1. Peninggalan Sejarah

Sejarah Perjanjian Giyanti: Latar Belakang, Isi, & Dampaknya

Melalui Perjanjian Giyanti, kerajaan Mataram dibagi menjadi dua wilayah dan ditandatangani pada tanggal 13 Februari 1755. Sebagian wilayahnya diberikan kepada Pangeran Mangkubumi dan terbentuklah Kesultanan Yogyakarta. Lalu bagaimana latar belakang, isi, tokoh, dan dan dampak dari perjanjian ini? Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan dari Museum Nusantara berikut ini. 

Tentang Perjanjian Giyanti

Perjanjian Giyanti (sumber: @evan.historian on Instagram)
Perjanjian Giyanti (sumber: @evan.historian on Instagram)

Perjanjian Giyanti adalah perjanjian antara Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) dan Kerajaan Mataram pada 13 Februari 1755. Terbentuknya perjanjian ini adalah usaha dan siasat dari VOC agar kerajaan Mataram terpecah belah. Perjanjian tersebut dianggap menguntungkan pihak Belanda, karena kerajaan Mataram berhasil terpecah menjadi 2 wilayah.

Perjanjian Giyanti menyebabkan Kerajaan Mataram dibagi menjadi dua wilayah yaitu Kasunanan Surakarta dan Kasunanan Yogyakarta. Kerajaan Mataram sebelah timur Sungai Opak dikuasai oleh Susuhunan Pakubuwana III, penguasa Kasunanan Surakarta. Sedangkan wilayah yang berada di sebelah barat Sungai Opak menjadi wilayah Kasunanan Yogyakarta yang dipimpin oleh Sultan Hamengkubuwana I.

Latar Belakang Perjanjian Giyanti

Sejarah perjanjian ini diawali dari konflik yang terjadi di Kerajaan Mataram. Konflik tersebut berawal dari pertikaian tiga pewaris Kerajaan Mataram Islam yaitu Pangeran Pakubuwana II, Pangeran Mangkubumi, dan Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa.

Artikel Terkait

  • Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 4:59 am

    Mempelajari makhluk hidup memang tidak ada habisnya ya guys. Dengan mempelajarinya kalian jadi tahu apa jenis-jenis hewan yang ada di muka bumi ini. Salah satu jenis hewan yang sering kita temui adalah cacing. Hewan yang bikin geli ini dan sering muncul saat musim hujan ini adalah hewan yang akan kita bahas kali ini.  Nah, kalau The post Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 3:48 am

    Halo kawan literasi, bagaimana kabar kalian? aku harap baik-baik saja, ya. Pada pembahasan artikel fisika ini masih berhubungan dengan kelistrikan yaitu hukum ohm. Nah, pasti kalian sedikit banyak mengenal hukum fisika tersebut. Ternyata dalam rangkaian listrik, harus mempunyai hambatan dengan besar tertentu, lho. Mau tau kenapa?  Daripada penasaran, ayo kita belajar hukum fisika ini mulai The post Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 16, 2024 at 7:42 am

    Kegiatan transaksi sangat berkaitan dengan alat pembayaran. Semakin bertambahnya zaman, teknologi dan informasi di bidang ekonomi dan perbankan semakin berkembang. Analogi sederhananya adalah keadaan dahulu semaju sekarang, alat pembayaran hanya menggunakan uang logam dan uang kertas.  Ternyata, manusia menemukan beberapa keterbatasan dalam melakukan pembayaran. Jadi, muncullah beberapa metode atau alat pembayaran yang efektif dan efisien The post Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 15, 2024 at 5:17 am

    Salah satu alat optik yang paling dipakai oleh orang-orang yang di sekitar adalah kacamata. Seperti yang kita tahu, kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk melihat objek dengan jelas. Nah, kawan literasi apakah kalian menyadari bahwa kacamata memiliki sistem khusus untuk memudahkan mata melihat benda dari jarak dekat maupun jauh?  Atau sesederhana kamera yang sering kita The post Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui appeared first on Sma Studioliterasi.

Pangeran Pakubuwana II dan Pangeran Mangkubumi adalah seorang kakak-beradik dan putra dari Amangkurat IV, penguasa Kerajaan Mataram tahun 1719-1726. Adapun Raden Mas Said adalah cucu dari Amangkurat IV, atau keponakan Pakubuwana II dan Pangeran Mangkubumi. 

Awalnya, Pangeran Mangkubumi dan Raden Mas Said merasa berhak mendapatkan bagian kekuasaan Kasunanan Kartasura setelah Amangkurat IV tiada. Karena tidak mendapatkan hak kekuasaannya, mereka melakukan perlawanan kepada VOC dan Pakubuwono II sebagai bentuk protes. Protes dan serangan yang dilakukan mengakibatkan meninggalnya Pakubuwono II.

Setelah Pakubuwono II wafat, Pangeran Mangkubumi pun naik menjadi raja, namun VOC tidak mengakui statusnya. Situasi semakin memanas saat VOC mengangkat putra Pakubuwono II, Raden Mas Soerjadi atau Pakubuwono III yang masih remaja menjadi Raja Mataram. Raden Mas Said dan Pangeran Mangkubumi yang tidak terima atas keputusan tersebut hingga kembali melakukan penyerangan pada VOC dan Raden Mas Soerjadi.

Agar suasana meredam, VOC menjalankan siasat licik dengan mengirim utusan untuk mengadu domba Raden Mas Said dan Pangeran Mangkubumi agar terpecah belah. Siasat VOC yang licik ini berhasil dan mengundang keduanya untuk segera merundingkan pembagian kekuasaan yang terjadi pada 22-23 September 1754. Selain pembagian kekuasaan, VOC juga menentukan gelar apa yang akan digunakan, kerja sama ekonomi politik, dan lain sebagainya. 

Hasil pertemuan tersebut ditulis dalam Perjanjian Giyanti dan ditandatangani pada tanggal 13 Februari 1755. Perjanjian ini dilakukan oleh tiga pihak, yaitu VOC oleh Nicholas Hartingh, Kasunanan Surakarta oleh Pangeran Pakubuwono III, dan Kasultanan Ngayogyakarta oleh Pangeran Mangkubumi.

Isi Perjanjian Giyanti

Perjanjian Giyanti berisi 9 poin penting dan dianggap sangat menguntungkan pihak VOC. Adapun isi perjanjian giyanti secara singkat adalah sebagai berikut.

  • Pangeran Mangkubumi diangkat sebagai Sultan Hamengkubuwono dan kekuasaannya adalah setengah Kerajaan Mataram. Untuk hak kekuasaannya diberikan dan diwariskan secara turun-temurun.
  • Rakyat kesultanan harus melakukan kerja sama dengan rakyat yang berada di bawah kekuasaan VOC.
  • Bupati dan Gubernur harus bersumpah setia pada VOC.
  • Pengangkatan Bupati dan Gubernur harus mendapat persetujuan VOC.
  • Sultan harus mengampuni Bupati atau pejabat eksekutif lainnya yang memihak VOC dalam peperangan.
  • Sultan tidak akan menuntut hak Pulau Madura dan daerah pesisir lainnya yang sudah diberikan Pakubuwono II kepada VOC. Sebagai gantinya, VOC memberi uang ganti rugi sebanyak 10.000 real tiap tahun.
  • Sultan Hamengkubuwono akan memberi bantuan jika Sultan Pakubuwono III membutuhkan bantuannya.
  • Sultan akan menjual bahan makanan dengan harga yang ditentukan dari pihak VOC.
  • Sultan berjanji akan menepati segala perjanjian yang telah dibuat antara penguasa Mataram terdahulu dengan VOC.

Dampak Perjanjian Giyanti

Situs Perjanjian Giyanti (sumber: @alma_wipri on Instagram)
Situs Perjanjian Giyanti (sumber: @alma_wipri on Instagram)

Perjanjian Giyanti telah mengakibatkan kerajaan Mataram Islam dipecah menjadi dua yaitu Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Raden Mas Said juga memperoleh jatah atas campur tangan VOC, ia diberikan sebagian wilayah Kasunanan Surakarta yang kemudian menjadi Kadipaten Mangkunegaran.

Tokoh pada Perjanjian Giyanti

Pakubuwono III (sumber - Tirto)
Pakubuwono III (sumber – Tirto)

Perjanjian ini dihadiri oleh tiga pihak yakni VOC, Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Ngayogyakarta. Tokoh-tokoh tersebut adalah:

  • Nicolaas Hartingh (Gubernur Jenderal VOC)
  • Breton
  • Kapten C. Donkel
  • W. Fockens
  • Pendeta Bastani
  • Pangeran Mangkubumi
  • Pangeran Natakusuma
  • Pangeran Pakubuwono III

Demikian pembahasan Museum Nusantara kali ini mengenai latar belakang, isi, tokoh, dan dan dampak dari Perjanjian Giyanti. Semoga penjelasan kali ini memperluas wawasan kamu mengenai sejarah ya!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Sejarah Perjanjian Giyanti: Latar Belakang, Isi, & Dampaknya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Busur panah telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia selama berabad-abad. Seni memanah telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Artikel ini akan mengenalkan Anda pada berbagai bentuk busur panah yang ada di Indonesia, serta memberikan wawasan tentang pentingnya seni memanah dalam masyarakat Indonesia. Apa Itu Busur […]

    Trending

    Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]
    Selama berabad-abad, Indonesia telah menjadi rumah bagi keberagaman budaya yang kaya, termasuk seni tari tradisional yang memukau. Tari tradisional Indonesia bukan hanya sekadar gerakan-gerakan artistik yang menakjubkan, tetapi juga mewakili identitas, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat di berbagai daerah. Tari Sirih Kuning adalah salah satu jenis tarian tradisional yang memiliki akar budaya kuat bagi masyarakat Betawi. […]