1. Kerajaan
  2. Peninggalan Sejarah

Lubang Buaya: Saksi Bisu Peristiwa Sejarah G30SPKI

Lubang Buaya sejatinya merujuk pada nama suatu tempat di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur, yang berupa sumur tempat pembuangan mayat korban tragedi G30SPKI

Sumur Lubang Buaya adalah saksi bisu sadisnya pembantaian yang didalangi oleh organisasi terlarang yang pernah hidup di Indonesia, yaitu PKI (Partai Komunis Indonesia). Dalam tragedi berdarah 30 September 1965, terdapat 7 orang jenderal yang gugur, diculik dan dibunuh oleh pasukan bernama Tjakrabirawa. 

Ketujuh korban itu antara lain:

  1. Jenderal TNI Ahmad Yani
  2. Letnan Jenderal R. Suprapto
  3. Letnan Jenderal M.T. Haryono
  4. Letnan Jenderal S. Parman
  5. Mayor Jenderal D.I. Pandjaitan
  6. Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo
  7. Kapten Pierre Tendean

Sebagai penghormatan atas gugurnya mereka, maka disematkanlah gelar pahlawan revolusi pada ketujuh korban peristiwa G30S ini. 

Sejarah Peristiwa Lubang Buaya

Daftar Isi

Artikel Terkait

  • Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 6, 2024 at 8:53 am

    Rumah merupakan tempat pertama untuk memulai suatu pembelajaran. Termasuk dalam hal gotong royong  Harapannya begitu terjun pada lingkungan masyarakat, kamu paling tidak sudah mengerti arti singkat mengenai hal tersebut. Memang kalau penerapannya contoh gotong royong di rumah seperti apa saja? Selengkapnya bisa kamu baca pada artikel yang dibuat khusus untuk Sobat Literasi. Check it out! Artikel Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 10:28 pm

    Sayang banyaknya nilai-nilai modern, membuat sejumlah nilai tradisional mulai tergeserkan. Salah satunya, gotong royong. Sekarang ini sudah mulai jarang kegiatan yang menggunakan unsur tersebut. Maka tidak heran, mungkin generasi ini tidak memahami dan ketahui Salah satu tempat mereka bisa belajar hal itu dengan diajarkan di sekolah. Melalui beberapa aktivitas yang sifatnya dikerjakan bersama-sama. Untuk contoh Artikel Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Budi Pekerti: Etika Wajib Bangsa Indonesia
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 2:38 am

    Budi pekerti merupakan etika wajib yang dimiliki oleh semua warga Indonesia. Hal ini berkaitan dengan moral yang menuntun kita dalam berperilaku dan berinteraksi dengan sesama. Apabila seseorang tidak memiliki atau menjalankan prinsip budi pekerti seperti mestinya maka akibatnya banyak perilaku negatif yang terjadi pada sekitar. Penjelasan tentang materi ini bisa Sobat Literasi baca pada artikel Artikel Budi Pekerti: Etika Wajib Bangsa Indonesia pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Yuk, Mengenal Bagaimana Cara Memahami Contoh Teks Ulasan
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on April 4, 2024 at 2:05 am

    Pernahkan kalian memperhatikan sebuah ulasan yang terkandung di dalam buku, musik, atau novel? Mengapa diharuskan ada sebuah ulasan? Ulasan tersebut sangat berguna untuk kemajuan sebuah karangan literasi atau sebuah karya. Tanpa adanya ulasan yang mendukung, maka kualitas kepenulisan buku, musik, atau novel tidak ada kemajuan. Berikut kami sampaikan pengertian teks ulasan, struktur, beserta contoh teks The post Yuk, Mengenal Bagaimana Cara Memahami Contoh Teks Ulasan appeared first on Sma Studioliterasi.

Sebelum terjadi peristiwa Lubang Buaya pun, sebenarnya daerah ini memang sudah bernama Lubang Buaya. Dahulu, daerah ini sering didatangi banjir, sehingga warga lokal memanfaatkan getek (rakit) sebagai sarana transportasi di tengah banjir. 

Ketika mereka tengah mendayung getek, tiba-tiba dayungnya tidak dapat digerakkan, seperti tersangkut sesuatu. Setelah air banjir surut, barulah diketahui ternyata ada seekor buaya yang tengah memakan dayung itu karena saking laparnya. 

Akhirnya masyarakat pun sering mengatakan “Jangan pergi ke tempat itu. Ada buaya. Ada lubang buaya”. Nah, dari peristiwa itulah kemudian lama kelamaan, masyarakat setempat menamakan “Lubang Buaya”.  

Peristiwa Lubang Buaya

Berbicara tentang lubang ini, tentu erat kaitannya dengan peristiwa kelam yang pernah terjadi di masa lalu. Saat mendengar kata “Lubang Buaya”, mayoritas orang akan langsung mengingat peristiwa G30SPKI. 

Peristiwa Lubang Buaya, selamanya akan menjadi sejarah catatan hitam bagi bangsa Indonesia. Bagai kembali ke lorong waktu, mari kita menyelami kembali tragedi berdarah pada tanggal 30 September 1965. 

Partai Komunis Indonesia (PKI) pada waktu itu telah melatih dua organisasi mereka yaitu Pemuda Rakyat dan Gerwani, sebagai persiapan sebelum peristiwa G30SPKI kemudian menyebarkan desas desus adanya Dewan Jenderal yang dituding akan merebut kekuasaan Pemerintah, kala itu di bawah pimpinan Presiden Soekarno. 

PKI menuduh beberapa Jenderal TNI AD terlibat dalam Dewan Jenderal ini. Dewan Jenderal disebut-sebut akan melakukan kudeta (perebutan kekuasaan) terhadap Presiden Soekarno, bertepatan dengan Hari ABRI, 5 Oktober 1965. 

Isu yang berkembang bahwa Dewan Jenderal akan merencanakan pameran kekuatan dengan menghadirkan pasukan dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat membuat situasi makin memanas. 

Di saat yang sama, kondisi kesehatan Presiden Soekarno tengah memburuk, beliau jatuh sakit. Momen ini lantas dimanfaatkan oleh pimpinan PKI kala itu, DN Aidit, untuk merebut kekuasaan. PKI kemudian melakukan rapat internal untuk menyusun rencana pembunuhan terhadap perwira-perwira tinggi Angkatan Darat. 

Hari Tragedi Berdarah

Tepat di tanggal 30 September 1965, PKI melibatkan sebuah pasukan bernama Tjakrabirawa untuk menculik 7 jenderal Angkatan Darat. Pasukan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu Pasopati, Bimasakti dan Pringgodani. 

Lalu pada 1 Oktober 1965 dini hari, rombongan pasukan bergerak membelah jalanan Jakarta menuju Menteng dan Kebayoran Baru, rumah di mana para jenderal berada. Tiga target dibunuh di rumah mereka masing-masing, yaitu Ahmad Yani, M.T. Haryono dan D.I. Pandjaitan, sedangkan ketiga target lain yaitu Soeprapto, S. Parman dan Sutoyo ditangkap hidup-hidup. 

Satu target lain yakni Jenderal A.H. Nasution berhasil lolos, tapi putrinya, Ade Irma Suryani, meninggal dunia dan ajudannya Pierre Tendean diculik pasukan Tjakrabirawa karena mereka mengira ia adalah A.H Nasution. 

Semua target ini lantas dibawa ke daerah Lubang Buaya. Di sana, para jenderal yang masih hidup disiksa. Mereka semua akhirnya tewas dibunuh. Lantas tubuh mereka diseret dan dimasukkan ke sumur. Tidak berhenti sampai di situ, mayat-mayat ini kemudian ditembak lagi, lalu ditutup dengan tanah dan ditanami pohon pisang agar tampak seolah-olah tak ada apapun di sana. 

Sumur ini baru ditemukan pada 3 Oktober, lantas keesokan harinya, 4 Oktober, mayat mulai diangkat dan dievakuasi. 

Selepas kejadian itu, setiap tanggal 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September. Sementara setiap tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Di masa pemerintahan Soeharto, sebuah film mengenai kejadian itu selalu rutin diputar di stasiun-stasiun televisi setiap tanggal 30 September. 

Seremoninya kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga di makam pahlawan revolusi TMP Kalibata. Namun sejak era Reformasi, film itu sudah tidak ditayangkan lagi. Hanya tradisi tabur bunga yang masih dilaksanakan. 

jenderal-jenderal diculik oleh pasukan cakrabirawa dan pasukan pki - Tragedi Lubang Buaya
Jenderal-jenderal diculik oleh Pasukan Cakrabirawa dan pasukan PKI, oleh Derarief94

Kompleks Lubang Buaya Kini

Kini Kompleksnya telah menjadi objek wisata ziarah yang memiliki luas sekitar 14.6 hektar. Di sana, dibangun Monumen Pancasila Sakti untuk mengabadikan tragedi G30SPKI. Di sana, pengunjung akan diajak untuk berkeliling dan mengenang kembali peristiwa bersejarah itu.

Zona utama dari Kompleks Lubang Buaya adalah Sumur Maut Lubang Buaya. Anda belum ke sini kalau belum datang ke zona Sumur Maut ini. Di sinilah tempat penguburan para jenderal korban G30S. Sumur ini berdiameter 75 cm dan dalamnya sekitar 12 meter. 

Letak Sumur Maut berdekatan dengan tiga bangunan lain, yaitu pos komando, tempat penyiksaan dan dapur umum. Di sekeliling sumur dibangun pagar pembatas. Miniatur dan diorama-diorama yang dipajang di sini menjadi daya tarik yang efektif untuk menyedot minat wisatawan. Tidak sedikit wisatawan yang datang untuk berziarah ke tempat ini.

Harga Tiket Masuk Lubang Buaya

Lubang Buaya terletak di dekat lokasi Monumen Pancasila Sakti.

Untuk bisa memasuki kawasan wisata ziarah ini, pengunjung harus menyimak jam buka operasional dan harga tiket masuknya. 

  • Tiket masuk = Rp5000/orang
  • Jam buka = 09.00 – 21.00

Rute ke Lokasi

Karena lokasinya berdekatan dengan Monumen Pancasila Sakti, maka rute untuk mencapai Kompleks Lubang Buaya bisa ditempuh menggunakan bis atau kereta.

Rute dengan bus ke Lokasi

  1. Dari pusat kota Tangerang, naik bus dengan rute Cawang-Pinang Ranti-Jalan Asem Nirbaya-SMPN 272
  2. Berhenti di kawasan Monumen Pancasila Sakti

Apabila kondisi jalanan lancar dan tidak macet, lama perjalanan yang Anda tempuh sekitar 890 meter saja.

Rute ke Lokasi via KRL

  1. Berangkat dari Tangerang, turun di stasiun terdekat, seperti di area Jalan Lubang Buaya 5A, 6, 6A
  2. Berjalan kaki menuju Monumen Pancasila Sakti

Artikel menarik lainnya :

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Lubang Buaya: Saksi Bisu Peristiwa Sejarah G30SPKI

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Selama berabad-abad, Indonesia telah menjadi rumah bagi keberagaman budaya yang kaya, termasuk seni tari tradisional yang memukau. Tari tradisional Indonesia bukan hanya sekadar gerakan-gerakan artistik yang menakjubkan, tetapi juga mewakili identitas, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat di berbagai daerah. Tari Sirih Kuning adalah salah satu jenis tarian tradisional yang memiliki akar budaya kuat bagi masyarakat Betawi. […]

    Trending

    Apapun yang terkait dengan fashion, terlebih kalau menyangkut kekeluargaan kerajaan pasti menarik untuk diketahui. Termasuk, pakaian kerajaan pada masa lalu yang tentu mengandung nilai bersejarah penting.  Kali ini kami akan mengajak kalian membahas pakaian putri Kerajaan Majapahit yang merupakan salah satu kerajaan berjaya di Nusantara antara abad ke-13 dan ke-16. Penasaran dengan pakaian putri khas […]
    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada […]
    Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]