1. Budaya
  2. Tari Daerah

Tari Payung: Asal, Sejarah, Properti, Makna & Pola Lantai

Beragam kesenian berupa tarian daerah tersebar di tiap-tiap daerah yang ada di Indonesia. Meskipun setiap daerah memiliki tariannya masing-masing, namun pasti berbeda antara satu dengan yang lainnya yang dipengaruhi oleh budaya yang berkembang di daerah tersebut. Salah satu contoh tarian daerah yang cukup unik adalah Tari Payung yang berkembang di daerah Sumatera Barat. Pembahasan lengkap terkait Tari Payung telah Munus rangkum sebagai berikut.

Sejarah Tari Payung

Tari tradisional Minangkabau ini belum diketahui secara pasti bagaimana sejarah terciptanya. Namun, terdapat beberapa jejak bukti yang menyatakan bahwasanya ari khas Sumatera Barat ini berasal dari seni pertunjukan drama bernama toonel pada zaman penjajahan Belanda. Drama toonel ini mementaskan seni komedi yang bersumber dari suku Melayu di Sumatera Barat. Sedangkan Tari Payung sendiri dipentaskan di sela-sela pertunjukan drama toonel. 

Pada sekitar tahun 1920-an, drama toonel semakin dikenal secara luas oleh masyarakat, begitupun Tari Payung yang mendapat sambutan positif juga. Hingga kemudian pria bernama Muhammad Rasyid Manggis menjadi orang pertama yang berinisiatif untuk menjadikan Tari Payung sebagai tari teater. Selanjutnya, upaya penataan tari ini dilanjutkan oleh teman seangkatannya di Normal School Bukittinggi yang bernama Sitti Gam.

Hal yang dilakukan oleh Sitti Gam adalah menata koreografinya yang bertemakan pergaulan muda-mudi. Cerita yang dipentaskan menggambarkan kehidupan yang terjadi pada muda-mudi di Minangkabau yang tidak lepas dari peraturan adat yang berlaku. Wanita Minangkabau zaman dulu tidak diperbolehkan oleh adat setempat untuk melakukan aktivitas di luar Rumah Gadang. 

Artikel Terkait

  • Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 4:59 am

    Mempelajari makhluk hidup memang tidak ada habisnya ya guys. Dengan mempelajarinya kalian jadi tahu apa jenis-jenis hewan yang ada di muka bumi ini. Salah satu jenis hewan yang sering kita temui adalah cacing. Hewan yang bikin geli ini dan sering muncul saat musim hujan ini adalah hewan yang akan kita bahas kali ini.  Nah, kalau The post Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 3:48 am

    Halo kawan literasi, bagaimana kabar kalian? aku harap baik-baik saja, ya. Pada pembahasan artikel fisika ini masih berhubungan dengan kelistrikan yaitu hukum ohm. Nah, pasti kalian sedikit banyak mengenal hukum fisika tersebut. Ternyata dalam rangkaian listrik, harus mempunyai hambatan dengan besar tertentu, lho. Mau tau kenapa?  Daripada penasaran, ayo kita belajar hukum fisika ini mulai The post Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 16, 2024 at 7:42 am

    Kegiatan transaksi sangat berkaitan dengan alat pembayaran. Semakin bertambahnya zaman, teknologi dan informasi di bidang ekonomi dan perbankan semakin berkembang. Analogi sederhananya adalah keadaan dahulu semaju sekarang, alat pembayaran hanya menggunakan uang logam dan uang kertas.  Ternyata, manusia menemukan beberapa keterbatasan dalam melakukan pembayaran. Jadi, muncullah beberapa metode atau alat pembayaran yang efektif dan efisien The post Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 15, 2024 at 5:17 am

    Salah satu alat optik yang paling dipakai oleh orang-orang yang di sekitar adalah kacamata. Seperti yang kita tahu, kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk melihat objek dengan jelas. Nah, kawan literasi apakah kalian menyadari bahwa kacamata memiliki sistem khusus untuk memudahkan mata melihat benda dari jarak dekat maupun jauh?  Atau sesederhana kamera yang sering kita The post Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui appeared first on Sma Studioliterasi.

Sitti Gam mendirikan organisasi Serikat Kaum Ibu Sumatera pada tahun 1924. Tujuannya mendirikan organisasi tersebut adalah untuk meningkatkan derajat wanita melalui pertunjukan toonel atau basandiwara dalam bahasa Melayu. Ia merupakan wanita pertama yang menyutradarai sebuah penampilan toonel dan Tari Payung yang mana ia ikut menampilkan sendiri. 

Baca juga: Tari Seudati : Kobaran Semangat Pria Aceh

Perkembangan Tari Payung

Seiring berjalannya waktu, terdapat banyak tokoh-tokoh yang mengambil peran dalam penggubahan Tari Payung. Mereka melakukan berbagai inovasi dari mulai mengangkat tema yang berasal dari kabar ataupun cerita rakyat. Namun, Tari tradisional Sumatera Barat yang terkenal hingga sekarang ini adalah hasil gubahan dari Sjofiani Yusaf. Meskipun demikian, dari setiap gubahan yang dikerjakan oleh banyak tokoh, mereka tetap mempertahankan Tari Payung yang bertemakan percintaan yang disertai iringan lagu Babendi-bendi.

Pelajari Juga Tarian Daerah Lainnya

Sinopsis Tari Payung

tari payung
Tari Payung, Foto Oleh Cyberspaceandtime. com

Tari Payung adalah tarian yang menampilkan gerakan gemulai para penari yang terdiri atas tiga pasang. Pasangan tersebut terdiri dari wanita dengan wanita dan tak jarang juga ditemui pria dan wanita. Hampir semua komponen dalam tarian khas ini dimainkan oleh perempuan, bahkan hingga pada bagian penabuh gendangnya. Hal ini diakibatkan karena dulunya para wanita Minang hanya menggeluti kehidupannya di rumah Gadang saja dan tidak bisa berkarya dengan bebas, maka kebangkitan mereka dilakukan melalui tarian ini.

Nama dari tari tradisional ini menyesuaikan dengan properti yang dipakai, yaitu payung. Tarian Payung berasal dari tanah Minangkabau, Sumatera Barat yang menceritakan tentang kisah cinta dan kasih sayang. Lebih spesifiknya, tarian ini mengangkat cerita cinta dan kasih sayang dari pemuda-pemudi. Kisah tersebut dipentaskan secara naratif dari awal pertemuan hingga sampai pada jenjang pernikahan.

Makna dari tari tradisional Sumatera Barat ini yaitu bagaimana seorang suami sebagai kepala keluarga dapat menunjukkan kasih sayangnya dan melindungi istri dalam membina bahtera rumah tangga. Penari yang berperan sebagai pria nantinya akan memegang payung sebagai simbol naungan dan perlindungan yang diberikan seorang pemimpin rumah tangga. Sang Istri yang memegang selendang menari mengikuti gerakan payung yang dibawa oleh suami.

Baca juga: Tari Kipas: Sejarah Hingga Mistosnya

Properti

Properti Tari payung
Properti Tari Payung, Foto Oleh Antarafoto. com

Dalam pementasan tari, hal penting lainnya yang perlu diperhatikan selain gerakan tari itu sendiri adalah properti yang dipakai. Properti dapat berfungsi untuk mendukung proses penyampaian cerita. Terdapat dua properti penting yang digunakan dalam menampilkan Tari Payung, yaitu payung dan selendang.

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, properti payung dipakai oleh penari yang berperan sebagai pria. Penari pria menerima payung yang awalnya dipegang oleh penari wanita. Payung tersebut merupakan simbolisasi dari kasih sayang dan penjagaan yang dilakukan oleh si pria yang merupakan sang pilar kehidupan dalam dunia rumah tangga. 

Sedangkan selendang yang dipakai penari wanita bermakna sebagai kesiapan dari si wanita untuk mengarungi kehidupan bahtera rumah tangga. Selain itu, selendang juga melambangkan penerimaan cinta yang diberikan sang pria kepada si wanita. Ketika menarikan tarian ini di pementasan, para penari wanita yang memegang selendang mengaitkannya pada para penari pria.

Selain properti berupa payung dan selendang, terdapat kostum yang dipakai oleh para penari. Fungsi dari kostum itu sendiri adalah sebagai penunjang dalam memvisualisasikan karakter yang ingin ditampilkan. Busana yang digunakan oleh para penari wanita berupa baju adat minang yang terdiri dari baju kurung atau kebaya, bawahan berupa rok yang terbuat dari kain songket, serta hiasan kepala yang seperti mahkota khas Minangkabau.

Sedangkan untuk busana penari pria adalah memakai baju yang atasan dengan bawahannya memiliki warna yang sama. Dan tak lupa pula pada bagian pinggangnya disarungkan kain songket hingga sepanjang lutut. Sama halnya seperti penari wanita, bagian atas kepala menggunakan hiasan kepala yang melambangkan kekhasan budaya Minangkabau.

Pelajari Juga Tarian Daerah Lainnya

Pola Lantai

Seperti yang kita ketahui, pola lantai merupakan acuan posisi pergerakan para penari ketika pementasan. Secara keseluruhan terdapat empat pola lantai yang terdapat pada tarian tradisional ini. Pola yang pertama adalah pola lantai vertikal. Para penari berbaris secara vertikal yaitu dengan cara berbaris hingga membentuk garis lurus dari depan ke belakang ataupun sebaliknya.

Pola lantai kedua Tari Payung adalah pola lantai horizontal. Seperti halnya pola lantai vertikal, pola lantai horizontal juga merupakan posisi penari yang mana berbaris hingga membentuk garis lurus. Bedanya terletak pada arah barisannya dimana vertikal berbaris dari depan ke belakang sedangkan horizontal dari samping ke samping.

Selanjutnya adalah pola lantai diagonal. Sesuai dengan namanya, para penari berbaris secara menyerong sehingga membentuk garis miring yang menyudut dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Terakhir adalah pola lantai melingkar dimana para penari berkerumun ke tengah untuk kemudian membuat bentuk lingkaran.

Kesimpulan

Tari khas yang mengisahkan tentang percintaan ini memanglah sangat ciamik untuk dinikmati. Menyajikan makna sebagai suami yang menunjukkan kasih sayangnya kepada sang istri melalui gerakan penari pria yang memayungi penari wanita. Tarian lemah gemulai dari tiap-tiap pemain juga menjadi poin tambah sebagai penarik perhatian penonton.

Baca juga: Tari Topeng: Visualisasi Watak Melalui Warna Topeng

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Tari Payung: Asal, Sejarah, Properti, Makna & Pola Lantai

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Busur panah telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia selama berabad-abad. Seni memanah telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Artikel ini akan mengenalkan Anda pada berbagai bentuk busur panah yang ada di Indonesia, serta memberikan wawasan tentang pentingnya seni memanah dalam masyarakat Indonesia. Apa Itu Busur […]

    Trending

    Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]
    Selama berabad-abad, Indonesia telah menjadi rumah bagi keberagaman budaya yang kaya, termasuk seni tari tradisional yang memukau. Tari tradisional Indonesia bukan hanya sekadar gerakan-gerakan artistik yang menakjubkan, tetapi juga mewakili identitas, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat di berbagai daerah. Tari Sirih Kuning adalah salah satu jenis tarian tradisional yang memiliki akar budaya kuat bagi masyarakat Betawi. […]