1. Informasi

Biografi Ahmad Dahlan, Sosok Ulama Pendiri Muhammadiyah

Ahmad Dahlan adalah salah satu sosok yang berpengaruh dalam perkembangan Islam di Indonesia. Ia merupakan tokoh penting dalam pendirian Muhammadiyah. Yuk, simak informasi tentang biografi Ahmad Dahlan selengkapnya di bawah ini!

Latar Belakang Ahmad Dahlan

Ahmad Dahlan
Foto Ahmad Dahlan (Sumber: Wikipedia)

Biografi Ahmad Dahlan bermula ketika beliau lahir di Yogyakarta pada tanggal 1 Agustus 1868. Pada saat masih kecil, Ahmad Dahlan memiliki nama Muhammad Darwis. Beliau adalah anak keempat dari tujuh bersaudara yang seluruhnya adalah perempuan kecuali adik bungsunya. 

Secara garis keturunan Ahmad Dahlan adalah keturunan kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim. Maulana Malik Ibrahim sendiri adalah salah satu dari Wali Songo yang memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di Indonesia.

Ketika Muhammad Darwis menyentuh umur 15, beliau pergi haji dan tinggal di Mekah selama lima tahun. Pada saat ini, Ahmad Dahlan berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran para pembaharu dalam Islam, seperti Al-Afghani, Muhammad Abduh, Ibnu Taimiyah, dan Rasyid Ridha. Setelah periode tinggal di Mekah, Ia kembali ke kampungnya dan berganti nama menjadi Ahmad Dahlan.

Artikel Terkait

  • Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 6, 2024 at 8:53 am

    Rumah merupakan tempat pertama untuk memulai suatu pembelajaran. Termasuk dalam hal gotong royong  Harapannya begitu terjun pada lingkungan masyarakat, kamu paling tidak sudah mengerti arti singkat mengenai hal tersebut. Memang kalau penerapannya contoh gotong royong di rumah seperti apa saja? Selengkapnya bisa kamu baca pada artikel yang dibuat khusus untuk Sobat Literasi. Check it out! Artikel Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 10:28 pm

    Sayang banyaknya nilai-nilai modern, membuat sejumlah nilai tradisional mulai tergeserkan. Salah satunya, gotong royong. Sekarang ini sudah mulai jarang kegiatan yang menggunakan unsur tersebut. Maka tidak heran, mungkin generasi ini tidak memahami dan ketahui Salah satu tempat mereka bisa belajar hal itu dengan diajarkan di sekolah. Melalui beberapa aktivitas yang sifatnya dikerjakan bersama-sama. Untuk contoh Artikel Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Budi Pekerti: Etika Wajib Bangsa Indonesia
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 2:38 am

    Budi pekerti merupakan etika wajib yang dimiliki oleh semua warga Indonesia. Hal ini berkaitan dengan moral yang menuntun kita dalam berperilaku dan berinteraksi dengan sesama. Apabila seseorang tidak memiliki atau menjalankan prinsip budi pekerti seperti mestinya maka akibatnya banyak perilaku negatif yang terjadi pada sekitar. Penjelasan tentang materi ini bisa Sobat Literasi baca pada artikel Artikel Budi Pekerti: Etika Wajib Bangsa Indonesia pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Maret 12, 2024 at 12:34 am

    Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat perekonomian suatu negara adalah dengan mendirikan badan usaha. Suatu negara dapat dikatakan maju apabila tingkat kesejahteraan masyarakat tinggi. Hal ini tentunya tidak kalah jauh dengan taraf ekonomi dan sosial yang baik. Pendekatan yang nyata untuk mewujudkannya adalah dengan melihat bagaimana perkembangan bahan usaha tersebut.  Kawan literasi, asal kalian tahu The post Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya appeared first on Sma Studioliterasi.

Ahmad Dahlan kembali pergi ke Mekah dan menetap selama dua tahun di sana pada tahun 1903. Di Mekah, Ia berguru kepada Syekh Ahmad Khatib yang juga guru dari KH. Hasyim Asyari, Pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Setelah kembali dari Mekah, Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah pada tahun 1912 di kampung Kauman, Yogyakarta.

Seiringan dengan kembalinya Ahmad Dahlan dari Mekah, Ia menikahi Siti Walidah, putri dari Kyai penghulu Haji Fadhil yang masih termasuk sepupunya sendiri. Siti Walidah kemudian juga dikenal dengan nama Nyai Ahmad Dahlan sebagai salah seorang Pahlawan Nasional dan pendiri organisasi Aisyiyah.

Kyai Haji Ahmad Dahlan dianugerahi dengan enam orang anak, yaitu Djohanah, Siradj Dahlan, Siti Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah, dan Siti Zaharah. Selain itu, Ahmad Dahlan juga pernah menikah dengan Nyai Abdullah, janda dari Haji Abdullah. Tidak hanya 2 kali saja, Ahmad Dahlan juga pernah menikahi  Nyai Rum, Nyai Aisyah dan Nyai Yasin dari Pakualaman Yogyakarta.

Hidup Berorganisasi

Bagian selanjutnya dalam biografi Ahmad Dahlan adalah kehidupan berorganisasi. Kyai Haji Ahmad Dahlan adalah sosok yang aktif dalam pergerakan melalui organisasi. Berikut adalah beberapa organisasi yang beliau pernah ikuti dan dirikan:

Bergabung dengan Budi Utomo

Menurut biografi Ahmad Dahlan, beliau bergabung pertama kali dengan organisasi Budi Utomo pada tahun 1909. Beliau memiliki tujuan untuk mengajar agama, maka Ahmad Dahlan bergabung dengan organisasi tersebut. Ketika bergabung dengan Budi Utomo, Ahmad Dahlan mendapat pelajaran dalam mengelola organisasi dan memberikan pelajaran-pelajaran.

Beliau adalah sosok terpelajar yang menempuh pendidikan di Mekah. Para anggota Budi Utomo merasa terbantu dengan pelajaran yang diberikan Ahmad Dahlan. Anggota Budi Utomo bahkan menyarankan Ahmad Dahlan untuk membuka sekolah sendiri yang didukung sebuah organisasi yang permanen dan rapi untuk menjaga kelangsungan sekolah.

Mendirikan Muhammadiyah

KH Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah
KH Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah (Sumber: suaramuhammadiyah)

Oleh karena saran tersebut, Ahmad Dahlan kemudian mendirikan sebuah organisasi bernama Muhammadiyah pada tanggal 18 November 1912. Muhammadiyah bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial. 

Ahmad Dahlan menggunakan Muhammadiyah sebagai sarana untuk memajukan pendidikan dan membangun masyarakat Islam. KH. Ahmad Dahlan memiliki pandangan bahwa Islam perlu dipandang menggunakan kacamata modern sesuai dengan tuntutan zaman.

Ahmad Dahlan mengajarkan untuk membaca Al Qur’an dengan terjemahan serta tafsiran supaya masyarakat tidak hanya membaca atau pandai melantunkan Qur’an saja, tapi supaya masyarakat dapat mengerti makna dari apa yang mereka baca.

Beliau mengajarkan supaya masyarakat dapat mengamalkan ayat Qur’an dalam perbuatan sehari-hari. Menurut Ahmad Dahlan, masyarakat sebelumnya hanya mempelajari Islam tanpa memaknai dan mendalami isi ajarannya, sehingga pengamalan Islam kurang terjadi dalam masyarakat.

Dalam biografi Ahmad Dahlan, Kyai Haji Ahmad Dahlan adalah sosok yang melakukan reformasi pada sistem pendidikan kala itu, terutama pesantren. Beliau merasa bahwa pesantren sebelumnya tidak efektif dan tidak jelas jenjang pembelajarannya. Pesantren tradisional hanya mengutamakan hafal dan tidak mempelajari ilmu pengetahuan umum lainnya.

Beliau kemudian membangun sekolah-sekolah Islam yang memberikan pelajaran berupa pengetahuan sampai bahasa Belanda. Begitu pula sebaliknya, Ahmad Dahlan memasukkan pelajaran agama di sekolah – sekolah umum.

Semasa hidupnya, Ahmad Dahlan membangun dan mengembangkan sekolah – sekolah di Jawa. Tidak hanya itu, beliau juga berjasa dalam mendirikan banyak rumah sakit, poliklinik, masjid, sampai rumah yatim piatu.

Ahmad Dahlan meningkatkan proses dakwahnya sesuai dengan ajaran pembaharuan yang Ia dapatkan di Mekah. Ia memurnikan ajaran Islam dari percampuran ajaran lainnya. Hal ini dikarenakan Ahmad Dahlan memiliki paham bahwa semua ibadah diharamkan kecuali ibadah yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad.

Mendirikan Aisyiyah

Bersama istrinya yang bernama Nyai Ahmad Dahlan, beliau mendirikan sebuah organisasi bernama Aisyiyah pada tahun 1918. Organisasi ini merupakan organisasi khusus kaum wanita dan merupakan bagian dari organisasi Muhammadiyah.

Mendirikan Hizbul Wathan

Menurut biografi Ahmad Dahlan, beliau juga tidak lupa membentuk sebuah organisasi untuk para pemuda yang bernama Hizbul Wathan, saat ini sering kita kenal sebagai Pramuka. Dalam organisasi ini para pemuda diajari untuk melakukan kegiatan baris-berbaris menggunakan genderang, topi, dasi, dan celana pendek. Hizbul Wathan sendiri bahkan juga menggunakan seragam yang sama seperti seragam pramuka saat ini.

Tujuan pembentukan Hizbul Wathan sendiri adalah sebagai tempat bagi para pemuda untuk mengenyam pendidikan. Kaum muda adalah bunga harapan bangsa di masa depan. Hal ini juga menunjukkan bahwa ajaran Islam merupakan ajaran yang progresif yang dapat mengikuti perkembangan zaman.

Akhir Hidup KH. Ahmad Dahlan

Bagian terakhir dari biografi Ahmad Dahlan adalah akhir hidup beliau. Kyai Haji Ahmad Dahlan meninggal pada tanggal 23 Februari 1923 ketika Ia berumur 54 tahun. Beliau wafat di Yogyakarta dan dimakamkan di kampung Karangkajen, Brontokusuman daerah Mergangsan, Yogyakarta.

Oleh karena beliau berjasa dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, Kyai Haji Ahmad Dahlan diberi gelar kehormatan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia yang diberikan pada tanggal 27 Desember 1961 sesuai dengan surat keputusan RI No.657. 

Kisah beliau bahkan pernah masuk ke layar lebar pada tahun 2010. Film tersebut berjudul “Sang Pencerah”. Sang Pencerah menceritakan tentang biografi Ahmad Dahlan dan bagaimana terbentuknya Muhammadiyah di Indonesia.

Demikian pembahasan Museum Nusantara mengenai biografi Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah. Beliau sangat memperhatikan perkembangan pendidikan di Indonesia dan menaruh harapan besar pada generasi penerus. Semoga penjelasan Munus kali ini membantu kalian untuk mempelajari sejarah tentang beliau!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Biografi Ahmad Dahlan, Sosok Ulama Pendiri Muhammadiyah

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Busur panah telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia selama berabad-abad. Seni memanah telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Artikel ini akan mengenalkan Anda pada berbagai bentuk busur panah yang ada di Indonesia, serta memberikan wawasan tentang pentingnya seni memanah dalam masyarakat Indonesia. Apa Itu Busur […]

    Trending

    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada […]
    Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]