1. Informasi

Candi Kalasan: Sejarah, Keistimewaan, & Fungsi

Halo, Anak Nusantara! Kali ini Museum Nusantara akan membahas secara lengkap tentang Candi Kalasan mulai dari sejarah, makna, hingga keistimewaannya. Yuk simak penjelasannya berikut di bawah ini!

Sejarah Candi Kalasan

Fungsi Candi Kalasan
(sumber: Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta)

Candi Kalasan merupakan salah satu situs sejarah penting yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi ini dibangun pada masa pemerintahan Wangsa Sailendra pada abad ke-8 Masehi, dan diperkirakan digunakan sebagai tempat ibadah dan pertapaan.

Pada masa itu, Kerajaan Mataram Kuno sedang memasuki masa kejayaannya dan mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Raja Rakai Panangkaran. Pemerintahan Raja Rakai Panangkaran dikenal sebagai masa keemasan dalam sejarah Kerajaan Mataram Kuno. Selama masa pemerintahannya, banyak candi dan bangunan megah dibangun di Jawa Tengah dan Yogyakarta, termasuk Candi Kalasan.

Candi Kalasan dibangun dengan menggunakan bahan baku batu andesit yang diambil dari lereng Gunung Merapi. Proses pembangunan candi ini menggunakan teknik konstruksi yang sangat canggih dan rumit. Batu-batu andesit yang besar dan berat dipotong dan diukir dengan sangat rinci dan detail. Setelah itu, batu-batu tersebut diangkut dan disusun secara teratur hingga membentuk bangunan candi yang megah.

Artikel Terkait

  • Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 6, 2024 at 8:53 am

    Rumah merupakan tempat pertama untuk memulai suatu pembelajaran. Termasuk dalam hal gotong royong  Harapannya begitu terjun pada lingkungan masyarakat, kamu paling tidak sudah mengerti arti singkat mengenai hal tersebut. Memang kalau penerapannya contoh gotong royong di rumah seperti apa saja? Selengkapnya bisa kamu baca pada artikel yang dibuat khusus untuk Sobat Literasi. Check it out! Artikel Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 10:28 pm

    Sayang banyaknya nilai-nilai modern, membuat sejumlah nilai tradisional mulai tergeserkan. Salah satunya, gotong royong. Sekarang ini sudah mulai jarang kegiatan yang menggunakan unsur tersebut. Maka tidak heran, mungkin generasi ini tidak memahami dan ketahui Salah satu tempat mereka bisa belajar hal itu dengan diajarkan di sekolah. Melalui beberapa aktivitas yang sifatnya dikerjakan bersama-sama. Untuk contoh Artikel Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Budi Pekerti: Etika Wajib Bangsa Indonesia
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 2:38 am

    Budi pekerti merupakan etika wajib yang dimiliki oleh semua warga Indonesia. Hal ini berkaitan dengan moral yang menuntun kita dalam berperilaku dan berinteraksi dengan sesama. Apabila seseorang tidak memiliki atau menjalankan prinsip budi pekerti seperti mestinya maka akibatnya banyak perilaku negatif yang terjadi pada sekitar. Penjelasan tentang materi ini bisa Sobat Literasi baca pada artikel Artikel Budi Pekerti: Etika Wajib Bangsa Indonesia pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Maret 12, 2024 at 12:34 am

    Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat perekonomian suatu negara adalah dengan mendirikan badan usaha. Suatu negara dapat dikatakan maju apabila tingkat kesejahteraan masyarakat tinggi. Hal ini tentunya tidak kalah jauh dengan taraf ekonomi dan sosial yang baik. Pendekatan yang nyata untuk mewujudkannya adalah dengan melihat bagaimana perkembangan bahan usaha tersebut.  Kawan literasi, asal kalian tahu The post Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya appeared first on Sma Studioliterasi.

Candi Kalasan memiliki bentuk yang unik dengan atap yang berbentuk stupa dan batu-batu ukiran yang sangat halus dan rinci. Candi ini juga memiliki relief yang menggambarkan berbagai kisah Buddha dan dewa-dewa Hindu. Relief-relief tersebut sangat halus dan rinci, menunjukkan kemahiran para pengukir pada masa itu.

Pada masa pemerintahan Wangsa Sailendra, Buddha merupakan agama yang berkembang pesat di Jawa. Oleh karena itu, Candi Kalasan juga menjadi salah satu tempat ibadah Buddha yang penting pada masa itu. Setelah Kerajaan Mataram Kuno runtuh, Candi Kalasan sempat ditinggalkan dan mengalami kerusakan. Namun, pada masa penjajahan Belanda, candi ini direnovasi dan diperbaiki sehingga tetap bisa dinikmati hingga saat ini.

Makna Ukiran di Candi Kalasan

Candi Kalasan merupakan salah satu peninggalan sejarah yang memiliki keindahan arsitektur dan ukiran yang sangat menakjubkan. Ukiran-ukiran tersebut memiliki makna yang dalam dan sangat penting bagi agama dan kebudayaan yang berkembang pada masa itu.

Salah satu ukiran yang paling terkenal di Candi Kalasan adalah relief yang menggambarkan kisah Ramayana. Kisah ini menceritakan tentang perjuangan Rama dalam melawan Ravana untuk menyelamatkan Sita yang diculik oleh Ravana. Kisah Ramayana ini sangat penting dalam kebudayaan Hindu, dan memiliki nilai-nilai yang sangat kuat dalam kehidupan manusia seperti keberanian, cinta kasih, dan kejujuran.

Selain relief Ramayana, di Candi Kalasan juga terdapat relief-relief yang menggambarkan ajaran Buddha, seperti jalan menuju Nirwana dan kisah-kisah kehidupan Buddha. Relief-relief ini mencerminkan keberagaman agama yang ada pada masa itu, di mana agama Buddha dan Hindu berkembang secara paralel.

Selain itu, pada bagian-bagian tertentu dari Candi Kalasan juga terdapat ukiran-ukiran geometris dan ornamen-ornamen yang sangat halus dan rinci. Ukiran-ukiran ini memiliki makna tersendiri dan melambangkan keindahan dan keharmonisan alam serta kesucian dalam agama Buddha dan Hindu.

Keistimewaan Candi Kalasan

andi Kalasan memiliki keistimewaan dan keunikan tersendiri dibandingkan dengan candi-candi lain di Indonesia. Beberapa keistimewaan Candi Kalasan adalah sebagai berikut:

Peninggalan Sejarah Bersejarah

Candi Kalasan dibangun pada abad ke-8 Masehi, pada masa pemerintahan Wangsa Sailendra, yang merupakan salah satu masa keemasan dalam sejarah Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini merupakan salah satu peninggalan sejarah yang sangat bersejarah di Indonesia, sehingga menjadi daya tarik wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Arsitektur yang Megah

Candi Kalasan memiliki arsitektur yang sangat megah dan indah. Bangunan candi ini terbuat dari batu andesit yang dipotong dengan sangat rinci dan diukir dengan indah. Bentuk candi yang unik dengan atap yang berbentuk stupa menjadikan Candi Kalasan memiliki keindahan yang sangat khas dan menarik.

Relief-Rilef yang Menggambarkan Ajaran Buddha dan Hindu

Candi Kalasan memiliki relief-relief yang menggambarkan ajaran Buddha dan Hindu. Relief Ramayana yang terdapat di Candi Kalasan merupakan salah satu relief yang paling terkenal di Indonesia. Relief-relief tersebut sangat halus dan rinci, menunjukkan kemahiran para pengukir pada masa itu.

Kedekatan dengan Pusat Pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno

Candi Kalasan berada tidak jauh dari pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno di kota Prambanan. Hal ini menunjukkan bahwa Candi Kalasan memiliki kedekatan yang erat dengan pusat pemerintahan pada masa itu.

Daya Tarik Wisata yang Kuat

Candi Kalasan menjadi salah satu tujuan wisata yang populer di Yogyakarta. Banyak wisatawan yang datang ke Candi Kalasan untuk menikmati keindahan arsitektur kuno, melihat relief-relief yang menggambarkan ajaran Buddha dan Hindu, serta mengenal lebih jauh tentang sejarah Kerajaan Mataram Kuno.

Baca juga: Dongeng Nusantara Cerita Cindelaras dan Pesan Moralnya!

Nah itu tadi penjelasan lengkap mengenai Candi Kalasan. Melalui keindahan ukiran-ukiran yang ada di Candi Kalasan, kita dapat memahami betapa kaya dan kompleksnya kebudayaan dan agama yang berkembang pada masa itu.

Candi Kalasan menjadi salah satu bukti sejarah yang menginspirasi dan memberikan pelajaran tentang kehidupan dan kebudayaan manusia pada masa lalu. Oleh karena itu, Candi Kalasan harus dijaga dan dilestarikan sebagai warisan budaya yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia. Semoga menambah wawasan kamu ya mengenai sejarah candi di Indonesia. 

 

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Candi Kalasan: Sejarah, Keistimewaan, & Fungsi

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Busur panah telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia selama berabad-abad. Seni memanah telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Artikel ini akan mengenalkan Anda pada berbagai bentuk busur panah yang ada di Indonesia, serta memberikan wawasan tentang pentingnya seni memanah dalam masyarakat Indonesia. Apa Itu Busur […]

    Trending

    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada […]
    Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]