1. Blog

Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959, Latar Belakang, Dampak, & Tujuan

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 merupakan salah satu peristiwa rangkaian sejarah paling penting di Indonesia pada ranah politik. Dikeluarkannya dekrit Presiden merupakan tanda berawalnya Demokrasi Terpimpin pada masa pemerintahan Soekarno. Apa yang menyebabkan dikeluarkannya Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959? Yuk kita pelajari selengkapnya mengenai isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959, tujuan, dan dampaknya bagi Indonesia.

Baca juga: Lahirnya Masa Orde Baru, Hasil dari Runtuhnya Era Orde Lama

Latar Belakang Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dikeluarkan oleh presiden pertama Indonesia yakni Soekarno. Alasan utama adanya dekrit adalah permasalahan pada Badan Konstituante yang gagal dalam menetapkan UUD baru untuk menggantikan Undang Undang Sementara pada 1950. 

Mengapa UUDS 1950 harus diganti? Pada saat itu terjadi permasalahan pada kabinet yang sering berganti sehingga menyebabkan terjadinya ketidakstabilan di ranah politik. Sehingga Badan Konstituante yang merupakan lembaga dewan perwakilan yang bertugas membentuk suatu konstitusi bagi Indonesia, memiliki tugas untuk mengganti UUDS 1950. 

Artikel Terkait

  • Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 10, 2024 at 12:32 am

    Kitab Weda adalah kitab suci utama yang menjadi pedoman hidup bagi umat Hindu, yang dipercaya berasal dari sekitar 1500-500 SM. Kata “Weda” berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “pengetahuan” atau “kebijaksanaan”. Pada kitab Weda isinya, mengenai doa, pujian, dan ajaran yang menjadi pedoman utama dalam bertindak. Selengkapnya, mengenai Kitab Weda bisa kamu baca penjelasannya dibawah Artikel Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • 5 Fungsi Musik dalam Senam Irama adalah Untuk
    by Amanda R Putri (Sma Studioliterasi) on Mei 8, 2024 at 2:12 pm

    Salah satu aspek yang terdapat pada senam irama, yakni musik. Fungsinya, tidak lain agar lebih semangat saat senam, dan pastinya untuk menambah kesan keindahan. Eits, masih ada fungsi lainnya, lho! Selengkapnya, bisa kamu simak penjelasannya dibawah ini! Fungsi Musik dalam Senam Irama  Fungsi musik dalam senam irama tak hanya sebatas pengiring saja, namun memiliki peran The post 5 Fungsi Musik dalam Senam Irama adalah Untuk appeared first on Sma Studioliterasi.

  • 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 2, 2024 at 6:00 am

    Tenses masih menjadi penghambat utama saat belajar Bahasa Inggris. Pasalnya kita dituntut untuk menguasai berbagai jenis tenses dan masing-masing memiliki fungsinya berdasarkan waktu kamu melakukan kegiatan. Karena kalau salah, maka dapat mempengaruhi susunan atau lanjutan kalimat berikutnya.  Bahkan bisa terjadinya misscom lantaran hanya kesalahan dalam memakai tenses. Tapi tenang, sebenarnya masih ada beberapa cara mudah Artikel 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Mari Ketahui, 9 Sifat-Sifat Gelombang Bunyi!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 2, 2024 at 5:30 am

    Sifat-sifat gelombang bunyi merupakan salah satu dari sekian materi yang termasuk dalam kelompok IPA. Bahkan, kita sudah mulai mendapatkannya sejak berada level Sekolah Dasar (SD). Pas banget, Studio Literasi menuliskan artikel ini khusus tentang sifat-sifat gelombang bunyi buat yang sedang atau akan mempelajarinya. Yuk, persiapkan dirimu dengan menambah pengetahuan ilmu tersebut dengan membacanya! Gelombang Bunyi Artikel Mari Ketahui, 9 Sifat-Sifat Gelombang Bunyi! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Anggota konstituante memulai persidangan untuk menetapkan UUD baru pada 10 November 1956, namun setelah dua kemudian UUD masih belum dirumuskan. Berdasarkan kondisi tersebut maka Presiden Soekarno menyampaikan amanat di depan Sidang Konstituante pada 22 April 1959.

Beliau menganjurkan agar Indonesia kembali menggunakan UUD 1945, maka dilakukan pemungutan suara untuk menetapkan hasil. Berdasarkan hasil voting, 269 suara setuju untuk menetapkan kembali UUD 1945 dan 199 tidak setuju. Namun, suara ini tidak sah karena belum memenuhi jumlah minimum anggota yang harus hadir, maka diadakan sidang kedua yakni 1-2 Juni 1959 yang kembali mengalami kegagalan.

Maka, dengan ini Badan Konstituante gagal menjalankan tugasnya. Presiden akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959. Tujuan isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah untuk menyelamatkan negara berdasarkan staatsnoodrecht atau hukum ketika negara dalam keadaan berbahaya.

Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Isi dekrit presiden 5 juli 1959
Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Kondisi politik di Indonesia yang pada saat itu memburuk, akhirnya Presiden mengeluarkan dekrit. Berdasarkan buku Sejarah Hukum Indonesia oleh Sutan Remy, berikut adalah isi Dekrit Presiden 1959:

  • Dibubarkannya Konstituante.

  • Diberlakukannya kembali UUD 1945.

  • Tidak berlakunya lagi UUD 1950.

  • Dibentuknya Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dan Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS).

Baca juga: 6 Ancaman di Bidang Sosial Budaya, Contoh, & Cara Menyikapinya

Dampak Dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Penyebab gagalnya Konstituante dalam merumuskan UUD baru disebabkan banyaknya kepentingan dari berbagai kelompok yang menimbulkan gejolak dan ketidakstabilan politik. Hal ini membuat Indonesia tidak stabil di bidang politik.

Merangkum dari Buku Modul Pembelajaran SMA: Sejarah Indonesia (2020) menjelaskan ada berbagai dampak ketika Presiden mengeluarkan isi Dekrit Presiden 1959. Berikut adalah dampaknya:

  1. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 merupakan akhir dari tugas kabinet, parlemen, dan periode sistem parlementer itu sendiri.
  2. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 menjadi akhir masa Demokrasi Parlementer 
  3. Keluarnya dekrit presiden 5 juli 1959 ditandai dengan beralihnya periode pemerintahan partai politik yang membuat peranan parlemen dipegang langsung oleh presiden dan melahirkan sistem Demokrasi Terpimpin.

Baca juga: 20 Tokoh Proklamasi dan Perannya dalam Kemerdekaan RI

Nah itu tadi penjelasan lengkap mengenai isi dekrit presiden, latar belakang, dan dampaknya. Semoga membantu kamu dalam mempelajari sejarah penting di Indonesia ya!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959, Latar Belakang, Dampak, & Tujuan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]

    Trending

    Apapun yang terkait dengan fashion, terlebih kalau menyangkut kekeluargaan kerajaan pasti menarik untuk diketahui. Termasuk, pakaian kerajaan pada masa lalu yang tentu mengandung nilai bersejarah penting.  Kali ini kami akan mengajak kalian membahas pakaian putri Kerajaan Majapahit yang merupakan salah satu kerajaan berjaya di Nusantara antara abad ke-13 dan ke-16. Penasaran dengan pakaian putri khas […]
    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada […]