1. Alat Musik Tradisional
  2. Budaya

Sejarah Bedug Hingga Berbagai Macam Fungsinya

Sebelum adanya alat komunikasi modern berupa radio, televisi, handphone, dan lain sebagainya, manusia zaman dulu berkomunikasi jarak jauh menggunakan alat yang begitu sederhana. Alat tersebut tentunya tidak spesifik berbicara seperti melalui telepon, tetapi lebih kepada isyarat umum yang disepakati oleh manusia yang hidup di zaman dahulu. Salah satu alat yang dari awal berfungsi sebagai alat komunikasi sebelum zaman modern adalah Bedug. 

Bedug sudah tidak asing lagi terdengar di masyarakat Indonesia. Namun, tak banyak masyarakat yang mengetahui bagaimana sejarah bedug dan fungsinya di kehidupan sehari-hari. Untuk itu Munus telah mengumpulkan informasi terkait alat tabuh yang satu ini. Maka dari itu simak dan baca dengan teliti artikel di bawah ini.

Sejarah Bedug

Bedug bukan merupakan alat tabuh yang asli berasal dari Indonesia. Banyak sumber sejarah menuturkan bahwasanya alat yang dimainkan dengan cara dipukul ini berasal dari China. Hal tersebut dimulai dari dahulu kala dimana seorang pria Muslim-Cina bernama Cheng-Ho beserta pasukannya datang ke Jawa tepatnya di Semarang sebagai utusan dari maharaja Ming. Pengenalan dilakukan oleh Laksamana Cheng-Ho awalnya secara tidak sengaja dimana ia mengatur pasukannya untuk berbaris menggunakan bunyi bedug sebagai pemberi tanda kepada pasukannya.

Setelah urusannya di Indonesia selesai, sebelum meninggalkan Indonesia pria asal China itu berinisiatif untuk memberikan hadiah sebagai bentuk terima kasihnya kepada raja Semarang saat itu. Namun, raja Semarang menolak untuk diberikan hadiah dan lebih memilih untuk mengajukan satu permintaan mudah kepada Laksamana Cheng-Ho. Permintaan tersebut berupa keinginannya untuk mendengarkan suara bedug yang dimainkan dari masjid dan dengan senang hati utusan dari China itu pun mengabulkannya. Maka dari itu, sampai sekarang pun bedug seakan menjadi bagian dari ritual keagamaan Islam.

Artikel Terkait

  • Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 10, 2024 at 12:32 am

    Kitab Weda adalah kitab suci utama yang menjadi pedoman hidup bagi umat Hindu, yang dipercaya berasal dari sekitar 1500-500 SM. Kata “Weda” berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “pengetahuan” atau “kebijaksanaan”. Pada kitab Weda isinya, mengenai doa, pujian, dan ajaran yang menjadi pedoman utama dalam bertindak. Selengkapnya, mengenai Kitab Weda bisa kamu baca penjelasannya dibawah Artikel Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • 5 Fungsi Musik dalam Senam Irama adalah Untuk
    by Amanda R Putri (Sma Studioliterasi) on Mei 8, 2024 at 2:12 pm

    Salah satu aspek yang terdapat pada senam irama, yakni musik. Fungsinya, tidak lain agar lebih semangat saat senam, dan pastinya untuk menambah kesan keindahan. Eits, masih ada fungsi lainnya, lho! Selengkapnya, bisa kamu simak penjelasannya dibawah ini! Fungsi Musik dalam Senam Irama  Fungsi musik dalam senam irama tak hanya sebatas pengiring saja, namun memiliki peran The post 5 Fungsi Musik dalam Senam Irama adalah Untuk appeared first on Sma Studioliterasi.

  • 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 2, 2024 at 6:00 am

    Tenses masih menjadi penghambat utama saat belajar Bahasa Inggris. Pasalnya kita dituntut untuk menguasai berbagai jenis tenses dan masing-masing memiliki fungsinya berdasarkan waktu kamu melakukan kegiatan. Karena kalau salah, maka dapat mempengaruhi susunan atau lanjutan kalimat berikutnya.  Bahkan bisa terjadinya misscom lantaran hanya kesalahan dalam memakai tenses. Tapi tenang, sebenarnya masih ada beberapa cara mudah Artikel 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Mari Ketahui, 9 Sifat-Sifat Gelombang Bunyi!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 2, 2024 at 5:30 am

    Sifat-sifat gelombang bunyi merupakan salah satu dari sekian materi yang termasuk dalam kelompok IPA. Bahkan, kita sudah mulai mendapatkannya sejak berada level Sekolah Dasar (SD). Pas banget, Studio Literasi menuliskan artikel ini khusus tentang sifat-sifat gelombang bunyi buat yang sedang atau akan mempelajarinya. Yuk, persiapkan dirimu dengan menambah pengetahuan ilmu tersebut dengan membacanya! Gelombang Bunyi Artikel Mari Ketahui, 9 Sifat-Sifat Gelombang Bunyi! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Fungsi

Seperti yang telah Munus paparkan sebelumnya bahwasanya alat tabuh ini berfungsi sebagai alat komunikasi jarak jauh pada zaman dahulu. Komunikasi tersebut dapat berupa sebuah peringatan, penanda, atau bahkan penunjuk waktu. Biasanya pada zaman dulu bedug ditabuh untuk memberi informasi mengenai jam, hari-hari besar, ataupun memberi tahu akan adanya bahaya.

Bedug
Bedug, Foto Oleh Famiinkubah. com

Fungsi lainnya adalah sebagai pengobar semangat ketika dalam peperangan. Suaranya yang rendah namun menggelegar ini cocok untuk dijadikan sebagai pemompa semangat prajurit dalam peperangan. Ketika dalam peperangan biasanya juga dipadukan dengan suara teriakan semangat para prajurit yang menggelegar sehingga makin membaralah hasrat mereka untuk meraih kemenangan.

Selain itu, bedug tidak hanya berfungsi sebagai hal-hal duniawi seperti sebelumnya. Alat perkusi ini juga digunakan sebagai alat komunikasi untuk menjalankan ritual keagamaan. Maka dari itu, tak jarang kuil-kuil serta masjid-masjid memiliki bedug sebagai alat komunikasi yang memberitahukan masuknya waktu beribadah.

Namun, karena pada awalnya bedug ini digunakan di kuil-kuil oleh Umat Hindu, terjadilah perselisihan mengenai penggunaannya di masjid yang mana merupakan tempat beribadah Umat Islam. Ada yang menolak penggunaannya karena beralasan bahwa bedug tersebut bukan berasal dari anjuran agama Islam. Namun ada juga yang tetap mempertahankan hal tersebut dikarenakan fungsinya yang tidak menyalahi aturan syariat Islam.

Baca juga: Gamelan Jawa: Alat Musik Tradisional Nusantara

Bahan Membuat Bedug

Bahan bedug
Bedug, Foto Oleh Goodnewsfromindonesia. com

Untuk membuat alat komunikasi yang tergolong tua ini dibutuhkan beberapa bahan. Bahan-bahan tersebut diantaranya adalah batang pohon dan kulit hewan. Batang pohon tersebut haruslah berukuran besar dan biasanya menggunakan pohon enau dengan panjang sekitar satu meter atau lebih. 

Sedangkan untuk kulit hewan yang digunakan juga bermacam-macam tergantung kebutuhan. Hewan yang diambil kulitnya untuk membuat bedug yang dulunya adalah alat komunikasi tradisional ini diantaranya kulit kambing, sapi, kerbau, banteng, dan lain sebagainya. Kulit tersebut sebelumnya sudah dikeringkan agar nantinya menghasilkan suara yang bagus dan nyaring.

Batang besar yang tadinya telah dipilih sebagai bahannya, kemudian dilubangi tengahnya hingga membentuk model tabung. Lalu, pada ujung di kedua sisinya yang berlubang ditutup dengan kulit binatang yang tadinya sudah dikeringkan. Kulit tersebutlah yang nantinya berfungsi sebagai membran dan titik yang dipukul sehingga menghasilkan bunyi dengan suara berat bernada khas dan rendah namun dapat menjangkau berbagai lokasi dengan jarak yang cukup jauh.

Rampak Bedug

Perkembangan fungsi bedug di zaman modern seperti sekarang ini telah maju pesat. Perkembangan tersebut diantaranya adalah alat komunikasi tradisional ini juga digunakan untuk melakukan pertunjukan kesenian bernama Rampak Bedug. Kesenian jenis ini berasal dari daerah Banten.

Sesuai dengan namanya yaitu “Rampak” yang memiliki arti “serempak” dimana pertunjukan ini terdiri dari beberapa orang yang memainkan bedug secara bersamaan. Masing-masing orang yang menabuh secara bersamaan menghasilkan irama yang harmonis dan enak untuk didengar.

Kesenian ini awalnya dimainkan untuk menyambut bulan suci Ramadhan beserta Hari Raya Idul Fitri. Pertunjukan kesenian yang mengandung motivasi religi ini banyak mengundang minat masyarakat untuk menyaksikannya. Nilai yang berusaha ditawarkan dari kesenian ini adalah nilai religi, nilai rekreasi atau hiburan, juga nilai ekonomis dimana masyarakat mulai mengundang para seniman rampak bedug ini untuk memeriahkan acara-acara mereka.

Kesimpulan

Sebagai suatu alat komunikasi tradisional yang masih bertahan hingga kini, bedug memiliki nilai dan fungsi yang kental di kalangan masyarakat. Salah satu fungsinya yaitu berkaitan dengan keagamaan mampu membuatnya bertahan hingga kini walau fungsi utamanya sebagai alat komunikasi mulai memudar. Meskipun begitu, kelestarian dari alat yang dimainkan dengan cara dipukul ini hendaknya tetap dilestarikan sebagai warisan bagi generasi yang akan datang.

Baca juga: Alat Musik Tifa: Produk Asli Kebudayaan Indonesia Timur

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Sejarah Bedug Hingga Berbagai Macam Fungsinya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]

    Trending

    Apapun yang terkait dengan fashion, terlebih kalau menyangkut kekeluargaan kerajaan pasti menarik untuk diketahui. Termasuk, pakaian kerajaan pada masa lalu yang tentu mengandung nilai bersejarah penting.  Kali ini kami akan mengajak kalian membahas pakaian putri Kerajaan Majapahit yang merupakan salah satu kerajaan berjaya di Nusantara antara abad ke-13 dan ke-16. Penasaran dengan pakaian putri khas […]
    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada […]