1. Informasi

Apa itu Romusha, Tujuan, & Dampaknya Bagi Rakyat Indonesia

Romusha adalah salah satu kebijakan pada masa penjajahan Jepang yang sangat merugikan masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia dipaksa untuk bekerja dan diperlakukan semena-mena. Simak sejarah lengkapnya dalam artikel Museum Nusantara kali ini!

Pengertian Romusha

Romusha adalah ungkapan dari bahasa Jepang yang berarti kuli atau tenaga kerja. Tenaga kerja ini dibutuhkan untuk kepentingan Perang Pasifik yang terjadi antara Jepang melawan tentara sekutu dalam Perang Dunia II.

Jika ditelusuri lebih lanjut, Romusha adalah nama barisan pekerja pribumi yang tidak termasuk sebagai angkatan bersenjata di pulau Jawa. Tenaga kerja ini biasanya dipekerjakan di garis belakang medan pertempuran. Masyarakat Indonesia bekerja untuk kepentingan Jepang pada saat itu.

Mengutip dari Ensiklopedia Nasional Indonesia, Romusha adalah sistem kerja paksa yang terjadi pada masa penjajahan Jepang di Indonesia. Para pekerja Romusha bahkan mendapat perlakuan yang jauh lebih buruk daripada kerja rodi pada masa penjajahan Belanda.

Artikel Terkait

  • Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 4:59 am

    Mempelajari makhluk hidup memang tidak ada habisnya ya guys. Dengan mempelajarinya kalian jadi tahu apa jenis-jenis hewan yang ada di muka bumi ini. Salah satu jenis hewan yang sering kita temui adalah cacing. Hewan yang bikin geli ini dan sering muncul saat musim hujan ini adalah hewan yang akan kita bahas kali ini.  Nah, kalau The post Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 3:48 am

    Halo kawan literasi, bagaimana kabar kalian? aku harap baik-baik saja, ya. Pada pembahasan artikel fisika ini masih berhubungan dengan kelistrikan yaitu hukum ohm. Nah, pasti kalian sedikit banyak mengenal hukum fisika tersebut. Ternyata dalam rangkaian listrik, harus mempunyai hambatan dengan besar tertentu, lho. Mau tau kenapa?  Daripada penasaran, ayo kita belajar hukum fisika ini mulai The post Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 16, 2024 at 7:42 am

    Kegiatan transaksi sangat berkaitan dengan alat pembayaran. Semakin bertambahnya zaman, teknologi dan informasi di bidang ekonomi dan perbankan semakin berkembang. Analogi sederhananya adalah keadaan dahulu semaju sekarang, alat pembayaran hanya menggunakan uang logam dan uang kertas.  Ternyata, manusia menemukan beberapa keterbatasan dalam melakukan pembayaran. Jadi, muncullah beberapa metode atau alat pembayaran yang efektif dan efisien The post Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 15, 2024 at 5:17 am

    Salah satu alat optik yang paling dipakai oleh orang-orang yang di sekitar adalah kacamata. Seperti yang kita tahu, kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk melihat objek dengan jelas. Nah, kawan literasi apakah kalian menyadari bahwa kacamata memiliki sistem khusus untuk memudahkan mata melihat benda dari jarak dekat maupun jauh?  Atau sesederhana kamera yang sering kita The post Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui appeared first on Sma Studioliterasi.

Kerja Romusha berlangsung dari tahun 1942 sampai 1945. Para petani diwajibkan untuk menjadi Romusha mulai Oktober 1943 sehingga mayoritas tenaga kerja paksa berasal dari para petani. Tenaga kerja paksa dari Indonesia tidak jarang juga dikirim untuk bekerja di berbagai tempat lain di luar Indonesia.

Jalannya Romusha

Jalannya Romusha (sumber - KASKUS)
Jalannya Romusha (sumber – KASKUS)

Tenaga Romusha berasal dari desa-desa yang terletak di pulau Jawa. Sejak dahulu, pulau Jawa sudah padat penduduk dan menjadi pusat kehidupan Indonesia. Pemerintah kolonial Jepang menjaring tenaga Romusha melalui Kinrohosi (kerja bakti). 

Awalnya, masyarakat Indonesia melakukannya dengan sukarela. Seiring berjalannya waktu, Jepang semakin menjadi terdesak dalam Perang Pasifik. Pengerahan tenaga kerja kemudian diserahkan secara penuh pada Romukyokai (panitia pengerahan tenaga kerja) di setiap desa.

Pada saat itu, setiap keluarga diwajibkan untuk menyerahkan satu anak laki-laki untuk berangkat menjadi tenaga Romusha. Hal ini hanya berlaku bagi masyarakat miskin karena pedagang, pejabat dan orang-orang kaya dapat menyogok panitia pengerahan. Biasanya, orang-orang kaya juga dapat membayar warga lainnya supaya menggantikan kewajibannya sebagai Romusha.

Tugas Romusha pada awalnya bersifat sukarela dan berada di sekitar tempat tinggal. Lama kelamaan tenaga kerja ini menjadi sebuah bentuk kerja paksa. Tenaga Romusha diperlakukan dengan kasar dan semena-mena.

Kesehatan yang tidak terjamin, pekerjaan yang sangat berat, dan makanan yang tidak cukup menjadi situasi yang dihadapi para pekerja Romusha. Para Romusha bahkan memakai pakaian yang tidak layak, yaitu pakaian yang terbuat dari karung goni. Bahan karung goni sendiri biasanya menjadi sarang kutu sehingga sangat tidak nyaman jika dipakai manusia.

Jika melihat keadaan tersebut, kalian dapat membayangkan betapa tersiksanya para Romusha. Banyak tenaga Romusha yang meninggal di tempat kerjanya karena kekurangan makan, kecelakaan kerja, kelelahan sampai penyakit. Berita ini tersebar di masyarakat umum sehingga banyak yang takut menjadi Romusha.

Oleh karena ketakutan masyarakat, pemerintah kolonial Jepang menutupi hal tersebut. Mulai tahun 1943, Jepang melakukan kampanye baru yang mengatakan bahwa Romusha adalah pahlawan pekerja dan prajurit ekonomi. Tenaga kerja Romusha digambarkan sebagai prajurit yang berperan banyak terhadap keberhasilan Jepang.

Motif Jepang melakukan Romusha adalah mengumpulkan tenaga kerja sukarela demi  memenangkan perang. Banyak sumber daya yang ingin dieksploitasi oleh Jepang seperti padi, batu bara, karet, serta minyak tanah. Jepang memanfaatkan tenaga manusia yang ada untuk kepentingannya sendiri dalam perang melawan sekutu.

Dampak Romusha

Romusha meninggalkan luka yang sangat besar bagi Indonesia. Meskipun Jepang hanya menjajah Indonesia selama kurang lebih 3,5 tahun, kerja Romusha adalah sebuah luka besar dalam sejarah Indonesia. Peristiwa ini menciptakan dampak yang besar bagi Indonesia. Berikut adalah beberapa dampak dari Romusha:

  • Keadaan ekonomi di Indonesia mengalami penurunan drastis. 
  • Pertanian tidak dikelola oleh ahli pertanian.
  • Binatang yang berguna untuk pertanian banyak yang dipotong.
  • Kurangnya tenaga kerja petani karena banyak petani yang menjadi Romusha.
  • Banyaknya penebangan hutan liar untuk dijadikan lahan pertanian
  • Penyerahan hasil bumi secara wajib kepada Jepang
  • Ketidakpercayaan sesama masyarakat Indonesia
  • Kepala desa dan camat menyalahgunakan wewenang dengan memilih orang yang tidak disukai untuk menjadi Romusha
  • Banyak masyarakat yang kelaparan dan hidup dalam kekurangan.
  • Ketimpangan sosial yang semakin besar.
  •  Banyak tenaga kerja yang meninggal karena terserang penyakit, kelelahan dan kekurangan makanan.

Tujuan Romusha

Tujuan Romusha (sumber - Dosen Pendidikan)
Tujuan Romusha (sumber – Dosen Pendidikan)

Pada awalnya, Romusha adalah tenaga kerja yang setara dengan buruh biasa yang bekerja di perusahaan. Pemindahan tenaga kerja ke luar Jawa bertujuan untuk menciptakan produktivitas di luar Jawa. Mulai tahun 1943, Romusha menjadi sebuah usaha eksploitasi manusia. Berikut adalah tujuan-tujuan dari Romusha:

  • Jepang semakin terpuruk dalam Perang Pasifik.
  • Setiap angkatan perang Jepang harus memenuhi kebutuhannya sendiri, begitu pula angkatan perang Jepang yang menduduki Indonesia.
  • Meningkatkan kekayaan Jepang
  • Jepang kekurangan sumber daya manusia untuk membantu Perang Pasifik dengan cara membangun berbagai sarana pendukung.

Mulai saat itu, Romusha bukan menjadi bentuk eksploitasi untuk menambah kekayaan Jepang tapi juga proyek pembangunan yang langsung berkaitan dengan kepentingan perang. Permintaan tenaga kerja semakin tidak terkendali. Setiap laki-laki dan perempuan yang berada dalam usia produktif didaftar dan kemudian berkewajiban untuk berpartisipasi dalam Romusha tanpa terkecuali.

Demikian penjelasan Museum Nusantara tentang sejarah, tujuan serta dampak dari Romusha. Kerja Romusha adalah sebuah peristiwa yang sangat merugikan Indonesia. Kita patut bersyukur karena banyak pengorbanan pada masa itu berguna sampai saat ini. Semoga penjelasan kali ini bermanfaat!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Apa itu Romusha, Tujuan, & Dampaknya Bagi Rakyat Indonesia

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Busur panah telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia selama berabad-abad. Seni memanah telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Artikel ini akan mengenalkan Anda pada berbagai bentuk busur panah yang ada di Indonesia, serta memberikan wawasan tentang pentingnya seni memanah dalam masyarakat Indonesia. Apa Itu Busur […]

    Trending

    Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]
    Selama berabad-abad, Indonesia telah menjadi rumah bagi keberagaman budaya yang kaya, termasuk seni tari tradisional yang memukau. Tari tradisional Indonesia bukan hanya sekadar gerakan-gerakan artistik yang menakjubkan, tetapi juga mewakili identitas, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat di berbagai daerah. Tari Sirih Kuning adalah salah satu jenis tarian tradisional yang memiliki akar budaya kuat bagi masyarakat Betawi. […]