1. Blog

Mengenal Ancaman di Bidang Politik & Strategi Mengatasinya

Indonesia sudah berdiri sejak 76 tahun yang lalu. Untuk sampai ke titik ini, tentu banyak sekali rintangan yang sudah dihadapi. Meskipun sudah sampai di titik yang kita rasa aman, Indonesia masih memiliki ancaman tersendiri. Pada kesempatan kali ini, Museum Nusantara akan membahas tentang ancaman di bidang politik yang terjadi di Indonesia. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, simak artikel Munus di bawah ini!

Nepotisme

Ancaman di bidang politik yang pertama adalah Nepotisme. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Nepotisme berarti kecenderungan untuk mengutamakan sanak saudara dalam memegang kekuasaan pemerintah. Bahkan KBBI mengaitkan kata-kata ini dengan pemerintah. 

Praktek nepotisme memang marak dilakukan oleh para pejabat. Biasanya, sanak saudara akan secara otomatis mendapat jatah jabatan meskipun tidak punya kapabilitas untuk memegang kekuasaan. Indonesia sendiri sudah mengatur nepotisme ini ke dalam Undang-Undang No.28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bebas dan bersih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Undang-undang tersebut mengatakan bahwa penindakan terhadap praktek kolusi dan nepotisme terlebih dahulu merupakan suatu cara untuk mencegah tindak pidana korupsi. Nepotisme sendiri adalah salah satu akar dari tindak pidana korupsi. Menurut pasa 1 poin 5, nepotisme adalah segala perbuatan penyelenggara negara yang menguntungkan kepentingan keluarga atau kroninya di atas kepentingan negara, bangsa, dan masyarakat. 

Artikel Terkait

  • Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 6, 2024 at 8:53 am

    Rumah merupakan tempat pertama untuk memulai suatu pembelajaran. Termasuk dalam hal gotong royong  Harapannya begitu terjun pada lingkungan masyarakat, kamu paling tidak sudah mengerti arti singkat mengenai hal tersebut. Memang kalau penerapannya contoh gotong royong di rumah seperti apa saja? Selengkapnya bisa kamu baca pada artikel yang dibuat khusus untuk Sobat Literasi. Check it out! Artikel Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 10:28 pm

    Sayang banyaknya nilai-nilai modern, membuat sejumlah nilai tradisional mulai tergeserkan. Salah satunya, gotong royong. Sekarang ini sudah mulai jarang kegiatan yang menggunakan unsur tersebut. Maka tidak heran, mungkin generasi ini tidak memahami dan ketahui Salah satu tempat mereka bisa belajar hal itu dengan diajarkan di sekolah. Melalui beberapa aktivitas yang sifatnya dikerjakan bersama-sama. Untuk contoh Artikel Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Budi Pekerti: Etika Wajib Bangsa Indonesia
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 2:38 am

    Budi pekerti merupakan etika wajib yang dimiliki oleh semua warga Indonesia. Hal ini berkaitan dengan moral yang menuntun kita dalam berperilaku dan berinteraksi dengan sesama. Apabila seseorang tidak memiliki atau menjalankan prinsip budi pekerti seperti mestinya maka akibatnya banyak perilaku negatif yang terjadi pada sekitar. Penjelasan tentang materi ini bisa Sobat Literasi baca pada artikel Artikel Budi Pekerti: Etika Wajib Bangsa Indonesia pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Maret 12, 2024 at 12:34 am

    Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat perekonomian suatu negara adalah dengan mendirikan badan usaha. Suatu negara dapat dikatakan maju apabila tingkat kesejahteraan masyarakat tinggi. Hal ini tentunya tidak kalah jauh dengan taraf ekonomi dan sosial yang baik. Pendekatan yang nyata untuk mewujudkannya adalah dengan melihat bagaimana perkembangan bahan usaha tersebut.  Kawan literasi, asal kalian tahu The post Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya appeared first on Sma Studioliterasi.

Sesuai dengan hukum yang berlaku, warga negara Indonesia yang terbukti melakukan tindak nepotisme akan dapat dijerat pidana pasal 22. Sedangkan, penyelenggara negara atau anggota komisi pemeriksaan yang terbukti melakukan tindak nepotisme  dapat dipidana penjara minimal 2 tahun dan maksimal 12 tahun serta denda sebesar 200 juta rupiah sampai 1 miliar rupiah sesuai dengan pasal 5 poin ke-4.

Kolusi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kolusi berarti kerjasama rahasia antara dua pihak atau lebih dengan maksud tidak terpuji. Kerja sama yang dimaksud dapat terjadi antara para pengusaha, pejabat pemerintahan, atau antara pengusaha dengan pejabat pemerintahan.

Tindak kolusi ini kerap terjadi dalam proyek pemerintah dalam pengadaan jasa atau barang tertentu. Biasanya, perusahaan akan memberikan “uang pelicin” kepada oknum pejabat atau pegawai pemerintahan. Hal ini bertujuan supaya perusahaan tersebut dapat memenangkan tender dari pengadaaan barang atau jasa tertentu. Terlebih lagi, uang pelicin tersebut berfungsi supaya perusahaan tersebut dapat dipilih kembali sebagai vendor pengadaan di masa depan.

Praktek kolusi merupakan salah satu ancaman di bidang politik yang saat ini diwajarkan dalam kehidupan bermasyarakat. Padahal kasus seperti ini dapat ditindak secara pidana dan banyak penangkapan sejumlah oknum pengusaha maupun pejabat karena melakukan tindakan kolusi. Banyak yang memandang bahwa ini hanya bisnis semata, padahal kolusi menyalahi aturan undang-undang.

Tindak kolusi ini sebenarnya juga sudah diatur dengan jelas dalam Undang Undang No.5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat. Selain itu juga tertulis dalam TAP MPR XI tahun 1998 yang berkaitan dengan tindak kolusi tentang penyelenggaraan negara yang bersih serta bebas korupsi, kolusi dan nepotisme.

Meskipun sudah diatur dengan jelas dalam undang undang dan kebijakan pemerintah, masih belum ada undang undang yang mengatur kolusi yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi. Hal ini masih marak juga dilakukan oleh pelaku usaha, masyarakat umum, dan pegawai pemerintahan. 

Korupsi 

Setelah membahas nepotisme dan kolusi, kita akan meneruskan pembahasan kepada ancaman di bidang politik selanjutnya yaitu korupsi. Korupsi merupakan penyakit dari pejabat Indonesia yang berlangsung dari zaman dahulu sampai saat ini.

Korupsi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sendiri berarti penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara, organisasi, perusahaan, yayasan, dan sebagainya untuk kepentingan pribadi atau kepentingan orang lain. Tindak korupsi sudah diatur dalam UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999.

Pada masa penjajahan, praktek korupsi bahkan sudah dilakukan oleh pemegang kekuasaan Indonesia. Para mandor atau  lurah yang seharusnya memberikan upah dari pemerintah kolonial kepada masyarakatnya secara merata, tapi di lapangan hal ini tidak terjadi. Para mandor tamak dan mengambil hak dari rakyat tersebut untuk kepentingannya sendiri.

Korupsi bahkan dikenal sebagai budaya dalam politik Indonesia. Budaya ini berlangsung dari masa ke masa sampai saat ini dan semakin menjadi parah. Oleh karena itu, masalah korupsi sendiri juga sudah menjadi masalah yang kompleks dalam pemerintahan. Kamu perlu mengetahui bahwa korupsi di Indonesia bukan hanya bersifat individual, tapi juga struktural dan kultural.

Terlebih lagi ancaman di bidang politik satu ini memiliki sanksi yang tidak membuat efek jera pada pelakunya. Seperti kalian ketahui, banyak pelaku korupsi di Indonesia yang mendapat sanksi tidak setimpal dengan kerugian yang sudah ditimbulkan. Hal ini yang membuat korupsi masih merajalela dan menjadi ancaman di bidang politik 

Strategi Mengatasi Ancaman di Bidang Politik

Bentuk ancaman di bidang politik cukup beragam. Tentunya negara perlu mempunyai berbagai strategi untuk mengatasi ancaman tersebut. Negara perlu membenahi pembangunan dan penataan sistem politik dalam negeri supaya menjadi lebih sehat dan dinamis.

Pemberantasan ancaman-ancaman tersebut diharapkan dapat menciptakan stabilitas politik dan menghindari berbagai situasi yang merugikan rakyat, seperti tingginya kesenjangan sosial dan ketidak rataan pembangunan. Pemerintah perlu memfokuskan diri untuk membenahi ancaman yang datang dari dalam negeri dahulu supaya tidak mudah terpengaruh serangan dari faktor luar.

Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan penataan sistem politik yang mengokohkan tiga pilar berikut:

  1. Menciptakan pemerintahan negara yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme serta berpedoman pada Pembukaan UUD 1945.
  2. Menciptakan lembaga legislatif sebagai lembaga yang memiliki mutu kerja dan profesionalitas yang tinggi dalam pekerjaannya. Lembaga legislatif harus mampu bekerja sama untuk memajukan pembangunan demi kepentingan masyarakat.
  3. Memperkuat kekuatan politik nasional melalui partai politik atau organisasi masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap lembaga-lembaga pemerintahan dalam memberdayakan masyarakat.

Baca juga: Contoh Ancaman di Bidang Ekonomi & Cara Mengatasinya

Korupsi, kolusi dan nepotisme merupakan ancaman di bidang politik terbesar yang saat ini masih berkembang luas. Kita perlu menyadari bahwa selalu ada kemungkinan praktek KKN terjadi di sekitar kita. Jadi, sadari apa yang memang hakmu dan juga yang hak milikmu. Sekian penjelasan kali ini semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Mengenal Ancaman di Bidang Politik & Strategi Mengatasinya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Busur panah telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia selama berabad-abad. Seni memanah telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Artikel ini akan mengenalkan Anda pada berbagai bentuk busur panah yang ada di Indonesia, serta memberikan wawasan tentang pentingnya seni memanah dalam masyarakat Indonesia. Apa Itu Busur […]

    Trending

    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada […]
    Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]