1. Museum
  2. Museum Arkeologi
  3. Museum Sejarah

Museum Bank Indonesia Kota Tua adalah yang Pertama!

Bangunan dari Museum Bank Indonesia Kota Tua adalah tempat BI pertama kali ada di Indonesia. Dengan menempati gedung yang dulunya Bank Indonesia Kota dan merupakan cagar budaya dari peninggalan De Javasche Bank. Sedikit kilas balik di era pemerintahan Hindia-Belanda, gedung Museum Bank Indonesia ini sudah didirikan pertama kali pada tahun 1828.

Namun pada tahun 1625, di lokasi ini pun pernah dibangun sebuah gereja protestan yang sederhana. Tidak bertahan lama gereja ini dibongkar karena digunakan untuk tempat Meriam besar ketika Sultan Agung menyerang Batavia untuk pertama kalinya.

Setelah sekitar satu abad setelahnya di tahun 1953, Bank Indonesia dibentuk dengan menggantikan fungsi dan peran De Javasche Bank, dan sebagai bank sentral. Dimana sebagai bank sentral, fungsi Bank Indonesia memiliki tiga yang utama yaitu di bidang perbankan, bidang moneter dan sistem pembayaran.

Ketika pemerintah menerbitkan Undang-Undang Bank Sentral yang isinya adalah tugas serta kedudukan Bank Indonesia pada lima belas tahun setelahnya, tentu saja Bank Indonesia memiliki tugas tambahan yang adalah membantu pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Hal ini juga menjadikan Bank Indonesia berbeda dengan bank lainnya yang melakukan fungsi komersial.

Bank Indonesia menempati bangunannya yang pertama di Kota Tua ini tidak lama, hingga pada tahun 1962 dipindahkan ke gedung yang baru. Setelah BI pindah ke gedung yang baru, gedung ini kosong dan tidak digunakan lagi, sehingga bangunan yang memiliki nilai sejarah yang tinggi ini terancam rusak apabila tidak digunakan atau difungsikan dan dilestarikan.

Artikel Terkait

    Feed has no items.

Pada akhirnya pemerintah mulai melirik bangunan bersejarah ini dan menetapkannya sebagai bangunan cagar budaya. Bank Indonesia ini memiliki benda-benda dan dokumen-dokumen bersejarah yang perlu diabadikan sehingga dapat menjadi saluran informasi yang berguna bagi masyarakat.

Dari pemikiran pemerintah itulah yang membuat Dewan Gubernur BI saat itu memutuskan untuk membangun Museum Bank Indonesia dengan memfungsikan gedung BI Kota Tua yang perlu untuk dilestarikan. Harapannya adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat akan pemahaman latar belakang juga dampak dari kebijakan-kebijakan BI yang secara objektif diambil dari waktu ke waktu. Hingga saat ini juga sebagai wahana komunikasi kebijakan BI bagi masyarakat, sehingga dapat mengetahui kebijakan terkini yang dikeluarkan oleh BI.

Dengan latar belakang pendirian museum BI ini maka pada tanggal 21 Juli 2009, presiden RI saat itu Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Museum Bank Indonesia Kota Tua dan telah ada prasastinya di dalam gedung museum.

Museum banyak Prestasi

Mengapa dikatakan Museum Bank Indonesia Kota Tua ini menjadi museum banyak prestasi, dikarenakan memang museum ini telah meraih beberapa prestasi. Penghargaan yang diraih oleh museum BI ini datangnya dari domestik maupun internasional. Pada tahun 2011, museum ini meraih penghargaan sebagai museum terbaik dalam kategori sejarah/arkeologi. Juga di tahun 2014 menyandang penghargaan sebagai museum pintar dan museum terbaik dari Gubernur DKI Jakarta.

Immersive Cinema

Bagaimana tidak meraih banyak gelar sebagai museum terbaik. Museum BI ini menghadirkan kisah sejarah pembangunan dari gedung museum itu sendiri melalui sinema interaktif dalam penyajian empat dimensi. Museum BI bekerjasama dengan Sembilan Matahari untuk menciptakan design dan hasil yang begitu menarik perhatian para pengunjung. Mengemas informasi edukasi sejarah yang dikenal kadang membosankan menjadi menyenangkan. Immersive Cinema ini berdurasi lima belas menit dan hanya ditayangkan pada waktu tertentu yaitu pada jam 11.00 WIB dan 14.00 WIB dengan kapasitas dua puluh orang pengunjung.

immersive cinema
Immersive Cinema di Museum Bank Indonesia Kota Tua, Foto oleh Casa Indonesia

Diorama

Di dalam benak, mungkin museum BI menampilkan hanya jejeran uang dari masa ke masa. Namun tak hanya itu, beragam artifak serta fakta sejarah pun juga dihadirkan dalam diorama yang menarik dan tentunya berwarna. Memiliki visualisasi kehidupan perekonomian yang dialami Indonesia saat itu.

Diorama di Museum Bank Indonesia
Diorama di Museum Bank Indonesia, Foto oleh Wikiwand

Sedikit mengulas tentang tugas dan tujuan dari Bank Indonesia yaitu satu tujuan tunggal dan tiga pilar utama dalam menopang tujuan tunggal tersebut. Perlu di ingat juga bahwa peran dan kapasitasnya sebagai Bank Sentral Indonesia yaitu untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa juga terhadap mata uang negara lain hingga sampai menyimpan uang kas negara dan memberikan bantuan kepada bank di Indonesia yang mengalami krisis. Untuk itu BI memiliki tiga pilar utama tersebut yang sekaligus menjadi tugasnya, yaitu menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, dan yang ketiga menjaga stabilitas sistem keuangan.

Museum yang menyajikan segala informasi peranan dari Bank Indonesia dalam sejarah bangsa yang sudah dimulai sejak dahulu sebelum bang barat datang ke tanah air sampai terbentuknya Bank Indonesia di tahun 1953 dapat ditemukan lengkap. Ini juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat lebih memiliki pemahaman seputar fungsi dan tugas bank sentral. Museum dengan bangunan yang merupakan cagar budaya milik Bank Indonesia memberikan informasi dari sejarah hingga peranan Bank Sentral Indonesia melalui perangkat multimedia, menyodorkan edukasi dengan penerapan konsep pintar (penyajian seperti Immersive Cinema) sehingga pengunjung dari golongan manapun dapat memahami lebih baik tentang fungsi, peranan dan sejarah dari BI.

Lokasi

Lokasi Museum Bank Indonesia Kota Tua terletak di  Jalan Lada 3, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari.

Waktu buka di Museum Bank Indonesia :

Selasa-Jumat08.00 – 15.30 WIB
Sabtu – Minggu08.00 – 16.00 WIB
Senin / Hari Libur NasionalTUTUP

Untuk menuju ke Museum Bank Indonesia jika dari daerah JABODETABEK dengan mudah bisa menggunakan KRL, apabila dari Stasiun Tangerang / Rangkasbitung, maka rutenya sebagai berikut;

  1. Naik KRL dengan jurusan Duri (jika dari Stasiun Tangerang) dan Tanah Abang (jika dari Stasiun Rangkasbitung), turun di stasiun tersebut.
  2. Lalu naik rangkaian kereta menuju Stasiun Transit Manggarai.
  3. Sampai di Stasiun Manggarai, turun dan berganti KRL jurusan Jakarta Kota.
  4. Turunlah di stasiun paling akhir Stasiun Jakarta Kota.

Lalu untuk KRL dari stasiun Bogor / Bekasi / Cikarang / Jatinegara / Tanjung Priok bisa mengambil rangkaian kereta langsung menuju Stasiun Jakarta Kota. 

Setelah keluar dari stasiun tidak perlu order transportasi online lagi karena hanya sedikit berjalan kaki sekitar 350 meter sudah bisa sampai di Museum Bank Indonesia.

Baca juga artikel menarik lainnya :

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Museum Bank Indonesia Kota Tua adalah yang Pertama!

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Sejarah wayang  orang sriwedari sudah terbilang sangat panjang. Wayang orang sriwedari sudah melakukan pentas secara tetap pada tahun 1911. Selain menampilkan cerita pewayangan, wayang orang sriwedari juga memiliki segmen khusus yang biasanya membahas isu-isu sosial yang sedang umum dibicarakan. Buat kamu yang masih belum tahu tentang sejarah wayang orang sriwedari, yuk simak artikel ini sampai […]
    Gamelan Banyuwangi merupakan salah satu alat musik tradisional yang mengiringi tari gandrung dan mendapatkan pengaruh dari Jawa, Bali, dan Eropa. Hal ini membuat sejarah gamelan Banyuwangi menarik untuk dikupas tuntas. Oleh karena itu, simak pembahasan selengkapnya melalui artikel berikut ini.  Sejarah Gamelan Banyuwangi Gamelan Banyuwangi adalah bentuk seni gamelan yang berasal dari daerah Blambangan atau […]

    Trending

    Kebanyakan masyarakat lebih mengenal Nusa Penida, sebagai kawasan wisata alamnya yang terletak di tenggara Bali. Ternyata, Kawasan ini menyimpan kekayaan sejarah yang tak kalah menarik dengan keindahan alamnya yang memukau. Dengan membaca artikel ini, kamu bukan hanya sekadar menambah pengetahuan saja, namun sekaligus menyusuri peristiwa masa lalu di Nusa Penida. Legenda dan Mitos Nusa Penida […]
    Wayang Golek adalah seni pertunjukan tradisional Indonesia yang menggunakan boneka kayu untuk memerankan cerita-cerita yang berasal dari berbagai sumber, termasuk epik Hindu, seperti Ramayana dan Mahabharata, serta cerita-cerita lokal dan agama.  Wayang Golek tidak hanya menunjukkan seni pertunjukan tradisional Indonesia, tetapi juga menjadi simbol penting dalam melestarikan identitas budaya bangsa. Untuk memberi pemahaman mendalam terkait […]
    Di antara ragam wayang di budaya Nusantara, sejarah wayang purwa menonjol sebagai yang tertua dan paling populer. Dikenal sebagai wayang tertua di Indonesia, wayang kulit ini telah memikat hati masyarakat selama berabad-abad.  Popularitasnya tak lepas dari dukungan etnis Jawa yang mendominasi Indonesia. Tak heran, jika sekilas mendengar kata wayang, ingatan kita langsung tertuju pada wayang […]