Lovely Fida Nurfaiziah Seorang mahasiswa yang gemar berkomunikasi tentang sejarah dan budaya Nusantara

Gedung Sate: Bangunan Sejarah di Kota Bandung

3 min read

Bandung dikenal dengan sebutan Paris van Java karena keindahan yang disuguhkan di kotanya. Bandung juga menjadi salah satu daerah yang kental akan sejarah peradaban bangsa Indonesia. Beberapa bangunan peninggalan sejarah masih berdiri kokoh di Bandung, salah satunya adalah Gedung Sate Bandung. Gedung ini telah dibangun sejak zaman kepemimpinan Gubernur Jenderal van Limburg Stirum sejak 100 tahun yang lalu. Simak pembahasan Munus mengenai sejarah Gedung Sate beserta fungsi dan keunikannya dibawah ini.

Sejarah Gedung Sate Bandung

Gedung sate merupakan sebuah bangunan yang telah menjadi ikonik dari Kota Bandung. Gedung ini terletak di Jl. Diponegoro No. 22 Bandung, Jawa Barat. Bangunan bersejarah ini selesai dibangun pada tanggal 27 Juli 1920, yang berarti bahwa usianya telah lebih dari satu abad. Menurut sejarah gedung sate dibangun ketika ibu kota Hindia Belanda di pindahkan ke Bandung.

gedung sate
Foto Lama Gedung Sate, Foto Oleh Brilio.net

Pada tahun 1918, ibu kota Hindia Belanda yang sebelumnya di Batavia dipindahkan ke Bandung atas keputusan Gubernur Jenderal van Limburg Stirum. Pemindahan ini disebabkan karena kondisi dan situasi di Batavia yang sudah tidak lagi kondusif. Karena itu, pemerintah Hindia Belanda merencanakan pembangunan 17 bangunan yang akan digunakan sebagai kompleks pusat perkantoran di Kota Bandung.

Namun, pembangunan tersebut tidak dapat dilanjutkan karena pemerintah Hindia Belanda diserang krisis ekonomi akibat dari pecahnya perang dunia pertama. Hanya dua bangunan yang telah selesai pada saat itu, salah satunya adalah bangunan Gedung Sate bandung tersebut.

Gedung bersejarah ini dirancang oleh seorang arsitek Belanda bernama Ir. J. Gerber dari Landsgebouwendients. Gerber tidak sendirian pada saat itu, ia dibantu oleh sebuah tim yang terdiri dari anggota Genie Militair, Kol. Genie (Purn.) V.L. Slor dan perwakilan dari Burgerlijke Openbare Werken (B.O.W) atau DPU, Ir. G. Hedriks serat didukung oleh Gemeentelijk Bouwbedriff (Perusahaan bangunan Kotapraja) Bandung.

Desain Bangunan

Inspirasi pembangunan bangunan ini diperoleh dari gaya bangunan di Italia pada Zaman Renaissance yang memiliki kesan megah, indah, elegan serta kesan monumental yang sangat kental. Elemen lengkungan yang terdapat pada bangunan itu menciptakan kesan yang artistik dan unik.

gedung sate
Bangunan Gedung Sate, Foto Oleh Good News From Indonesia

Tampak depan bangunannya terdapat ornamen dengan ciri khas tradisional, layaknya di bangunan candi-candi Hindu. Sedangkan di bagian tengah gedung atau induk bangunan terdapat sebuah menara yang tegak berdiri dengan atap tersusun seperti atap pagoda yang disebut dengan tumpang.

Ciri khas desain bangunan ini terletak pada ornamen di atas atap yang menjulang seperti tusukan sate. 

Baca juga: De Tjolomadoe: Manisnya Wisata Otentik Industrial

Asal Mula Nama Gedung Sate

Bangunan ini awalnya bernama Gouvernements Bedrijven. Namun nama tersebut sulit diucapkan oleh para pribumi, karena itu sejak tahun 1960-an masyarakat Bandung menamainya dengan Gedung Sate karena ciri khas ornamen di atas bangunan yang berbentuk seperti tusukan sate.

Ornamen tersebut sebenarnya merupakan simbol dari 6 gulden karena pada waktu itu Pemerintah Hindia Belanda menghabiskan biaya sebesar 6 gulden atau setara dengan 45 Miliar Rupiah untuk membangun gedung tersebut.

Pada akhirnya, nama tersebut telah tersemat pada bangun tersebut hingga saat ini dan menjadi ikonik dari Kota Bandung itu sendiri.

Fungsi Gedung

Di awal setelah selesai dibangun pada tahun 1924, gedung bernama Geouverments Berijven memiliki beberapa fungsi diantaranya sebagai Hoofdbureau Post Telegraaf en Telefoondienst yang sekarang menjadi Museum Pos Indonesia, dan juga Department Verkeer en Waterstaat atau Kantor Jawatan Pekerjaan Umum dan Pengairan. Sampai pada tahun 1930, fungsi gedung ini difokuskan sebagai Kantor Jawatan Pekerjaan Umum dan Pengairan atau yang sekarang disebut dengan Departemen Pekerjaan Umum Indonesia.

gedung sate
Gedung Sate sebagai Kantor Gubernur Pemprov Jawa Barat, Foto Oleh Pikrian-rakyat.com

Setelah Indonesia merdeka, di tahun 1980 gedung ini difungsikan sebagai kantor Gubernur Jawa Barat hingga saat ini. Bahkan sejak saat itu pula, bangunan ini dikembangkan dengan menambahkan bangunan-bangunan baru.

Baca juga: Museum Brawijaya dan Berjuta Koleksi Militer Bersejarah

Sebagai Destinasi Wisata

Bangunan bersejarah ini juga telah menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi oleh masyarakat lokal maupun non-lokal bahkan para wisatawan mancanegara yang sedang berkunjung ke Bandung. Sarat sejarah yang kuat dalam bangunan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi turis mancanegara untuk mengunjungi gedung tersebut. Salah satu destinasi wisata yang menjadi primadona di area ini adalah museum gedung sate.

Museum Gedung Sate Bandung

Museum gedung sate diresmikan pada tanggal 8 Desember 2017. Museum ini menonjolkan konsep “SmartMuseum” dengan menjadi museum interaktif pertama di Indonesia. Dalam museum tersebut, kita akan diberikan info-info sejarah secara digital.

gedung sate
Museum Gedung Sate, Foto Oleh Tribun Jabar

Museum yang dilengkapi dengan teknologi VR dan Augmented Reality ini bertujuan untuk mengubah stereotipe bahwa museum itu kuno. Di Museum Gedung Sate Bandung, pengunjung bisa belajar dan menyaksikan peristiwa-peristiwa sejarah melalui sebuah teknologi digital yang akan memberikan pengalaman baru bagi mereka.

Berikut ini beberapa tempat di Museum Gedung Sate yang sering kali menjadi daya tarik bagi pengunjung:

Wall Video Mapping

Dalam ruangan ini, pengunjung akan diperlihatkan proses awal mula pembuatan bangunan bersejarah tersebut. ruangan ini juga dilengkapi dengan miniatur Gedung Sate di bagian tengah.

Informasi Digital

Di ruangan ini pengunjung museum disuguhi dengan berbagai informasi mengenai arsitektur bangunan Gedung Sate. ssitem yang digunakan juga sangat modern, dengan layar TV besar sebagai informasi utama dan layar yang memiliki ukuran lebih kecil bersisi informasi di setiap bangunan.

Augmented Reality

Untuk dapat merasakan fasilitas di ruangan ini, pengunjung perlu memiliki sebuah aplikasi. Dengan dukungan aplikasi tersebut, pengunjung dapat merasakan sensasi seolah-olah turut serta dalam masa-masa pembangunan gedung bersejarah ini.

Kesimpulan

Gedung Sate merupakan salah satu bangunan bersejarah di Indonesia yang saat ini masih berdiri dengan kokoh meskipun sudah berumur lebih dari 100 tahun. Bahkan, bangunan tersebut saat ini aktif menjadi kantor pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Selain itu, bangunan ini juga menjadi tujuan destinasi wisata masyarakat untuk belajar sejarah maupun sekedar bermain dan bersantai bersama teman dan keluarga.

Baca juga: Museum Fatahillah – Sejarah, Alamat & Harga Tiket Masuk

Last Updated on Maret 19, 2021

Lovely Fida Nurfaiziah Seorang mahasiswa yang gemar berkomunikasi tentang sejarah dan budaya Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll up