1. Budaya
  2. Tari Daerah

Tari Pendet: Asal, Sejarah, Properti, Makna & Pola Lantai

Tari Pendet? Hayoo anak nusantara sebelumnya sudah pernah dengar belum mengenai tarian tersebut? atau bahkan sudah pernah menyaksikan pementasannya secara langsung?

Sebagaimana yang kita ketahui, Indonesia memiliki budaya yang beraneka ragam dan menarik untuk dipelajari. Sebagai warga Indonesia kita patut bangga karena memiliki banyak budaya yang tetap lestari. Meskipun bermacam-macam dan berbeda, hal tersebut tidak membuat perselisihan satu sama lain. Keanekaragaman budaya di Indonesia memiliki keunikannya masing-masing yang patut kita banggakan. Anak nusantara ada yang tahu tidak semboyan yang kita miliki? Yap, Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Semboyan tersebut menunjukkan keberagaman yang kita miliki tetapi menyatukan rakyat Indonesia.

Setelah di postingan sebelumnya kita membahas mengenai Tari Kecak dari Bali, kali ini Munus akan membahas tari tradisional yang juga berasal dari pulau yang sama. Ada yang tahu? Yap, sesuai judulnya, karena masing-masing tarian memiliki khasnya tersendiri, kali ini kita akan membahas mengenai Tari Pendet. Yuk kita simak!

Sejarah Tari Pendet

Tari Pendet adalah tari tradisional yang berasal dari Bali dan merupakan tarian tradisional tertua. Pada tahun 1950 tarian ini lahir dan pada tahun 1961 I Wayan Rindi, seorang seniman tari tradisional dan maestro dari Bali yang berbakat mengolah kembali pola tari tersebut. Awalnya, tarian tersebut berfungsi sebagai tari sembahan bagi umat Hindu yang sedang menuju kuil dan sebagai bagian dari ucapan selamat datang atas turunnya dewata ke bumi. Tarian ini mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, sehingga dapat difungsikan sebagai pertunjukkan pada suatu kegiatan untuk menyambut upacara atau tarian ucapan selamat datang. I Wayan Rindi bersama Ni Ketut mulai mengembangkan tarian ini sehingga bisa memasukkan roh tarian pendet dewa pada suatu pertunjukkan yang dilaksanakan.

Artikel Terkait

  • Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 10, 2024 at 12:32 am

    Kitab Weda adalah kitab suci utama yang menjadi pedoman hidup bagi umat Hindu, yang dipercaya berasal dari sekitar 1500-500 SM. Kata “Weda” berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “pengetahuan” atau “kebijaksanaan”. Pada kitab Weda isinya, mengenai doa, pujian, dan ajaran yang menjadi pedoman utama dalam bertindak. Selengkapnya, mengenai Kitab Weda bisa kamu baca penjelasannya dibawah Artikel Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • 5 Fungsi Musik dalam Senam Irama adalah Untuk
    by Amanda R Putri (Sma Studioliterasi) on Mei 8, 2024 at 2:12 pm

    Salah satu aspek yang terdapat pada senam irama, yakni musik. Fungsinya, tidak lain agar lebih semangat saat senam, dan pastinya untuk menambah kesan keindahan. Eits, masih ada fungsi lainnya, lho! Selengkapnya, bisa kamu simak penjelasannya dibawah ini! Fungsi Musik dalam Senam Irama  Fungsi musik dalam senam irama tak hanya sebatas pengiring saja, namun memiliki peran The post 5 Fungsi Musik dalam Senam Irama adalah Untuk appeared first on Sma Studioliterasi.

  • 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 2, 2024 at 6:00 am

    Tenses masih menjadi penghambat utama saat belajar Bahasa Inggris. Pasalnya kita dituntut untuk menguasai berbagai jenis tenses dan masing-masing memiliki fungsinya berdasarkan waktu kamu melakukan kegiatan. Karena kalau salah, maka dapat mempengaruhi susunan atau lanjutan kalimat berikutnya.  Bahkan bisa terjadinya misscom lantaran hanya kesalahan dalam memakai tenses. Tapi tenang, sebenarnya masih ada beberapa cara mudah Artikel 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Mari Ketahui, 9 Sifat-Sifat Gelombang Bunyi!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 2, 2024 at 5:30 am

    Sifat-sifat gelombang bunyi merupakan salah satu dari sekian materi yang termasuk dalam kelompok IPA. Bahkan, kita sudah mulai mendapatkannya sejak berada level Sekolah Dasar (SD). Pas banget, Studio Literasi menuliskan artikel ini khusus tentang sifat-sifat gelombang bunyi buat yang sedang atau akan mempelajarinya. Yuk, persiapkan dirimu dengan menambah pengetahuan ilmu tersebut dengan membacanya! Gelombang Bunyi Artikel Mari Ketahui, 9 Sifat-Sifat Gelombang Bunyi! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

12 tahun kemudian yaitu pada tahun 1962 tari tradisional tersebut pertama kali ditampilkan dan diperkenalkan pada masyarakat dan dunia internasional pada ajang Asian games dengan penari berjumlah sekitar 800 orang. Ajang tersebut diselenggarakan di Indonesia dan tari tradisional pendet sebagai pembuka acara dan disaksikan langsung oleh presiden pertama Indonesia, yaitu Presiden Soekarno.

Gerakan Penari Tari Pendet

Pada gerakan yang dimiliki, tari ini berbeda dengan jenis tari lainnya. Hampir seluruh anggota tubuh penari bergerak dan menghasilkan gerakan yang dinamis dan indah. Berikut anggota tubuh yang terlibat pada Tari Pendet.

Gerakan Mata

Pada bagian kepala, tidak seluruhnya digerakkan pada tari ini, melainkan hanya pada bagian mata saja yang digerakkan. Saat penari menggerakkan matanya ke arah kanan dan kiri, gerakan tersebut dinamakan nyeledet sedangkan gerakan mata berputar disebut gerakan ngiler.

Melakukan gerakan nyeledet dan ngiler tidak dilakukan sembarangan. Gerakan tersebut mengikuti alunan musik yang memiliki tempo dan ritme yang telah diatur untuk penari, sehingga penari menyesuaikan dengan musik tersebut pada saat melakukan nyeledet dan ngiler.

Gerakan Leher

Selain melakukan gerakan pada mata, penari juga melakukan gerakan menggeleng yang disebut dengan dedengkek. Gerakan dedengkek memiliki dua macam gerakan, yaitu uluwangsul dan ngotag. Penari melakukan gelengan uluwangsul ketika penari menggerakkan lehernya secara halus, lalu ketika penari menggelengkan lehernya dengan keras atau cepat maka disebut gerakan ngotag.

Mimik Wajah

Penari dalam suatu pementasan selalu menunjukkan mimik wajah yang berbeda-beda pada setiap gerakan. Mimik wajah yang diperlihatkan oleh penari memperlihatkan ekspresi senang dan senyum ramah. Mimik wajah tersebut dinamakan Entiah-tjerengu.

Gerakan Jari

Gerak selanjutnya adalah penari melakukan gerakan jari. Ada dua macam gerakan jari pada tari tradisional pendet, yaitu yang pertama nyakup bawa, gerakan tangan yang menunjukkan sedang mencakup dan yang kedua adalah gerakan ulap-ulap yaitu gerakan tangan penari yang sedang melambai-lambai indah.

Badan

Gerak yang tidak kalah pentingnya pada pertunjukkan ini adalah gerakan pada badan. Gerakan badan yang dilakukan oleh penari sangat menentukan keluwesan pada penari tersebut. Pada tarian ini, gerakan badan yang dilakukan disebut dengan gerakan pangkal lengan atau ngejatpala. Karena gerakan badan menentukan keluwesan penari, maka semakin luwes penari dalam menari, maka semakin bagus pertunjukkan yang dihasilkan.

Tangan

Sebelumnya kita ketahui pada tarian ini memiliki gerakan jari, selain itu juga memiliki gerakan tangan yang khas. Gerakan tersebut disebut pepiletan. Pepiletan memiliki dua gerakan yaitu luk nagastru, ketika penari menggerakkan haluang tangannya dengan memutarnya ke bagian dalam dan juga ada luk nerudut yaitu ketika penari menggerakkan tangan seiring.

Kaki

Anggota tubuh lainnya yang digerakkan oleh penari adalah kaki. Gerak kaki yang dilakukan pada tarian ini adalah tampak sirang pada, ngandang reo, milpil, ngembang, dan nyregseg.

Properti pada Pementasan Tari Pendet

Tari Pendet
Tari Pendet, gambar oleh: https://commons,wikimedia,org/

Properti yang digunakan pada setiap pementasan memiliki keunikan dan kebutuhan yang berbeda-beda. Termasuk pada pementasan Tari Pendet. Properti yang digunakan yaitu sebuah bokor atau sesaji yang khusus digunakan untuk pemujaan. Bokor tersebut dihias sedemikian rupa dengan menggunakan janur dan di dalamnya diisi buah-buahan atau makanan sebagai simbol penghormatan kepada tamu yang datang. Disamping properti bokor, para penari biasanya juga menggunakan kipas besar sebagai properti saat menari.

Keunikan yang dimiliki Tari Pendet

Nah.. kali ini Munus akan bahas keunikan tari tradisional ini. Apa saja sih keunikan tarian ini? Yuk, kita bahas!

Tarian Berbagai Usia

Tari tradisional pendet dapat ditarikan oleh semua kalangan usia karena tidak ada peraturan batasan umur dalam menarikan tari ini. Semua tingkatan usia dapat bergabung dalam paguyuban asal memiliki ketulusan hati dan mau bergabung dalam gerakan Tari Pendet dan kegiatan keagamaan sampai kegiatan upacara yang lain.

Pola gerakan yang dimiliki pun tergolong tidak sulit, sehingga dapat diikuti hingga kalangan lansia. Ketika latihan hingga pementasan, penari yang masih muda mengikuti pola dan tempo gerakan penari yang lebih tua, begitupun dengan para pemain musik harus menyesuaikan ritme yang dilakukan para penari.

Dinamis

Tari tradisional ini termasuk tarian yang dinamis karena fungsinya yang bisa mengikuti perkembangan zaman tanpa mengurangi kekhasannya sebagai tarian tradisional. Jika dahulu tari ini digunakan hanya sebagai upacara keagamaan, sekarang tarian ini dapat difungsikan sebagai tari pembuka pada suatu acara, contohnya pada pembukaan Asian games pada tahun 1962 yang dihadiri oleh perwakilan seluruh negara di Asia.

Tarian yang Sakral

Meskipun tari ini termasuk tari tradisional modern yang dapat dipentaskan dalam acara-acara tertentu, tarian ini tetap memiliki nilai sakral dan memiliki simbol pada penyambutan dewa yang turun ke Bumi.

Ritme Musiknya yang Khas

Gamelan merupakan alat musik pengiring yang digunakan dalam tarian ini. Iringan musik akan menentukan penari dalam melakukan gerak tari.

Nah itu tadi pembahasan mengenai Tari Pendet. Sebagai warga negara Indonesia, anak nusantara harus menjaga dan melestarikannya, ya.. Mari kita jaga kekayaan budaya yang kita miliki!

Baca juga: Tari Kecak: Pemantik Penasaran Wisatawan Lokal Hingga Internasional

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Tari Pendet: Asal, Sejarah, Properti, Makna & Pola Lantai

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]

    Trending

    Apapun yang terkait dengan fashion, terlebih kalau menyangkut kekeluargaan kerajaan pasti menarik untuk diketahui. Termasuk, pakaian kerajaan pada masa lalu yang tentu mengandung nilai bersejarah penting.  Kali ini kami akan mengajak kalian membahas pakaian putri Kerajaan Majapahit yang merupakan salah satu kerajaan berjaya di Nusantara antara abad ke-13 dan ke-16. Penasaran dengan pakaian putri khas […]
    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada […]