FDK Bosch: Biografi Sang Pencipta Teori Arus Balik

1 min read

Frederik Davin Kan Bosch

Halo anak nusantara! Kalian tahu tidak apa itu teori arus balik? Teori arus balik yang dikemukakan oleh FDK Bosch adalah salah satu teori penyebaran agama hindu di Indonesia. Frederick David Kan Bosch adalah seorang ilmuwan dan profesor berkebangsaan Belanda. Ia tertarik pada bidang agama, arkeologi serta sejarah seni yang berada di India, Indonesia dan Asia Tenggara. 

FDK Bosch lahir pada tanggal 17 Juni 1887 di Transvaal, Afrika Selatan. Ayah dan kakaknya meninggal dunia dalam Perang Boer. Kemudian tak lama setelah itu, ibunya meninggal. Akhirnya ia pindah ke Amsterdam dan menetap bersama bibinya guna melanjutkan sekolah disana. Tahun 1914, ia menikah dengan A.H Gregor.

FDK Bosch: Riwayat Pendidikan dan Karir

Pada tahun 1906, FDK Bosch mempelajari bahasa dan sastra Belanda serta bahasa Sanskerta di Universitas Leiden. Ia dibimbing oleh Jacob Speyer dan C.C. Uhlenbeck. Pada tahun 1914, ia memperoleh gelar PhD dibawah bimbingan J. Ph. Vogel. Kemudian pada tahun yang sama, ia direkomendasikan menjadi asisten arkeolog pada Oudheidkundige Dienst atau Jawatan Kepurbakalaan di Batavia. Kemudian tahun 1916-1936 ia diangkat menjadi Kepala Jawatan. 

Pada tahun 1938, FDK Bosch memutuskan untuk kembali ke Belanda. Di Belanda, ia menjadi profesor jurusan arkeologi dan sejarah kuno Hindia Belanda tepatnya di Universitas Utrecht sampai tahun 1945. Setelah itu Bosch pindah ke Universitas Leiden dan menjadi profesor jurusan arkeologi dan sejarah kuno Asia Tenggara. Kemudian ia pensiun pada tahun 1957. Selain menjadi profesor, FDK Boschjuga menjadi anggota Lembaga Ilmu Bahasa, Negara dan Antropologi Kerajaan Belanda. Pada tanggal 20 Juli 1967, ia menghembuskan nafas terakhirnya di Leiden. 

FDK Bosch: Teori Arus Balik

Teori arus balik menyatakan bahwa orang Indonesia yang berperan aktif dalam penyebaran agama Hindu-Budha, serta aktif dalam mengembangkan kebudayaan agama tersebut. Menurut FDK Bosch, orang India pertama kali datang ke Indonesia untuk menyebarkan agama Hindu-Budha. Lalu pada perkembangan selanjutnya, para tokoh masyarakat pergi ke India untuk belajar agama Hindu-Budha lebih dalam. Kemudian setelah kembali ke Indonesia, mereka mengamalkan ilmu tersebut dan mengajarkannya pada masyarakat di Indonesia. Adanya hubungan timbal balik inilah yang menyebabkan teori arus balik terjadi. 

Kelebihan Teori Arus Balik

Ada bukti nyata yang menguatkan teori ini, yaitu berupa Prasasti Nalanda. Prasasti ini berisi tentang Balaputradewa (Raja Sriwijaya) yang meminta raja India untuk membangun wihara. Wihara digunakan para tokoh Sriwijaya sebagai tempat menimba ilmu. Tujuan mereka belajar ke India juga untuk mencontoh kebudayaan Hindu-Budha agar bisa membangun kekuasaan di Indonesia. 

Kekurangan Teori Arus Balik

Kemungkinan orang Indonesia untuk mempelajari agama Hindu-Budha dan pergi ke India masih diragukan, dikarenakan pada masa itu orang Indonesia masih bersifat pasif. Utusan Brahmana oleh raja raja di Nusantara juga masih diragukan, karena para Brahmana memiliki aturan yang tak boleh dilanggar. Begitulah kisah singkat FDK Bosch sebagai pencetus teori arus balik.

Baca juga: Pangeran Diponegoro: Biografi Sang Pemimpin Perang

Last Updated on Oktober 15, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll up