Novy Auliya Istighfary An English Education student. A beginner who has great interest in writing yet ready to surf deeper for new insights.

Alat Musik Talempong: Sejarah, Fungsi, hingga Jenisnya

2 min read

gambar-alat-musik-talempong-interaktif,kompas,id

Instrumen musik tradisional Indonesia merupakan produk kesenian yang berasal dari berbagai daerah di penjuru Indonesia. Sesuai dengan penyebutannya, produk kesenian ini berhubungan dengan seni musik. Salah satu contoh instrumen musik tradisional yang ada di Indonesia adalah Talempong. Alat Musik Talempong mencuri perhatian khalayak karena bentuknya yang mirip instrumen gamelan tetapi memiliki bunyi suara yang unik. Oleh karena itu, topik pembahasan Munus kali ini adalah seputar asal, sejarah, cara memainkan, hingga jenis dari alat musik Talempong.

Sejarah Talempong

Alat musik Talempong berasal dari daerah Minangkabau provinsi Sumatera Barat. Talempong diperkirakan telah ada sejak ratusan tahun yang lalu di Minangkabau dan telah tercatat sejak abad ke-14. Namun, cerita pastinya mengenai awal mula diciptakannya tidak diketahui sedangkan cerita rakyat yang beredar mengenai asal usul alat musik ini sangat banyak variasinya. Meskipun tidak terdapat bukti autentik arkeologi, talempong diyakini telah mulai dimainkan di tanah Minangkabau sejak akhir abad ke-14.

Bentuk Alat Musik Talempong

Berdasarkan bentuknya, instrumen musik talempong termasuk ke dalam bentuk pencon (sejenis bonang) yang dimainkan dengan cara dipukul (perkusi). Talempong memiliki bentuk yang hampir sama dengan instrumen bonang pada gamelan, yaitu bentuk simetris radial dengan rongga menghadap ke bawah. Pada bagian tengah atas memiliki tonjolan berdiameter 5 cm sebagai bagian yang dipukul untuk menghasilkan bunyi, sedangkan diameter keseluruhannya berkisar antara 15-17,5 cm. Meski memiliki bentuk yang mirip dengan bonang, namun bunyi yang dihasilkan tidak sama dimana bunyi talempong memiliki ciri khas dari Minangkabau.

gambar-alat-musik-talempong-suarawajarfm,com
Alat Musik Talempong, Foto Oleh Suarawajarfm. com

Kebanyakan, bahan yang digunakan untuk membuat alat musik Talempong adalah kuningan. Namun ada juga yang terbuat dari kayu dan batu yang nantinya akan dibentuk sedemikian rupa sehingga menghasilkan nada yang selaras. Sedangkan bahan untuk pemukulnya terbuat dari kayu yang apabila dipukulkan pada tonjolan di talempongnya akan menghasilkan suara yang khas. Perbedaan nada yang dihasilkan juga bergantung pada ukuran tonjolan atau bidang pukul pada setiap unitnya.

Baca juga: Gamelan Jawa: Alat Musik Tradisional Nusantara

Fungsi Alat Musik Talempong

Seperti halnya instrumen musik tradisional yang lainnya, biasanya talempong digunakan untuk mengiringi tarian tradisional khususnya tari tradisional yang berasal dari Minangkabau. Talempong yang apabila dimainkan memiliki tempo cepat berperan untuk mengatur ketukan dari pementasan tari tradisional yang energik khas Minangkabau. Diantara tari tradisional Minangkabau yang diiringi dengan talempong adalah Tari Piring, Tari Payung, dan Tari pasambahan, serta masih banyak tari tradisional lainnya. 

Dalam memainkan instrumen ini, ansambel talempong yang digunakan terdiri dari 5-7 buah talempong. Bukan merupakan instrumen tunggal, biasanya Talempong dimainkan bersamaan dengan beberapa instrumen khas Minangkabau lainnya seperti gandang, saluang, dan serunai. Dari beberapa instrumen tersebut, talempong memiliki andil sebagai instrumen utama penghasil dan pembawa melodi.

Selain untuk hal tersebut, talempong biasanya juga dipakai dalam acara upacara adat Minangkabau. Karena merupakan upacara adat, maka instrumen musik yang digunakan pun merupakan instrumen musik tradisional yang asli dari daerah Minangkabau. Maka lengkaplah suatu pertunjukan dan acara adat dengan menggunakan seperangkat instrumen yang juga masih sangat tradisional.

Jenis Talempong 

Berdasarkan cara memainkannya, instrumen musik Talempong dibagi menjadi dua jenis. Talempong Pacik atau Talempong Renjeang merupakan jenis yang pertama. Sedangkan jenis yang kedua bernama Talempong Duduak. Kedua jenis talempong tersebut tergolong dalam talempong tradisi dengan nada pentatonik dan sixtonik dengan beberapa variasi jarak interval yang berbeda-beda. Simak penjelasan lebih lanjut dari dua jenis Talempong tersebut.

Talempong Pacik atau Talempong Renjeang

gambar-talempong-pacik-commons,wikimedia,org
Talempong Pacik, Foto Oleh Commons.wikimedia. org

Sesuai dengan namanya, pacik berarti dipegang. Ketika memainkan talempong jenis ini, para pemain dalam posisi berdiri maupun duduk tetapi instrumen tersebut dijinjing atau dipegang sembari dipukul mengikuti melodi yang dibutuhkan. Tiga hingga lima orang masing-masing akan memainkan pola ritme yang berbeda sehingga menghasilkan keselarasan bunyi yang enak untuk didengar.

Talempong Duduak 

Berbeda dengan pacik, talempong duduak dimainkan dengan keadaan para penabuh yang duduk bersila atau bersimpuh. Talempong itu sendiri nantinya akan diletakkan pada sebuah kotak persegi panjang yang di daerah Minangkabau dikenal dengan nama rea (Melayu: rehal). Cara memainkan talempong jenis ini lebih sulit ditemui dan hanya ada di beberapa wilayah budaya Minangkabau. Tidak seperti pacik yang umumnya dikenal oleh banyak khalayak.

Kesimpulan

Alat Musik Talempong sebagai instrumen musik yang dimainkan secara dipukul atau perkusi merupakan produk budaya kebanggaan masyarakat Minangkabau. Berfungsi sebagai pengiring tari tradisional dan juga keperluan upacara adat, instrumen ini memiliki peran sebagai instrumen pengarah bagi instrumen yang lainnya. Selain itu, berdasarkan cara memainkannya, alat musik ini memiliki dua jenis yaitu talempong pacik (dipegang) dan juga talempong duduak (diletakkan di kotak atau didudukkan). Dari sekian banyak informasi di atas, patutlah sebuah talempong menjadi instrumen musik tradisional kebanggaan Minangkabau dan Indonesia.

Baca juga: Alat Musik Kolintang: Perjuangan Cinta Tong Ting Tang

Last Updated on Januari 20, 2021

Novy Auliya Istighfary An English Education student. A beginner who has great interest in writing yet ready to surf deeper for new insights.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll up