1. Monumen

Sejarah Tugu Kartasura, Lokasi, Fasilitas & Daya Tarik

Tugu Kartasura merupakan salah satu ikon bersejarah kota Sukoharjo yang memiliki daya tarik tersendiri. Bagi kamu yang ingin berkunjung ke ikon ini, yuk ketahui sejarah, daya tarik, dan rute menuju tugu ini.

Sekilas Sejarah Tugu Kartasura, Ikon Terkenal Kota Surakarta

Tugu kartasura secara close up
Tugu kartasura dari dekat (Sumber: Solo Pos)

Kartasura adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah yang menjadi kota satelit untuk Surakarta dan Solo. Kota ini memiliki perkembangan yang cukup pesat sebagai area pusat modern yang berkembang di Kabupaten Sukoharjo. 

Salah satu ikon terkenal di Kartasura yang paling terkenal adalah Tugu Kartasura. Ikon ini memiliki sejarah penting yang terjadi sejak lama. Pada tahun 1600-an, Adipati Trunojoyo yang dibantu oleh Kraeng Galengsong memberontak pada pemerintahan Mataram di Plered. Pada saat itu Sunan Amangkurat I melarikan diri bersama keluarganya sehingga pasukan Trunojoyo memenangkan pertempuran dan meninggalkan Plered untuk membangun kekuasaan di Kediri.

Adipati Trunojoyo memproklamasikan diri sebagai rasa yang berkuasa di tanah Jawa. Disatu sisi, Sunan Amangkurat I sudah berada di desa Ajibarang, Banyumas. Mereka berada pada keadaan yang sulit, bahkan Sunan Amangkurat I jatuh sakit dan meninggal. Beliau berpesan bahwa ingin dimakamkan di desa Tegalarum, Tegal.

Artikel Terkait

  • Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 10, 2024 at 12:32 am

    Kitab Weda adalah kitab suci utama yang menjadi pedoman hidup bagi umat Hindu, yang dipercaya berasal dari sekitar 1500-500 SM. Kata “Weda” berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “pengetahuan” atau “kebijaksanaan”. Pada kitab Weda isinya, mengenai doa, pujian, dan ajaran yang menjadi pedoman utama dalam bertindak. Selengkapnya, mengenai Kitab Weda bisa kamu baca penjelasannya dibawah Artikel Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • 5 Fungsi Musik dalam Senam Irama adalah Untuk
    by Amanda R Putri (Sma Studioliterasi) on Mei 8, 2024 at 2:12 pm

    Salah satu aspek yang terdapat pada senam irama, yakni musik. Fungsinya, tidak lain agar lebih semangat saat senam, dan pastinya untuk menambah kesan keindahan. Eits, masih ada fungsi lainnya, lho! Selengkapnya, bisa kamu simak penjelasannya dibawah ini! Fungsi Musik dalam Senam Irama  Fungsi musik dalam senam irama tak hanya sebatas pengiring saja, namun memiliki peran The post 5 Fungsi Musik dalam Senam Irama adalah Untuk appeared first on Sma Studioliterasi.

  • 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 2, 2024 at 6:00 am

    Tenses masih menjadi penghambat utama saat belajar Bahasa Inggris. Pasalnya kita dituntut untuk menguasai berbagai jenis tenses dan masing-masing memiliki fungsinya berdasarkan waktu kamu melakukan kegiatan. Karena kalau salah, maka dapat mempengaruhi susunan atau lanjutan kalimat berikutnya.  Bahkan bisa terjadinya misscom lantaran hanya kesalahan dalam memakai tenses. Tapi tenang, sebenarnya masih ada beberapa cara mudah Artikel 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Mari Ketahui, 9 Sifat-Sifat Gelombang Bunyi!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 2, 2024 at 5:30 am

    Sifat-sifat gelombang bunyi merupakan salah satu dari sekian materi yang termasuk dalam kelompok IPA. Bahkan, kita sudah mulai mendapatkannya sejak berada level Sekolah Dasar (SD). Pas banget, Studio Literasi menuliskan artikel ini khusus tentang sifat-sifat gelombang bunyi buat yang sedang atau akan mempelajarinya. Yuk, persiapkan dirimu dengan menambah pengetahuan ilmu tersebut dengan membacanya! Gelombang Bunyi Artikel Mari Ketahui, 9 Sifat-Sifat Gelombang Bunyi! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Putra Sunan Amangkurat I kemudian menggantikan posisi ayahnya sebagai raja dengan gelar Susuhunan Amangkurat II. Kekuatannya dan rakyatnya yang setia masih berada di kota Tegal, mereka sepakat dan berencana merebut kekuasaan dari tangan Adipati Trunojoyo. Rencana ini membutuhkan sumber daya manusia yang memadai, sehingga Sunan Amangkurat II meminta bantuan kompeni Belanda di Batavia. 

Pada tahun 1601 Sunan Amangkurat II menyerang Adipati Trunojoyo di Kediri. Mereka yang tidak tahu ada penyerangan kesulitan menghadapi prajurit Mataram, pertempuran tersebut akhirnya dimenangkan oleh Sunan Amangkurat II. Setelah kalah, Adipati Trunojoyo akhirnya ditangkap dan dihukum mati. Kekuasaan akhirnya kembali ke tangan Sunan Amangkurat II.

Sunan Amangkurat II akhirnya menarik pasukannya menuju kabupaten semarang dan memerintahkan untuk membuka hutan Wanakerta yang kemudian berkembang menjadi kota besar. Pada 11 September 1680 M Suan Amangkurat II resmi menjadi raja di ibu kotanya. Nama Wanakerta kemudian menjadi nama Kartasura Adiningrat. 

Beberapa waktu kemudian, dibangunlah tugu Kartasura yang menjadi ikon dan ciri khas yang menarik wisatawan. Monumen ini memiliki bentuk batang pohon berwarna hitam tanpa daun dengan bagian puncaknya terdapat lambang burung garuda dan pancasila. Lambang burung garuda ini terlihat gagah dengan warna emasnya. 

4 patung pahlawan berada di sekelilingnya dengan gesture menghadap empat mata angin. Patung ini terlihat gagah dengan membawa senjata yang memperlihatkan mereka siap siaga dengan senjatanya. 

Daya Tarik Tugu Kota Surakarta

Tugu Kartasura merupakan tempat yang wajib dikunjungi oleh wisatawan. Pengunjung juga boleh untuk berfoto-foto ria di tempat ini dengan catatan agar berhati-hati karena tugu ini terletak di persimpangan jalan.

Satu hal yang menarik, Tugu Kartasura di malam hari cantik sekali. Suasananya romantis dengan para musisi jalanan yang memiliki suara indah. Maka kamu bisa memanfaatkan momen ini untuk menikmati indahnya kota. sambil berfoto.

Di sekitar tugu ini juga ada berbagai penjual makanan, sehingga pecinta kuliner bisa eksplor kelezatan makanan di sini. Dibandingkan siang hari, Museum Nusantara menyarankan untuk datang di malam hari.

Fasilitas Tugu Kartasura

Tugu-Kartasura di siang hari
Tugu Kartasura di siang hari (Sumber: Salsa Wisata)

Bagi yang berkunjung ke tempat ini dan ingin tahu apa saja fasilitasnya, maka harus mengetahui bahwa tidak ada fasilitas apapun di Kartasura kecuali spot foto. Maka untuk pergi ke toilet, pengujung dapat menggunakan toilet di tempat parkir.

Tempat ini juga sangat friendly terhadap pejalan kaki, sehingga kamu dapat parkir motor dengan aman dan berkeliling tugu dengan nyaman. Di sekitar tugu Kartasura juga ada banyak penjual oleh-oleh untuk kamu beli sebagai oleh-oleh. 

Lokasi & Rute ke Tugu Kartasura

Akses menuju tugu ini sangat mudah kok. Tugu Kartasura berada di Jl. Diponegoro Barat No.19, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Untuk rute pertama yang dapat kamu kunjungi yakni melewati Jl. Dr. Radjiman dan Jl. A. Yani. Sedangkan rute lainnya bagi wisatawan luar kota bisa melewati Jl. Raya Solo-Yogyakarta atau Jl. Semarang-Surakarta.

Ketika mengunjungi tugu ini, kamu ga perlu khawatir kok untuk masalah harga tiket karena harganya gratis alias tidak dipungut biaya. Jangan lupa mempelajari sejarah tentang tugu yang sarat akan makna ini ya!.

Baca juga: Tugu Muda Semarang: Sejarah, Arsitektur & Wisatanya

Nah itu tadi penjelasan lengkap mengenai tugu Kartasura yang penuh makna, semoga artikel ini dapat membantu dalam mempelajari sejarahnya ya. Jangan lupa untuk mengunjungi tugu ini ketika berkunjung ke Sukoharjo.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Sejarah Tugu Kartasura, Lokasi, Fasilitas & Daya Tarik

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]

    Trending

    Apapun yang terkait dengan fashion, terlebih kalau menyangkut kekeluargaan kerajaan pasti menarik untuk diketahui. Termasuk, pakaian kerajaan pada masa lalu yang tentu mengandung nilai bersejarah penting.  Kali ini kami akan mengajak kalian membahas pakaian putri Kerajaan Majapahit yang merupakan salah satu kerajaan berjaya di Nusantara antara abad ke-13 dan ke-16. Penasaran dengan pakaian putri khas […]
    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada […]