1. Museum
  2. Museum Arkeologi
  3. Museum Sejarah

Museum Mpu Tantular Jadi Wisata Museum Sejarah Sidoarjo

Museum Mpu Tantular adalah tempat yang menyimpan berbagai sumber sejarah dan sebagai salah satu Museum Sidoarjo. Luas dari salah satu museum Sidoarjo ini adalah sekitar 3 hektar. Mengajak sang buah hati tidak harus melulu ke tempat taman hiburan saja, tetapi bisa juga dengan wisata sejarah ke salah satu museum Sidoarjo ini.

Banyak sekali yang bisa Anak Nusantara temukan di salah satu museum Sidoarjo ini. Salah satunya adalah lukisan dan emas yang dibuat berabad-abad lalu. Koleksi lain yang disimpan di museum ini sebagian numismatik, etnografi, geologi dan biologi.

Museum ini pun menyediakan tempat untuk ajang pameran, sehingga apapun yang dipajang di museum ini pun bisa disaksikan pula di pameran. Biasanya pameran yang diadakan berceritakan tentang sejarah yang telah terjadi di zaman pra-sejarah, seperti Kerajaan Majapahit, berupa uang kuno, fossil, dan sejarah mengenai Kerajaan Majapahit.

Anak Nusantara jangan takut kelelahan berkeliling Museum Mpu Tantular karena tersedia kursi di dalam museum ini. Tak hanya kursi saja tapi juga Anak Nusantara bisa melepas lelah di beberapa gazebo yang tersebar di berbagai sudut. Untuk si buah hati bisa bermain dengan permainan yang sudah disediakan oleh pihak museum di belakang loket. Jadi, sudah pasti tidak akan bosan dengan wisata sejarah saja.

Sejarah Museum Mpu Tantular

Daftar Isi

Artikel Terkait

  • Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 10, 2024 at 12:32 am

    Kitab Weda adalah kitab suci utama yang menjadi pedoman hidup bagi umat Hindu, yang dipercaya berasal dari sekitar 1500-500 SM. Kata “Weda” berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “pengetahuan” atau “kebijaksanaan”. Pada kitab Weda isinya, mengenai doa, pujian, dan ajaran yang menjadi pedoman utama dalam bertindak. Selengkapnya, mengenai Kitab Weda bisa kamu baca penjelasannya dibawah Artikel Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • 5 Fungsi Musik dalam Senam Irama adalah Untuk
    by Amanda R Putri (Sma Studioliterasi) on Mei 8, 2024 at 2:12 pm

    Salah satu aspek yang terdapat pada senam irama, yakni musik. Fungsinya, tidak lain agar lebih semangat saat senam, dan pastinya untuk menambah kesan keindahan. Eits, masih ada fungsi lainnya, lho! Selengkapnya, bisa kamu simak penjelasannya dibawah ini! Fungsi Musik dalam Senam Irama  Fungsi musik dalam senam irama tak hanya sebatas pengiring saja, namun memiliki peran The post 5 Fungsi Musik dalam Senam Irama adalah Untuk appeared first on Sma Studioliterasi.

  • 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 2, 2024 at 6:00 am

    Tenses masih menjadi penghambat utama saat belajar Bahasa Inggris. Pasalnya kita dituntut untuk menguasai berbagai jenis tenses dan masing-masing memiliki fungsinya berdasarkan waktu kamu melakukan kegiatan. Karena kalau salah, maka dapat mempengaruhi susunan atau lanjutan kalimat berikutnya.  Bahkan bisa terjadinya misscom lantaran hanya kesalahan dalam memakai tenses. Tapi tenang, sebenarnya masih ada beberapa cara mudah Artikel 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Mari Ketahui, 9 Sifat-Sifat Gelombang Bunyi!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 2, 2024 at 5:30 am

    Sifat-sifat gelombang bunyi merupakan salah satu dari sekian materi yang termasuk dalam kelompok IPA. Bahkan, kita sudah mulai mendapatkannya sejak berada level Sekolah Dasar (SD). Pas banget, Studio Literasi menuliskan artikel ini khusus tentang sifat-sifat gelombang bunyi buat yang sedang atau akan mempelajarinya. Yuk, persiapkan dirimu dengan menambah pengetahuan ilmu tersebut dengan membacanya! Gelombang Bunyi Artikel Mari Ketahui, 9 Sifat-Sifat Gelombang Bunyi! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Pada tahun 1933 dibangun lembaga kebudayaan Stedelijk Historisch Museum Soerabaia oleh Godfried Hariowald von Faber, warga Surabaya berkebangsaan Jerman. Dari pembangunan Lembaga kebudayaan inilah yang menjadi cikal bakal sejarah Museum Mpu Tantular, diresmikan pada tanggal 25 Juli 1937.

Von Faber sebagai pendiri saat itu ingin sekali melakukan penyempurnaan pada museum ini dan banyak mengadakan hubungan Internasional. Namun, sangat disayangkan sebelum keinginannya tercapai, tanggal 30 September 1955 Von Faber meninggal dunia.

Bukannya semakin terawat tetapi malah semakin tidak terawat setelah Von Faber meninggalkan dunia. Banyak koleksi-koleksinya yang rusak bahkan hilang. Akhirnya, museum Mpu Tantular dikelola oleh Yayasan Pendidikan Umum, sehingga pada tahun 1964 museum mendapatkan bantuan. Yayasan Bapak Prof Dr. M. Soetopo memberikan bantuan pendanaan untuk salah satu museum Sidoarjo ini. Tidak hanya sampai disitu keberuntungan yang dicapai museum sejarah Mpu Tantular. Direktorat Permuseuman di lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan kemudian dibentuk dan menjadi perhatian pemerintah. Pada dasarnya, setiap museum yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Umum pasti mendapatkan perhatian yang lebih serius dari pemerintah.

Museum yang dulunya bernama Stedelijk Historisch Museum Soerabaia, pada 1 November 1974 resmi menjadi Museum Negeri Jawa Timur Mpu Tantular. Peresmian itu mendapat serah terima dari R. Banu Iskandar kepada Direktur Jenderal Kebudayaan, Prof. Dr. I.B. Mantra.

museum mpu tantular, museum sidoarjo
Tampak Depan Museum , oleh Facebook @mputantularyuk

Karena koleksi dari Museum Mpu Tantular ini terus bertambah banyak maka lokasi museum sudah tiga kali berpindah tempat dari asalnya. Museum Mpu Tantular pertama kali berada di Jalan Pemuda, lalu pada tahun 1975 berpindah lokasi ke Jalan Taman Mayangkara. Selanjutnya di tahun 2004 yang lalu, baru berpindah tempat lagi ke Jalan Raya Buduran, Sidoarjo.

Koleksi Museum Mpu Tantular

Selain koleksi yang terdapat di museum Mpu Tantular yang akan disebutkan, terdapat beragam koleksi numismatik, senjata, tanda jasa, keramik dan benda-benda etnografi. Ditandai dengan masa awal masuknya bangsa Eropa ke Indonesia pada awal abad ke 15. Namun salah satu museum Sidoarjo ini, memiliki koleksi sebagian besar adalah arca dari Buddha dan Hindu.

Berikut ini adalah beberapa Arca koleksi museum Mpu Tantular.

arca ganesha di museum mpu tantular
Arca Ganesha di salah satu Museum Sidoarjo – Mpu Tantular, oleh IDN Times/Calledasia
  1. Arca Ganesha
    Salah satu koleksi Museum ini adalah arca Ganesha yang sedang duduk. Gambaran dari Ganesha yaitu mempunyai empat buah tangan, kedua tangan depan memegang patahan gading dan mangkok. Sedangkan, dua tangan lainnya berada di belakang membawa kapak dan aksamala. Anak Nusantara pasti tahu Institut Teknologi Bandung/ITB, salah satu kampus yang ada di Indonesia yang menjadikan Ganesha sebagai lambangnya. Mengapa? Itu karena Ganesha disebut dewa ilmu pengetahuan, gambaran Ganesha diartikan sedang menghisap/menyerap akal manusia yang merupakan sumber ilmu pengetahuan.
  2. Arca Durga Mahesasuramardhini
    Arca dari koleksi Museum ini berupa arca seorang perempuan dengan posisi berdiri dan sikap Tribhangga. Sebuah Arca Perempuan berdiri diatas tampik kerbau atau Mahesa dan mempunyai delapan buah tangan. Hal ini melambangkan kekuatan dan kesaktian Durga yang mampu mengalahkan raksasa. Di tangan kanannya tersebut terlihat sedang memegang cakra, pedang, anak panah dan ekor kerbau, sedangkan di tangan kirinya ia memegang sankha, perisai, busur dan kepala asura. Arca ini dipercayai adalah jelmaan dari Dewi Parwati yang sedang marah. Koleksi arca ini berasal dari Candi Jawi di Pasuruan. Anak Nusantara bisa juga cari tahu tentang rekomendasi Tempat Wisata Dieng Plateau Wonosobo.
  3. Arca Siwa
    Koleksi Museum yang ini, merupakan arca yang menjadi perwujudan dari dewa Siwa. Diketahui bahwa Siwa sering berubah wujud sesuai kebutuhan. Arca Siwa digambarkan memiliki empat tangan. Fungsi dari keempat tangan berbeda-beda. Tangan kanan bagian belakang membawa aksamala, tangan kiri bagian belakang membawa camara atau pengusir lalat. Sedangkan kedua tangan yang berada di bagian depan membawa kuncup dari bunga teratai.

Masih banyak lagi Arca dari koleksi Museum Mpu Tantular. Anak Nusantara bisa menemukan Arca Prajnaparamita, Dewa Wisnu, Dewa Brahmana, Siwa Mahadewa, Dwarapala, Dewi Parwati dan arca lainnya. Arca-arca yang dimiliki Indonesia juga bisa ditemukan di Museum Gajah, Salah Satu yang Tertua & Terbesar di Asia Tenggara.

Koleksi Prasejarah

batu pandhusa di museum mpu tantular
Koleksi Museum – Batu Pandhusa, oleh WordPress/Ilham Rusdhiana

Dari koleksi Museum Mpu Tantular juga ada yang berhubungan dengan zaman prasejarah. Contoh koleksi prasejarah seperti batuan beku. Sebagian yang merupakan batuan beku koleksi museum ini adalah  peridotit, batu kaca, diabas, dan gabro. Namun, ada juga batu endapan seperti kalsit, konglomerat, phosphate, fosil kayu dan contoh batuan malihan yang seperti agat dan marmer.

Tidak hanya batuan saja tetapi ada pula fosil tengkorak manusia purba seperti Pithecanthropus Erectus dan Homo Erectus. Ada pula fosil sisa binatang dan tumbuhan yang membatu. Hingga sampai kepada fosil gading dan geraham gajah yang berusia 600 ribu hingga satu juta tahun lalu. Selain dari semua itu juga ada nekara asal Tuban yang dihiasi motif-motif dengan arti simbolis dan fosil kayu jati. Jika Anak Nusantara ingin mengetahui museum fosil di Indonesia, bisa mengunjungi Museum Sangiran yang dijadikan sebagai situs Warisan Dunia.

Koleksi Museum Lainnya

Batik Pyur dari Lamongan, Singo Mengkok Drajat, Situbondo, Gajah Oling dan batikan lainnya menjadi koleksi Museum Mpu Tantular. Ada pula sarung tenun ikat dan sarung tenun ikat belah ketupat.

Pada zona koleksi klasik dipamerkan alat upacara yang dipakai oleh Hindu-Budha. Uniknya lagi adalah museum ini memiliki satu-satunya peninggalan emas 22 karat di Indonesia.

Ditemukan pula dan menjadi koleksi museum Negeri Jawa Timur adalah shimponion, sepeda kayu, surya stambha, sepeda motor uap dan sepeda tinggi. Juga penemuan akan telepon meja yang berbahan logam perunggu yang diperkirakan dibuat pada sekitar abad-18 masehi.

Lokasi Museum Mpu Tantular

Lokasi dari Museum Negeri Jawa Timur salah satu museum Sidoarjo ini berada di Jl. Buduran Sidoarjo yaitu sebelah barat Jembatan Layang Buduran. Letak dari Museum Negeri Jawa Timur sangat mudah di tempuh dengan motor pribadi ataupun dengan menggunakan kendaraan umum.

FYI, di dalam museum Negeri Jawa Timur Mpu Tantular ini terdapat sebuah aula yang bisa disewa oleh masyarakat umum.

Tiket Masuk Museum Mpu Tantular

Banyak para pengunjung yang datang ke Museum Negeri Mpu Tantular. Berwisata sejarah dengan peninggalan-peninggalan di Indonesia sangatlah berkesan.

Berikut daftar harga Tiket Masuk Museum dan Jam Buka Museum

Jam Buka
Setiap Hari
08.00 – 15.00 (Selasa – Kamis)
08.00 – 13.30 (Jumat – Minggu)
Umum / DewasaRp 4.000
Anak-anakRp 3.000

Baca Juga : Museum Sepuluh November, Gudangnya Informasi Surabaya

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Museum Mpu Tantular Jadi Wisata Museum Sejarah Sidoarjo

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]

    Trending

    Apapun yang terkait dengan fashion, terlebih kalau menyangkut kekeluargaan kerajaan pasti menarik untuk diketahui. Termasuk, pakaian kerajaan pada masa lalu yang tentu mengandung nilai bersejarah penting.  Kali ini kami akan mengajak kalian membahas pakaian putri Kerajaan Majapahit yang merupakan salah satu kerajaan berjaya di Nusantara antara abad ke-13 dan ke-16. Penasaran dengan pakaian putri khas […]
    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada […]