Istana Maimun, Warisan Kesultanan Deli yang Megah

2 min read

foto istana maimun medan kesultanan Deli

Kota Medan, kota terbesar di Pulau Sumatera ini tak jarang menjadi tujuan destinasi liburan wisatawan yang wajib dikunjungi. Berbagai pilihan wisata menarik bisa dikunjungi, mulai dari wisata alam, wisata kuliner, hingga wisata bangunan tua. Salah satu wisata bangunan tua yang tak boleh anda lewatkan selagi di Kota Medan adalah Istana Maimun.

Istana Maimun adalah salah satu bangunan tua peninggalan Kesultanan Deli yang pernah berjaya pada tahun 1632 – 1946 di wilayah Sumatera. Kini istana tersebut menjadi salah satu ikon terkenal Kota Medan. Untuk informasi lengkap seputar Istana Maimun, yuk simak artikel dari Munus berikut yang akan membahas sejarah, keunikan, lokasi hingga harga tiket masuk Istana Maimun.

Sejarah Istana Maimun

Jika membicarakan tentang sejarah Istana Maimun, maka tidak akan terlepas dari keberadaan Kesultanan Deli. Istana megah tersebut dibangun ketika Kesultanan Deli dipimpin oleh Sultan Mahmud Al Rasyid, Sultan Deli ke-8 yang menjabat pada tahun 1858 – 1873 Masehi. Istana tersebut menjadi salah satu peninggalan berharga dari Kesultanan Deli.

Sejarah Istana Maimun dimulai ketika Kesultanan Deli mencapai puncak kejayaannya di bawah kepemimpinan Sultan Mahmud Al Rasyid. Berkat kegigihan beliau yang ingin membawa Kesultanan Deli menjadi kerajaan Islam yang makmur, kesultanan mengalami perkembangan pesat dalam bidang perkebunan, khususnya tembakau.

Perekonomian kerajaan menjadi lebih terjamin sehingga Sultan Mahmud Al Rasyid membangun istana dalam rangka rasa syukur atas pemberian Tuhan Yang Maha Esa. Istana mulai dibangun pada 26 Agustus 1888 yang dibantu oleh seorang arsitek Belanda bernama Captain Majoor Theodoore van Erp dan arsitek Italia bernama Ferrari. Pembangunan istana membutuhkan waktu kurang lebih 3 tahun lamanya dan akhirnya selesai pada 18 Mei 1981. 

Asal Usul Nama Istana Maimun

Penamaan istana megah tersebut memiliki dua versi cerita. Cerita versi pertama menjelaskan bahwa kata Maimun berasal dari nama istri Sultan Mahmud Al Rasyid yang bernama Maimunah. Pemberian nama istana tersebut dipercaya sebagai bentuk Sultan menghormati dan menghargai sang istri. Cerita versi kedua menjelaskan bahwa kata Maimun diambil dari kata Maimunah yang dalam bahasa Arab berarti rahmat atau berkat. 

Keunikan Istana Maimun

Istana yang berada di Kota Medan ini memiliki beberapa keunikan yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung kesana. Setiap wisatawan yang berkunjung ke istana tersebut akan dibuat kagum dengan segala hal yang dimiliki oleh istana megah itu. Berikut ini beberapa keunikan Istana Maimun yang harus anda ketahui.

1. Biaya Pembangunan 

Istana yang memiliki total luas sebesar 2.772 meter persegi ini memiliki dua lantai dengan tiga bagian bangunan yang terdiri dari bangunan induk, sayap kiri dan sayap kanan dimana keseluruhan pembangunan menghabiskan biaya 1 juta Gulden (mata uang Belanda sebelum Euro).

2. Arsitektur Pengaruh 3 Kebudayaan

Interior istana megah tersebut di dominasi warna kuning emas yang mencerminkan kemewahan khas bangsawan Melayu. Gaya arsitektur bangunan memadukan budaya Melayu dengan budaya Islam, India, Spanyol, Italia dan Belanda.

Gaya arsitektur unik tersebut bisa anda lihat di atap istana yang bentuknya menyerupai perahu terbalik dimana mencerminkan gaya arsitektur khas Melayu dan Timur Tengah. Selain itu ornamen yang ada di pintu-pintu dan jendela-jendela istana mencerminkan gaya arsitektur khas Spanyol dan Belanda. Anda juga akan melihat 28 anak tangga di depan istana yang terbuat dari marmer khas Italia. 

foto interior istana Maimun
Salah satu spot interior Istana Maimun, foto oleh triptrus,id

3. Meriam Puntung

Kesultanan Deli juga meninggalkan sebuah benda bersejarah yang hingga kini masih tersimpan dengan aman di dalam istana, yaitu Meriam Puntung. Konon katanya, meriam tersebut bukanlah meriam biasa. Masyarakat sekitar mengatakan bahwa Meriam Puntung merupakan jelmaan dari salah satu anggota Kerajaan Deli Tua bernama Mambang Khayali. Dikatakan bahwa Mambang Khayali merubah wujudnya menjadi meriam demi menjaga dan mempertahankan istana saat diserang oleh Kerajaan Aceh. Penyerangan Kerajaan Aceh disebabkan oleh pinangan Raja Aceh ditolak oleh Putri Hijau, adik Mambang Khayali.

Baca Juga : 25 Kerajaan Islam di Indonesia

Rute dan Alamat Istana Maimun

Alamat Istana Maimun berada di Jalan Brigjen Katamso No.66, Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan Sumatera Utara. Istana tersebut terletak 200 meter sebelah selatan Masjid Raya Medan. Jika Anak Nusantara ingin mengunjungi istana ini bisa melewati Jalan Sei Deli untuk menuju ke Jalan Guru Patimpus. Lalu belok kiri ke Jalan Gatot Subroto dan sedikit ke kanan untuk menuju ke Jalan Imam Bonjol. Kemudian belok kiri ke Jalan Ir.H. Juanda untuk ke Jalan Brigjen Katamso di Aur. 

Jam Buka dan Tiket Masuk Istana Maimun

foto istana maimun medan kesultanan Deli
Kemegahan Istana Maimun, salah satu peninggalan Kesultanan Deli, foto oleh traverse,id
Jam Buka 
Sabtu – Kamis08.00 – 17.00 WIB
Jumat 08.00 – 12.00 WIB dilanjut 14.00 – 17.00 WIB
Kategori Harga per orang
Anak-anak Rp3.000
Dewasa Rp5.000

Last Updated on Oktober 19, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll up