1. Blog

Latar Belakang, Tujuan & Dampak Agresi Militer Belanda 2

Setelah proklamasi kemerdekaan, Indonesia tidak lekas hidup dalam ketenangan dan kebebasan. Masyarakat harus masih berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan. Salah satu peristiwa yang berusaha mengganggu kedaulatan Indonesia sebagai negara merdeka adalah Agresi Militer Belanda 2. Untuk mengetahui lebih dalam tentang peristiwa ini, Simak penjelasannya di bawah ini  

Latar Belakang Agresi Militer Belanda 2

Konflik ini bermula ketika Indonesia dan Belanda melakukan perjanjian Renville pada 8 Desember 1947-19 Januari 1948. Setelah penandatanganan perjanjian terjadi, masih banyak perdebatan terjadi antara kedua belah pihak.

Pihak Belanda dan Indonesia membuat klaim bahwa salah satu pihak tidak menepati hasil perundingan atau melanggar perjanjian yang sudah dibuat. Alasan ini yang melatarbelakangi Belanda kembali melancarkan agresi militer pada tanggal 19 Desember 1948.

Kedua belah pihak kesulitan untuk melaksanakan perjanjian tersebut. Belanda menuduh Indonesia melakukan penyusupan, penjarahan, dan penyerangan di wilayah yang menjadi hak milik Belanda. Belanda mengatakan pihak Indonesia tidak bisa mengatur tentara rakyat supaya mematuhi perjanjian.

Artikel Terkait

  • Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 6, 2024 at 8:53 am

    Rumah merupakan tempat pertama untuk memulai suatu pembelajaran. Termasuk dalam hal gotong royong  Harapannya begitu terjun pada lingkungan masyarakat, kamu paling tidak sudah mengerti arti singkat mengenai hal tersebut. Memang kalau penerapannya contoh gotong royong di rumah seperti apa saja? Selengkapnya bisa kamu baca pada artikel yang dibuat khusus untuk Sobat Literasi. Check it out! Artikel Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 10:28 pm

    Sayang banyaknya nilai-nilai modern, membuat sejumlah nilai tradisional mulai tergeserkan. Salah satunya, gotong royong. Sekarang ini sudah mulai jarang kegiatan yang menggunakan unsur tersebut. Maka tidak heran, mungkin generasi ini tidak memahami dan ketahui Salah satu tempat mereka bisa belajar hal itu dengan diajarkan di sekolah. Melalui beberapa aktivitas yang sifatnya dikerjakan bersama-sama. Untuk contoh Artikel Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Budi Pekerti: Etika Wajib Bangsa Indonesia
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 2:38 am

    Budi pekerti merupakan etika wajib yang dimiliki oleh semua warga Indonesia. Hal ini berkaitan dengan moral yang menuntun kita dalam berperilaku dan berinteraksi dengan sesama. Apabila seseorang tidak memiliki atau menjalankan prinsip budi pekerti seperti mestinya maka akibatnya banyak perilaku negatif yang terjadi pada sekitar. Penjelasan tentang materi ini bisa Sobat Literasi baca pada artikel Artikel Budi Pekerti: Etika Wajib Bangsa Indonesia pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Maret 12, 2024 at 12:34 am

    Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat perekonomian suatu negara adalah dengan mendirikan badan usaha. Suatu negara dapat dikatakan maju apabila tingkat kesejahteraan masyarakat tinggi. Hal ini tentunya tidak kalah jauh dengan taraf ekonomi dan sosial yang baik. Pendekatan yang nyata untuk mewujudkannya adalah dengan melihat bagaimana perkembangan bahan usaha tersebut.  Kawan literasi, asal kalian tahu The post Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya appeared first on Sma Studioliterasi.

Di sisi lain, Indonesia menganggap Belanda tidak menghormati isi perjanjian yang sudah ditandatangani. Indonesia memberikan klaim bahwa Belanda tetap melakukan politik adu domba dengan pembentukan  konferensi Federal serta Negara Federal Bandung. Indonesia juga menuduh bahwa Belanda sering melanggar batas garis militer yang sudah disepakati. 

Tujuan Agresi Militer Belanda 2

Terdapat tiga tujuan dari Agresi Militer Belanda, yaitu :

  • Menghancurkan kesatuan negara Indonesia.
  • Menguasai ibu kota negara saat itu, Yogyakarta.
  • Menangkap para pemimpin Indonesia supaya tidak terjadi perlawanan.
Pasukan Belanda pada Agresi Militer Belanda 2 (Sumber : Tribunnews Wiki)

Kronologi Agresi Militer Belanda 2

Agresi Militer Belanda 2 bermula pada tanggal 18 Desember 1948 pukul 23.30. Radio Antara Jakarta mengatakan dalam siaran radionya bahwa Dr. Beel, Wakil Tinggi Mahkota Belanda akan menyampaikan pidato yang penting.

Di sisi lain, Jenderal Spoor yang sudah mempersiapkan rencana penghancuran TNI selama berbulan-bulan kemudian memberikan instruksi kepada seluruh tentara Belanda yang ada di Jawa dan Sumatera untuk melakukan penyerangan kepada Republik. Operasi ini kemudian dikenal sebagai Operasi Gagak atau Operasi Kraai.

Jenderal Spoor kemudian melakukan inspeksi serta briefing. Para pasukan Belanda ini kemudian mendarat di Maguwo, Yogyakarta. Rute penerbangan menuju Maguwo melalui Lautan Hindia. Para pasukan mulai terjun pada pukul 6.45.

 Seiring dengan penyerangan yang terjadi di Maguwo, Dr. Beel menyatakan bahwa Belanda tidak lagi terikat dengan Perjanjian Renville pada 19 Desember 1948. Serangan ke wilayah milik Republik Indonesia yang ada di Pulau Jawa dan Sumatera ini kemudian dikenal dengan Agresi Militer Belanda 2.

Belanda menganggap gerakan agresi ini sebagai Aksi Polisionil karena Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan para pejuang Indonesia adalah pengganggu keamanan yang harus ditumpas oleh aparat keamanan.

Penyerangan ke Yogyakarta, yang pada saat itu menjadi Ibu Kota Republik Indonesia, diawali dengan pengeboman di Lapangan Terbang Maguwo. Pada pukul 05.45, pasukan Belanda menghujani Lapangan Terbang Maguwo dengan bom dan tembakan dari lima pesawat Mustang serta 9 pesawat Kittyhawk.

Garis pertahanan TNI yang ada di Maguwo hanya berjumlah 150 pasukan saja, terlebih lagi pangkalan udara ini memiliki persenjataan yang terbatas berupa satu senapan anti pesawat dan beberapa senapan biasa. Hanya ada satu kompi TNI yang bersenjata lengkap di pangkalan udara.

Pertempuran yang berlangsung di Maguwo tidak berlangsung lama, pertempuran hanya terjadi selama 25 menit saja. Lapangan Udara Maguwo akhirnya berhasil jatuh ke tangan pasukan Belanda yang dipimpin oleh Kapten Eekhout. Banyak korban berjatuhan dari TNI, sedangkan pasukan Belanda tidak ada yang menjadi korban.

Pasukan yang dipimpin oleh Kolonel D.R.A. Van Langen kemudian berkumpul di Maguwo dan mulai bergerak ke Yogyakarta. Pasukan Belanda kemudian menyerang Kota Yogyakarta dengan pengeboman terhadapa bangunan dan penerjunan pasukan.

Setelah mendengar hal ini, Panglima Besar Soedirman kemudian mengeluarkan perintah kilat yang dinyatakan melalui radio pada tanggal 19 Desember 1948. Kabinet kemudian melakukan rapat untuk menentukan tindak lanjut pada situasi ini. Keputusan yang dibuat oleh kabinet adalah pemerintah tidak pergi dari Ibu Kota.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga membuat sebuah pemerintahan darurat di Bukittinggi. Presiden kemudian memberikan surat kuasa kepada Mr. Syafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran, yang saat itu ada di Bukittinggi. Mr. Syafruddin kemudian membentuk pemerintahan darurat dan membentuk kabinet darurat. 

Mr. Syafrudin Prawiranegara (Sumber : WIkipedia)

Dampak Agresi Militer Belanda 2

Tentu, Agresi Militer Belanda 2 yang terjadi di Indonesia memiliki dampak, baik bagi pihak Indonesia maupun pihak Belanda. Berikut adalah dampak dampaknya :

Dampak untuk Indonesia 

  • Beberapa tokoh pemimpin Indonesia berhasil ditangkap dan kemudian diasingkan ke luar pulau Jawa
  • Pembentukan Pemerintah Darurat Republik Indonesia yang dipimpin oleh Mr. Syafruddin Prawiranegara
  • Banyaknya korban meninggal dunia dari pihak Tentara Negara Indonesia
  • Banyak bangunan yang hancur karena serangan dari pihak Belanda

Dampak untuk Belanda 

  • Pasukan Belanda tidak berhasil merebut Indonesia sepenuhnya karena Indonesia berhasil melakukan serangan balik
  • Belanda yang kewalahan dengan perlawanan pasukan Indonesia
  • Belanda yang mengatakan bahwa pemerintahan Indonesia sudah tidak ada berhasil dipatahkan karena TNI melakukan serangan balik kepada Belanda
  • Belanda mendapatkan kecaman dari dunia internasional karena mengancam kedaulatan Indonesia

Baca Juga : Pemberontakan DI TII : Latar Belakang & Penumpasannya

Demikian adalah penjelasan tentang latar belakang, tujuan, sampai dampak dari Agresi Militer Belanda 2 terhadap Indonesia dan Belanda. Semoga penjelasan kali ini dapat menambah wawasan kalian tentang sejarah Indonesia.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Latar Belakang, Tujuan & Dampak Agresi Militer Belanda 2

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Busur panah telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia selama berabad-abad. Seni memanah telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Artikel ini akan mengenalkan Anda pada berbagai bentuk busur panah yang ada di Indonesia, serta memberikan wawasan tentang pentingnya seni memanah dalam masyarakat Indonesia. Apa Itu Busur […]

    Trending

    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada […]
    Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]