1. Blog

Sejarah Sumpah Pemuda & Lahirnya Teks Sumpah Pemuda 1928

Tanggal 28 Oktober 1928 merupakan salah satu titik balik dari perjuangan Indonesia. Mengapa? Karena pada tanggal ini sejarah Sumpah Pemuda terjadi. Para pemuda dari seluruh penjuru Indonesia mengikrarkan persatuan demi mencapai Indonesia yang merdeka.

Pada kesempatan kali ini, Museum Nusantara akan membahas tentang sejarah, isi, makna, dan beberapa fakta unik dari peristiwa Sumpah Pemuda. Untuk mengetahui informasi lebih dalamnya, simak artikel Munus kali ini!

Sejarah Sumpah Pemuda

Sejarah Sumpah Pemuda bermula dari Kongres Pemuda I yang terjadi pada 30 April sampai 2 Mei 1926. Kongres Pertama ini dihadiri berbagai organisasi kepemudaan dari seluruh penjuru Indonesia, seperti Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Jong Java, Sekar Rukun, Studerende Minahasae, Jong Islamieten Bond, Jong Bataks Bond sampai Pemuda Kaum Theosofi. 

Pada Kongres pertama ini terlahir beberapa gagasan, salah satunya adalah pembentukan organisasi sentral yang dapat memperkuat persatuan dan kesatuan di kalangan pemuda di Indonesia. Oleh karena terjadi perbedaan pendapat yang cukup signifikan, hasil kongres ini tidak tercapai.

Artikel Terkait

  • Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 4:59 am

    Mempelajari makhluk hidup memang tidak ada habisnya ya guys. Dengan mempelajarinya kalian jadi tahu apa jenis-jenis hewan yang ada di muka bumi ini. Salah satu jenis hewan yang sering kita temui adalah cacing. Hewan yang bikin geli ini dan sering muncul saat musim hujan ini adalah hewan yang akan kita bahas kali ini.  Nah, kalau The post Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 3:48 am

    Halo kawan literasi, bagaimana kabar kalian? aku harap baik-baik saja, ya. Pada pembahasan artikel fisika ini masih berhubungan dengan kelistrikan yaitu hukum ohm. Nah, pasti kalian sedikit banyak mengenal hukum fisika tersebut. Ternyata dalam rangkaian listrik, harus mempunyai hambatan dengan besar tertentu, lho. Mau tau kenapa?  Daripada penasaran, ayo kita belajar hukum fisika ini mulai The post Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 16, 2024 at 7:42 am

    Kegiatan transaksi sangat berkaitan dengan alat pembayaran. Semakin bertambahnya zaman, teknologi dan informasi di bidang ekonomi dan perbankan semakin berkembang. Analogi sederhananya adalah keadaan dahulu semaju sekarang, alat pembayaran hanya menggunakan uang logam dan uang kertas.  Ternyata, manusia menemukan beberapa keterbatasan dalam melakukan pembayaran. Jadi, muncullah beberapa metode atau alat pembayaran yang efektif dan efisien The post Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 15, 2024 at 5:17 am

    Salah satu alat optik yang paling dipakai oleh orang-orang yang di sekitar adalah kacamata. Seperti yang kita tahu, kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk melihat objek dengan jelas. Nah, kawan literasi apakah kalian menyadari bahwa kacamata memiliki sistem khusus untuk memudahkan mata melihat benda dari jarak dekat maupun jauh?  Atau sesederhana kamera yang sering kita The post Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui appeared first on Sma Studioliterasi.

Dua tahun setelahnya, beberapa pemuda mencetuskan untuk melaksanakan Kongres Pemuda II. Kongres kedua ini kemudian digelar pada tanggal 27-28 Oktober 1928. Kongres kedua dihadiri oleh para pemuda dari berbagai kalangan. Berikut adalah tokoh tokoh yang cukup terkenal dalam peristiwa sejarah Sumpah Pemuda: 

  • Sugondo Djojopuspito (PPPI), menjabat sebagai Ketua Kongres 
  • R.M. Joko Marsaid (Jong Java), menjabat sebagai Wakil Ketua Kongres
  • Muhammad Yamin (Jong Sumatranen Bond), menjabat sebagai Sekretaris 
  • Amir Sjarifudin (Jong Bataks Bond) , menjabat sebagai Bendahara
  • Kartosuwiryo
  • Djohan Mohammad Tjai  (Jong Islamieten Bond) 
  • R. Katjasungkana (Pemuda Indonesia) 
  • R.C.I. Sendok (Jong Celebes) 
  • :Johannes Leimena (Jong Ambon) 
  • Mohammad Rochjani Su’ud (Pemuda Kaum Betawi) 
  • Soenario Sastrowardoyo, Penasihat Kongres
  • Wage Rudolf Supratman, Pencipta lagu Indonesia Raya

Gedung yang digunakan untuk melakukan Kongres Pemuda II merupakan sebuah asrama pelajar atau rumah pondokan dari seorang keturunan Tionghoa bernama Sie Kok Liong. Gedung ini beralamat di Jalan Kramat Raya 106, Jakarta Pusat. Saat ini, tempat Kongres Pemuda II ini menjadi Museum Sumpah Pemuda. Kalian dapat melihat berbagai koleksi terkait peristiwa Sumpah Pemuda.

Tujuan Kongres Pemuda II digelar adalah untuk menciptakan sebuah perkumpulan pemuda Indonesia dimana perkumpulan ini dapat membicarakan masalah pergerakan pemuda Indonesia serta memperkuat persatuan masyarakat Indonesia karena pada saat itu masih sangat sedikit organisasi pergerakan.

Isi Teks Sumpah Pemuda

Kongres Pemuda II yang terjadi pada tanggal 28 Oktober 1928 kemudian melahirkan sebuah deklarasi yang sampai saat ini masih dikenang, yaitu Sumpah Pemuda. Tokoh yang berjasa dalam merumuskan Sumpah Pemuda adalah Muhammad Yamin. 

Beliau menuliskan gagasan deklarasi Sumpah Pemuda di secarik kertas yang kemudian diserahkan kepada Sugondo Djojopuspito selaku ketua kongres. Muh. Yamin berbisik kepada Sugondo dan mengatakan bahwa Ia mempunyai rumusan yang lebih luwes. Berikut adalah isi teks Sumpah Pemuda yang diikrarkan pertama kali pada tanggal 28 Oktober 1928:

Sumpah Pemuda!
Kami Putera dan Puteri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah yang Satu,
Tanah Indonesia.
Kami Putera dan Puteri Indonesia,Mengaku Berbangsa yang Satu,
Bangsa Indonesia.
Kami Putera dan Puteri Indonesia,Menjunjung Bahasa Persatuan,
Bahasa Indonesia.

Makna Sejarah Sumpah Pemuda 1928

Makna yang terkandung dalam sejarah Sumpah Pemuda adalah tentang nilai-nilai persatuan bangsa. Sumpah Pemuda menunjukkan bahwa perbedaan yang dimiliki masyarakat Indonesia ternyata dapat disatukan dan menjadi wujud Bhinneka Tunggal Ika atau berbeda-beda tetapi tetap satu.

Sumpah Pemuda memuat banyak sekali nilai positif yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari hari. Berbagai nilai yang dapat kalian ambil dari Sumpah Pemuda adalah nilai gotong royong, nilai patriotisme, budaya musyawarah, kekeluargaan, cinta tanah air, kerja sama, cinta damai, dan bertanggung jawab.

Museum Sumpah Pemuda (Sumber: Wikipedia)

Fakta Sejarah Sumpah Pemuda

Selain fakta-fakta yang sudah kalian sering baca, ada beberapa fakta dari sejarah Sumpah Pemuda yang belum banyak diketahui, yaitu:

Tidak Menggunakan Istilah “Sumpah Pemuda” pada Awal Pencetusan

Dapat dikatakan bahwa dalam Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 sebenarnya tidak pernah disebutkan istilah Sumpah Pemuda. Kongres Pemuda pada saat itu disebut sebagai Ikrar Pemuda.

 Ketika tahun 1930-an, kata Sumpah Pemuda yang dicetuskan oleh Muhammad Yamin muncul menggantikan Ikrar Pemuda. Presiden Soekarno kemudian menetapkan Hari Sumpah Pemuda sebagai Hari Nasional Indonesia.

Debut Lagu Indonesia Raya

Lagu Indonesia Raya pertama kali diperdengarkan kepada khalayak umum pada Kongres Pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928. Wage Rudolf Supratman memainkan lagu ciptaannya ini kepada para peserta kongres menggunakan biolanya, yang saat ini tersimpan di Museum Sumpah Pemuda.

Setelah selesai memainkan lagu Indonesia Raya, para peserta Kongres meminta supaya lagu tersebut dinyanyikan. Indonesia Raya saat itu dinyanyikan dengan sedikit pengubahan lirik demi keamanan kongres karena sedang diawasi oleh aparat Hindia Belanda.

Menggunakan Ejaan Van Ophuysen

Naskah asli dari Sumpah Pemuda ditulis menggunakan ejaan Van Ophuysen. Van Ophuysen sendiri adalah sebuah ejaan yang selalu digunakan untuk menulis kata berbahasa Melayu pada masa penjajahan Belanda. Ejaan ini menggunakan gaya penulisan yang dapat dimengerti oleh orang-orang Belanda. Seiring berjalannya waktu, penulisan Sumpah Pemuda diubah menjadi ejaan Bahasa Indonesia yang baku.

Baca Juga: 10 Tokoh Sumpah Pemuda & Perannya pada Perjuangan Indonesia

Sejarah Sumpah Pemuda hendaknya dapat menjadi sebuah inspirasi bagi kita generasi muda Indonesia saat ini. Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus dapat membawa negara ini ke arah perubahan yang jauh lebih baik daripada saat ini, bukan justru terpecah-belah karena perbedaan pendapat selera, ideologi, dan pandangan hidup. Semoga penjelasan Museum Nusantara kali ini dapat bermanfaat dan memberikan pengetahuan baru tentang peristiwa sejarah Indonesia.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Sejarah Sumpah Pemuda & Lahirnya Teks Sumpah Pemuda 1928

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Busur panah telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia selama berabad-abad. Seni memanah telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Artikel ini akan mengenalkan Anda pada berbagai bentuk busur panah yang ada di Indonesia, serta memberikan wawasan tentang pentingnya seni memanah dalam masyarakat Indonesia. Apa Itu Busur […]

    Trending

    Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]
    Selama berabad-abad, Indonesia telah menjadi rumah bagi keberagaman budaya yang kaya, termasuk seni tari tradisional yang memukau. Tari tradisional Indonesia bukan hanya sekadar gerakan-gerakan artistik yang menakjubkan, tetapi juga mewakili identitas, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat di berbagai daerah. Tari Sirih Kuning adalah salah satu jenis tarian tradisional yang memiliki akar budaya kuat bagi masyarakat Betawi. […]