1. Peninggalan Sejarah

Makna & Isi Prasasti Ligor, Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Prasasti Ligor merupakan salah satu peninggalan sejarah yang sangat penting bagi Indonesia. Prasasti ini ditemukan di desa Ligor, Kecamatan Muara Dua, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Prasasti Ligor memiliki dua sisi, yaitu sisi A dan sisi B. Meski sisi B tidak selesai dan hanya memuat empat baris isi, prasasti ini menyimpan banyak informasi tentang sejarah kuno Indonesia. Penasaran bagaimana isinya? Berikut penjelasan lengkapnya. 

Sejarah Singkat Prasasti Ligor, Peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Thailand

Prasasti Ligor adalah salah satu prasasti yang ditemukan di luar wilayah Indonesia yang mengisahkan tentang persahabatan antarbangsa yang terjalin sejak tahun 775 Masehi antara Kerajaan Sriwijaya dengan penguasa Ligor saat itu yang kini dikenal sebagai Nakhon Si Thammarat di selatan Thailand. Prasasti ini disimpan di Kuil Wat Sema Mueang dan berupa pahatan pada dua sisi batu prasasti.

Meskipun banyak orang mengartikan temuan prasasti Sriwijaya di luar Indonesia sebagai bukti penaklukan wilayah oleh kerajaan tersebut, Prasasti Ligor justru mengisahkan sebaliknya. Prasasti ini mengisahkan tentang pendirian Trisamaya Caitya, sebuah bangunan suci oleh raja Sriwijaya untuk persembahan kepada Padmapani, Sakyamuni, dan Wajrapani sebagai tanda persahabatan dengan penguasa Ligor saat itu.

Hubungan persahabatan antara dua kerajaan berhasil dijaga selama 75 tahun, hingga muncul raja pengganti di Sriwijaya bernama Balaputeradewa, yang juga merupakan cucu dari raja pertama yang menjalin persahabatan tersebut.  Balaputeradewa kemudian datang untuk memperingati hubungan persahabatan yang telah terjalin antara kedua kerajaan. 

Artikel Terkait

  • Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 10, 2024 at 12:32 am

    Kitab Weda adalah kitab suci utama yang menjadi pedoman hidup bagi umat Hindu, yang dipercaya berasal dari sekitar 1500-500 SM. Kata “Weda” berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “pengetahuan” atau “kebijaksanaan”. Pada kitab Weda isinya, mengenai doa, pujian, dan ajaran yang menjadi pedoman utama dalam bertindak. Selengkapnya, mengenai Kitab Weda bisa kamu baca penjelasannya dibawah Artikel Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • 5 Fungsi Musik dalam Senam Irama adalah Untuk
    by Amanda R Putri (Sma Studioliterasi) on Mei 8, 2024 at 2:12 pm

    Salah satu aspek yang terdapat pada senam irama, yakni musik. Fungsinya, tidak lain agar lebih semangat saat senam, dan pastinya untuk menambah kesan keindahan. Eits, masih ada fungsi lainnya, lho! Selengkapnya, bisa kamu simak penjelasannya dibawah ini! Fungsi Musik dalam Senam Irama  Fungsi musik dalam senam irama tak hanya sebatas pengiring saja, namun memiliki peran The post 5 Fungsi Musik dalam Senam Irama adalah Untuk appeared first on Sma Studioliterasi.

  • 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 2, 2024 at 6:00 am

    Tenses masih menjadi penghambat utama saat belajar Bahasa Inggris. Pasalnya kita dituntut untuk menguasai berbagai jenis tenses dan masing-masing memiliki fungsinya berdasarkan waktu kamu melakukan kegiatan. Karena kalau salah, maka dapat mempengaruhi susunan atau lanjutan kalimat berikutnya.  Bahkan bisa terjadinya misscom lantaran hanya kesalahan dalam memakai tenses. Tapi tenang, sebenarnya masih ada beberapa cara mudah Artikel 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Mari Ketahui, 9 Sifat-Sifat Gelombang Bunyi!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 2, 2024 at 5:30 am

    Sifat-sifat gelombang bunyi merupakan salah satu dari sekian materi yang termasuk dalam kelompok IPA. Bahkan, kita sudah mulai mendapatkannya sejak berada level Sekolah Dasar (SD). Pas banget, Studio Literasi menuliskan artikel ini khusus tentang sifat-sifat gelombang bunyi buat yang sedang atau akan mempelajarinya. Yuk, persiapkan dirimu dengan menambah pengetahuan ilmu tersebut dengan membacanya! Gelombang Bunyi Artikel Mari Ketahui, 9 Sifat-Sifat Gelombang Bunyi! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Ia menuliskan silsilahnya di belakang prasasti kakeknya Balaputeradewa, yang sepertinya berharap persahabatan yang telah terjalin akan terus berlanjut dan dikenang oleh kedua pihak sampai keturunan-keturunannya kelak.

Prasasti Ligor menjadi bukti sejarah tentang adanya hubungan diplomatik antarbangsa di masa lampau, di mana persahabatan dan perdagangan menjadi pendorong utama dalam menjalin hubungan tersebut. Prasasti ini juga menunjukkan kecintaan raja Sriwijaya pada agama Buddha, sebagaimana ditunjukkan oleh persembahan bangunan suci Trisamaya Caitya yang didedikasikan untuk tiga dewa Buddha.

Dengan temuan Prasasti Ligor, kita dapat menyimpulkan bahwa sejarah Indonesia tidak hanya terjadi di wilayah Indonesia saja, tetapi juga menyebar ke berbagai wilayah di Asia Tenggara. Prasasti ini menjadi salah satu bukti bahwa hubungan diplomatik antarbangsa sudah terjalin sejak masa lalu dan menjadi dasar penting dalam menjalin hubungan antarnegara di masa sekarang.

Makna & Isi Prasasti Ligor

Prasasti Ligor sisi B adalah prasasti yang tidak lengkap dan hanya berisi empat baris teks. Teks tersebut menyebutkan tentang seorang raja bernama Wisnu yang dijuluki Sri Maharaja dari Wangsa Syailendra dan dipuji sebagai Sesavvarimadavimathana, yaitu pembunuh musuh yang sombong tanpa sisa. 

Boechari pernah menyatakan bahwa raja Wisnu yang disebutkan dalam Prasasti Ligor B adalah Balaputradewa, raja Sriwijaya yang mengklaim dirinya sebagai keturunan raja Jawa dari Wangsa Syailendra. Balaputradewa adalah raja keturunan Wangsa Syailendra pertama yang memerintah Sriwijaya pada pertengahan abad ke-9. 

Diperkirakan bahwa Balaputradewa memerintahkan penulisan Prasasti Ligor B sekitar 75 tahun setelah Prasasti Ligor A, yaitu sekitar tahun 850. Kemungkinan Prasasti Ligor B dibuat untuk memperingati pembangunan Trisamaya Caitya oleh kakek Balaputradewa dari pihak ibu, yaitu Dharmasetu, raja Sriwijaya yang berkuasa pada paruh kedua abad ke-8.

Pentingnya Prasasti Ligor B untuk Menelusuri Jejak Sejarah Kuno 

Prasasti Ligor B menjadi saksi sejarah penting bagi Indonesia karena mengungkap jejak sejarah kuno dari kerajaan Sriwijaya. Prasasti ini menyimpan banyak informasi tentang kekuasaan dan kepemimpinan raja-raja di masa lalu, serta mengungkapkan peranan penting Wangsa Syailendra dalam membentuk peradaban Indonesia kuno.

Dalam rangka melestarikan warisan sejarah ini, Prasasti Ligor telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah Indonesia. Selain itu, prasasti ini juga menarik minat para arkeolog, sejarawan, dan peneliti untuk terus menggali dan mempelajari sejarah kuno Indonesia.

Sebagai negara dengan sejarah yang panjang dan kaya, Indonesia memiliki banyak peninggalan sejarah yang perlu dijaga dan dilestarikan. Prasasti Ligor adalah salah satu bukti nyata dari keberadaan peradaban Indonesia kuno yang patut kita lestarikan agar dapat memberikan inspirasi dan pelajaran bagi generasi mendatang.

Baca juga: Mempelajari Makna & Isi Prasasti Kalasan Jogjakarta

Sebagai negara dengan sejarah yang panjang dan kaya, Indonesia memiliki banyak peninggalan sejarah yang perlu dijaga dan dilestarikan. Prasasti Ligor adalah salah satu bukti nyata dari keberadaan peradaban Indonesia kuno yang patut kita lestarikan agar dapat memberikan inspirasi dan pelajaran bagi generasi mendatang. Semoga artikel ini dapat memperluas wawasan Anak Nusantara ya!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Makna & Isi Prasasti Ligor, Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]

    Trending

    Apapun yang terkait dengan fashion, terlebih kalau menyangkut kekeluargaan kerajaan pasti menarik untuk diketahui. Termasuk, pakaian kerajaan pada masa lalu yang tentu mengandung nilai bersejarah penting.  Kali ini kami akan mengajak kalian membahas pakaian putri Kerajaan Majapahit yang merupakan salah satu kerajaan berjaya di Nusantara antara abad ke-13 dan ke-16. Penasaran dengan pakaian putri khas […]
    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada […]