1. Peninggalan Sejarah

Hotel Yamato: Kronologi, Latar Belakang, dan Saat ini

Hotel Yamato adalah salah satu hotel yang bersejarah bagi Indonesia. Di hotel ini, terjadi sebuah peristiwa perobekan bendera Belanda yang kemudian mengarah ke perang 10 November antara para pejuang di Surabaya dan tentara sekutu.

Pada kesempatan kali ini, Museum Nusantara akan membahas latar belakang, kronologi insiden, serta keadaan hotel ini sekarang. Simak informasi lebih lanjutnya hanya di Museum Nusantara!

Latar Belakang Peristiwa Hotel Yamato

Peristiwa Hotel Yamato terjadi karena pihak Belanda yang datang ke Indonesia kembali saat itu melakukan tindakan provokatif. Mereka mengibarkan bendera kebangsaan belanda di bagian atas hotel. Hal ini karena Belanda belum mengakui secara penuh kedaulatan Indonesia.

Soedirman melakukan perundingan supaya pihak Belanda menurunkan bendera berwarna merah, putih dan biru tersebut, tapi perundingan tersebut gagal. Oleh karena situasi perundingan yang tidak berjalan mulus, massa yang sudah menunggu di luar hotel langsung masuk dan menurunkan bendera Belanda tersebut.

Artikel Terkait

  • Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 6, 2024 at 8:53 am

    Rumah merupakan tempat pertama untuk memulai suatu pembelajaran. Termasuk dalam hal gotong royong  Harapannya begitu terjun pada lingkungan masyarakat, kamu paling tidak sudah mengerti arti singkat mengenai hal tersebut. Memang kalau penerapannya contoh gotong royong di rumah seperti apa saja? Selengkapnya bisa kamu baca pada artikel yang dibuat khusus untuk Sobat Literasi. Check it out! Artikel Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 10:28 pm

    Sayang banyaknya nilai-nilai modern, membuat sejumlah nilai tradisional mulai tergeserkan. Salah satunya, gotong royong. Sekarang ini sudah mulai jarang kegiatan yang menggunakan unsur tersebut. Maka tidak heran, mungkin generasi ini tidak memahami dan ketahui Salah satu tempat mereka bisa belajar hal itu dengan diajarkan di sekolah. Melalui beberapa aktivitas yang sifatnya dikerjakan bersama-sama. Untuk contoh Artikel Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Budi Pekerti: Etika Wajib Bangsa Indonesia
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 2:38 am

    Budi pekerti merupakan etika wajib yang dimiliki oleh semua warga Indonesia. Hal ini berkaitan dengan moral yang menuntun kita dalam berperilaku dan berinteraksi dengan sesama. Apabila seseorang tidak memiliki atau menjalankan prinsip budi pekerti seperti mestinya maka akibatnya banyak perilaku negatif yang terjadi pada sekitar. Penjelasan tentang materi ini bisa Sobat Literasi baca pada artikel Artikel Budi Pekerti: Etika Wajib Bangsa Indonesia pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Maret 12, 2024 at 12:34 am

    Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat perekonomian suatu negara adalah dengan mendirikan badan usaha. Suatu negara dapat dikatakan maju apabila tingkat kesejahteraan masyarakat tinggi. Hal ini tentunya tidak kalah jauh dengan taraf ekonomi dan sosial yang baik. Pendekatan yang nyata untuk mewujudkannya adalah dengan melihat bagaimana perkembangan bahan usaha tersebut.  Kawan literasi, asal kalian tahu The post Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya appeared first on Sma Studioliterasi.

Kronologi Terjadinya Insiden Hotel Yamato

Presiden Soekarno memberikan maklumat pemerintahan setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Maklumat tersebut ditetapkan mulai 1 September 1945, dan mengatakan bendera nasional Indonesia harus dikibarkan terus di seluruh wilayah Indonesia. Gerakan ini menyebar ke segala penjuru Indonesia, termasuk kota Surabaya.

Pengibaran bendera merah putih dilakukan di beberapa tempat yang strategis, seperti Gedung Karesidenan (sekarang menjadi Gedung Gubernur), Gedung Internatio, sampai ke Tambaksari ketika barisan pemuda membawa bendera Indonesia menghadiri rapat raksasa dari Barisan Pemuda Surabaya.

Pada saat rapat Barisan Pemuda Surabaya tersebut berlangsung, lapangan Tambaksari penuh dengan barisan pemuda yang mengibarkan bendera merah putih sambil meneriakkan kata “Merdeka!”. Kempeitai atau polisi militer Jepang sebenarnya sudah melarang rapat ini dan membubarkan massa. Titik puncak dari pengibaran bendera adalah ketika Insiden Hotel Yamato terjadi.

Jepang, Indonesia dan Belanda membuat  sebuah organisasi bernama Komite Kontak Sosial. Komite ini didukung penuh oleh Jepang dan disponsori oleh Parang Merah Internasional. Komite ini ternyata melakukan kegiatan politik dan berusaha mengambil alih gudang dan beberapa tempat.  Sekutu bersama AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) datang ke Surabaya dengan Palang Merah.

Jepang menyambut rombongan sekutu dan memberikan tempat yang kemudian akan menjadi markas bagi tentara sekutu. Tentu saja, keputusan yang diberikan Jepang ini tanpa seizin dari Karesidenan Surabaya. Markas-markas yang berada di daerah Surabaya ini membuat kedaulatan Indonesia terancam kembali.

Pada malam hari tanggal 19 September 1945, sekitar pukul 21.00 WIB, sekelompok orang Belanda yang dipimpin oleh W. V. C. Ploegman mengibarkan bendera Belanda yang berwarna merah, putih, dan biru di Hotel Yamato. Hal ini tentu juga dilakukan tanpa sepengetahuan dari Pemerintah Daerah Surabaya. Pengibaran tersebut membuat masyarakat geram karena mereka menganggap bahwa Belanda menghina kemerdekaan Indonesia dan ingin kembali berkuasa.

Soedirman sebagai Residen Daerah Surabaya menuju ke Hotel tersebut untuk berdialog dengan pemimpin Belanda. Ia sebagai perwakilan Indonesia, dengan dikawal oleh Sidik dan Hariyono, meminta supaya bendera Belanda segera diturunkan. Ploegman menolak untuk mengakui bahwa Indonesia adalah negara yang merdeka dan berdaulat.

Ploegman menolak untuk menurunkan bendera dan membuat keadaan semakin memanas. Ia mengeluarkan pistol sehingga terjadi perkelahian saat perundingan. Ploegman berhasil dibunuh oleh Sidik yang kemudian ditembak oleh tentara Belanda, sedangkan Soedirman dan Hariyono berhasil melarikan diri keluar hotel.

Oleh karena massa yang sudah menunggu di depan hotel mendengar bahwa perundingan tersebut tidak berjalan lancar, beberapa pemuda memaksa masuk dan bermaksud untuk menurunkan bendera Belanda. Kusno Wibowo memanjat tiang bendera dan menurunkan bendera Belanda. Bendera tersebut kemudian dirobek bagian birunya dan dikibarkan lagi di tiang bendera. 

Perisitiwa Penyobekkan Bendera Belanda di Hotel Yamato (Sumber: Wikipedia)

Dampak Insiden Hotel Yamato

Setelah terjadinya peristiwa penyobekan bendera Belanda, terjadi pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara sekutu pada tanggal 27 Oktober 1945. Serangan ini kemudian semakin membesar dan berubah menjadi serangan umum yang memakan banyak korban, baik dari sipil dan militer.

Jenderal D.C. Hawthorn meminta Presiden Soekarno untuk datang ke Surabaya dan meredakan keadaan serta menyerukan gencatan senjata. Gencatan senjata ini gagal dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby. Setelah itu, sekutu mengeluarkan ultimatum pada tanggal 10 November 1945.

Ultimatum ini yang kemudian memancing kemarahan para pejuang Surabaya sehingga terjadilah Pertempuran 10 November. Salah satu pertempuran terbesar yang pernah terjadi di Indonesia karena memakan banyak korban. Tanggal 10 November kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan Nasional.

Hotel Yamato Sekarang

Hotel Yamato atau juga sering dikenal sebagai Oranje sendiri sudah berdiri sejak Indonesia masih bernama Hindia Belanda. Hotel ini terletak di Jalan Tunjungan No.65 Surabaya dan berdiri pada tahun 1910. 

Pencetus hotel ini adalah Sarkies bersaudara yang berasal dari Armenia. Sarkies bersaudara adalah sosok perintis jaringan hotel di daerah Asia Tenggara yang sebelumnya sudah membangun hotel di Singapura, Malaysia, dan Myanmar.

Hotel yang lebih terkenal dengan nama Hotel Oranje ini pertama kali beroperasi pada tahun 1911. Hotel ini menjadi tempat berkumpulnya orang-orang kaya dari penjuru Hindia Belanda. Nama Yamato muncul setelah Jepang berhasil menguasai Indonesia.

Hotel ini juga sempat menjadi markas komando militer Jepang. Setelah terjadinya insiden perobekan bendera tersebut, nama Yamato diganti Merdeka. Hotel Merdeka kembali dikelola oleh keluarga Sarkies pada tahun 1946, yang kemudian berubah nama menjadi Lucas Martin Sarkies Hotel.

Pada tahun 1969, hotel ini berubah nama lagi menjadi Hotel Majapahit dan bertahan sampai saat ini. Hotel Majapahit diakui menjadi warisan budaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 2014.

Baca Juga: Museum Nasional Indonesia: Sejarah, Fungsi dan Koleksinya

Demikian penjelasan Museum Nusantara tentang kronologi, latar belakang insiden, dan keadaan saat ini dari Hotel Yamato. Hotel ini merupakan salah satu warisan budaya yang masih bertahan sampai saat ini dan berfungsi sebagaimana mestinya. Tertarik untuk mengunjunginya?

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Hotel Yamato: Kronologi, Latar Belakang, dan Saat ini

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Busur panah telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia selama berabad-abad. Seni memanah telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Artikel ini akan mengenalkan Anda pada berbagai bentuk busur panah yang ada di Indonesia, serta memberikan wawasan tentang pentingnya seni memanah dalam masyarakat Indonesia. Apa Itu Busur […]

    Trending

    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada […]
    Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]