1. Biografi
  2. Tokoh

Prabu Siliwangi : Nama Asli, Sejarah Hingga Silsilah Keturunanya

Dikenal sebagai tokoh sejarah, keberadaan Prabu Siliwangi dianggap abu-abu bahkan sering dianggap sebagai cerita mitos dan dongeng belaka. Pasalnya, Keberadaan dan eksistensi baik dirinya maupun kerajaannya masih sulit untuk ditemukan dan dibuktikan secara nyata. Tokoh ini sebenarnya sangat legendaris yang dikenal sebagai seorang raja dari kerajaan Pajajaran di Jawa Barat. Simak terus pembahasan mengenai sejarah raja Pajajaran di bawah ini.

Sejarah Prabu Siliwangi

Nama Prabu Siliwangi memiliki makna khusus bagi masyarakat Tatar Sunda. Nama tersebut dikenal sebagai suatu kebanggaan bagi masyarakat Tatar Sunda yang mana raja tersebut memimpin kerajaan hingga mencapai masa gemilang. Terdapat beberapa perbedaan mengenai asal-usul nama Siliwangi. Pendapat pertama menyatakan bahwasanya Prabu Siliwangi bukan semata-mata nama sejati, melainkan sebuah alias/julukan/gelar yang disematkan pada para raja pemimpin Kerajaan Sunda.

Versi I

Anggapan bahwa Prabu Siliwangi hanya merupakan gelar saja juga banyak diakui oleh masyarakat. Sedikitnya terdapat empat raja yang dianugerahi gelar tersebut diantaranya Lingga Buana, Niskala Watu Kancana, Sri Baduga Maharaja, dan Surawisesa. Para raja tersebut mendapatkan gelar Prabu Siliwangi atas jasa dan upayanya dalam mengarungi dunia perekonomian baru yang bergerak di bidang perdagangan agraris. Selain itu, tampaknya ada tanggapan yang berbicara bahwa gelar Prabu Siliwangi disematkan pada tiap-tiap raja yang menduduki pemerintahan kerajaan Pajajaran.

Versi II

Pendapat lainnya mengenai Siliwangi adalah gelar yang hanya disematkan pada satu orang. Orang tersebut tidak lain adalah Prabu Jayadewata yang bergelar Sri Baduga Maharaja Ratu Haji(1482-1521). Gelar tersebut ia dapatkan karena dinobatkan sebanyak dua kali yaitu dari sang ayah, Prabu Dewa Niskala, menerima tahta kerajaan Galuh. Tahta kedua ia peroleh dari sang mertua, Susuktunggal, yaitu tahta kerajaan Sunda. Dengan demikian, Prabu Jayadewa adalah penguasa resmi kerajaan Galuh-Sunda yang dinobatkan dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Haji.

Artikel Terkait

  • Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 6, 2024 at 8:53 am

    Rumah merupakan tempat pertama untuk memulai suatu pembelajaran. Termasuk dalam hal gotong royong  Harapannya begitu terjun pada lingkungan masyarakat, kamu paling tidak sudah mengerti arti singkat mengenai hal tersebut. Memang kalau penerapannya contoh gotong royong di rumah seperti apa saja? Selengkapnya bisa kamu baca pada artikel yang dibuat khusus untuk Sobat Literasi. Check it out! Artikel Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 10:28 pm

    Sayang banyaknya nilai-nilai modern, membuat sejumlah nilai tradisional mulai tergeserkan. Salah satunya, gotong royong. Sekarang ini sudah mulai jarang kegiatan yang menggunakan unsur tersebut. Maka tidak heran, mungkin generasi ini tidak memahami dan ketahui Salah satu tempat mereka bisa belajar hal itu dengan diajarkan di sekolah. Melalui beberapa aktivitas yang sifatnya dikerjakan bersama-sama. Untuk contoh Artikel Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Budi Pekerti: Etika Wajib Bangsa Indonesia
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 2:38 am

    Budi pekerti merupakan etika wajib yang dimiliki oleh semua warga Indonesia. Hal ini berkaitan dengan moral yang menuntun kita dalam berperilaku dan berinteraksi dengan sesama. Apabila seseorang tidak memiliki atau menjalankan prinsip budi pekerti seperti mestinya maka akibatnya banyak perilaku negatif yang terjadi pada sekitar. Penjelasan tentang materi ini bisa Sobat Literasi baca pada artikel Artikel Budi Pekerti: Etika Wajib Bangsa Indonesia pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Maret 12, 2024 at 12:34 am

    Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat perekonomian suatu negara adalah dengan mendirikan badan usaha. Suatu negara dapat dikatakan maju apabila tingkat kesejahteraan masyarakat tinggi. Hal ini tentunya tidak kalah jauh dengan taraf ekonomi dan sosial yang baik. Pendekatan yang nyata untuk mewujudkannya adalah dengan melihat bagaimana perkembangan bahan usaha tersebut.  Kawan literasi, asal kalian tahu The post Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya appeared first on Sma Studioliterasi.

Konon, masyarakat segan dan tidak diperbolehkan untuk memanggil raja dengan sebutan gelar lengkapnya. Maka dari itu muncullah nama Prabu Siliwangi yang lebih populer. Siliwangi sendiri berasal dari kata “silih” dan “wewangi” dimana kata “silih” memiliki arti sebagai pengganti. Arti lengkapnya dapat dinyatakan sebagai ‘Pengganti Prabu Wangi’. Berbicara mengenai Prabu Wangi, nama tersebut juga merupakan julukan yang disematkan kepada Prabu Maharaja setelah berhasil ‘mewangikan’ Kerajaan Sunda yang menjadi kebanggaan masyarakat Sunda melalui prestasi dan kemasyhuran yang diraihnya.

Pada masa mudanya Sri Baduga Maharaja dikenal sebagai ksatria yang sangat pemberani dan juga tangkas. Diketahui pula bahwasanya ia merupakan satu-satunya orang yang berhasil mengalahkan Ratu Jayapura ketika bertempur memperebutkan Subang Lara untuk dijadikan sebagai istri. Berkat keberanian dan ketangkasannya itu, ia berhasill memikat hati Subang Larang hingga akhirnya menikahinya.

Ketika pertama kali dinobatkan sebagai raja Galuh oleh  sang kakek, ia kemudian langsung menunaikan amanah dari sang kakek sebagai tindakan pertamanya. Amanah dari kakeknya tersebut berupa pembebasan rakyat dari membayar pajak sebagai apresiasi karena telah melaksanakan dan mengamalkan ajaran dewata dengan tegas. Berkat kebijakannya tersebut, raja Pajajaran tersebut dengan mudahnya mendapat dukungan dari rakyat.

Baca juga: Roro Jonggrang dan Kisah Candi Prambanan yang Melegenda

Silsilah Prabu Siliwangi

Prabu Siliwangi
Prabu Siliwangi, Foto Oleh Voi. id

Seperti yang telah disebut sebelumnya bahwa istri Prabu Siliwangi bernama Nyi Subang Larang. Dari pernikahan tersebut, pasangan raja Pajajaran beserta istrinya tersebut dikaruniai keturunan sebanyak tiga orang. Ketiga anak mereka masing-masing bernama Walangsungsang dan dikenal juga sebagai Pangeran Cakrabuana, Rara Santang yang nantinya dikenal sebagai ibu dari ulama islam yang terkenal di Jawa, yaitu Sunan Gunung Jati. Anak terakhir mereka bernama Prabu Kian Santang yang nantinya juga menjadi pemimpin yang adil.

Kepemimpinan Prabu Siliwangi

Syarif Hidayat merupakan cucu Prabu Siliwangi dari Lara Santang. Tanggal 12 bagian terang bulan Caitra tahun 1404 Saka, cucu Sri Baduga Maharaja tersebut memberhentikan pengiriman upeti yang rutin dibawa ke Pajajaran setiap tahunnya. Di lain sisi, pada waktu yang bersamaan para armada laut kerajaan Demak telah siap siaga di pelabuhan Cirebon guna bersiap serta menjaga apabila terdapat kemungkinan datangnya serangan dari Pajajaran. 

Hal tersebut memang benar terjadi dimana Tumenggung Jayabaya dikirim menuju Cirebon dengan membawa 60 anggota pasukan yang membersamainya. Tumenggung yang memang tidak mengetahui keberadaan pasukan Demak yang sudah bersiap siaga di sana kewalahan menghadapi mereka. Ia dan pasukannya yang berjumlah enam puluh orang tersebut tidak berdaya dalam melawan pasukan gabungan Cirebon-Demak hingga akhirnya menyerahkan diri.

Mendengar kabar tersebut membuat lelaki yang berkedudukan sebagai raja Pajajran itu marah besar. Dengan masih dipenuhi amarah yang menggebu, ia kemudian bersegera menyiapkan pasukan dalam jumlah besar dan berencana menyerang Cirebon. Akan tetapi hal tersebut berhasil digagalkan berkat nasihat dari Purohita yaitu pendeta tertinggi keraton yang bernama Ki Purwa Galih. 

Akibat dari kejadian itu, raja Pajajaran itu lebih menitik beratkan kepemimpinannya dalam hal pembinaan agama, pembuatan jalan, pembuatan parit pertahanan, hingga pembinaan angkatan perang dan pesawat tempur. Keputusan tersebut ia ambil karena Kerajaan Pajajaran adalah negara yang kuat di lingkup daratan namun lemah di laut.  

Macan Putih Prabu Siliwangi

Macan Putih Prabu Siliwangi
Prabu Siliwangi, Macan Putih Prabu Siliwangi, Foto Oleh Bogornewscenter. com

Ketika anaknya yang bernama Kian Santang sudah dewasa, Siliwangi lalu diajak anaknya untuk memeluk Islam. Namun, raja yang bergelar Sri Baduga Maharaja itu menolaknya. Kemudian, karena Kian Santang tidak  ingin ayahnya berada di jalan yang salah, maka ia tidak pernah menyerah untuk membujuknya. Demi menghindari konflik, diceritakan bahwa Prabu SiIiwangi melakukan moksa. Moksa sendiri berarti menghilang dari peradaban saat itu. 

Mitos yang beredar di kalangan masyarakat Sunda adalah mereka mempercayai bahwa Prabu Siliwangi berubah menjadi Macan putih. Menjadi macan putih di sini dapat diartikan dalam dua hal. Yang pertama adalah bahwa raga dari Sri Baduga itu berubah menjadi seekor harimau putih. Tafsir yang kedua mengemukakan bahwasanya sifatnyalah yang berubah layaknya harimau putih, yaitu menjadi lebih pemberani, bertanggung jawab, serta lebih cinta kepada keluarga.

Kesimpulan

Sri Baduga Maharaja seringkali dianggap sebagai mitos belaka oleh masyarakat Indonesia. Namun, pemimpin kerajaan Pajajaran ini bagi sebagian yang lain diyakini keberadaannya nyata sebagaimana raja dari kerajaan yang lain. Meskipun demikian, Kisah Prabu Siliwangi sangatlah melekat dan memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Tatar Sunda.

Baca juga: Nyi Roro Kidul: Legenda dan Penjelasan Rasional

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Prabu Siliwangi : Nama Asli, Sejarah Hingga Silsilah Keturunanya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Busur panah telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia selama berabad-abad. Seni memanah telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Artikel ini akan mengenalkan Anda pada berbagai bentuk busur panah yang ada di Indonesia, serta memberikan wawasan tentang pentingnya seni memanah dalam masyarakat Indonesia. Apa Itu Busur […]

    Trending

    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada […]
    Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]