Hari Lahir Pancasila: 1 Juni Awal Ideologi Bangsa

2 min read

Gambar-hari-lahir-pancasila-popmama,com

Sebagai warga negara Indonesia, tentunya tidak asing lagi dengan dasar negara yaitu pancasila. Berasal dari bahasa Sansekerta, Pancasila terdiri dari dua kata yaitu panca yang bermakna lima dan sila yang artinya asas atau dasar, sehingga Pancasila memiliki arti sebagai lima dasar. Pancasila sendiri berasal dari rumusan para tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan saat itu. Tepat pada tanggal 1 Juni 1945 saat pancasila diumumkan ke publik, pada tanggal tersebut pula dijadikan hari bersejarah yang dikenang sebagai Hari Lahir Pancasila. Sejarah singkat mengenai Hari Lahir Pancasila telah Munus rangkum sebagai berikut.

Sejarah Hari Lahir Pancasila

Gambar-gedung-pancasila-kompas,com
Gambar Gedung Pancasila, foto oleh Kompas. com

Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni. Sejarah Hari Lahir Pancasila dimulai dari kalahnya jepang pada perang pasifik. Untuk mendapat dukungan dari Indonesia, Jepang menjanjikan kemerdekaan untuk Indonesia. Oleh karena itu, dibentuklah Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau dalam bahasa Jepang dikenal dengan nama Dokuritsu Junbi Cosakai. 

BPUPKI

gambar-suasana-sidang-bpupki-wikiwand,com
Gambar Suasana Sidang BPUPKI, foto oleh Wikiwand. com

BPUPKI memiliki peranan untuk menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia. Salah satu hal yang perlu disiapkan guna membangun suatu negara yang berdaulat adalah dasar negara. Karena hal itulah yang menjadi dasar dalam menjalankan sistem di suatu negara. 

Perjalanan lahirnya Pancasila berawal dari masa perumusan dasar negara. Seperti yang kita ketahui, Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mengadakan sidang pertama pada tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945 dengan agenda perumusan dasar atau asas negara. Bertempat di Chuo Sangi In yang saat ini dikenal sebagai Gedung Pancasila. Namun, pada masa Belanda gedung tersebut merupakan gedung perwakilan rakyat atau Volksraaf.

Pada sidang pertama tersebut, terdapat lima tokoh yang mengusulkan dasar negara Indonesia. Tokoh-tokoh yang merumuskan dasar negara diantaranya Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Soepomo, Mohammad Yamin, dan K.H. Abdul Wachid Hasyim. Masing-masing tokoh tersebut mengajukan asas negara yang terdiri dari lima poin. Dari pengajuan poin tersebut, di bincangkan kembali dalam rapat namun belum sampai pada kesepakatan bersama.

Hingga pada tanggal 1 Juni 1945 adalah giliran Soekarno untuk menyampaikan pidatonya berupa gagasan asas negara yang berjudul Hari Lahir Pancasila. Pidato tersebut disampaikan tanpa adanya cukup persiapan berupa teks pidato. Dalam pidato yang isinya berupa lima gagasan tentang dasar negara yang beliau beri nama sebagai Pancasila, bukan Panca Dharma. Penamaan Pancasila tersebut didapat setelah meminta saran dari temannya yang merupakan ahli bahasa.

Pidato tersebut juga merupakan langkah awal dalam mengenalkan asas negara bernama Pancasila itu ke masyarakat. Dengan harapan agar semua tokoh dan rakyat Indonesia dapat mengetahui dasar dari negara mereka secara langsung. Meskipun dilakukan secara mendadak tanpa naskah yang ditulis, namun para tokoh yang hadir saat itu menanggapi pidato Soekarno secara aklamasi.

Isi dari gagasan yang dikemukakan oleh Soekarno pada pidatonya yaitu mengenai lima hal. Diantaranya adalah Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan sosial, dan juga Ketuhanan Yang Maha Esa. Gagasan-gagasan tersebut diatas merupakan ide mentah yang perlu untuk diolah sedemikian rupa sehingga membentuk poin yang lebih detail lagi.

Baca juga: Biografi Soekarno: Proklamator Kemerdekaan RI

Panitia Sembilan

Sebelum sidang pertama berakhir, dibentuklah suatu panitia kecil beranggotakan sembilan orang yang kemudian dikenal dengan nama panitia sembilan. Anggota dari Panitia Sembilan terdiri dari Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. AA. Maramis, Abikusno Tjokrosujoso, Abdul Kahar Muzakir, Agus Salim, Achmad Soebarjo, Wachid Hasyim, serta Mohammad Yamin. Panitia sembilan tersebut bertugas untuk menindak lanjuti gagasan yang telah Soekarno sampaikan saat pidatonya. 

Sidang pertama yang dilaksanakan oleh Panitia Sembilan terjadi pada tanggal 22 Juni 1945. Siang tersebut beragendakan perumusan kembali dasar negara Indonesia yang berpedoman pada pidato yang disampaikan Soekarno. Dari Panitia Sembilan inilah terbentuk Piagam Jakarta (Jakarta Charter) pada tanggal 22 Juni 1945 sebagai dokumen resmi pembentukan asas negara.

Piagam Jakarta tersebut mencantumkan lima rumusan dasar negara, diantaranya:

  1. Ketuhanan Dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluk-pemeluknya.
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan.
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Sebagai dokumen resmi, Piagam Jakarta dijadikan sebagai Mukadimah atau preambule dalam undang-undang. Akan tetapi pada akhirnya disepakati sebagai pembuka Undang-Undang Dasar. Selain itu, terdapat masalah kecil dimana para perwakilan dari Indonesia bagian timur mengenai poin pertama dari piagam Jakarta mengingat masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai agama. Oleh karena itu, poin pertama diganti dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa” seperti yang tertulis di pembukaan UUD 1945.

Pada tanggal 1 Juni 1945 telah kita ketahui merupakan hari dimana Soekarno berpidato mengenai gagasan dasar negara Pancasila. Oleh karena itu, bertujuan untuk mengenang peristiwa tersebut Presiden Joko Widodo menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016. Keppres yang ditandatangani pada tanggal 1 Juni 2016 dengan tujuan untuk meresmikan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila juga merupakan hari libur nasional. Pada tanggal tersebut juga ditetapkan sebagai hari libur nasional mulai berlaku di tahun 2017.

Kesimpulan

Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa para tokoh yang telah berkontribusi. Perjalanan yang menguras banyak pikiran dalam menggagas asas negara tidak menjadikan para tokoh pejuang menyerah. Oleh karena itu, dalam keadaan Indonesia yang sudah merdeka ini kita dapat menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila agar kita tidak mudah dipecah belah oleh oknum-oknum tertentu.

Baca juga: 7 Tempat Yang Bisa Jadi Tujuan Wisata di Hari Kemerdekaan

Last Updated on November 27, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll up