Kerajaan Pajajaran | Sejarah, Letak, Raja, dan Peninggalan

4 min read

kerajaan pajajaran

Kerajaan Pajajaran atau disebut Kerajaan Sunda, merupakan Kerajaan bercorak agama Hindu. Letak Kerajaan Pajajaran di Parahyangan Sunda, dengan Ibu Kota  di Pajajaran. Dikenal juga dengan sebutan Pakuan Pajajaran. Kata pakuan atau pakuwan berarti kota. Disebut Pakuan Pajajaran karena pada masa itu, orang Asia terbiasa menyebut kerajaan dengan nama ibu kotanya. Maka dari itu disebut Pakuan Pajajaran atau Kota Pajajaran. 

Kerajaan Sunda dibangun sejak tahun 923 oleh Sri Jayabuphati. Sedangkan Pakuan Pajajaran resmi diakui sebagai kerajaan saat Jayadewata naik tahta pada tahun 1482 dengan gelar Sri Baduga Maharaja. Sejarah Kerajaan Pajajaran banyak dikisahkan di banyak kitab cerita, pantun kisah babad, dan prasasti – prasasti peninggalan Kerajaan ini. Dan berakhir di tahun 1579.

Kali ini munus merangkum untuk Anak Nusantara, mengenai Sejarah Kerajaan Pajajaran, Letak nya, Silsilah Kerajaan , Masa Kejayaan Kerajaan Pajajaran dan masih banyak lagi. Mari simak artikel berikut  :

Letak Kerajaan Pajajaran

Jika Anak Nusantara pernah ke daerah Bogor. Disitulah Letak Kerajaan Pajajaran, yang dulu merupakan sebuah daerah bernama Pakuan. Dikisahkan oleh Bujangga Malik, Letak Kerajaan dibatasi oleh Sungai Cimapali atau sekarang bernama Kali Pemali. Bagian barat adalah Selat Sunda. Bagian utara dibatasi Pantai Utara Jawa sampai Brebes, dan untuk wilayah selatan wilayahnya dibatasi oleh Laut Selatan atau Samudera Hindia. 

Ilustari Kerajaan Pajajaran
Ilustrasi Kerajaan Pajajaran pada Masa Jaya, foto oleh metropolitan,id

Catatan Tome Pires juga mengisahkan bahwa Letak Kerajaan ini adalah seluruh wilayah jawa barat saat ini.   Selain itu juga disebutkan letak Kerajaan Pajajaran juga meliputi wilayah Jawa Tengah.

Sumber Sejarah Kerajaan Pajajaran

Setiap kejayaan sebuah kerajaan tentunya memiliki peninggalan-peninggalan. Peninggalan tersebut tentunya menjadi sumber sejarah, termasuk kerajaan ini. Selain itu terdapat naskah-naskah kuno, dan sumber sumber lain.  Adapaun sumber Sejarah Kerajaan Pajajaran antara lain:

Naskah-Naskah:

  • Babad Pajajaran
  • Carita Parahiangan
  • Carita Waruga Guru
  • Carita Kidung Sundayana

Prasasti :

  • Prasasti Batu Tulis, Bogor
  • Prasasti Sanghyang Tapak, Sukabumi
  • Prasasti Rakyan Juru Pengambat
  • Prasasti Horren
  • Prasasti Astanagene

Sumber Sejarah Lain meliputi:

  • Tugu Perjanjian Portugis, Kampung Tugu, Jakarta
  • Taman Perburuan, sekarang menjadi Kebun Raya Bogor
  • Berita asing dari Tome Pires (1513)
  • Berita asing dari Pigafetta (1522)

Sejarah Kerajaan Pajajaran

Sebelum kerajaan berdiri, terdapat beberapa kerajaan yang sudah ada di wilayah Jawa Barat. Seperti Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Galuh, dan Kerajaan Kawali. Kerajaan tersebut juga merupakan cikal bakal berdirinya Kerajaan Pajajaran.

Menurut sejarah kerajaan ini didirikan pada  tahun 923 oleh Sri Jayabuphati sebagaimana tertulis di Prasasti Sang Hyang Tapak di desa Bantar Muncang dan Pancilakan Sukabumi.

Berawal dari melemahnya  Kerajaan Majapahit, anggota kerajaan dan rakyatnya mengungsi ke Kerajaan Galuh, yang teletak di Kuningan, Jawa Barat, di masa pemerintahan Raja Dewa Niskala. 

Pada saat itu, Raja Dewa Niskala menerima dengan tangan terbuka para pengungsi Kerajaan Majapahit. Raja Dewa Niskala juga sempat jatuh cinta dan memperistri salah satu pengungsi dari rombongan Raden Barinbin.

Namun pernikahan Raja Dewa Niskala dengan pengungsi dari Kerajaan Majapahit mendapat penolakan dari  Raja Susuktunggal, saudara kandungnya yang juga Raja Kerajaan Galuh. Karena Raja Dewa Niskala telah melanggar peratutan turun temurun yaitu dilarangnya pernikahan antara Orang Sunda-Galuh dilarang menikah dengan orang keturunan Majapahit. Terjadilah pertikaian antara Raja Dewa Niskala dan Raja Susuktunggal.

Penasehat kerajaan mendamaikan keduanya, dengan hasil : kedua raja tersebut harus turun tahta, dan digantilah Jayadewata atau Prabu Siliwangi, putra dari Dewa Niskala dan menantu Susuktunggal. Akhirnya Jayadewata menyatukan kedua kerajaan menjadi Pajajaran. Sejak tahun 1475 lah  Kerajaan Sunda ini resmi dibentuk. 

Silsilah  Kerajaan Pajajaran

Berikut adalah silsilah Kerajaan Pajajaran dan sedikit penjelasannya:

  1. Sri Baduga Maharaja (1482 – 1521), raja pertama Pajajaran, sekaligus pendiri kerajaan. Saat itu pusat pemerintahan berada di Pakuan. Meskipun menjadi raja pertama, beliau sudah bisa merengkuh kejayaan Pajajaran.  Nama tenarnya adalah Prabu Siliwangi. Sang Prabu saat itu berhasil memakmurkan kehidupan kerajaan, salah satunya adalah dengan membangun jalan utama yang menghubungkan antara Pakuan dan Wanagiri. Beliau juga membuat Talaga Maharena Wijaya untuk pengairan pertanian rakyatnya.
  2. Surawisesa (1521 – 1535), menjabat selama 14 tahun dan masih berpusat di Pakuan. Pada saat itu kejayaan kerajaan masih stabil.
  3. Ratu Dewata (1535 – 1543), hanya menjabat selama 8 tahun. Beliau masih dalam satu garis keturunan Baduga Maharaja. Selama kepemimpinannya sudah mulai timbul gejolak kejayaan kerajaan. Pemerintahannya  mulai kacau, ditambah saat sedang kacau beliau malah memilih meninggalkan jabatanya menjadi pendeta.
  4. Ratu Sakti, bertahta di Pakuan, (1543 – 1551). Beliau juga sangat sebentar menjabat menjadi raja. Selama pemerintahanya tidak terlihat pembaikan keadaan kerajaan. Sifat  buruknya adalah menghambur-hamburkan kekayaan kerajaan dan bermain wanita. 
  5. Ratu Nilakendra (1551-1567), Kerajaan mulai terlihat keruntuhannya. Diketahui saat masa jabatannya Ratu Nilakendra sempat kabur karena serangan dari Maulana, yaitu anak dari Sunan Gunung Jati. 
  6. Silsilah Kerajaan yang terakhir, Raga Mulya (1567 – 1579), bertahta selama 12 tahun, dengan pusat di Pandeglang. Beliau dikenal dengan Prabu Surya Kencana. Sama seperti Ratu Nilakendra, Raga Mulya juga memiliki sifat buruk yang menonjol, sering sekali mabuk-mabukkan. Dari sifatnya itu membuat keadaan kerajaan semakin kacau. Tercatat Raga Mulya adalah Raja terakhir Pajajaran. Kerajaan ini berhasil ditaklukan oleh Maulana Yusuf dari Banten. Kemudian Maulana Yusuf sempat jadi raja,namun dengan atas nama kerajaan Sunda yang selanjutnya menjadi Kerajaan Banten.

Masa Kejayaan Pajajaran

Berbeda dengan kerajaan lain, yang berjaya pada kepemimpinan raja-raja kesekian.  Masa Kejayaan Kerajaan Sunda ini justru kebalikannya. Selama kerajaan ini berdiri, masa jayanya adalah pada awal-awal dibangun. 

Yakni pada masa Sri Baduga Maharaja, atau Prabu Siliwangi. Beliau berhasil membawa Masa Kejayaan Pada Kerajaan Ini. Segala aspek beliau kembangkan, dari perekonomian, pertahanan, bahkan sampai aspek spiritual.

Prabu Siliwangi berhasil membuat talaga besar yang bernama Maharena Wijaya, mebangun jalan utama yang menghubungkan Ibukota Pakuan dan Wanagiri. Pemperkuat pertahanan kerajaan, membuat pertunjukan, menyusun undang-undang kerajaan. 

Dari segi spiritual beliau sengaja membuat sebuah desa khusus pendeta, ini bertujuan agar kehidupan beragama berjalan lancar.

Hal-hal tersebut merupakan masa Kejayaan Kerajaan Pajajaran, yang tentunja membuat rakyatnya semakin nyaman dan makmur.

Baca Juga : Kerajaan Banten: Sejarah, Nama Raja, dan Peninggalan

Runtuhnya Kerajaan Pajajaran

Runtuhnya Kerajaan ini disebabkan oleh serangan dari  Kesultanan Banten pada tahun 1579. Berakhirnya kerajaan ini ditandai dengan diboyongnya singgahsana raja yang disebut  Palangka Sriman Sriwacana, berupa batu berukuran 200x160x20 cm. Singgahsana ini dipindahkan dari Pakuan Pajajaran ke Keraton Surosowan di Banten oleh pasukan Maulana Yusuf.

Pemindahan ini dilakukan atas dasar tradisi politik, agar di Pakuan Pajajaran tidak ada penerus raja baru. Hal ini juga pertanda bahwa kekuasaan Sunda saat itu sudah berpindah tangan ke Maulana Yusuf sebagai pemegang kekuasaan tahta. 

Peninggalan Kerajaan Pajajaran

Dari masa kejayaan sampai masa runtuhnya Kerajaan ini tentunya memiliki peninggalan-peninggalan sebagai bukti eksistensinya pada masa itu. Berikut Ini adalah rangkuman peninggalan Kerajaan Pajajaran berupa prasasti :

  1. Prasasti Cikapundung, ditemukan tahun 2010, diduga berasal dari abad ke 14. Prasasti ini berisikan tulisan sunda kuno dan terdapat beberapa gambar telapak tangan, kaki dan wajah. Tulisan di prasasti peninggalan Kerajaan Pajajaran ini berarti, “Semua manusia di dunia ini dapat mengalami suatu apapun. 
  2. Prasasti Huludayeuh, terletak di Kampung Huludayeuh, Desa Cikalahang, Kecamatan Sumber, Cirebon. Menceritakan kebijakan Sri Maharaja Ratu Haji di Pakwan Sya Sang Ratu Dewata untuk memakmurkan rakyatnya. 
  3. Prasasti Pasir Datar, disimpan di Museum Nasional. Prasasti ini belum bisa diterjemahkan isinya karena kondisinya tidak utuh. Peninggalan Kerajaan Pajajaran ini ditemukan tahun 1872,  di daerah Pasir Datar, Cisande, Sukabumi.
  4. Prasasti Perjanjian Sunda Portugis, ditemukan tahun 1918 di Jakarta. Dibuat untuk perjanjian antara Portugis dan Pajajaran, yang diwakili oleh Enrique Leme. 
  5. Prasasti Ulubelu, ditemukan tahun 1936, di Lampung, daerah Ulubelu. Meskipun prasasti ini ditemukan di daerah Sumatera, diduga prasasti ini termasuk Peninggalan Kerajaan Pajajaran abad 15, karena terbukti menggunakan bahasa Sunda Kuno.
  6. Prasasti Kebon Kopi 2,tahun 932 M, ditemukan di dekat lokasi Prasasti Pasir Datar atau Prasasti Kebon Kopi 1. Ditemukan pada abad 19.

Last Updated on Januari 11, 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll up