De Tjolomadoe: Manisnya Wisata Otentik Industrial

5 min read

foto-colomadu-karanganyar

Last Updated on Oktober 19, 2020 by kevin nanda

Siapa sangka bekas pabrik bisa disulap menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik! Ya, salah satunya adalah De Tjolomadoe, atau bahasa mudahnya Colomadu. Wisata yang terletak tidak jauh dari Grandis Barn ini merupakan bekas pabrik gula ternama yang ada di Karanganyar. Kala itu, pabrik gula Colomadu punya peran besar untuk perekonomian di Indonesia. Jadi tak heran jika pemerintah Indonesia merevitalisasi bangunan pabrik menjadi tempat wisata keren nan kekinian.

Semasa masih beroperasi menjadi pabrik gula, De Tjolomadoe ini memang bernama resmi Pabrik Gula Colomadu. Pabrik gula tertua di Jawa Tengah ini menyimpan banyak kisah menarik yang tak lepas dari masa penjajahan. Banyaknya mesin pabrik kuno dan antik menjadikan Colomadu ideal sebagai tempat wisata edukasi nan bersejarah.

Jauh dari kata mengerikan, bangunan pabrik tersebut dikelola dan diperbaiki dengan semaksimal mungkin hingga sebagus sekarang. Sebelum berkunjung kesana dengan terapkan protokol kesehatan, Anak Nusantara wajib simak nih sejarah De Tjolomadoe, sebelum sekarang menjadi destinasi wisata viral.

Sejarah De Tjolomadoe

Tak dapat dipungkiri bahwa kisah sejarah De Tjolomadoe diliputi banyaknya proses perubahan fungsi pabrik menjadi tempat wisata menarik. Pabrik Gula Colomadu yang berdiri sejak 8 Desember 1861 ini merupakan tempat memproduksi “harta karun” untuk perekonomian Praja Mangkunegaran atau Mangkunegaran IV.

Selain itu, berdirinya Pabrik Gula Colomadu juga tidak terlepas dari dorongan Belanda untuk memperkaya diri dengan hasil bumi Indonesia. Sehingga gula menjadi salah satu komoditi ekspor Indonesia untuk pemerintahan Belanda di kala itu. 

Sebelum menjadi seperti sekarang, momen sejarah De Tjolomadoe berlanjut pada 1928 dimana bangunan pabrik mengalami perluasan area lahan tebu yang ada disekitarnya dan renovasi arsitektur bangunan. Setelah berdiri di bawah kelola Praja Mangkunegaran selama lebih dari 130 tahun, Pabrik Gula Colomadu dikelola di bawah PTPN IX pada tahun 1996.

Namun sayangnya, pabrik gula ini harus berhenti beroperasi imbas dari krisis ekonomi yang pernah melanda Indonesia pada tahun 1997-1998. Penutupan pabrik juga diakibatkan lahan tebu yang ada di sekitar pabrik beralih fungsi menjadi lahan persawahan.

Penamaan wisata Colomadu sendiri terinspirasi dari Colo yang berarti gunung dan Madu yang bersifat manis. Sehingga jika digabung, Pabrik Gula Colomadu memiliki arti gunung madu dengan harapan pabrik tersebut bisa memproduksi gula dengan melimpah. Hebatnya lagi, pabrik gula ini adalah pabrik gula pertama di Jawa yang dibangun oleh seorang pribumi, yaitu Praja Mangkunegaran.

Revitalisasi De Tjolomadoe

Sejarah De Tjolomadoe tidak berhenti sampai disitu. Bangunan pabrik yang sempat dibiarkan terbengkalai mendapatkan perhatian pemerintah Jawa Tengah untuk memugar Pabrik Gula Colomadu menjadi tempat wisata yang menarik.

Dibantu beberapa BUMN yang tergabung dalam PT Sinergi Colomadu yang terdiri dari PT PP Tbk; PT PP Properti Tbk; PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko; dan PT Jasa Marga Properti melakukan beberapa perubahan dan revitalisasi bangunan pabrik untuk menjadi lokasi wisata berpotensi tinggi.

Terbengkalai selama 20 tahun, bangunan seluas 1,3 hektar yang berdiri di atas lahan seluas 6,4 hektar ini direvitalisasi tanpa mengubah sebagian besar struktur bangunan untuk mempertahankan nilai dan kekayaan sejarah De Tjolomadoe itu sendiri.

Revitalisasi pertama yang berlangsung pada 8 April 2017 ini dimulai dengan pengelolaan bangunan pabrik menjadi venue bersejarah. PT Sinergi Colomadu juga mengkonstruksi bangunan dengan sebagaimana mengelola sebuah cagar budaya. 

Baca Juga : Gereja Blenduk Semarang

Koleksi De Tjolomadoe

Proses revitalisasi bangunan bekas pabrik gula ini mempertahankan beberapa alat dan mesin pabrik buatan Jerman di dalam ruangan yang tidak banyak diubah. Harapannya wisatawan masa kini bisa melihat secara utuh dan mengetahui sejarah De Tjolomadoe tempo dulu. Adapun benda-benda koleksi yang tersimpan rapi di dalam beberapa bagian bangunan pabrik adalah sebagai berikut.

  • Mesin penggerak gilingan tebu

Mesin yang berupa roda-roda dan pipa besi ini berada di depan pintu masuk museum yang diletakkan di dalam ruangan bernama Stasiun Gilingan.

Pabrik Gula De Tjolomadoe
Interior Colomadu dengan Konsep Otentik Industrial, foto oleh archdaily,com
  • Penggiling dan pembakar ampas tebu

Mesin yang digunakan sebagai penghasil tenaga mesin pabrik lainnya ini digadang-gadang menjadi pusat beroperasinya pabrik yang diletakkan di dalam ruangan bernama Stasiun Ketelan.

  • Mesin pemanas nira

Mesin tersebut digunakan untuk mengentalkan air perasan tebu untuk menjadi kristal gula yang diletakkan di dalam ruangan bernama Stasiun Penguapan.

  • Penampung air perasan tebu

Mesin ini diletakkan di dalam ruangan bernama Stasiun Karbonatasi. Sebelum menjadi gula murni, air perasan tebu akan diendapkan terlebih dahulu yang selanjutnya akan diberi kapur agar air tebu menjadi bersih dan putih.

  • Mesin uap generator dan mesin pompa air pendingin

Mesin tersebut berfungsi sebagai penghasil listrik dari uap boiler. Selain itu ada juga mesin pompa air pendingin untuk memompa air ke seluruh sistem pendingin mesin pabrik. Mesin-mesin tersebut berada di dalam ruangan bernama Stasiun Masakan dan Listrik.

Fasilitas De Tjolomadoe

Pihak PT Sinergi Colomadu terus melakukan penyempurnaan bangunan bekas pabrik gula Colomadu ini menjadi tempat wisata yang keren. Disamping mempertahankan keaslian arsitektur bangunan beserta isinya, pengelola menambahkan fasilitas pendukung untuk keperluan wisatawan masa kini. Berikut beberapa fasilitas yang disediakan untuk Anak Nusantara.

  • Besali Cafe

Setelah puas berkeliling kawasan De Tjolomadoe, wajib banget datang ke Besali Cafe. Disana menyediakan kudapan dan minuman nikmat yang bakal memuaskan rasa lapar anda. Meskipun lokasinya agak jauh dari pintu masuk utama pabrik, tepatnya di belakang gedung pabrik.

  • Taman Wagis Wara

Ruangan dengan konsep lukisan dan karya seni yang bersifat glow in the dark ini selalu menarik perhatian wisatawan. Bagaimana tidak, ruangan semi taman ini menyuguhkan suasana menarik yang cocok dijadikan spot foto kekinian untuk anda yang hobi berswafoto di tempat anti mainstream. Tak main-main, ruang yang juga disebut Tama Para Raja ini dibuat oleh seorang seniman terkenal Yogyakarta bernama Tempa.

  • Wahana Museum

Museum yang dimaksud disini adalah sebuah ruangan yang menyimpan cerita panjang sejarah De Tjolomadoe saat masih menjadi Pabrik Gula Colomadu. Anda bisa menemukannya di sebelah kanan pintu utama

  • Hall 

Bagi anda yang mencari tempat untuk keperluan konser, pesta pernikahan, seminar, atau acara wisuda kelulusan bisa banget menggunakan hall-hall yang ada di De Tjolomadoe. Saking lengkapnya, hall ini banyak diburu oleh acara-acara nasional lainnya. Disini anda akan menemukan tiga hall, yaitu Tjolomadoe Hall, Concert Hall, dan Sarkara Hall yang rata-rata dapat menampung hingga 1.000 – 3.000 orang.

  • Toko Souvenir “Goela”

Disini anda akan menemukan berbagai macam camilan dan souvenir seperti baju, topi, gantungan kunci, dan lain sebagainya.

Tips Berkunjung ke De Tjolomadoe

Supaya momen berlibur anda di wisata Colomadu semakin berkesan, yuk simak tips berkunjung ke gedung bekas pabrik gula Colomadu ala Munus ini.

  • Datanglah bersama keluarga dan sahabat, dijamin semakin menyenangkan!
  • Waktu berkunjung yang tepat adalah antara pukul 16.00 – 18.30 WIB agar tidak kepanasan dan bisa sambil melihat pemandangan sunset ditemani gedung bekas pabrik yang menawan,
  • Jangan lupa membawa kamera spot foto menarik akan banyak dijumpai di setiap sudut bangunan pabrik,
  • Gunakan pakaian yang nyaman sehingga keliling venue tidak terganggu
  • Bawa kebutuhan pribadi anda seperti alat sholat dan lain sebagainya.

Sempatkan Rehat di Grandis Barn Colomadu yang Estetik

Tidak berhenti sampai disitu, ada tempat wisata Colomadu yang sedang hits dan jadi incaran banyak wisatawan yaitu Grandis Barn Colomadu. Tempat tersebut identik dengan tempat nongkrong anak muda yang keren dan instagramable. Nuansa modern klasik ini berada di tengah hutan jati. 

Grandis Barn Colomadu yang baru buka pada 16 Juli 2019 ini berhasil menarik perhatian banyak wisatawan yang ingin memuaskan hasrat berswafoto ria selagi masih di dekat De Tjolomadoe.

Desain interior dan eksterior yang kental akan konsep country ini sengaja dibuat menyerupai bar yang sering dijumpai di luar negeri. Eits tak hanya bar, di tempat wisata Colomadu ini Anda juga bisa makan santai bersama keluarga dan sahabat dengan menu yang nikmat dan menggugah selera. Biasanya wisatawan menunggu makanan datang sambil berswafoto di hampir semua spot yang ada di Grandis Barn Colomadu. 

foto-grandisbarn-ig-grandisbarn
Grandis Barn yang Estetik, foto oleh akun Instagram resmi @ grandisbarn

Menu yang ditawarkan pun tak jauh-jauh dari konsep tempatnya. Disini Anda akan menemukan berbagai hidangan modern ala Eropa namun tetap pas di lidah orang Indonesia. Harganya pun beragam dan ehem, butuh merogoh kocek yang agak dalam dibandingkan restoran lainnya. Berkisar antara Rp20.000 – Rp120.000, Anak Nusantara bisa menikmati hidangan yang tentu worth it ‘tuk dicoba. Dijamin estetik yang lezat, deh! Jadi, jangan lupa sempatkan hadir ke Grandis Barn Colomadu, ya!

Lokasi dan Rute ke De Tjolomadoe

Tempat wisata Colomadu ini berlokasi di Jalan Adi Sucipto No.165, Paulan Wetan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Meskipun lokasinya cukup jauh dari pusat Kota Surakarta, tapi wajib Anak Nusantara kunjungi lho! De Tjolomadoe bisa diakses menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari sepeda motor, mobil, bus, hingga taksi online.

Untuk bisa sampai kesini, bagi anda yang datang dari pusat Kota Surakarta dapat melewati Jalan Reksoniten untuk sampai di Jalan DR. Radjiman. Setelah melewati Jalan DR. Radjiman, belok kanan ke Jalan Bhayangkara dan dilanjut belok kiri ke Jalan Kebangkitan Nasional. Jika bertemu bundaran, ambil jalan keluar pertama untuk tetap di Jalan Kebangkitan Nasional. 

Lalu belok kanan ke Jalan Dr. Wahidin untuk sampai ke Jalan Doktor Moewardi. Jika bertemu simpangan, belok kiri ke Jalan Adi Sucipto. Tujuan anda berada di sebelah kiri jalan.

Nah, jika Anak Nusantara sebelumnya telah mengunjungi Grandis Barn Colomadu yang viral, rute untuk menuju De Tjolomadoe tidak jauh kok! Hanya sekitar 1.1km saja, atau sekitar 2 menit jika menggunakan kendaraan roda dua! Anak Nusantara hanya perlu memulai perjalanan lewat Jl. Adi Sucipto, lalu berbelok kanan menuju Jl. Puntadewa.

Setelah itu lurus saja hingga menemui pertigaan pertama dan belok kiri dan lurus hingga menemukan pertigaan pertama untuk kemudian berbelok ke arah kanan. Lokasi wisata Colomadu tak jauh dari sana.

Jam Buka dan Harga Tiket De Tjolomadoe Juli 2020

Jam Buka
Selasa – Minggu10.00 – 21.30 WIB
Senin LIBUR

Kategori Harga Tiket
Semua kalangan umurRp35.000 / orang
Dania Lazuardi Husen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll up