hujan ini adalah hewan yang akan kita bahas kali ini.  Nah, kalau The post Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 3:48 am

    Halo kawan literasi, bagaimana kabar kalian? aku harap baik-baik saja, ya. Pada pembahasan artikel fisika ini masih berhubungan dengan kelistrikan yaitu hukum ohm. Nah, pasti kalian sedikit banyak mengenal hukum fisika tersebut. Ternyata dalam rangkaian listrik, harus mempunyai hambatan dengan besar tertentu, lho. Mau tau kenapa?  Daripada penasaran, ayo kita belajar hukum fisika ini mulai The post Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 16, 2024 at 7:42 am

    Kegiatan transaksi sangat berkaitan dengan alat pembayaran. Semakin bertambahnya zaman, teknologi dan informasi di bidang ekonomi dan perbankan semakin berkembang. Analogi sederhananya adalah keadaan dahulu semaju sekarang, alat pembayaran hanya menggunakan uang logam dan uang kertas.  Ternyata, manusia menemukan beberapa keterbatasan dalam melakukan pembayaran. Jadi, muncullah beberapa metode atau alat pembayaran yang efektif dan efisien The post Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 15, 2024 at 5:17 am

    Salah satu alat optik yang paling dipakai oleh orang-orang yang di sekitar adalah kacamata. Seperti yang kita tahu, kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk melihat objek dengan jelas. Nah, kawan literasi apakah kalian menyadari bahwa kacamata memiliki sistem khusus untuk memudahkan mata melihat benda dari jarak dekat maupun jauh?  Atau sesederhana kamera yang sering kita The post Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui appeared first on Sma Studioliterasi.

Kemudian beliau menjabat sebagai Komandan Batalyon, Kroya. Dilanjutkan dengan menjadi seorang Panglima Besar V Banyumas, dengan pangkat Kolonel yang disandangnya. Karir terakhir dari seorang Panglima Besar Sudirman adalah menjadi Panglima Besar TKR/TNI, dengan pangkat Jendral. Selain karir yang cemerlang, beliau juga banyak mendapatkan penghargaan dalam sejarah hidupnya. Penghargaan yang pernah diraihnya adalah sebagai Jendral Besar Anumerta Bintang Lima (1997), Jendral Besar Anumerta Bintang Sakti, Jendral Besar Anumerta Bintang Gerilya, Jendral Besar Anumerta Bintang Mahaputra Adipurna, Jendral Besar Anumerta Mahaputra Pratama, Jendral Besar Anumerta Bintang Republika Indonesia Adipradana, dan yang terakhir adalah penghargaan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Baca juga: Biodata Lengkap Ki Hajar Dewantara – Bapak Pendidikan

Perjuangan Jendral Sudirman

Perjuangannya dimulai saat Sudirman muda mulai berkecimpung di dunia kemiliteran pada tahun 1943. Beliau bergabung dengan Pasukan Pembela Tanah Air atau yang lebih dikenal sebagai PETA sebagai seorang prajurit. Setelah selesai masa pelatihan, beliau kemudian naik pangkat menjadi shodanco dengan posisi sebagai komandan batalyon PETA di Jawa Tengah. 

Ketika Indonesia sudah merdeka, Sudirman muda bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Saat masih menjadi anggota di TKR, beliau sudah memperlihatkan kehebatannya dengan berhasil merebut senjata Jepang dalam pertempuran Banyumas, Jawa Tengah. Berkat prestasinya itu, orang yang akrkrab disapa Sudirman ini diangkat sebagai Panglima Divisi V yang berpangkat sebagai kolonel.

Perang besar pertama yang diikuti oleh Sudirman muda adalah perang Palagan Ambarawa dimana beliau harus bertempur melawan tentara Inggris dan NICA. Pertempuran tersebut terjadi dalam rentang waktu yang cukup lama, yaitu dari bulan November-Desember 1945. Pertempuran ini membuahkan kemenangan bagi pihak Indonesia.

Melihat banyak prestasi membanggakan dari seorang Sudirman, Presiden Soekarno kemudian mengangkatnya sebagai Jendral pada tanggal 18 Desember 1945. Seiring berjalannya waktu, beliau kemudian dianugerahi pangkat sebagai Panglima Besar. Tempat pengkhidmatan tersebut adalah di Gedung Agung Yogyakarta bertepatan pada tanggal 28 Juni 1949.

Gambar-jendral-sudirman-youtube-sudut-istana
Gambar Jendral Sudirman, foto oleh Youtube-Sudut Istana

Saat terjadi agresi militer Belanda yang ke 2, yaitu masuknya pasukan Belanda ke Indonesia dan berhasil menguasai Yogyakarta pada tanggal 19 Desember 1948. Pada saat itu, Jendral Sudirman sedang sakit dan hanya bisa melihat pesawat-pesawat Belanda lalu lalang dari rumahnya. Mendengar kabar bahwa para petinggi di Yogyakarta sudah ditangkap, dr. Suwondo menyarankan agar beliau segera meninggalkan Yogyakarta sebelum tentara Belanda menyerangnya. 

Penyakit Tuberkulosis yang diderita oleh beliau tidak memungkinkan baginya untuk berjalan kaki dalam pelariannya. Oleh karena itu, para pengikut setianya membawa beliau dengan cara ditandu. Perjalanan panjang dalam pelariannya banyak mengalami hambatan karena banyak mata-mata Belanda yang berkeliaran. Selama perjalanannya itu beliau menggunakan nama samaran sebagai Bapak Gedhe Abdullah Lelono Putra atau Pakdhe. 

Dalam perjalanan gerilya tersebut, Panglima Besar Sudirman dengan nama samarannya mulai menyusun rencana dan mengirimkan surat untuk strategi gerilyanya. Dengan nama samarannya beliau lebih leluasa untuk bertemu kurir dalam perencanaan strateginya. Inilah yang menjadi surat penting dalam menyusun strategi perang gerilya pada serangan 1 Maret 1949. Singkat cerita, beliau berhasil membuktikan pada dunia bahwa kekuatan militer Indonesia masih kuat dan dapat bertempur melawan penjajah. 

Ketika beliau kembali ke Yogyakarta dan bertemu presiden Soekarno dan wakil presiden Mohammad Hatta. Dalam kesempatan itu beliau mengatakan hal yang sangat penting dan mengejutkan, yaitu bahwasanya Bangsa Indonesia tidak boleh lagi berada dalam kekuasaan penjajah, Indonesia harus bisa berdaulat dengan kekuatan rakyat. Oleh karena itu, Indonesia haruslah merdeka sepenuhnya dari penjajahan bangsa asing.

Keteladanan Jendral Sudirman

Gambar-jendral-sudirman-tempatwisata,pro
Gambar Jendral Sudirman, foto oleh Tempatwisata. pro

Seperti yang telah anak nusantara ketahui, saat agresi militer Belanda yang ke 2 Jendral Sudirman sedang tidak dalam kondisi prima. Namun, karena semangat juang dan kecintaannya terhadap negeri membuatnya tetap turut serta dalam melawan bangsa penjajah. Semangat juang dan cinta terhadap Negeri ini lah yang patut dicontoh oleh generasi muda penerus bangsa saat ini.

Selain itu, kepercayaan Jendral Sudirman kepada rakyat Indonesia tentunya sangat berpengaruh dalam proses mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kata-kata beliau yang menyatakan bahwasanya rakyat Indonesia lah yang berperan penting dalam mewujudkan Indonesia yang bebas dari penjajah membuat rakyat dapat menaruh kepercayaannya. Pelajaran yang dapat diambil dari hal tersebut adalah semua komponen itu memiliki fungsinya masing-masing dan tidak ada yang sia-sia. Jadi harus saling menghargai antar sesama tidak peduli dengan jabatan yang dipegang.

Kesimpulan

Jendral Sudirman atau yang biasa dipanggil akrab dengan sebutan Pak Dirman merupakan salah satu pahlawan yang ikut serta dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, yaitu dengan cara mengusir tentara belanda yang belum rela atau belum mau mengakui bahwa Indonesia telah Merdeka. Beliau merupakan salah satu Panglima dan Jendral RI yang pertama dan termuda dari sekian banyak Pahlawan Revolusi Nasional Indonesia. Dikenal sebagai pejuang yang sangat gigih dan teguh dalam memegang prinsip di usianya yang masih terbilang muda, yaitu pada usia 31 tahun, beliau sudah diangkat menjadi seorang Jendral. 

Baca juga: Hari Pahlawan 2020: Mengenang Pertempuran Ambarawa

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Jendral Sudirman: Biografi Singkat Hingga Keteladanan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Busur panah telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia selama berabad-abad. Seni memanah telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Artikel ini akan mengenalkan Anda pada berbagai bentuk busur panah yang ada di Indonesia, serta memberikan wawasan tentang pentingnya seni memanah dalam masyarakat Indonesia. Apa Itu Busur […]

    Trending

    Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]
    Selama berabad-abad, Indonesia telah menjadi rumah bagi keberagaman budaya yang kaya, termasuk seni tari tradisional yang memukau. Tari tradisional Indonesia bukan hanya sekadar gerakan-gerakan artistik yang menakjubkan, tetapi juga mewakili identitas, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat di berbagai daerah. Tari Sirih Kuning adalah salah satu jenis tarian tradisional yang memiliki akar budaya kuat bagi masyarakat Betawi. […]