1. Blog

Sejarah Zaman Logam: Pembagian Zaman, Kebudayaan dan Peninggalan

Jika kita menengok ke belakang, sudah tidak terhitung berapa zaman yang telah kita lewatkan. Salah satunya adalah zaman logam, masa dimana para nenek moyang kita mulai mengenal logam berupa tembaga, perunggu bahkan besi. Kebudayaan pada zaman logam dibawa oleh masyarakat Asia Tenggara yang sengaja datang untuk menyebarkan kebudayaan yang mereka kuasai. Dibawah ini Munus telah merangkum penjelasan lebih lengkap terkait Zaman Logam.

Sejarah Zaman Logam

Zaman logam adalah zaman dimana manusia telah mulai berevolusi. Zaman ini berlangsung sekitar tahun 3000 SM sampai 1200 SM. Zaman ini disebut juga dengan zaman perundagian. Di masa ini, manusia mulai mengenal dan terampil membuat alat-alat yang berasal dari bahan logam. Teknik-teknik pengolahan berbagai alat dari logam juga telah ditemukan, sehingga manusia perlahan mulai meninggalkan alat dari batu dan beralih ke logam.

Jika dibandingkan dengan zaman batu, pembuatan peralatan dari bahan logam lebih mudah dan membutuhkan waktu yang lebih singkat. Untuk membuatnya, hanya perlu meleburkan logam kemudian menuangkannya ke dalam cetakan.

Seiring kemajuan pola pikir masyarakat pada saat itu, mereka juga telah mengenal sistem barter. Alat-alat logam yang telah dibuat ditukarkan dengan berbagai bahan makanan. Karena itu zaman ini disebut juga dengan masa perundagian, dimana kata “undagi” dalam bahasa Bali memiliki arti orang-orang yang terampil membuat alat dari logam.

Artikel Terkait

  • Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 4:59 am

    Mempelajari makhluk hidup memang tidak ada habisnya ya guys. Dengan mempelajarinya kalian jadi tahu apa jenis-jenis hewan yang ada di muka bumi ini. Salah satu jenis hewan yang sering kita temui adalah cacing. Hewan yang bikin geli ini dan sering muncul saat musim hujan ini adalah hewan yang akan kita bahas kali ini.  Nah, kalau The post Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 3:48 am

    Halo kawan literasi, bagaimana kabar kalian? aku harap baik-baik saja, ya. Pada pembahasan artikel fisika ini masih berhubungan dengan kelistrikan yaitu hukum ohm. Nah, pasti kalian sedikit banyak mengenal hukum fisika tersebut. Ternyata dalam rangkaian listrik, harus mempunyai hambatan dengan besar tertentu, lho. Mau tau kenapa?  Daripada penasaran, ayo kita belajar hukum fisika ini mulai The post Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 16, 2024 at 7:42 am

    Kegiatan transaksi sangat berkaitan dengan alat pembayaran. Semakin bertambahnya zaman, teknologi dan informasi di bidang ekonomi dan perbankan semakin berkembang. Analogi sederhananya adalah keadaan dahulu semaju sekarang, alat pembayaran hanya menggunakan uang logam dan uang kertas.  Ternyata, manusia menemukan beberapa keterbatasan dalam melakukan pembayaran. Jadi, muncullah beberapa metode atau alat pembayaran yang efektif dan efisien The post Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 15, 2024 at 5:17 am

    Salah satu alat optik yang paling dipakai oleh orang-orang yang di sekitar adalah kacamata. Seperti yang kita tahu, kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk melihat objek dengan jelas. Nah, kawan literasi apakah kalian menyadari bahwa kacamata memiliki sistem khusus untuk memudahkan mata melihat benda dari jarak dekat maupun jauh?  Atau sesederhana kamera yang sering kita The post Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui appeared first on Sma Studioliterasi.

Baca juga: Pembagian Zaman Praaksara – Kebudayaan, dan Peninggalannya

Kehidupan Mayarakat

Masyarakat yang hidup di masa itu adalah masyarakat Melayu Muda dan Deutro Melayu. Sebagian besar dari mereka merupakan pendatang dari daratan Asia Tenggara tepatnya dari Dong Son atau yang saat ini kita sebut dengan Vietnam. Mereka merupakan nenek moyang dari suku Jawa, Bali, Bugis, Madura dan sekitarnya.

Kedatangan mereka bertujuan untuk menyebarkan kebudayaan serta keahlian mereka. Selain terampil dalam pembuatan alat dari bahan logam, mereka juga telah menguasai teknik persawahan.

Perkembangan kehidupan manusia pada masa itu sangatlah pesat, berikut penjelasan mengenai ciri-ciri kehidupan pada zaman logam:

  • Perdagangan sudah dilakukan dari pulau ke pulau di Indonesia bahkan hingga Asia Tenggara dengan sistem barter. Mereka menukarkan beberapa alat logam dengan rempah-rempah, manik-manik ataupun bahan baku pembuatan alat lainnya.
  • Kebudayaan sudah semakin meningkat dan mengalami kemajuan.
  • Untuk sistem penguburan jenazah, manusia pada saat itu telah mengenal dua cara secara langsung dan tidak langsung. Penguburan secara langsung dilakukan dengan meletakkan jenazah dalam sebuah peti dan langsung menguburkannya ditanah atau bisa dilakukan tanpa menggunakan peti. Sedangkan, penguburan secara tidak langsung melalui berapa tahap, tahap pertama jenazah diletakkan dalam sebuah peti dan dikuburkan ke dalam tanah. Tahap keduanya, setelah jenazah tersebut sudah menjadi rangka, mereka mengambilnya kemudian dikuburkan kembali ke dalam kuburan batu.
  • Sistem cocok tanam juga sudah berkembang pada zaman ini.
  • Sesuai dengan namanya, pada masa ini manusia telah mahir membuat alat-alat dari bahan baku logam, tidak hanya perakitan berat saja namun juga berupa perhiasan dan senjata.

Pembagian Zaman di Zaman Logam

Pada dasarnya zaman ini dibagi menjadi tiga yaitu, zaman tembaga, zaman perunggu dan zaman besi. Namun zaman tembaga tidak berkembang di Indonesia, sehingga di Indonesia zaman logam hanya dibagi menjadi dua, yaitu zaman perunggu dan zaman besi. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai pembagian zaman pada zaman logam:

Zaman Tembaga

Di zaman inilah manusia mulai mengenal logam. Sering kali mereka menggunakan tembaga sebagai bahan baku pembuatan peralatan logam. Zaman ini berkembang di beberapa negara di luar Indonesia seperti Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Vietnam.

Zaman Perunggu

Zaman perunggu merupakan zaman dimana manusia telah mengenal perunggu sebagai bahan baku dalam pembuatan peralatan yang mereka butuhkan. Perunggu merupakan bahan dasar yang lebih keras daripada tembaga. Zaman ini juga seringkali disebut juga dengan Donsong-Tongkin Cina.

Zaman Besi

Pada zaman ini, peralatan yang dibuat bisa dibilang paling sempurna karena berasal dari besi. Manusia pada zaman ini telah mengenal bahan dasar besi yang lebih keras daripada tembaga ataupun perunggu.

Peninggalan Zaman Logam

Di setiap masanya, nenek moyang kita selalu meninggalkan sejarah sebagai bukti eksistensi mereka di zaman terdahulu. Berikut peninggalan – peninggalan zaman logam yang berhasil ditemukan oleh para ahli

Peninggalan Zaman Logam: Tembaga

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa zaman tembaga diketahui tidak berkembang di Indonesia. Hal tersebut karena sampai saat ini belum pernah ditemukan peninggalan sejarah yang berbahan baku tembaga di Indonesia. Indonesia didominasi oleh peninggalan berupa perunggu dan besi. Peninggalan zaman tembaga banyak ditemukan di eropa berupa kapak tembaga yang telah dipakai semenjak 7500 tahun yang lalu.

Peninggalan Zaman Logam: Perunggu

Peninggalan pada zaman ini berupa peralatan yang berbahan dasar perunggu. Peninggalan pada zaman perunggu yang ditemukan di Indonesia, diantaranya:

Candrasa

Alat ini memiliki bentuk yang hampir sama dengan kapak. Alat ini berfungsi untuk kegiatan sehari-hari, bukan merupakan alat berat untuk perang. Candrasa pernah ditemukan di daerah Bandung

Kapak Corong

Kapak Corong disebut juga dengan kapak sepatu. Alat ini sering digunakan sebagai senjata atau alat kebesaran dalam sebuah upacara adat. Kapak corong pernah ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Bali.

Nekara

Nekara berbentuk seperti gendang dengan ukuran besar. Alat ini biasanya digunakan sebagai pengiring kematian, memanggil hujan, upacara spiritual atau sebagai genderang perang. The Moon of Pejeng merupakan nama dari Nekara terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia yang saat ini berada di Bali.

Bejana Perunggu

Alat ini berbentuk gepeng sekaligus langsing mirip dengan Periuk. Bejana pernah ditemukan di Indonesia tepatnya di wilayah Sumatera dan Madura

Moko

Moko memiliki bentuk yang sama dengan Nekara namun versi lebih kecilnya. Moko biasanya digunakan sebagai pusaka oleh seorang kepala suku. Benda ini biasanya diwariskan secara turun-temurun. Moko banyak ditemukan di sekitar Pulau Alor dan Manggarai Flores.

Arca Perunggu

Seperti pada umumnya arca, arca perunggu peninggalan zaman logam memiliki bentuk seperti manusia atau hewan. Arca ini memiliki ukuran kecil dan biasanya digunakan sebagai liontin. Arca perunggu ditemukan di wilayah Palembang, Bangkinang (Riau) dan Limbangan (Bogor).

Peninggalan Zaman Logam: Besi

Di Indonesia telah ditemukan beberapa peninggalan dari Zaman Besi, diantaranya:

  • Mata Kapak
  • Mata Pisau
  • Mata Sabit
  • Mata Pedang
  • Cangkul

Benda-benda tersebut seringkali ditemukan di daerah Gunung Kidul, Bogor, Besuki dan Punung (Jawa Timur)

Hasil Kebudayaan Zaman Logam

Hasil kebudayaan Zaman Logam tidak hanya berupa benda-benda atau senjata namun mereka juga mewariskan hasil kebudayaan berupa teknologi. Manusia pada zaman tersebut memiliki dua teknik untuk membuat peralatan yaitu teknik a cire perdue (teknik cetak lilin) dan teknik bivalve (teknik setangkup). Berikut penjelasannya:

Teknik A Cire Perdue (Teknik Cetak Lilin)

Teknik ini memerlukan bahan dasar berupa lilin dan tanah liat. Langkah-langkah pembuatannya seperti berikut:

  • Bentuk lilin menjadi sebuah benda yang diinginkan
  • Lilin tersebut kemudian dibungkus menggunakan tanah liat
  • Setelah dibungkus dengan rapi, kemudian dibakar. Dari proses pembakaran tersebut lilin akan leleh.
  • Setelah lilin leleh, masukkan bahan logam ke dalam tempat yang kosong bekas lelehan lilih
  • Setelah cairan tersebut beku, tanah liat dibersihkan dan dibuang.

Kelemahan dari teknik ini adalah tidak dapat digunakan kembali. Dengan kata lain, hanya sekali pakai saja.

Teknik Bivalve (Teknik Setangkup)

Teknik kedua ini disebut dengan teknik setangkup karena pembuatannya dilakukan dengan menangkupkan dua cetakan batu yang didalamnya diisi cairan logam. Langkah-langkah pembuatannya seperti berikut:

  • Tangkupkan kedua cetakan tersebut dan ikat dengan kuat, lalu masukkan cairan logam melalui rongga kedua cetakan tersebut.
  • Tunggu hingga cetakan beku
  • Setelah dirasa dingin dan beku, lepas cetakan tersebut maka jadilah bentuk logam seperti yang diinginkan

Teknik ini merupakan teknik yang lebih mudah dan cetakannya juga bisa digunakan berulang kali. 

Kesimpulan

Zaman logam merupakan masa dimana manusia telah mengenal logam sebagai bahan baku peralatan mereka. Zaman logam dibagi menjadi tiga periode yaitu zaman tembaga, zaman perunggu dan zaman besi. Namun, zaman tembaga tidak berkembang di Indonesia. Benda peninggalan zaman logam berupa perunggu dan besi banyak ditemukan di Indonesia. Selain benda, nenek moyang telah mewariskan hasil kebudayaan zaman logam berupa teknik-teknik pembuatan logam.

Baca juga: Sejarah Zaman Batu: Pembagian Zaman, Ciri-ciri dan Peninggalannya

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Sejarah Zaman Logam: Pembagian Zaman, Kebudayaan dan Peninggalan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Busur panah telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia selama berabad-abad. Seni memanah telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Artikel ini akan mengenalkan Anda pada berbagai bentuk busur panah yang ada di Indonesia, serta memberikan wawasan tentang pentingnya seni memanah dalam masyarakat Indonesia. Apa Itu Busur […]

    Trending

    Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]
    Selama berabad-abad, Indonesia telah menjadi rumah bagi keberagaman budaya yang kaya, termasuk seni tari tradisional yang memukau. Tari tradisional Indonesia bukan hanya sekadar gerakan-gerakan artistik yang menakjubkan, tetapi juga mewakili identitas, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat di berbagai daerah. Tari Sirih Kuning adalah salah satu jenis tarian tradisional yang memiliki akar budaya kuat bagi masyarakat Betawi. […]