Lovely Fida Nurfaiziah Seorang mahasiswa yang gemar berkomunikasi tentang sejarah dan budaya Nusantara

Kapak Corong: Peninggalan Sejarah Zaman Perunggu

2 min read

kapak corong

Sejak berabad-abad lalu manusia-manusia purba telah mampu membuat berbagai alat yang menunjang kehidupan mereka salah satunya adalah kapak corong yang akan kita bahas di bawah ini. Kapak corong merupakan salah satu alat yang diciptakan pada zaman perunggu, kapak ini memiliki fungsi sebagai alat bertukang hingga alat upacara. Pembahasan kapak corong selengkapnya telah Munus rangkum di bawah ini.

Sejarah Kapak Corong

Kapak corong merupakan alat peninggalan sejarah yang muncul pada masa perundagian sekitar tahun 2000 sampai 3000 sebelum masehi, dimana pada masa tersebut bermunculan pula berbagai peralatan serta perabotan rumah tangga yang terbuat dari perunggu dan perak. Namun, pada saat itu peralatan ini hanya dipakai oleh kalangan tertentu saja

Pada zaman itu, telah banyak pengrajin besi yang telah menciptakan berbagai jenis benda dari besi, perunggu dan bahkan ada yang dari perak. Kapak corong memiliki bentuk seperti corong yang terbelah di bagian atasnya. Kemudian pada bagian dalam corong tersebut dimasukkan tangkai kayu untuk bidang kapaknya.

kapak corong
Gambar Kapak Corong, Foto Oleh Satujam.com

Warisan bersejarah Nusantara ini ditemukan pada tahun 1903 oleh seorang ekspedisi Wichman dari Sentani. Dan saat ini kapak tersebut disimpan di museum lembaga kebudayaan yang ada di Jakarta, Indonesia.

Alat ini juga seringkali disebut dengan kapak sepatu karena bentuknya yang hampir sama. Kapak ini memiliki berbagai jenis ukuran ada yang kecil dan sederhana dan ada pula yang besar dan diberi hiasan, bahkan ada yang lebar dan pendek. Ada pula kapak dengan panjang satu sisi saja yang disebut dengan candrasa.

Kapak ini juga mempunyai pangkal yang berbentuk seperti ekor burung sriti. Bagian tengahnya berongga untuk menaruh gagang dan sisi tajamnya ada di bagian ujung.

Wilayah Persebaran

Kapak corong tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Kapak ini dapat ditemukan di situs-situs arkeologi di Jawa, Bali, Sulawesi dan pulau-pulau di bagian timur Indonesia serta di sekitar Danau Sentani, Papua.

Di bagian Jawa banyak ditemukan kapak corong dengan ujung berbentuk ekor walet. Sedangkan di wilayah Bogor pernah ditemukan kapak jenis ini dengan ukuran yang sangat besar dan memiliki dekorasi berupa pahatan topeng mata besar di bagian ekor waletnya.

Kapak berbentuk seperti pisang lengkung juga kerap ditemui di wilayah Indonesia bagian Jawa Barat hingga sulawesi.

Penemuan beberapa kapak ini menunjukkan bahwa kegiatan sosial ekonomi pada awal tahun masehi  di beberapa wilayah tersebut cukup intensif.

Baca juga: Kapak Persegi: Alat Penunjang Hidup Manusia Neolitikum

Fungsi dan Jenis Kapak Corong

kapak corong
Gambar Kapak Corong, Foto Oleh Jurnalponsel.com

Kapak corong memiliki berbagai fungsi yang disesuaikan dengan jenisnya. Berikut ini penjelasan mengenai fungsi dan jenis kapak corong.

Fungsi

Fungsi kapak corong disesuaikan dengan jenisnya, namun pada umumnya kapak ini difungsikan sebagai alat bantu dalam bidang pertukangan di zaman dahulu.

Kapak ini juga seringkali difungsikan sebagai alat upacara adat serta ritual karena pada zaman dahulu kapak ini dianggap sebagai sebuah simbol kebesaran terhadap seseorang.

Jenis

Kapak corong memiliki 8 jenis tipe, diantaranya adalah:

Tipe 1

Kapak tipe ini mempunyai penampang lonjong dan bentuk kapaknya lebar. Di bagian pangkal gagangnya terdapat bagian yang cekung dan ada juga yang lurus. Di sisi yang tajam berbentuk cembung.

Kapak tipe ini tersebar di wilayah Jawa, Bali, Flores, Madura, Sulawesi, Papua, dan Maluku.

Tipe 2

Dikenal juga dengan nama kapak seriti, kapak tipe ini berbentuk seperti burung seriti. Di bagian gagangnya terdapat belahan yang membentuk sayap seperti burung seriti. Ada yang belahannya dalam namun ada juga yang tidak terbelah. 

Uniknya, kapak tipe ini memiliki hiasan yang menarik yang dapat menambah nilai tukar pada kaum bangsawan.

Tipe 3

kapak tipe ini mempunyai gagang yang lebih panjang dan memiliki bermacam ukuran mulai yang kecil sampai yang besar. Kapak ini tersebar di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, Papua, Maluku, Sulawesi Selatan dan SUmatera.

Tipe 4

Kapak tipe ini biasanya memiliki bentuk pendek dan lurus pada bagian bahunya serta memiliki mata gepeng dan kapaknya berbentuk setengah lingkaran. Kapak ini banyak ditemukan di wiayah Jawa Timur, Sulawesi dan Bali.

Tipe 5

Kapak jenis ini banyak ditemukan di wilayah Bali dan Papua. Pada bagian tengahnya agar lebar dan kedua sisinya menyempit serta memiliki mata kapak yang berbentuk bulan sabit.

Tipe 6

Kapak jenis ini memiliki bentuk unik yang mirip dengan jantung manusia. Pangkalnya seperti sapu lidi dan bahu kapaknya berbentuk melengkung. Kapak ini hanya ditemukan di wilayah Bali.

Tipe 7

Tipe kapak yang hanya bisa ditemukan di Pulau Jawa ini memiliki pegangan paling pendek diantara tipe lainnya. Selain Itu, kapak jenis ini juga memiliki mata yang tipis dan sangat tajam. Ujungnya melebar dan melengkung ke bagian dalam.

Tipe 8

Kapak jenis ini memiliki ciri khas yaitu adanya hiasan pola topeng yang bentuknya seperti kipas dan memiliki tangkai yang menyatu dengan bagian matanya. Kapak tipe ini banyak ditemukan di Pulau Rote.

Kesimpulan

Kapak corong merupakan salah satu peninggalan sejarah yang berupa benda. Ditemukannya kapak tersebut membuktikan bahwa zaman dahulu, manusia sudah mulai produktif dengan menciptakan alat-alat yang dapat membantunya bekerja.

Kapak corong memiliki fungsi yang disesuaikan dengan jenisnya, sedangkan untuk jenisnya sendiri kapak ini memiliki berbagai tipe jenis yang memiliki bentuk berbeda di setiap tipenya. Warisan bersejarah di Indonesia ini sangat banyak dan terus dicari hingga saat ini, untuk itu kita sebagai generasi yang mewarisi harus mampu ikut andil agar peninggalan tersebut tetap lestari. 

Baca juga: Pembagian Zaman Praaksara – Kebudayaan, dan Peninggalannya

Last Updated on Februari 26, 2021

Lovely Fida Nurfaiziah Seorang mahasiswa yang gemar berkomunikasi tentang sejarah dan budaya Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll up