1. Biografi
  2. Tokoh

Indische Partij: Tombak Pemberontakan Tiga Serangkai

Dalam proses pergerakan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari kolonial Belanda, terdapat banyak upaya yang telah dilakukan oleh para pejuang terdahulu. Salah satu upaya yang dilakukan khususnya oleh pemuda pada masa itu adalah membentuk organisasi-organisasi sebagai tempat menampung aspirasi orang-orang dengan pemikiran yang sama, yaitu menginginkan Indonesia untuk merdeka. Organisasi-organisasi tersebut kebanyakan dibuat dengan basis sosial tanpa ada sangkut pautnya dengan dunia politik seperti Budi Utomo dan Sarekat Islam. Akan tetapi, di kemudian hari muncullah organisasi pertama berbentuk partai yang berbasis politik secara terang-terangan bernama Indische Partij. Pembahasan lengkap mengenai Indische Partij dapat disimak sebagai berikut.

Biografi Indische Partij

Indische Partij (IP) atau dalam bahasa Indonesia memiliki arti Partai Hindia adalah partai yang didirikan oleh tiga tokoh pahlawan Indonesia. Ketiga tokoh ini diberi julukan sebagai tiga serangkai. Mereka adalah Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi), Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). 

Tujuan Indische Partij

Tujuan dibentuknya organisasi ini adalah sebagai wadah untuk mengumpulkan semangat patriotisme rakyat Indiers yang sepemikiran bahwasanya tanah tempat mereka berdiri merupakan hak mereka sepenuhnya tanpa tanpa harus mengemis persetujuan dari penjajah. Dorongan patriotisme tersebut terus dipupuk sehingga nantinya dapat berjuang bersama-sama guna menjadikan Indonesia merdeka. Selain itu, mempersiapkan tatanan kehidupan rakyat yang merdeka juga menjadi tujuan dari dibentuknya partai ini.

Semboyan-semboyan dari Indische Partij sendiri mewakilkan sikap ketegasan dari organisasi ini. “Indie los van Holland” yang memiliki arti Hindia bebas dari Belanda merupakan semboyan pertama yang merepresentasikan sikap tegasnya. Kemudian ada “Indie voor Indier” yang artinya Indonesia untuk orang Indonesia. Kedua semboyan tersebut sebagai pelecut semangat dalam proses memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Artikel Terkait

  • Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 6, 2024 at 8:53 am

    Rumah merupakan tempat pertama untuk memulai suatu pembelajaran. Termasuk dalam hal gotong royong  Harapannya begitu terjun pada lingkungan masyarakat, kamu paling tidak sudah mengerti arti singkat mengenai hal tersebut. Memang kalau penerapannya contoh gotong royong di rumah seperti apa saja? Selengkapnya bisa kamu baca pada artikel yang dibuat khusus untuk Sobat Literasi. Check it out! Artikel Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 10:28 pm

    Sayang banyaknya nilai-nilai modern, membuat sejumlah nilai tradisional mulai tergeserkan. Salah satunya, gotong royong. Sekarang ini sudah mulai jarang kegiatan yang menggunakan unsur tersebut. Maka tidak heran, mungkin generasi ini tidak memahami dan ketahui Salah satu tempat mereka bisa belajar hal itu dengan diajarkan di sekolah. Melalui beberapa aktivitas yang sifatnya dikerjakan bersama-sama. Untuk contoh Artikel Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Budi Pekerti: Etika Wajib Bangsa Indonesia
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 2:38 am

    Budi pekerti merupakan etika wajib yang dimiliki oleh semua warga Indonesia. Hal ini berkaitan dengan moral yang menuntun kita dalam berperilaku dan berinteraksi dengan sesama. Apabila seseorang tidak memiliki atau menjalankan prinsip budi pekerti seperti mestinya maka akibatnya banyak perilaku negatif yang terjadi pada sekitar. Penjelasan tentang materi ini bisa Sobat Literasi baca pada artikel Artikel Budi Pekerti: Etika Wajib Bangsa Indonesia pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Maret 12, 2024 at 12:34 am

    Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat perekonomian suatu negara adalah dengan mendirikan badan usaha. Suatu negara dapat dikatakan maju apabila tingkat kesejahteraan masyarakat tinggi. Hal ini tentunya tidak kalah jauh dengan taraf ekonomi dan sosial yang baik. Pendekatan yang nyata untuk mewujudkannya adalah dengan melihat bagaimana perkembangan bahan usaha tersebut.  Kawan literasi, asal kalian tahu The post Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya appeared first on Sma Studioliterasi.

Baca juga: Hari Kebangkitan Nasional: Perjuangan Melalui Pemikiran

Perjalanan Indische Partij

Partai ini didirikan bertepatan dengan hari natal, yaitu pada 25 Desember 1912 bertempat di Bandung. Terbentuk karena terinspirasi dari organisasi sebelumnya yaitu Budi Utomo, namun dengan terobosan baru yaitu secara terang-terangan berbasis politik dengan tujuannya menjadikan Indonesia sebagai negara yang merdeka. Oleh karenanya, perjalanan partai politik pertama Indonesia ini tidak berjalan mulus dikarenakan banyak rintangan yang disebabkan oleh pemerintah Belanda.

Kolonial Belanda yang mengendus unsur-unsur radikal dari program organisasi ini mengambil tindakan tegas.  Ketegasan tersebut dapat dilihat ketika Indische Partij ini mengajukan permohonan sebagai badan hukum kepada gubernur jendral, namun permohonan tersebut tidak membuahkan hasil. Gubernur jendral tersebut menolak pengajuan itu pada tanggal 4 Maret 1913. Penolakan tersebut tidak lain adalah karena partai ini berbasis politik sehingga ditakutkan dapat mengancam kestabilan pemerintahan Belanda dan juga mengganggu keamanan umum kala itu.

Surat Kabar De Express
Surat Kabar De Express, Foto Oleh Oomindra.wordpress. com

Pada tahun 1913 merupakan perayaan 100 tahun bebasnya Belanda dari Perancis. Dalam perayaan tersebut terdapat pergerakan dari Indische Partij melalui tulisan Suwardi Suryaningrat yang isinya berupa kritikan pada pemerintah Belanda. Kritikan tersebut dilayangkan pasalnya dalam merayakan hari jadinya yang ke 100, pemerintah Belanda menggunakan biaya yang dikeruk dari masyarakat Indonesia. Tulisan Suwardi Suryaningrat itu berjudul Als ik eens Nederland was yang jika diartikan menjadi bahasa Indonesia bermakna Seandainya Aku Seorang Belanda.

Disebabkan oleh tulisan tersebut, tokoh tiga serangkai itu pun diberi hukuman berupa diasingkan ke Belanda. Pada 1914, Cipto Mangunkusumo dipulangkan ke Indonesia karena alasan kesehatan. Awalnya, Cipto diminta untuk menandatangani persetujuan bahwasanya sebagai syarat untuk kembali ke Indonesia ia harus mundur dari segala aktivitas politik, namun Cipto menolak dengan mengatakan bahwa ia lebih baik meninggal daripada harus menyerah dalam memperjuangkan kemerdekaan. Tiga tahun kemudian, yaitu pada tahun 1917 merupakan giliran dari Douwes Dekker kembali ke tanah air yang disusul oleh Suwardi Suryaningrat satu tahun kemudian.

Karena ketiga tokoh pendiri Indische Partij tersebut diasingkan ke Belanda, aktivitas di organisasi itu sendiri menjadi terhambat bahkan berhenti total. Akibatnya, Indische Partij pada akhirnya bubar dan berganti nama sebagai Insulide. Insulide pun tidak bertahan lama karena pada tahun 1919 partai ini berganti nama lagi menjadi Nationaal Indische Partij (NIP).

Biografi 3 Tokoh Indische Partij

Pendiri Indische Partij
Para Pendiri Indische Partij, foto oleh Emaze. com

Seperti yang telah Munus paparkan di atas bahwasanya pendiri Indische Partij terdapat tiga orang. Masing-masing tokoh tentunya adalah orang besar dengan pengalaman hidup yang juga tidak biasa. Jasanya pun dalam proses perjuangan sangat banyak. Berikut biografi singkat dari tiga serangkai pendiri partai politik pertama di Indonesia.

E.F.E Douwes Dekker

Lahir dengan nama asli Ernest Francois Eugene Douwes Dekker, ia juga memiliki nama pribumi yaitu Danudirja Setiabudi. Bertempat di Pasuruan, ia lahir pada tanggal 8 Oktober 1879 dengan darah campuran keturunan Belanda, Perancis, Jerman, dan Jawa. Ia terlahir sebagai anak kedua dari pasangan suami istri Auguste Douwes Dekker dan Luoise Margaretha. Kakak laki-laki dari pihak ayahnya merupakan seorang penulis terkenal yang salah satu karyanya adalah Max Havelaar bernama Eduard Douwes Dekker dan dikenal dengan nama pena Multatulli.

Sebagai seorang yang berkesempatan untuk mengenyam pendidikan, ia menamatkan sekolah di HBS tahun 1897 dan sempat merasakan pendidikan di Swis. Berkat ilmu yang didapatnya, ia mulai berkiprah dalam dunia perjuangan, salah satunya di bidang jurnalis. Deretan surat kabar tempatnya berkiprah adalah De Locomotief, Surabajaas Handeisbiad, Bataviaas Nieusblad, lalu membuat surat kabar sendiri yang diawali dengan majalah bulanan bernama HetTijdshrift kemudian beralih pada De Express. Di De Express inilah media tempat dicetaknya tulisan Suwardi Suryaningrat yang fenomenal itu.

Cipto Mangunkusumo

Cipto Mangunkusomo merupakan keturunan asli jawa yang lahir di Desa Pecangakan, Jepara. Ia merupakan keturunan priyayi bernama Magunkusumo, yaitu keturunan priyayi rendahan, dalam profesi guru, berdasarkan struktur masyarakat jawa jaman dulu. Meskipun demikian, orang tuanya telah berhasil memberikan pendidikan yang tinggi bagi Cipto dengan segala keterbatasan yang ada.

Ketika menjalankan studinya ia dikenal sebagai anak yang kritis, jujur, dan rajin. Begitupun Cipto sudah memasuki dunia kerja, ia tetap mempertahankan sikap-sikap baiknya itu. Berprofesi sebagai seorang wartawan di De Locomotive dan Bataviaasch Nieuwsblad sejak tahun 1907, ia menulis kritikan-kritikan tajam yang ditujukan kepada pemerintahan Belanda.

Baca juga: Sumpah Pemuda: Sejarah, Teks, Tokoh, Makna, & Pengaruhnya

Suwardi Suryaningrat

Dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara dengan julukan Bapak Pendidikan Indonesia, Ia lahir dari keturunan keluarga keraton Yogyakarta. Seorang Ki Hajar Dewantara terlahir di Pakualaman, Yogyakarta yakni pada tanggal 2 Mei 1889. Memiliki karakter yang sangat merakyat, Suwardi sampai menghilangkan gelar bangsawan yang melekat pada namanya hanya agar menjadi lebih dekat dengan rakyat. 

Tidak menamatkan sekolah kedokterannya di stovia karena sakit, pemilik nama asli Suwardi Suryaningrat ini kemudian berkecimpung di dunia tulis menulis. Ia sempat bekerja di berbagai media cetak seperti De Express, Utusan Hindia, dan Kaum Muda. Salah satu tulisan penomenalnya adalah yang bertajuk “Seandainya Aku Seorang Belanda.”

Logo Indische Partij

Lambang dari Indische Partij dominan dengan warna emas. Terdapat dua gambar wayang pada kiri dan kanannya. Kresna adalah wayang yang di sebelah kiri dan Arjuna adalah wayang yang di sebelah kanan. Dua gambar wayang ini berdiri saling berhadapan antara satu dengan yang lainnya sambil memegang tameng lonjong. 

Di sekeliling tameng terdapat tulisan-tulisan yang berbunyi rawe-rawe rantas, malang-malang poetoeng. “Hancur semua yang menjadi penghalang” kurang lebih begitulah artinya. Selain itu, terdapat seekor burung garuda yang bertengger di atas kedua gambar wayang tersebut. 

Kesimpulan

Indische Partij sebagai organisasi berbasis politik pertama di Indonesia merupakan gagasan dari tokoh tiga serangkai, EFE Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat. Perjalanan partai ini tidak pernah mulus lantaran selalu mendapat rintangan dari pemerintah Belanda pada prosesnya. Namun demikian, para pendiri dan anggota dari partai tersebut tidak pernah ada bosannya dalam mengupayakan kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, sebagai anak nusantara yang telah hidup di negara merdeka, sudah sepatutnya kita tetap berusaha mempersembahkan prestasi yang membanggakan sebagai bentuk apresiasi terhadap para pahlawan yang telah berjuang.

Baca juga: 7 Tempat Yang Bisa Jadi Tujuan Wisata di Hari Kemerdekaan

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Indische Partij: Tombak Pemberontakan Tiga Serangkai

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Busur panah telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia selama berabad-abad. Seni memanah telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Artikel ini akan mengenalkan Anda pada berbagai bentuk busur panah yang ada di Indonesia, serta memberikan wawasan tentang pentingnya seni memanah dalam masyarakat Indonesia. Apa Itu Busur […]

    Trending

    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada […]
    Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]