1. Tari Daerah

Tari Cakalele, Tari Perang Perlambang Keberanian Khas Maluku

Halo anak Nusantara! Indonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan. Mulai dari pakaian adat, rumah adat, lagu adat hingga tarian adat. Kali ini, Munus akan membahas tentang salah satu tarian adat khas Maluku, yaitu Tari Cakalele. Tari ini sering dikenal sebagai salah satu tarian perang. Mengapa ya? Yuk, ikuti Munus dalam penjelasan di bawah ini.

Tari Cakalele, Tari Perang Khas Maluku

Tari Cakalele berasal dari daerah Maluku. Tarian ini melambangkan ketangkasan, rasa kesatuan, dan keberanian. Nama Cakalele sendiri berasal dari dua suku kata, yaitu Caka dan Lele. Caka berarti setan atau roh halus. Arti dari nama Lele adalah mengamuk atau mengalir. Kedua kata ini berasal dari bahasa lokal Ternate.

Asal mula tarian berasal dari banyaknya peperangan yang terjadi di daerah Maluku Utara. Biasanya, mereka yang akan pergi berperang akan melakukan ritual adat supaya prajurit-prajurit tersebut menjadi lebih tangguh dan berani di medan perang. Dipercaya juga bahawa tarian tradisional ini berasal dari penggambaran proses penciptaan manusia.

Selain itu, tarian ini juga memiliki asal usul dari proses penghormatan kepada nenek moyang masyarakat Maluku yang merupakan pelaut. Sebelum menempuh perjalanan di laut, para pelaut akan melakukan ritual dengan tarian dan pesta makanan.

Artikel Terkait

  • Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 4:59 am

    Mempelajari makhluk hidup memang tidak ada habisnya ya guys. Dengan mempelajarinya kalian jadi tahu apa jenis-jenis hewan yang ada di muka bumi ini. Salah satu jenis hewan yang sering kita temui adalah cacing. Hewan yang bikin geli ini dan sering muncul saat musim hujan ini adalah hewan yang akan kita bahas kali ini.  Nah, kalau The post Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 3:48 am

    Halo kawan literasi, bagaimana kabar kalian? aku harap baik-baik saja, ya. Pada pembahasan artikel fisika ini masih berhubungan dengan kelistrikan yaitu hukum ohm. Nah, pasti kalian sedikit banyak mengenal hukum fisika tersebut. Ternyata dalam rangkaian listrik, harus mempunyai hambatan dengan besar tertentu, lho. Mau tau kenapa?  Daripada penasaran, ayo kita belajar hukum fisika ini mulai The post Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 16, 2024 at 7:42 am

    Kegiatan transaksi sangat berkaitan dengan alat pembayaran. Semakin bertambahnya zaman, teknologi dan informasi di bidang ekonomi dan perbankan semakin berkembang. Analogi sederhananya adalah keadaan dahulu semaju sekarang, alat pembayaran hanya menggunakan uang logam dan uang kertas.  Ternyata, manusia menemukan beberapa keterbatasan dalam melakukan pembayaran. Jadi, muncullah beberapa metode atau alat pembayaran yang efektif dan efisien The post Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 15, 2024 at 5:17 am

    Salah satu alat optik yang paling dipakai oleh orang-orang yang di sekitar adalah kacamata. Seperti yang kita tahu, kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk melihat objek dengan jelas. Nah, kawan literasi apakah kalian menyadari bahwa kacamata memiliki sistem khusus untuk memudahkan mata melihat benda dari jarak dekat maupun jauh?  Atau sesederhana kamera yang sering kita The post Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui appeared first on Sma Studioliterasi.

Fungsi & Makna Tari Cakalele

Pada awal mulanya fungsi dari Tari Cakalele adalah tarian yang digelar sebelum para prajurit pergi berperang. Fungsi tarian ini kemudian mengalami pergeseran, tarian ini kemudian digunakan untuk mengiringi upacara adat dan dipertunjukkan pada acara khusus di Maluku. Ditambah lagi, tarian ini digunakan untuk menyambut tamu yang berkunjung ke daerah Maluku.

Saat tarian ini dibawakan pada upacara penyambutan tamu, parang tidak akan digunakan sebagai properti tarian dan diganti dengan menggunakan umbul-umbul yang terbuat dari daun kelapa. Para penari juga harus memakai pakaian adat.

Makna tarian khas Maluku ini adalah memberikan hormat kepada nenek moyang yang sudah berjasa di medan perang. Setiap gerakan yang dilakukan dalam tari ini memberikan semangat bagi para prajurit yang akan terjun ke dalam pertempuran.

Dalam berbagai cerita rakyat, makna dari tari ini adalah proses penyembuhan serta simbol keagamaan. Hal ini dapat dilihat dari berbagai ritual yang dilakukan sebelum tarian dilakukan. Ada 3 pesan yang disampaikan Tarian Cakalel ini, yaitu mengatur hubungan baik dengan alam, manusia, dan Tuhan. 

Properti Tari Cakalele

Penari pria memakai kostum khusus berupa busana perang. Warna busana tersebut adalah merah dan kuning tua. Penari wanita mengenakan pakaian adat berwarna putih dengan kain panjang sebagai bagian bawahan.

Para penari juga dilengkapi properti yang membuat busana lebih lengkap. Berikut adalah properti yang dikenakan.

1. Samarang

Samarang berbentuk pedang yang terbuat dari besi yang ditempa. Properti ini menggambarkan kekeluargaan atau terciptanya manusia. Ukuran Samarang bervariasi, mulai dari 10 cm sampai ukuran 90 cm. Gagang Samarang terbuat dari kayu yang keras, sehingga tidak mudah patah. Samarang akan digenggam di tangan kanan penari pria untuk memberi penggambaran keberanian saat bertarung.

2. Lenso

Lenso berarti sapu tangan. Lenso menjadi properti bagi para penari wanita dalam tarian Cakalele. Lenso akan dikibaskan oleh penari wanita sebagai simbol ucapan selamat berjuang bagi prajurit yang berangkat ke medan perang.

3. Salawaku

Salawaku adalah pasangan dari Samarang. Salawaku berbentuk seperti Samarang dengan hiasan pernak pernik dari kerang laut, yang menggambarkan keberanian. Jika Samarang dipegang di tangan kanan, Salawaku dipegang di tangan kiri para penari pria.

4. Hiasan Kepala

Hiasan kepala biasanya dipakai Kapten dari tarian Cakalele. Penari lain juga memakai hiasan kepala tapi dengan bentuk yang berbeda dari yang dipakai oleh kapten tarian. Hiasan kepala kapten akan dihiasi dengan bulu ayam, sedangkan penari biasa tidak ada hiasan bulu ayam.

Gerakan Tari Cakalele

Gerakan Tari Cakalele (sumber: Tribun Wiki)
Gerakan Tari Cakalele (sumber: Tribun Wiki)

Tari Cakalele memiliki gerakan yang kompak dan irama yang cepat. Penari terdiri dari penari wanita dan penari laki-laki. Penari pria memiliki gerakan lincah, jingkrak-jingkrak, dan agung layaknya prajurit yang pergi berperang. Dilengkapi dengan Samarang dan Sawalaku, penari pria bergerak sesuai alunan irama musik.

Para penari bergerak dengan semangat dan mata membara. Banyak gerakan dimana para penari berteriak-teriak dan melompat. Banyak yang mengatakan para penari tersebut sudah dirasuki oleh roh lain. Hal ini tidak benar karena sebenarnya para penari hanya mengeluarkan suasana peperangan. Penari berjumlah genap baik laki-laki maupun perempuan. Biasanya, jumlah penari adalah sebanyak 30 orang.

Musik Pengiring Tari Cakalele

Tarian Cakalele diiringi dengan alat musik seperti Bia (instrumen tiup yang terbuat dari kerang), tifa, dan suling. Instrumen tersebut akan dimainkan dalam tempo yang cepat supaya menciptakan semangat dalam gerakan para penari layaknya perang.

Seiring perkembangan zaman, tarian ini sudah memakai gerakan improvisasi dan gerakan menjadi lebih kompleks. Improvisasi gerakan dari tarian ini tidak menghilangkan makna dan nilai dalam tarian aslinya.

Baca Juga : Tari Kuda Lumping, Tarian Legendaris Asal Ponorogo

Tari Cakalele telah mengalami perkembangan baik dari segi gerak, busana, dan iringan musik, tapi bukan berarti nilai dan makna yang terkandung berubah dari tarian aslinya. Demikian penjelasan Munus mengenai Tari khas Maluku ini. Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Tari Cakalele, Tari Perang Perlambang Keberanian Khas Maluku

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Busur panah telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia selama berabad-abad. Seni memanah telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Artikel ini akan mengenalkan Anda pada berbagai bentuk busur panah yang ada di Indonesia, serta memberikan wawasan tentang pentingnya seni memanah dalam masyarakat Indonesia. Apa Itu Busur […]

    Trending

    Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]
    Selama berabad-abad, Indonesia telah menjadi rumah bagi keberagaman budaya yang kaya, termasuk seni tari tradisional yang memukau. Tari tradisional Indonesia bukan hanya sekadar gerakan-gerakan artistik yang menakjubkan, tetapi juga mewakili identitas, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat di berbagai daerah. Tari Sirih Kuning adalah salah satu jenis tarian tradisional yang memiliki akar budaya kuat bagi masyarakat Betawi. […]