1. Busana Adat
  2. Informasi

Ragam Busana Melayu Riau dan Makna Filosofis Dibaliknya

Riau adalah salah satu wilayah yang mendapat banyak pengaruh kental dari budaya Melayu, salah satunya tampak dari busananya. Busana Melayu memiliki tampilan yang unik dan mengandung nilai-nilai yang filosofis. Umumnya bentuk pakaiannya sederhana, tertutup dan panjang, sesuai dengan nilai kesopanan serta nilai agama islam. 

Salah satu yang terkenal yaitu baju kurung. Dulu kaum perempuan memakai baju ini di lingkungan kerajaan untuk upacara adat. Kini, masyarakat sudah mengenakan busana tersebut dalam kegiatan sehari-hari. Selain baju kurung, masih banyak ragam busana Melayu Riau lainnya, Anak Nusantara. Simak ulasan Museum Nusantara kali ini hingga selesai! 

Filosofi Busana Melayu 

Sumber: istockphoto

Di balik keelokannya, busana Melayu memiliki makna yang lekat dengan nilai-nilai islami, lho, Anak Nusantara. Pada konsep budaya Melayu, pakaian merepresentasikan adab dan adat. Busana Melayu melambangkan nilai tahu diri, malu, tunjuk ajar, menebar manfaat, dan menolak bala.

 Ada ungkapan “Kalau hendak melihat orang yang tahu diri, tengok kepada pakaian diri”. Ungkapan ini menyiratkan pribadi yang malu akan melanggar syarak (ketentuan adat) dan akan terlihat dari caranya berpakaian. Selain itu, maksud dari nilai tahu diri adalah kesesuaian pakaian dengan status, cara memakai, penggunaan, tujuan memakainya, serta kelengkapan alat atau aksesorisnya.  

Artikel Terkait

  • Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 4:59 am

    Mempelajari makhluk hidup memang tidak ada habisnya ya guys. Dengan mempelajarinya kalian jadi tahu apa jenis-jenis hewan yang ada di muka bumi ini. Salah satu jenis hewan yang sering kita temui adalah cacing. Hewan yang bikin geli ini dan sering muncul saat musim hujan ini adalah hewan yang akan kita bahas kali ini.  Nah, kalau The post Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 3:48 am

    Halo kawan literasi, bagaimana kabar kalian? aku harap baik-baik saja, ya. Pada pembahasan artikel fisika ini masih berhubungan dengan kelistrikan yaitu hukum ohm. Nah, pasti kalian sedikit banyak mengenal hukum fisika tersebut. Ternyata dalam rangkaian listrik, harus mempunyai hambatan dengan besar tertentu, lho. Mau tau kenapa?  Daripada penasaran, ayo kita belajar hukum fisika ini mulai The post Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 16, 2024 at 7:42 am

    Kegiatan transaksi sangat berkaitan dengan alat pembayaran. Semakin bertambahnya zaman, teknologi dan informasi di bidang ekonomi dan perbankan semakin berkembang. Analogi sederhananya adalah keadaan dahulu semaju sekarang, alat pembayaran hanya menggunakan uang logam dan uang kertas.  Ternyata, manusia menemukan beberapa keterbatasan dalam melakukan pembayaran. Jadi, muncullah beberapa metode atau alat pembayaran yang efektif dan efisien The post Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 15, 2024 at 5:17 am

    Salah satu alat optik yang paling dipakai oleh orang-orang yang di sekitar adalah kacamata. Seperti yang kita tahu, kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk melihat objek dengan jelas. Nah, kawan literasi apakah kalian menyadari bahwa kacamata memiliki sistem khusus untuk memudahkan mata melihat benda dari jarak dekat maupun jauh?  Atau sesederhana kamera yang sering kita The post Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui appeared first on Sma Studioliterasi.

Lalu, maksud dari nilai mendatangkan manfaat yaitu mendatangkan rezeki, kedamaian dan kerukunan hidup, serta bermanfaat untuk pribadi maupun kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai ini bisa tercermin dari berbagai kelengkapan busana, motif, ornamen serta ragam hias busana Melayu. Selain itu, dengan berpakaian sesuai syariat, seorang Melayu akan terhindar dari petaka dunia serta akhirat. 

Baca juga: Mengenal Tata Busana Tari Kecak, Properti, Beserta Makna Filosofisnya

Ragam Busana Melayu Riau

Apa saja bentuk busana Melayu khas Riau? Untuk laki-laki, ada baju cekak musang, gunting cina, dan teluk belanga. Sedangkan untuk perempuan, ada baju kurung dan baju kebaya labuh. Namanya saja sudah terdengar unik, kan? Ini dia ulasan lengkap masing-masing pakaian beserta makna dibaliknya. 

1. Cekak Musang

Sumber: goodminds

Baju Cekak Musang adalah ikon busana Melayu khas Riau untuk laki-laki. Masyarakat menyebut busana ini sebagai cekak musang karena bentuk lingkaran lehernya. Ada pula yang menghubungkannya dengan ‘cekak’ tinggi atau leher tegak. Baju ini juga memiliki lima kancing. Kancing lima ini adalah simbol dari rukun islam. Kancing yang disematkan diantaranya adalah kancing emas, kancing tep, dan kancing permata. 

Busana ini mempunyai tambahan kain yang namanya kain samping. Kain samping merupakan kain songket yang diikat setinggi lutut. Kain samping ini juga menunjukkan status seseorang. Jika seseorang memakai kain samping di atas paras lutut, menandakan ia masih bujang, sedangkan yang memakainya di bawah paras lutut, berarti seseorang tersebut sudah menikah. Selain itu, pakaian adat ini juga dilengkapi dengan penutup kepala yang namanya tanjak. Tanjak terbuat dari kain yang warnanya senada dengan baju serta celana yang dipakai. 

2. Busana Melayu Gunting Cina

Sumber: jurnalisme investigatif

 

Busana Melayu yang satu ini juga merupakan pakaian khusus untuk pria. Baju Gunting Cina berbahan dasar kain satin atau sutra yang berkualitas tinggi. Masyarakat kerap memakai baju ini saat mengadakan kegiatan atau upacara yang tidak resmi. 

3. Teluk Belanga

Sumber: jurnalisme investigatif

Busana Melayu Teluk Belanga merupakan busana muslim, dengan celana panjang serta kain atau sarung dan peci. Masyarakat mengenal peci pada busana Melayu ini sebagai songkok. Pada atasan pakaian ini ada satu kancing. Satu kancing pada baju teluk belanga ini merujuk pada nilai tauhid, yaitu hanya ada satu Tuhan Yang Maha Esa. Umumnya masyarakat mengenakan baju ini untuk acara keluarga atau acara resmi. Untuk acara resmi, biasanya berbahan dasar sutra atau satin.

Baca juga: Museum Ronggowarsito, Rumah Warisan Budaya Jawa

4. Baju Kurung Tulang Belut 

Sumber: tambah pinter

Baju kurung ini adalah busana Melayu yang banyak dipakai oleh wanita yang sudah berumur. Baju ini terdiri dari atasan berlengan panjang dan bawahan dengan warna yang sama. Orang tua biasanya menggunakan baju kurung dengan warna yang tidak mencolok. Memiliki hiasan di tepi pakaian dan tepi lengan, membuat baju ini tidak terlalu polos. Masyarakat setempat biasa mengenakannya dengan selendang yang disampirkan atau dijadikan penutup kepala layaknya jilbab. 

5. Baju Kebaya Labuh 

Sumber: melayupedia

Busana Melayu ini merupakan ikon baju adat Riau untuk perempuan. Sama seperti kain sampin, panjang kebaya ini juga menunjukkan status seseorang. Jika panjangnya tiga jari di atas lutut, maka artinya perempuan tersebut belum menikah. Sementara itu, jika panjangnya tiga jari di bawah lutut, menandakan perempuan tersebut sudah menikah. 

Ukuran lengan baju ini 2 jari dari pergelangan tangan, agar bisa menampakkan gelang yang dipakai. Ukuran pakaian baju ini longgar seperti baju kurung. Lalu, pakaian ini juga memiliki selendang atau kain tudung. 

Warna pada baju kebaya labuh sendiri memiliki makna tersendiri, diantaranya: 

  • Hijau lumut merupakan simbol kesetiaan, ketaatan, dan kesuburan.
  • Kuning keemasan memiliki makna otoritas, kemegahan, dan keagungan.
  • Merah artinya kepahlawanan, keberanian, dan kesetiaan.
  • Hitam melambangkan tanggung jawab, kejujuran, dan ketabahan.

6. Baju Pengantin Riau

Sumber: katadata

Dalam adat Riau, ada pakaian khusus yang masing-masing mempelai pria dan wanita pakai dalam acara pernikahan. 

Mempelai pria pada acara pernikahan biasanya memakai baju kurung cekak, lengkap dengan sarung serta kopyah. Yang membedakan dengan baju kurung biasanya adalah tambahan aksesoris, diantaranya mahkota, sebai, canggai pada jari kelingking, dan keris yang bentuknya seperti kepala burung serindit, diletakkan di pinggang kiri. Pengantin pria juga memakai alas kaki yang berbentuk runcing. Sementara itu, pengantin wanita memakai aksesoris seperti mahkota, sebai yang diletakkan di bahu, dan berbagai macam perhiasan, seperti gelang, kalung, serta anting-anting.

Baca juga: Mengenal Candi Pawon: Peninggalan Sejarah Bercorak Buddha

Itu dia ulasan lengkap mengenai busana Melayu khas Riau. Tidak hanya penampilannya yang indah, namun juga menyimpan makna yang filosofis. Tata penggunaannya juga tidak bisa sembarangan. Sangat unik, bukan? Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Ragam Busana Melayu Riau dan Makna Filosofis Dibaliknya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Busur panah telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia selama berabad-abad. Seni memanah telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Artikel ini akan mengenalkan Anda pada berbagai bentuk busur panah yang ada di Indonesia, serta memberikan wawasan tentang pentingnya seni memanah dalam masyarakat Indonesia. Apa Itu Busur […]

    Trending

    Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]
    Selama berabad-abad, Indonesia telah menjadi rumah bagi keberagaman budaya yang kaya, termasuk seni tari tradisional yang memukau. Tari tradisional Indonesia bukan hanya sekadar gerakan-gerakan artistik yang menakjubkan, tetapi juga mewakili identitas, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat di berbagai daerah. Tari Sirih Kuning adalah salah satu jenis tarian tradisional yang memiliki akar budaya kuat bagi masyarakat Betawi. […]