1. Museum Sejarah

Museum Nasional Indonesia: Sejarah, Fungsi dan Koleksinya

Halo anak Nusantara! Salah satu cara untuk mengenalkan sejarah kepada generasi penerus bangsa adalah melalui kunjungan ke museum. Di Indonesia sendiri, banyak sekali museum yang berdiri dengan berbagai koleksi. Salah satu yang cukup terkenal adalah Museum Nasional Indonesia.

Pada kesempatan kali ini, Museum Nusantara akan membahas tentang sejarah, fungsi, dan berbagai koleksinya. Simak pembahasan lebih dalamnya hanya di Museum Nusantara!

Sejarah Museum Nasional Indonesia

Keberadaan Museum Nasional Indonesia berawal dari berdirinya suatu organisasi bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen milik Pemerintah Kolonial Belanda yang berdiri pada tanggal 24 April 1778. Pada kala itu, Benua Eropa, terutama Eropa Tengah, sedang mengalami masa pencerahan atau The Age of Enlightenment. Masa ini merupakan masa dimana manusia mulai mengembangkan ilmu pengetahuan dan pemikiran ilmiah.

Orang-orang Belanda sendiri juga mendirikan sebuah Perkumpulan Ilmiah Belanda atau De Hollandsche Maatschappij der Wetenschappen di Haarlem, Belanda. Hal ini membuat orang-orang Belanda yang tinggal di Batavia, Hindia Belanda ingin mendirikan organisasi yang serupa.

Artikel Terkait

  • Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 10, 2024 at 12:32 am

    Kitab Weda adalah kitab suci utama yang menjadi pedoman hidup bagi umat Hindu, yang dipercaya berasal dari sekitar 1500-500 SM. Kata “Weda” berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “pengetahuan” atau “kebijaksanaan”. Pada kitab Weda isinya, mengenai doa, pujian, dan ajaran yang menjadi pedoman utama dalam bertindak. Selengkapnya, mengenai Kitab Weda bisa kamu baca penjelasannya dibawah Artikel Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • 5 Fungsi Musik dalam Senam Irama adalah Untuk
    by Amanda R Putri (Sma Studioliterasi) on Mei 8, 2024 at 2:12 pm

    Salah satu aspek yang terdapat pada senam irama, yakni musik. Fungsinya, tidak lain agar lebih semangat saat senam, dan pastinya untuk menambah kesan keindahan. Eits, masih ada fungsi lainnya, lho! Selengkapnya, bisa kamu simak penjelasannya dibawah ini! Fungsi Musik dalam Senam Irama  Fungsi musik dalam senam irama tak hanya sebatas pengiring saja, namun memiliki peran The post 5 Fungsi Musik dalam Senam Irama adalah Untuk appeared first on Sma Studioliterasi.

  • 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 2, 2024 at 6:00 am

    Tenses masih menjadi penghambat utama saat belajar Bahasa Inggris. Pasalnya kita dituntut untuk menguasai berbagai jenis tenses dan masing-masing memiliki fungsinya berdasarkan waktu kamu melakukan kegiatan. Karena kalau salah, maka dapat mempengaruhi susunan atau lanjutan kalimat berikutnya.  Bahkan bisa terjadinya misscom lantaran hanya kesalahan dalam memakai tenses. Tapi tenang, sebenarnya masih ada beberapa cara mudah Artikel 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Mari Ketahui, 9 Sifat-Sifat Gelombang Bunyi!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 2, 2024 at 5:30 am

    Sifat-sifat gelombang bunyi merupakan salah satu dari sekian materi yang termasuk dalam kelompok IPA. Bahkan, kita sudah mulai mendapatkannya sejak berada level Sekolah Dasar (SD). Pas banget, Studio Literasi menuliskan artikel ini khusus tentang sifat-sifat gelombang bunyi buat yang sedang atau akan mempelajarinya. Yuk, persiapkan dirimu dengan menambah pengetahuan ilmu tersebut dengan membacanya! Gelombang Bunyi Artikel Mari Ketahui, 9 Sifat-Sifat Gelombang Bunyi! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen adalah sebuah lembaga independen yang berdiri dengan tujuan mengembangkan penelitian dalam seni, budaya, dan ilmu pengetahuan, terutama fisika, biologi, sastra, arkeologi, dan bahkan sejarah. Lembaga ini juga memberikannya untuk kepentingan umum. Selain itu, lembaga ini juga melakukan dan mengeluarkan hasil penelitian.

Salah satu pendiri dari lembaga penelitian tersebut bernama Jacob Cornelis Matthieu Radermacher. Ia menyumbangkan salah satu rumah miliknya di daerah Jalan Kalibesar untuk menjadi tempat penelitian. Tidak hanya itu, Radermacher juga menyumbangkan berbagai peninggalan bersejarah dan buku-buku penting. Sumbangan ini merupakan titik awal dari berdirinya banyak museum dan perpustakaan di Indonesia.

Ketika Pemerintahan Inggris menguasai Jawa pada tahun 1811-1816, Sir Thomas Stamford Raffles menjadi direktur lembaga ini. Thomas Raffles kemudian memerintahkan untuk membangun gedung lain karena gedung yang berada di Jalan Kalibesar sudah penuh dengan koleksi. Gedung ini dulu bernama Societeit de Harmonie dan terletak di Jalan Majapahit No.3. Saat ini gedung ini sudah menjadi kompleks gedung sekretariat negara yang berada tidak jauh dari Istana Presiden.

Museum Nasional Tempo Dulu (Sumber: Wikipedia)

Koleksi Bataviaasch Genootschap semakin bertambah seiring berjalannya waktu sehingga museum di Jalan Majapahit juga tidak dapat menampung tambahan koleksi lagi. Pemerintah Hindia Belanda kemudian membangun sebuah gedung museum baru pada tahun 1862 yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat No.12. Sekarang tanah ini ditempati oleh Departemen Pertahanan dan Keamanan. Museum tersebut dibuka untuk umum mulai tahun 1868.

Museum tersebut cukup terkenal di kalangan masyarakat, terutama masyarakat Jakarta. Museum ini kemudian dikenal dengan sebutan Museum Gajah karena terdapat sebuah patung gajah perunggu hadiah dari Rama V dari Thailand yang pernah berkunjung ke museum pada tahun 1871. Seringkali, museum ini juga dikenal dengan Museum Arca karena banyaknya koleksi arca. 

Lembaga ini kemudian mendapat gelar koninklijk karena jasa-jasanya dalam bidang pengetahuan serta pembangunan. Koninklijk adalah sebuah gelar kehormatan yang diberikan kepada sebuah perusahaan atau organisasi. Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen kemudian berganti nama menjadi Lembaga Kebudayaan Indonesia pada tanggal 26 Januari 1950. Perubahan ini terjadi karena pada saat itu Indonesia sudah bebas dari kolonialisme Belanda.

Pada tanggal 17 September 1962, Lembaga Kebudayaan Indonesia menyerahkan pengelolaan museum kepada Pemerintah Indonesia, yang kemudian berganti menjadi Museum Pusat. Museum Nasional Indonesia diresmikan pada tanggal 28 Mei 1979 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.092/0/1979, yang mengubah status Museum Pusat menjadi Museum Nasional. 

Fungsi Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Indonesia Jakarta memiliki fungsi untuk menjadi pusat studi ilmu pengetahuan untuk masyarakat Indonesia yang ingin mengetahui lebih jauh tentang sejarah Indonesia. Selain itu, Museum Nasional juga dapat menjadi tempat pariwisata yang dapat memanjakan para pengunjung.

Koleksi Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Indonesia Indonesia saat ini memiliki koleksi sekitar 160.000 peninggalan bersejarah. Berikut adalah beberapa koleksi tersebut:

  • Koleksi Prasejarah: Kapak batu, Kulit kerang, Gerabah, Bejana upacara, Nekara, serta Kapak upacara.
  • Koleksi Arkeologi: Arca peninggalan masa Hindu-Buddha, Arca binatang, perhiasan, peralatan upacara, bagian bangunan, mata uang kuno, prasasti, serta alat musik kuno.
  • Koleksi Numismatik dan Heraldik: mata uang dan tanda jasa kerajaan.
  • Koleksi Geografi: peta kuno dunia, peta Indonesia pada abad ke 16, peta perkembangan Kota Batavia.

Selain itu, juga terdapat berbagai koleksi seperti piring, kendi, guci atau alat makan yang terbuat dari porselen. Museum ini juga memiliki koleksi lukisan dari para pelukis Indonesia.

Beberapa Koleksi Museum Nasional Indonesia (Sumber: Wikipedia)

Wisata Sejarah Museum Nasional Indonesia

Harga Tiket Masuk

Jika kalian ingin mengunjungi Museum Nasional, kalian perlu merogoh kocek sebesar Rp 5.000 untuk dewasa, Rp 3.000 untuk anak-anak, dan Rp 10.000 untuk turis mancanegara. Jika kalian bersama rombongan yang terdiri lebih dari 20 orang, harga tiketnya menjadi sebesar Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak. Saat ini, tiket juga dapat langsung kalian beli melalui web resmi Museum Nasional Indonesia.

Jam Operasional

Museum beroperasi hanya pada Selasa sampai Minggu dan mulai buka pada pukul 09.00-15.00 WIB.

Baca Juga: Museum Mpu Tantular Jadi Wisata Museum Sejarah Sidoarjo

Demikian pembahasan Museum Nusantara tentang sejarah, fungsi dan koleksi dari Museum Nasional Indonesia. Museum ini dapat menjadi salah satu alternatif rekreasi bersama keluarga. Semoga penjelasan kali ini bermanfaat.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Museum Nasional Indonesia: Sejarah, Fungsi dan Koleksinya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]

    Trending

    Apapun yang terkait dengan fashion, terlebih kalau menyangkut kekeluargaan kerajaan pasti menarik untuk diketahui. Termasuk, pakaian kerajaan pada masa lalu yang tentu mengandung nilai bersejarah penting.  Kali ini kami akan mengajak kalian membahas pakaian putri Kerajaan Majapahit yang merupakan salah satu kerajaan berjaya di Nusantara antara abad ke-13 dan ke-16. Penasaran dengan pakaian putri khas […]
    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada […]