1. Biografi
  2. Tokoh

Biografi Dr Soetomo: Riwayat Hidup & Berdirinya Boedi Oetomo

Dr. Soetomo adalah sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia yang sangat berpengaruh pada masa pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia. Beliau memiliki jasa yang sangat penting terhadap berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Lalu bagaimanakah riwayat hidup dan perjuangan dr. Soetomo? Simak biografi dan profilnya berikut ini.

Tentang Dr Soetomo

Dikutip dari buku Rekam Jejak Dokter Pejuang dan Pelopor Kebangkitan Nasional (2008), dr. Soetomo berasal dari desa Ngapeh, Nganjuk, Jawa Timur. Beliau lahir pada 30 Juli tahun 1888 dengan nama asli Soebroto. Namanya diganti dengan tujuan agar mudah masuk ke sekolah menengah Belanda. 

Orang tua dr. Soetomo bernama Raden Suwaji yang merupakan seorang birokrat kolonial sebagai wedana di Maospati, Madiun. Berdasarkan latar belakangnya, Soetomo termasuk golongan orang yang beruntung karena dibesarkan oleh keluarga yang serba berkecukupan dan terhormat. 

Kakeknya bernama R. Ng. Singawijaya atau K.H. Abdurrakhman merupakan sosok religius yang disegani, sehingga pengaruh religius mengalir deras dalam dirinya.  Nenek Soetomo menuntut ia sejak dini agar taat dalam melakukan kegiatan beragama dan mengajarkan nilai agar Soetomo memiliki jiwa yang kuat, berani, dan berpendirian kokoh. 

Artikel Terkait

[feedzy-rss feeds='https://sma.studioliterasi.com/feed/,https://studioliterasi.com/feed/' max='4' multiple_meta='yes' template='default']

Soetomo terbiasa hidup serba berkecukupan dan dimanjakan oleh kakek-neneknya. Soetomo kecil tumbuh sebagai bocah yang nakal dan suka berkelahi dengan teman sebayanya, bukan Soetomo namanya jika tak pulang dengan wajah yang bengkak dan pakaiannya yang koyak. 

Riwayat Pendidikan Dr Soetomo

Soetomo
Soetomo (Sumber: Wikipedia)

dr. Soetomo kecil bersekolah di Sekolah Rendah Bumiputera, Madiun. Setelah itu berpindah ke Bangil, Jawa Timur dan ikut dengan pamannya agar bisa masuk ke sekolah Europeesche Lagere School (ELS). Karena ditolak oleh ELS, ayahnya menyarankan Soetomo bersekolah di School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) karena ia ingin Soetomo menjadi dokter. 

Saat usia 15 tahun, Soetomo ke Batavia dan resmi menjadi siswa STOVIA pada 10 Januari 1903 dan lulus pada tahun 1911. Semasa di STOVIA tersebutlah ia mulai mendirikan organisasi Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908.

Setelah lulus ia bekerja sebagai dokter pemerintahan di Jawa dan Sumatra. Pada tahun 1919 sampai dengan tahun 1923, Soetomo berkesempatan mendapat beasiswa dan melanjutkan studi kedokterannya di spesialis kedokteran Universitas Amsterdam. Selama kuliah, Soetomo juga aktif ikut berkegiatan di Indische Vereeniging. Soetomo juga pernah terpilih menjadi ketua Indische Vereeniging periode 1921–1922.

Perjalanan Hidup Dr Soetomo

Setelah lulus dari STOVIA pada tahun 1911, dr. Soetomo bertugas sebagai dokter di beberapa daerah Jawa dan Sumatera. Saat bertugas di Jawa, ia berhasil menangani dan membasmi wabah pes yang melanda daerah Magetan. Dari pengalaman itu ia banyak memperoleh pelajaran yang berharga sering dengan berpindahnya tempat tugas. 

Soetomo banyak mengambil pelajaran ketika bertugas menjadi dokter di berbagai daerah. Ia semakin banyak mengetahui kesengsaraan rakyat Indonesia di masa penjajahan secara langsung dan dapat membantu mereka. Sebagai seorang dokter, ia bahkan tidak menetapkan tarif dan seringkali pasien dibebaskan dari pembayaran. Maka dari itu ia dikenal sebagai seorang dokter yang dermawan dan empati sosial terhadap rakyat Indonesia sangat tinggi.

Setelah bertugas menjadi dokter selama beberapa waktu, ia memperoleh kesempatan untuk melanjutkan studi kedokterannya di negeri Belanda pada tahun 1919. Sekembalinya ke tanah air, ia melihat dan merasakan beberapa kelemahan yang ada pada organisasi Boedi Oetomo yang didirikannya saat mengenyam pendidikan di STOVIA. Pada waktu itu sudah banyak partai politik yang berdiri, sehingga ia ikut giat mengusahakan agar organisasi Boedi Oetomo bergerak di bidang politik dan keanggotaannya terbuka bagi seluruh rakyat.

Pada tahun 1924, Soetomo mendirikan Indonesische Studie Club (ISC) yang merupakan komunitas bagi kaum terpelajar Indonesia. ISC sendiri berhasil mendirikan beberapa sekolah antara lain sekolah tenun, bank kredit, koperasi, dan sebagainya. Pada tahun 1931 ISC berganti nama menjadi Persatuan Bangsa Indonesia (PBI) dan di bawah pimpinannya, PBI sangat berkembang pesat.

Sementara itu di sisi lain tekanan dari Pemerintah Kolonial Belanda terhadap pergerakan nasional semakin ketat dan keras. Pada Januari 1934 maka dibentuklah Komisi Boedi Oetomo-PBI yang kemudian disetujui oleh kedua pengurus-besarnya di pertengahan 1935 untuk segera berfusi. 

Kongres peresmian fusi pada tanggal 24-26 Desember tahun 1935 merupakan kongres terakhir Boedi Oetomo yang pada akhirnya melahirkan Partai Indonesia Raya atau disingkat PARINDRA. Kemudian dr. Soetomo diangkat menjadi ketua dan partai PARINDRA memiliki visi dan misi untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Berdirinya Organisasi Boedi Oetomo

Organisasi Budi Otomo
Organisasi Budi Otomo (Sumber: Guru Pendidikan)

Organisasi Boedi Oetomo adalah organisasi modern pertama di Indonesia yang didirikan oleh dr. Soetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Pada tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional yang sangat berperan untuk menuju kemerdekaan Indonesia. 

Kebangkitan Nasional tidak lepas dari dampak perjuangan dr. Soetomo terhadap pergerakan nasional. Adapun pergerakan nasional dan tujuan dari organisasi ini adalah untuk kemajuan nusa dan bangsa, antara lain untuk memajukan pendidikan, pertanian, peternakan, perdagangan, teknik dan industri, kebudayaan, mempertinggi cita-cita kemanusiaan untuk mencapai kehidupan bangsa dan negara yang terhormat.

Kelahiran Boedi Oetomo sebagai Perhimpunan Nasional Indonesia dipelopori oleh pelajar STOVIA yaitu Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, M. Suradji, dicetuskan oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo dan dibantu oleh Suwardi Surjaningrat atau Ki Hajar Dewantara . Soetomo sendiri merupakan ketua dari organisasi Boedi Oetomo. 

Kongres peresmian dan pengesahan anggaran dasar Boedi Oetomo diadakan di Yogyakarta pada tanggal 5 Oktober 1908. Adapun pengurus pertama terdiri dari: Tirtokusumo sebagai ketua; Wahidin Sudirohusodo sebagai wakil ketua; Dwijosewoyo dan Sosrosugondo. Kemudian untuk sekretaris; Gondoatmodjo , bendahara; Suryodiputro, Gondosubroto, dan Tjipto Mangunkusumo sebagai komisaris.

Akhir Hayat Dr Soetomo

Dr. Soetomo menghembuskan nafas terakhir dan wafat di Surabaya pada tanggal 30 Mei 1938 karena kesehatannya yang terus menurun. Jenazah beliau dikebumikan di belakang Gedung Nasional Indonesia (GNI) di Bubutan, Surabaya, Jawa Timur. Karena banyaknya jasa untuk bangsa dan kemerdekaan Indonesia, dr. Soetomo dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No.657 Tahun 1961. 

Untuk mengenang perjuangan beliau, nama dr. Soetomo juga identik dengan Hari Kebangkitan Nasional mengingat organisasi Boedi Oetomo didirikan oleh dr. Soetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Selain itu namanya digunakan sebagai nama perguruan tinggi, gedung, jalan, hingga Rumah Sakit Umum Daerah yang terletak di Surabaya, Jawa Timur.

Seperti itulah riwayat hidup, pendidikan, dan karir Bung Tomo sehingga ia bisa menjadi Pahlawan Nasional Indonesia. Dampak perjuangan dr. Soetomo terhadap pergerakan nasional sangat mengagumkan bukan? Semoga informasi ini bermanfaat untuk pembaca Museum Nusantara, ya.

Tidak ada komentar
Komentar untuk: Biografi Dr Soetomo: Riwayat Hidup & Berdirinya Boedi Oetomo

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Halo Anak Nusantara, kali ini kita akan membahas secara lengkap mengenai isi prasasti kalasan beserta sejarahnya. Bagi kamu yang penasaran, berikut rangkuman lengkapnya hanya di Museum nusantara.  Sejarah & Pembuat Prasasti Kalasan Prasasti Kalasan adalah prasasti berbahasa Jawa Kuno yang ditemukan di desa Kalibening, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Prasasti ini ditemukan pada […]

    Trending

    Halo anak Nusantara! Indonesia memiliki banyak peninggalan yang masih ada dan dirawat sampai saat ini, salah satu bentuk peninggalan yang cukup terkenal adalah Candi. Biasanya, candi-candi yang ada di wilayah Indonesia berasal dari zaman kerajaan Hindu-Buddha. Beberapa masih berdiri megah dan menjadi objek pariwisata, sedangkan beberapa peninggalan candi sudah hilang termakan usia. Pada kesempatan kali […]