Zaman Megalitikum: Ciri-Ciri dan Peninggalannya di Indonesia

Zaman Megalitikum (Sumber : Wikipedia)
Zaman Megalitikum (Sumber : Wikipedia)
Daftar isi

Kebudayaan manusia berkembang dari masa ke masa, mulai dari kebudayaan yang sederhana menjadi lebih kompleks dan tertata. Salah zaman di mana kebudayaan manusia mulai berkembang adalah Zaman Megalitikum. Pada kesempatan kali ini, Museum Nusantara akan membahas ciri-ciri, peninggalan, serta desa-desa Megalitikum yang ada di Indonesia. Yuk, simak penjelasan lebih lengkapnya di artikel Museum Nusantara ini!

Mengenal Zaman Megalitikum

Zaman Megalitikum merupakan pengkategorian zaman prasejarah berdasarkan kebudayaan masyarakatnya. Zaman ini identik dengan monumen dan situs prasejarah yang tersusun dari batu-batu berukuran besar. Megalitikum berkembang dalam peradaban manusia di berbagai tempat, seperti Timur Tengah, Eropa, Asia, sampai kawasan Polinesia.

Jean Pierre Mohen mengatakan bahwa zaman Megalitikum di Eropa terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu Kubu Gunduk, Upacara Penguburan, dan Batu Besar. Di Eropa dan Timur Tengah, Megalitikum berkembang pada akhir zaman Mesolitikum (Zaman Batu Tengah), Zaman Neolitikum (Zaman Batu Baru), atau Zaman Perundagian.

Terdapat dua penggolongan untuk zaman Megalitikum, yaitu Megalitikum Tua yang berkembang pada sekitar 2500 SM-1000 SM dan Megalitikum Muda yang berkembang pada sekitar tahun 1000 SM-1M. Pada masa Megalitikum tua banyak struktur bangunan yang tersusun dari batu-batu besar.

Zaman Megalitikum adalah zaman dimana manusia peradaban manusia menunjukkan bentuk kepercayaan pada kekuatan magis dan non-fisik, bukan era peradaban tertentu. Perkembangan zaman ini sempat meluas juga pada sebelum kedatangan Hindu-Buddha. Megalitikum di Indonesia berkembang sejak Zaman Batu Baru menuju Zaman Perundagian.

Artikel Terkait

  • Mengenal Berbagai Bentuk Molekul Kimia dan Teorinya
    by Siti Haliza (Sma Studioliterasi) on Desember 1, 2022 at 4:20 pm

    Molekul merupakan salah satu materi dimata pelajaran kimia. Pada materi ini, Kawan Literasi akan memahami bagaimana kumpulan atom yakni molekul akan saling terikat dalam suatu gaya. Yuk, kita bahas bersama mengenai bentuk molekul dan prinsip prinsip di teorinya.  Apa itu Molekul? Molekul adalah kumpulan atom yang berada dalam susunan tertentu yang diikat oleh gaya kimia. The post <strong>Mengenal Berbagai Bentuk Molekul Kimia dan Teorinya</strong> appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Pengertian Parallel Structure, Rumus, & Contoh Penggunaannya
    by Siti Haliza (Studio Literasi) on November 28, 2022 at 3:11 pm

    Parallel structure merupakan pengulangan tata bahasa yang sejajar dalam satu kalimat. Berikut pengertian parallel structure, rumus, dan cara penggunaannya. Artikel Pengertian Parallel Structure, Rumus, & Contoh Penggunaannya pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Mengenal Berbagai Organisasi Regional dan Global & Sejarahnya
    by Siti Haliza (Sma Studioliterasi) on November 24, 2022 at 2:52 pm

    Organisasi regional dan global adalah wadah untuk negara-negara yang memiliki tujuan yang sama. Berikut berbagai contoh organisasi regional dan global. The post Mengenal Berbagai Organisasi Regional dan Global & Sejarahnya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Pengertian Penelitian Sosial, Jenis, & Rancangan – Materi Sosiologi
    by Siti Haliza (Sma Studioliterasi) on November 23, 2022 at 1:17 pm

    Fenomena sosial selalu berubah seiring dengan perkembangan masyarakat. Untuk menjawab berbagai pertanyaan mengenai fenomena sosial, peneliti harus selalu meneliti apa yang sedang terjadi untuk mendapatkan jawaban. Bagi Kawan Literasi yang tertarik melakukan penelitian sosial, berikut penjelasan lengkapnya.  Pengertian Penelitian Sosial Soerjono Soekanto (2003) mendefinisikan penelitian sosial sebagai kegiatan ilmiah yang didasari pada sistem analisis, metodologi, The post Pengertian Penelitian Sosial, Jenis, & Rancangan – Materi Sosiologi appeared first on Sma Studioliterasi.

Ciri-Ciri Zaman Megalitikum

Terdapat beberapa ciri dari zaman Megalitikum, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Adanya sistem pembagian peran dalam suatu kelompok masyarakat
  2. Adanya pemimpin berupa kepala suku
  3. Sudah menggunakan logam sebagai alat kehidupan sehari-hari
  4. Sudah mengenal sistem bercocok tanam
  5. Kehidupan bermasyarakat sudah diatur dengan norma
  6. Memilih yang terkuat dari kelompok untuk menjadi pemimpin
  7. Manusia pendukung zaman Megalitikum adalah Homo Sapiens

Peninggalan Zaman Megalitikum

Sarkofagus

Sarkofagus adalah sebuah batu besar yang berbentuk dan berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan mayat atau jenazah. Bentuk sarkofagus yang ditemukan menyerupai bentuk patung atau lesung yang terbuat dari batu besar. Batu tersebut berlubang dan pada bagian atasnya terdapat sebuah penutup

Sarkofagus (Sumber : Wikipedia)

Dolmen

Dolmen merupakan peninggalan kebudayaan Megalitikum  yang memiliki bentuk berupa meja batu besar. Pada bagian permukaannya dipercaya untuk menjadi tempat menaruh roh, tempat meletakkan persembahan sampai tempat duduk ketua suku. Bagian bawah Dolmen memiliki penyangga yang berjumlah empat buah untuk menopang meja batu besar ini.

Dolmen (Sumber : Wikipedia)

Punden Berundak

Punden Berundak merupakan peninggalan Megalitikum yang berupa bangunan batu bertingkat. Bentuknya yang tinggi membuat bangunan ini memiliki beberapa tanjakan kecil yang terbuat dari batu. Tingkat tertinggi dari bangunan Punden Berundak dipercaya sebagai tempat paling suci dan berfungsi untuk pemujaan roh-roh leluhur. Punden Berundak sendiri merupakan cikal bakal dari bangunan candi.

Punden Berundak (Sumber : Wikipedia)

Waruga

Waruga memiliki fungsi sama seperti Sarkofagus. Hanya bentuknya yang membuat Waruga berbeda Sarkofagus. Waruga berbentuk bulat atau kubus dan pada bagian atasnya terdapat atap yang terlihat seperti atap rumah berbentuk segitiga. Jenazah akan dimasukkan ke dalam Waruga dengan posisi jongkok. Biasanya dapat ditemukan di daerah Minahasa, Sulawesi Utara.

Waruga (Sumber : Wikipedia)

Menhir

Menhir biasanya dapat kalian temukan di daerah Kalimantan dan Sumatera Selatan. Menhir memiliki bentuk yang menyerupai tugu atau tiang dan terbuat dari batu yang besar. Bangunan ini berfungsi untuk menjadi lambang peringatan kepada arwah atau roh leluhur. Tidak hanya itu, Menhir juga digunakan untuk mengikat binatang yang akan dipersembahkan kepada roh leluhur dan kemudian menjadi tempat ibadah bagi manusia pada Zaman Megalitikum.

Menhir (Sumber : Wikipedia)

Desa Zaman Megalitikum di Indonesia

Indonesia memiliki beberapa desa yang sudah ada sejak Zaman Megalitikum dan bertahan sampai saat ini menjadi sebuah desa pariwisata. Berikut adalah beberapa desa tersebut:

Kampung Adat Bena Bajawa (Flores)

Desa pertama adalah Kampung Adat Bena Bajawa. Kampung ini memiliki suasana yang eksotis dan asri. Tata letak lokasinya masih mempertahankan konsep tata wilayah khas Zaman Megalitikum. Rumah yang ada di Kampung Adat Bena Bajawa dibangun mengikuti kontur tanah daerah ini sehingga jika dilihat dari jauh, kampung ini terlihat berundak.

Masyarakat setempat mempercayai bahwa kampung ini sudah ada sejak 1.200 tahun silam. Salah satu buktinya adalah peninggalan Megalitikum berupa batu besar yang berbentuk lonjong bernama Watu Lewa dan batu berbentuk meja bernama Nabe. Kedua batu ini berfungsi untuk ritual adat masyarakat Bajawa.

Kampung Praiyawang (Sumba)

Setelah dari Flores, kita akan melihat desa peninggalan masa Megalitikum yang berada di Sumba, yaitu Kampung Praiyawang. Desa ini berada di Desa Rindi, Kecamatan Rindi, Sumba Timur, sekitar 69 km ke sebelah timur Kota Waingapu.

Kalian tidak hanya dapat melihat peninggalan Megalitikum sja, tapi juga dapat menyaksikan suasana desa yang masih kental dengan adat istiadat Sumba. Kesan kuno kampung ini terlihat dari arsitektur bangunannya dan kuburan batu kalangan para bangsawan yang terdapat pahatan-pahatan simbol filosofi dari pemilik makam.

Desa Kamal (Jember)

Setelah membahas Desa peninggalan Megalitikum yang ada di luar pulau Jawa, kita akan membahas desa Megalitikum yang ada di dalam pulau Jawa. Desa ini berada di Kecamatan Arjasa, Jember, Jawa Timur. Desa ini memiliki berbagai peninggalan yang berasal dari masa Megalitikum dan tersebar di berbagai tempat, mulai dari rumah warga, halaman kantor kepala desa, dan bahkan persawahan.

Kalian dapat melihat peninggalan Megalitikum yang cukup unik di Desa Kamal. Peninggalan tersebut berupa Batu kenong. Sebutan batu kenong berasal dari tonjolan yang berada pada bagian atas batu sehingga sekilas mirip seperti kenong, sebuah alat musik gamelan. Saat ini sudah 59 batu kenong yang ditemukan di Desa Kamal.

Batu kenong ada yang memiliki satu dan dua tonjolan. Jumlah tonjolan tersebut memiliki makna tersendiri. Batu dengan satu tonjolan menggambarkan lokasi tempat penguburan. Batu dengan dua tonjolan berfungsi sebagai alas bangunan rumah.

Baca Juga : Zaman Mesozoikum: Pengertian, Ciri – Ciri, & Periode

Demikian penjelasan Museum Nusantara kali ini tentang ciri-ciri, peninggalan, dan desa yang ada di Indonesia pada Zaman Megalitikum. Semoga penjelasan kali ini bermanfaat dan menambah wawasan kalian!

Rekomendasi buat Anda

  • Mengenal Berbagai Bentuk Molekul Kimia dan Teorinya
    by Siti Haliza (Sma Studioliterasi) on Desember 1, 2022

    Molekul merupakan salah satu materi dimata pelajaran kimia. Pada materi ini, Kawan Literasi akan memahami bagaimana kumpulan atom yakni molekul akan saling terikat dalam suatu gaya. Yuk, kita bahas bersama mengenai bentuk molekul dan prinsip prinsip di teorinya.  Apa itu Molekul? Molekul adalah kumpulan atom yang berada dalam susunan tertentu yang diikat oleh gaya kimia. The post <strong>Mengenal Berbagai Bentuk Molekul Kimia dan Teorinya</strong> appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Pengertian Parallel Structure, Rumus, & Contoh Penggunaannya
    by Siti Haliza (Studio Literasi) on November 28, 2022

    Parallel structure merupakan pengulangan tata bahasa yang sejajar dalam satu kalimat. Berikut pengertian parallel structure, rumus, dan cara penggunaannya. Artikel Pengertian Parallel Structure, Rumus, & Contoh Penggunaannya pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Mengenal Berbagai Organisasi Regional dan Global & Sejarahnya
    by Siti Haliza (Sma Studioliterasi) on November 24, 2022

    Organisasi regional dan global adalah wadah untuk negara-negara yang memiliki tujuan yang sama. Berikut berbagai contoh organisasi regional dan global. The post Mengenal Berbagai Organisasi Regional dan Global & Sejarahnya appeared first on Sma Studioliterasi.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *