Kerajaan Kutai | Sejarah Lengkap, Raja, dan Peninggalan

3 min read

Kerajaan Kutai sejarah lengkap

Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua Nusantara. Kerajaan ini berdiri sejak tahun 350 Masehi dengan pusat Kerajaan Kutai terletak di hulu Sungai Mahakam, Muara Kaman, Kalimantan Timur. Jika dilihat dari letaknya dulu, lokasi Kerajaan Kutai saat ini termasuk dalam provinsi Kalimantan Timur.

Kerajaan Kutai adalah kerajaan tertua di Indonesia yang bercorak Hindu. Meski cukup sulit mencari bukti yang mencolok, banyak versi yang menagatakan bahwa Kutai adalah kerajaan Hindu yang pertama di Indonesia yang terbukti dari peninggalan berupa tujuh prasasti Yupa. Yupa tersebut menggunakan bahasa Sansekerta dan Huruf Pallawa.

Kerajaan Kutai juga dikenal dengan nama Kerajaan Kutai Martapura, dan Kerajaan Kutai Kartanegara.

Prasasti Kerajaan Kutai yang terkenal adalah Yupa. Dan ada Tujuh Buah Yupa yang ditemukan di Kerajaan Kutai merupakan peninggalan yang ditulis pada masa kekuasaan Raja Mulawarman.

Dalam artikel ini, Munus akan merangkum sejarah Kerajaan Kutai secara lengkap beserta silsilah Kerajaan Kutai, masa kejayaan Kerajaan Kutai, penyebab keruntuhan, serta peninggalan-peninggalan kerajaan yang perlu Anak Nusantara ketahui. Yuk sama-sama simak!

Sejarah Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai berdiri pada tahun 350 Masehi. Kerajaan tertua di Indonesia ini didirikan oleh Kundungga dengan gelar Maharaja Kundungga Anumerta Dewawarman.

Sumber sejarah Kerajaan Kutai tertulis dalam sebuah prasasti bernama Prasasti Yupa. Prasasti Kerajaan Kutai ini diyakini dibuat pada abad ke-4 dan sebanyak tujuh Prasasti Yupa berhasil ditemukan dan dianalisis oleh ahli arkeolog pada tahun 1879 dan 1940. 

Yupa adalah sebuah batu yang digunakan sebagai tugu peringatan yang dibuat oleh para brahman atas kedermawanan Mulawarman menyumbang 20.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana.

Bukti bahwa kaum Brahmana dalam kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Kutai memiliki kedudukan yang istimewa adalah dengan di hadiahkannya 20.000 ekor sapi tersebut kepada kaum Brahmana, di tempat pemujaan Dewa Siwa yang sakral.

Ketujuh yupa tersebut menggunakan bahasa Sanskerta dengan huruf Pallawa. Dalam prasasti yupa tersebut juga menceritakan silsilah Kerajaan Kutai yang pernah naik tahta menjadi raja, yaitu Kundungga, Aswawarman, dan Mulawarman. 

Baca juga: Sejarah Berdirinya Kerajaan Tarumanegara

Silsilah Kerajaan Kutai

Sumber sejarah Kerajaan Kutai berupa Prasasti Yupa hanya mencatat tiga nama raja yang pernah memimpin kerajaan Kutai. Hal ini dikarenakan keberadaan kerajaan yang sangat lampau sehingga tidak banyak ditemukan catatan sejarah Kerajaan Kutai secara utuh. Berikut Munus informasikan silsilah Kerajaan Kutai:

1. Maharaja Kundungga

Kundungga merupakan raja pertama sekaligus pendiri Kerajaan Kutai Martapura yang memerintah sejak tahun 350 Masehi. Pada awal berdirinya kerajaan, Kundungga tidak disebut sebagai raja, melainkan sebagai kepala suku Kutai. Hingga akhirnya kebudayaan Hindu dari India masuk ke kerajaan yang mempengaruhi sistem pemerintahan kerajaan, dimana Kundungga berstatus raja.

2. Maharaja Aswawarman

Sepeninggal Raja Kundungga, tahta kerajaan diteruskan oleh sang putera, Aswawarman. Beliau berjasa dalam perluasan wilayah kekuasaan kerajaan.

Secara garis kerajaan Aswawarman adalah raja kedua kerajaan Hindu tertua tersebut, namun beliau adalah raja pertama yang menggunakan nama wangsa.

Hal tersebut semakin memperlihatkan pengaruh kebudayaan India yang berperan besar dalam keberlangsungan kerajaan. Raja Aswawarman memiliki tiga putera yang salah satunya menjadi raja paling berpengaruh di Kutai Martapura.

3. Maharaja Mulawarman

Setelah Raja Aswawarman wafat, kerajaan dipimpin oleh Mulawarman. Dalam prasasti yupa, masa kejayaan Kerajaan Kutai berhasil dicapai pada pemerintahan Mulawarman dengan bermacam prestasi. Tak heran bila beliau merupakan raja terbesar dan paling berpengaruh yang pernah tercatat dalam sejarah. 

Raja Mulawarman terkenal bijak dan dermawan. Hal ini terlihat pada seringnya beliau mengadakan upacara syukuran dengan beraneka jenis benda sedekah yang tertulis di Prasasti Yupa.

Adapun diantaranya adalah mengadakan kenduri dengan lautan emas, sedekah gunungan minyak kepada rakyatnya, dan 20.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana. Selain itu Raja Mulawarman juga terkenal karena berhasil mengalahkan raja-raja musuh di medan perang.

Letak Kerajaan Kutai

Letak Kerajaan Kutai pertama kali terungkap ketika penemuan Prasasti Yupa yakni di hulu Sungai Mahakam, Muara Kaman, Kalimantan Timur. Lokasi Kerajaan Kutai disaat ini masuk dalam provinsi Kalimantan Timur.

Kerajaan Kutai sejarah lengkap
Salah satu candi peninggalan Kerajaan Kutai, foto oleh gurupendidikan,com

Selain penemuan Yupa, ada tanda-tanda kehidupan lampau yang pernah berdiri di tepi sungai tersebut. Berdasarkan penemuan-penemuan itulah letak Kerajaan Kutai terdiri dari beberapa wilayah yang hampir menguasai seluruh daerah di Kalimantan.

Masa Kejayaan Kerajaan Kutai

Masa kejayaan Kerajaan Kutai ada di masa kepemimpinan Raja Mulawarman, raja ketiga Kerajaan Kutai yang tersohor ke seluruh penjuru Nusantara kala itu.

Prasasti Yupa adalah salah satu artefak yang juga menjelaskan masa kejayaan Kerajaan Kutai. Prasasti Yupa kini disimpan sebagai warisan sejarah di Museum Nasional Republik Indonesia, Jakarta.

Semasa pemerintahan Mulawarman, kerajaan sudah akrab dengan peternakan dan perdagangan. Sehingga kerajaan Hindu tersebut termasuk kerajaan makmur dan kaya.

Terlebih wilayah kerajaan sering disinggahi para pedagang dari berbagai negara karena berbatasan langsung dengan jalur perdagangan antara China dan India. Sehingga Raja Mulawarman memanfaatkan wilayah pesisir kerajaan untuk menjual hasil bumi Kutai ke pedagang-pedagang yang singgah.

Keruntuhan Kerajaan Kutai

Keruntuhan Kutai Martapura mulai terjadi ketika Raja Dermasatia, raja Kutai periode abad ke-17, wafat akibat peperangan antara Kutai Kartanegara yang dipimpin oleh Pangeran Sinum Panji Mendapa.

Perlu Anak Nusantara ketahui bahwa Kerajaan Kutai Martapura dengan Kerajaan Kutai Kartanegara merupakan dua kerajaan yang berbeda. Kutai Martapura merupakan kerajaan bercorak Hindu, sedangkan Kutai Kartanegara merupakan kerajaan bercorak Islam.

Peperangan di antara kedua kerajaan tersebut menjadi awal mula Kutai Martapura menjadi kerajaan bercorak Islam. Hal ini dikarenakan Kutai Kartanegara mengambil alih kekuasaan Kutai Martapura pada tahun 1605.

Sejak saat itulah status pemimpin Kutai Kartanegara yang sebelumnya berstatus Pangeran diubah menjadi Sultan. Keruntuhan Kerajaan Kutai Martapura merupakan cerita awal berjayanya Kutai Kartanegara.

Peninggalan Kerajaan Kutai

Prasasti Yupa

Prasasti Yupa adalah sebuah batu yang digunakan sebagai tugu silsilah kerajaan dan tugu peringatan yang dibuat oleh para Brahman atas kedermawanan Mulawarman. Yupa ini merupakan 7 Prasasti Peninggalan Kerajaan Kutai. Para arkeolog berhasil menemukan tujuh buah Yupa yang seluruhnya dibuat atas perintah Mulawarman. 

Prasasti Yupa sebagai salah satu peninggalan Kerajaan Kutai, foto oleh newswantara,com

Dapat disimpulkan bahwa tujuh buah yupa yang ditemukan di kerajaan kutai merupakan peninggalan yang ditulis pada masa kekuasaan Raja Mulawarman

Arca Siwa dan Arca Nandishwara

Kedua arca ditemukan di Gunung Kombeng, Kalimantan Timur. Kedua arca tersebut merepresentasikan kebudayaan serta kepercayaan masyarakat Kutai saat itu yang menganut agama Hindu.

Gua Sungai Jelai

Gua yang terletak di Tepian Langsat, Kutai Timur, Kalimantan Timur menyimpan peninggalan kerajaan berupa lukisan telapak tangan manusia yang diduga milik rakyat Kutai sebelum pemerintahan Mulawarman.

Ketopong Sultan

Ketopong Sultan merupakan mahkota raja yang terbuat dari emas seberat 2 kilogram yang bisa anda lihat di Museum Nasional Republik Indonesia, Jakarta.

Kalung Ciwa

Merupakan kalung kerajaan yang ditemukan di sekitar Danau Lipan pada tahun 1890. 

Meriam Kerajaan Kutai

Para arkeolog menemukan empat meriam milik kerajaan yang terdiri dari meriam gentar bumi, sapu jagat, sri gunung, dan aji entong.

Keramik Tiongkok

Benda peninggalan kerajaan ini menjadi bukti adanya hubungan politik dan ekonomi dengan Kekaisaran China.

Selain itu, masih banyak peinggalan kerajaan Kutai yang meliputi Kura-kura Emas, singgasana raja, dan gamelan Gajah Prawoto.

Demikianlah pembahasan lengkap mengenai sejarah Kerajaan Kutai sebagai kerajaan tertua di Indonesia. Simak terus berbagai informasi sejarah terkait kerajaan, wisata sejarah dan budaya, hanya di Museum Nusantara!

Last Updated on Oktober 15, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll up