1. Monumen

Tugu Muda Semarang: Sejarah, Arsitektur & Wisatanya

Indonesia memiliki banyak sekali monumen peninggalan sejarah. Monumen-monumen ini biasanya didirikan untuk memperingati suatu peristiwa penting yang pernah terjadi. Salah satunya adalah Tugu Muda Semarang.

Pada kesempatan ini, Museum Nusantara akan membahas sejarah, arsitektur dan daya tarik wisata dari tugu kebanggaan Kota Semarang ini. Simak informasi selengkapnya di artikel kali ini! 

Sejarah Tugu Muda Semarang

Tugu Muda Semarang adalah ikon Kota Semarang yang cukup terkenal.Tugu ini dibangun sebagai monumen penghargaan kepada para pejuang dalam peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang. Pertempuran Lima Hari terjadi pada tanggal 15 sampai 20 Oktober 1945.

Kabar tentang kemerdekaan Indonesia membuat para pemuda bersemangat untuk melakukan perampasan senjata di pos-pos militer Jepang. Tentara Jepang menolak untuk menyerahkan senjata kepada para pemuda Semarang. Oleh karena tentara Jepang menolak, para pemuda marah dan mulai berpatroli untuk menghentikan setiap mobil militer Jepang yang lewat.

Artikel Terkait

  • Cause and Effect: Rumus, Fungsi, serta Contoh Kalimatnya
    by Andira Adi Fitria (Sma Studioliterasi) on September 19, 2023 at 3:45 am

    Cause and effect merupakan salah satu jenis kalimat yang paling sering digunakan baik dalam teks maupun percakapan sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk kita mengetahui cara menyusun kalimat ini dengan benar. Sebagian orang pun masih melakukan kesalahan dalam menyatakan sebab dan akibat dalam bahasa Inggris.  Misalnya, “Because sick, she can’t come to school.” Klausa pertama The post Cause and Effect: Rumus, Fungsi, serta Contoh Kalimatnya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Jenis-Jenis Puisi Lama, Ciri-Ciri dan Contohnya, Lengkap!
    by Andira Adi Fitria (Sma Studioliterasi) on September 18, 2023 at 3:05 am

    Puisi terbagi menjadi dua jenis, yaitu puisi lama dan puisi baru. Perbedaan yang signifikan diantara keduanya yaitu pada aturan penulisannya. Puisi lama biasanya lebih kaku karena adanya aturan seperti jumlah kata dan pengulangan kata. Setiap jenisnya pun memiliki ketentuannya sendiri. Kawan Literasi pasti sudah tidak asing dengan pantun atau syair. Pantun dan syair merupakan beberapa The post Jenis-Jenis Puisi Lama, Ciri-Ciri dan Contohnya, Lengkap! appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Struktur Teks Laporan Percobaan, Ciri-Ciri dan Contohnya
    by Andira Adi Fitria (Studio Literasi) on September 17, 2023 at 11:48 am

    Teks laporan percobaan merupakan salah satu jenis teks yang ada dalam materi Bahasa Indonesia. Teks ini berfungsi untuk melaporkan percobaan yang dilakukan oleh seorang penulis. Penulisannya tentu tidak boleh asal, sebab teks ini harus menyatakan fakta hasil dari percobaan dan disusun dengan sistematis. Untuk mengetahuinya lebih jauh, simak artikel berikut hingga akhir, Kawan Literasi! Apa Artikel Struktur Teks Laporan Percobaan, Ciri-Ciri dan Contohnya pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • 13 Tanda Baca, Fungsi, dan Contoh Penggunaan sesuai EYD
    by Andira Adi Fitria (Studio Literasi) on September 17, 2023 at 8:38 am

    Dalam suatu kalimat, terdapat tanda baca yang biasanya digunakan. Baik itu kalimat pernyataan, kalimat tanya, atau kalimat seruan. Masing-masing menggunakan tanda baca sesuai fungsinya. Contohnya, tanda titik (.) yang umumnya digunakan untuk mengakhiri suatu kalimat berita.  Fungsi tanda baca adalah memudahkan pembaca untuk memberi jeda, mengetahui struktur suatu kalimat, dan menentukan intonasi. Lalu, bagaimana fungsi Artikel 13 Tanda Baca, Fungsi, dan Contoh Penggunaan sesuai EYD pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Para pemuda Semarang merampas persenjataan Jepang dengan paksa. Bahkan, tidak sedikit tentara Jepang yang dibawa ke penjara di daerah Bulu. Tentara Jepang tidak bisa tinggal diam dengan keadaan seperti ini. Jepang membalas dengan menyiksa anggota polisi yang bertugas menjaga sumber air minum Kota Semarang.

Tentara Jepang berniat untuk meracuni sumber air minum supaya banyak penduduk Semarang yang mati keracunan. Mendengar desas-desus ini, Dr. Kariadi datang langsung untuk memeriksa sumber air tersebut. Dalam perjalanan, Dr. Kariadi ditembak oleh tentara Jepang dan meninggal di tempat.

Peristiwa kematian Dr. Kariadi membuat para pemuda marah. Pertempuran tidak bisa terhindarkan, antara para pemuda Semarang melawan tentara Jepang. Pertempuran tersebut berlangsung dari tanggal 15 Oktober 1945 sampai 20 Oktober 1945. Pertempuran Lima Hari ini memakan korban sekitar 2000 pejuang Indonesia dan 850 tentara Jepang.

Arsitektur Tugu Muda Semarang

Arsitektur Tugu Muda Semarang (sumber: @yunata_widjaksono on Instagram)
Arsitektur Tugu Muda Semarang (sumber: @yunata_widjaksono on Instagram)

Tugu Muda Semarang memiliki arsitektur yang menyerupai lilin dengan makna semangat para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan tidak akan padam. Bentuk Tugu Muda Semarang memiliki penampang segi lima dan terbagi atas 3 landasan yaitu landasan, badan, dan kepala. Bagian landasan tugu memiliki hiasan relief. Relief ini memiliki maknanya masing-masing.

Secara keseluruhan, tugu ini terbuat dari batu. Untuk menambah keindahannya, Tugu Muda juga dilengkapi dengan taman dan kolam hias di sekelilingnya. Tugu Muda memiliki taman yang indah dan terawat. Taman tersebut dilengkapi dengan berbagai dekorasi sehingga membuat Taman Tugu Muda menjadi taman kota. Dekorasi yang ada di taman mencakup lampu taman berwarna putih dan kuning, serta air mancur. Lampu taman tersebut menambahkan kesan anggun di taman ini.

Selain itu, terdapat juga pohon cemara dan replika bambu runcing yang berjajar sebanyak 5 bambu untuk menggambarkan Pertempuran lima hari di Semarang. Bagian bawah tugu memiliki relief dengan lima buah pilar penyangga yang melambangkan Pancasila. Relief yang menghiasi Tugu Muda, meliputi:

Relief Hongeroedeem

Relief ini menggambarkan kehidupan rakyat Indonesia pada zaman penjajahan Belanda dan Jepang yang sangat tertindas. Digambarkan banyak yang menderita kelaparan, hingga hongerodeem (penyakit busung lapar) menyerang masyarakat.

Relief Pertempuran

Relief satu ini menggambarkan keberanian para pemuda Semarang dalam dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Relief Penyerangan

Relief ini menggambarkan perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajah.

Relief Korban

Relief ini menggambarkan bahwa dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang, banyak korban berjatuhan.

Relief Kemenangan

Relief Kemenangan menggambarkan titik puncak dari perjuangan pemuda Semarang dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Wisata Tugu Muda Semarang

Wisata Tugu Muda Semarang (sumber: @wisatasemarang on Instagram)
Wisata Tugu Muda Semarang (sumber: @wisatasemarang on Instagram)

Tugu Muda Semarang wajib kalian kunjungi jika berkunjung ke Semarang. Keindahan pemandangannya membuat tempat wisata ini cocok untuk dikunjungi. Keindahan taman hijau yang mengelilingi area sekitar Tugu ditambah kolam air mancur membuat suasana semakin indah.

Ketika malam hari, kalian juga dapat menikmati keindahan Tugu Muda karena sudah ada lampu-lampu taman yang terang. Tugu Muda terlihat megah dan cantik pada malam hari karena terkena sorotan lampu. Lampu kota yang remang dan pemandangan Tugu yang indah membuat monumen satu ini wajib dikunjungi.

Selain itu, kalian juga dapat belajar sejarah di Tugu Muda. Lima relief yang terletak di landasan tugu menyimpan banyak sekali pelajaran. Setiap relief memiliki artinya masing masing. Relief-relief tersebut dapat menjadi media belajar yang menyenangkan untuk kalian.

Tugu Semarang tidak memungut biaya masuk sama sekali atau gratis. Kalian hanya perlu membayar karcis parkir untuk motor Rp2.000 dan untuk mobil Rp5.000. Harga yang tercantum tersebut dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pengelola.

Tugu Muda beralamat di Jl. Pandanaran, Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Tugu ini hanya berjarak sekitar 6.5 km dari Bandara Jendral Ahmad Yani Semarang. Kalian dapat menempuh perjalanan selama 15 menit dari bandara. 

Kalian dapat mengunjungi tugu ini kapanpun kalian mau karena Tugu Muda buka 24 jam setiap hari. Sebagai saran, kamu dapat mengunjungi tugu pada pagi hari dimana keadaan taman masih sepi. Selain itu, kamu juga dapat mengunjunginya pada sore hari atau malam hari untuk menikmati keindahan lampu tamannya.

Demikian penjelasan Museum Nusantara tentang sejarah, arsitektur, dan daya tarik wisata Tugu Muda Semarang. Semoga penjelasan kali ini bermanfaat!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Tugu Muda Semarang: Sejarah, Arsitektur & Wisatanya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Busur panah telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia selama berabad-abad. Seni memanah telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Artikel ini akan mengenalkan Anda pada berbagai bentuk busur panah yang ada di Indonesia, serta memberikan wawasan tentang pentingnya seni memanah dalam masyarakat Indonesia. Apa Itu Busur […]

    Trending

    Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]
    Selama berabad-abad, Indonesia telah menjadi rumah bagi keberagaman budaya yang kaya, termasuk seni tari tradisional yang memukau. Tari tradisional Indonesia bukan hanya sekadar gerakan-gerakan artistik yang menakjubkan, tetapi juga mewakili identitas, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat di berbagai daerah. Tari Sirih Kuning adalah salah satu jenis tarian tradisional yang memiliki akar budaya kuat bagi masyarakat Betawi. […]