1. Monumen

Monumen Pembebasan Irian Barat: Simbol Perjuangan Rakyat

Halo Anak Nusantara! Indonesia memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan kemerdekaan dari tangan penjajah. Seperti yang kita tahu, tak hanya perlawanan para pahlawan yang berjasa mengusir penjajah, terdapat juga perlawanan rakyat yang juga berdarah-darah. Salah satu bentuk perlawanan tersebut ialah Monumen Pembebasan Irian Barat.

Pemerintah kala itu, membangun monumen-monumen dalam rangka menghargai jasa mereka yang berkorban demi negara. Termasuk di dalamnya, ada monumen Pembebasan Irian Barat yang bertujuan untuk menghargai jasa Trikora dan rakyat yang membebaskan Irian Barat dari Belanda.

Bagaimana awal mula sejarah monumen tersebut? Mari ikuti informasinya di bawah ini!

Monumen Pembebasan Irian Barat sebagai Simbol Keteguhan Tekad Rakyat

Patung di Monumen Pembebasan Irian Barat (@iqbalfahma on Instagram)
Patung di Monumen Pembebasan Irian Barat (@iqbalfahma on Instagram)

Monumen adalah jenis bangunan yang bertujuan untuk memperingati peristiwa atau seseorang yang dianggap penting dalam kejadian di masa lalu. Selain itu, monumen juga kerap digunakan untuk memperindah ruang kota atau suatu lokasi. Sejak dulu, pemerintah sering membangun monumen-monumen dalam rangka memperingati suatu peristiwa atau sebagai tanda jasa para pahlawan dan rakyat yang berjuang saat kemerdekaan. Tak terkecuali monumen yang satu ini.

Artikel Terkait

  • Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 6, 2024 at 8:53 am

    Rumah merupakan tempat pertama untuk memulai suatu pembelajaran. Termasuk dalam hal gotong royong  Harapannya begitu terjun pada lingkungan masyarakat, kamu paling tidak sudah mengerti arti singkat mengenai hal tersebut. Memang kalau penerapannya contoh gotong royong di rumah seperti apa saja? Selengkapnya bisa kamu baca pada artikel yang dibuat khusus untuk Sobat Literasi. Check it out! Artikel Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 10:28 pm

    Sayang banyaknya nilai-nilai modern, membuat sejumlah nilai tradisional mulai tergeserkan. Salah satunya, gotong royong. Sekarang ini sudah mulai jarang kegiatan yang menggunakan unsur tersebut. Maka tidak heran, mungkin generasi ini tidak memahami dan ketahui Salah satu tempat mereka bisa belajar hal itu dengan diajarkan di sekolah. Melalui beberapa aktivitas yang sifatnya dikerjakan bersama-sama. Untuk contoh Artikel Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Budi Pekerti: Etika Wajib Bangsa Indonesia
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 2:38 am

    Budi pekerti merupakan etika wajib yang dimiliki oleh semua warga Indonesia. Hal ini berkaitan dengan moral yang menuntun kita dalam berperilaku dan berinteraksi dengan sesama. Apabila seseorang tidak memiliki atau menjalankan prinsip budi pekerti seperti mestinya maka akibatnya banyak perilaku negatif yang terjadi pada sekitar. Penjelasan tentang materi ini bisa Sobat Literasi baca pada artikel Artikel Budi Pekerti: Etika Wajib Bangsa Indonesia pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Maret 12, 2024 at 12:34 am

    Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat perekonomian suatu negara adalah dengan mendirikan badan usaha. Suatu negara dapat dikatakan maju apabila tingkat kesejahteraan masyarakat tinggi. Hal ini tentunya tidak kalah jauh dengan taraf ekonomi dan sosial yang baik. Pendekatan yang nyata untuk mewujudkannya adalah dengan melihat bagaimana perkembangan bahan usaha tersebut.  Kawan literasi, asal kalian tahu The post Badan Usaha: Pengertian, Jenis-Jenis & Bentuknya appeared first on Sma Studioliterasi.

Tujuan dibangun monumen Pembebasan Irian Barat adalah sebagai penghormatan kepada para pejuang Trikora dan rakyat Irian Barat yang berhasil menyingkirkan Belanda dan mengembalikan Irian Barat ke tanah air. Komunitas pematung di Yogyakarta dengan seniman Edhi Sunarso sebagai ketua pada tahun 1963, merekalah yang bertugas membuat patung ini. Tentunya, atas permintaan presiden Ir. Soekarno. Patung ini menggunakan perunggu sebagai bahan dasarnya. 

Patung ini memiliki tinggi 11 meter di atas ketinggian 25 meter, dan 20 meter dari jembatan. Sedangkan beratnya mencapai 8 ton. Jika ingin melihatnya secara langsung, Anak Nusantara dapat mengunjungi Taman Lapangan Banteng di Jakarta Pusat. Terlihat megah, bukan? Namun, terlepas dari kemegahannya terdapat sejarah panjang dalam pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda. 

Sejarah Awal Monumen Pembebasan Irian Barat

Monumen Pembebasan Irian Barat Tempo Dulu (lostjakarta on Website)
Monumen Pembebasan Irian Barat Tempo Dulu (lostjakarta on Website)

Seperti yang kita tahu, Indonesia telah mendeklarasikan kemerdekaan pada tahun 1945. Sedangkan baru tahun 1949, Belanda memberikan pengakuan kedaulatan atas kemerdekaan Indonesia. Akan tetapi, Belanda belum mengakui Irian Barat sebagai bagian dari negara Indonesia dan enggan melepaskannya. Faktanya, Belanda ingin Irian Barat menjadi negara boneka.

Karena itu, presiden Soekarno mengupayakan agar Irian Barat bisa segera terbebas dari belenggu Belanda. Salah satu langkahnya adalah memberi amanat kepada Tri Komando Rakyat (Trikora) pada 19 Desember 1961 di Yogyakarta. 

Bung Karno menyerukan isi dari Trikora, yaitu sebagai berikut.

  1. Gagalkan negara boneka
  2. Kibarkan bendera Merah Putih di Papua
  3. Siapkan diri untuk melakukan mobilisasi umum

Hingga pada 2 Januari 1962, Presiden Soekarno menunjuk Mayor Jenderal Soeharto sebagai panglima dan membentuk Komando Mandala. Tugasnya adalah untuk merencanakan, mempersiapkan, dan melakukan operasi militer untuk menggabungkan Irian Barat dengan Indonesia.

Operasi militer antara Indonesia dengan Belanda pun berlangsung selama hampir satu tahun. Hingga di dalamnya terjadi perundingan antara Indonesia dan Belanda dengan Amerika Serikat sebagai penengah pada 15 Agustus 1962. Dan hasilnya kita kenal sebagai Perjanjian New York yang berisi bahwa Belanda harus menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia selambatnya tanggal 1 Mei 1963.

Dan akhirnya pada tanggal 31 Desember 1962, bendera Merah Putih berhasil berkibar di tanah Papua menggantikan bendera Belanda. Tujuan dari Trikora pun telah tercapai. Untuk mengenang para pejuang Trikora dan tentunya rakyat Irian Barat yang ikut menghadapi pasukan Belanda, dengan terciptanya monumen Pembebasan Irian Barat. Monumen ini diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1963 oleh Presiden Soekarno.

Revitalisasi Monumen dan Lapangan Banteng

Kawasan Taman Lapangan Banteng (@thetravelzilla_ on Instagram)
Kawasan Taman Lapangan Banteng (@thetravelzilla_ on Instagram)

Pada tanggal 1 September 2017, Dinas Kehutanan dan Pemakaman DKI Jakarta di bawah gubernur Anies Baswedan melakukan program revitalisasi monumen Pembebasan Irian Barat dan Taman Lapangan Banteng. Program revitalisasi tersebut meliputi pemotongan pepohonan yang menutupi monumen dan pembangunan kolam air mancur. Tak hanya itu, penambahan tempat duduk melingkar menyerupai amphitheater  juga dilakukan. Ditambah dengan jogging track, pembuatan jalur pedestrian, dan penataan pedagang kaki lima di sekitar kawasan monumen.

Sehingga Taman Lapangan Banteng tak hanya dijadikan sebagai tempat berolahraga, namun juga sebagai rekreasi keluarga. Di sana masyarakat dapat menikmati pertunjukan air mancur sambil bersantai bersama keluarga.

Bentuk dan Makna Monumen

Melihat Lebih Detail Monumen di Lapangan Banteng (@thetravelzilla_ on Instagram)
Melihat Lebih Detail Monumen di Lapangan Banteng (@thetravelzilla_ on Instagram)

Monumen Pembebasan Irian Barat memiliki corak patung berbentuk seorang laki-laki yang bertelanjang dada. Mulutnya terbuka lebar seolah berteriak “Merdeka!”. Sedangkan kedua tangannya terangkat  tinggi-tinggi ke udara, serta kedua kakinya yang ikut melebar. Pada bagian lengannya terlihat rantai yang baru saja terputus. 

Makna monumen Pembebasan Irian Barat adalah “bebas”. Hal itu dapat tergambar pada sikap kedua tangan yang terangkat tinggi dan kaki yang melebar. Hal tersebut menandakan bahwa kebebasan yang akhirnya teraih. Selain itu, makna rantai yang putus berarti bahwa Irian Barat baru saja terlepas dari kukungan belenggu Belanda.

Fakta menarik dari Monumen Pembebasan Irian Barat adalah desain patung ini dibuat sendiri oleh Presiden Soekarno, lho! Kala itu, Presiden Soekarno merevisi sketsa yang dibuat oleh Henk Ngantung. Kemudian Henk menyerahkan gambar tersebut kepada Edhi Sunarso yang kemudian dibuat dalam kurun waktu kurang lebih 12 bulan. 

Seperti yang kita tahu, Edhi Sunarso adalah pematung kebanggaan Presiden Soekarno. Beliau jugalah yang menggambar desain Patung Selamat Datang. Sedangkan Henk Ngantung adalah seorang pelukis sekaligus Gubernur Jakarta  periode tahun 1964-1965. 

Dalam proses pengerjaan patung, Edhi Sunarso bersama tim membagi patung dalam beberapa bagian dengan berat masing-masing 100 kilogram. Kemudian, masing-masing bagian tersebut menggunakan teknik pengecoran perunggu di Yogyakarta. Hingga di Jakarta, patung baru disusun ulang.

Di sisi lain, Friedrich Silaban bertugas sebagai arsitektur di sekitar monumen. Di mana dibuat sketsa menggunakan dua buah ramp atau jalur yang melandai di kedua sisi patung. Dan ramp tersebut menghubungkan podium dengan lapangan di sekelilingnya.

Ternyata makna yang terkandung di dalam monumen Pembebasan Irian Barat sangat filosofis sekali, kan? Maka dari itu monumen ini penting sekali bagi negara Indonesia.

Lokasi Monumen

Jika Anak Nusantara ingin berkunjung ke monumen ini, dapat datang ke alamat berikut: Kawasan Lapangan Banteng, Jl. Banteng Barat, Pasar Baru, Kec. Sawah Besar, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 

Untuk pergi lokasi ini bisa dengan naik transportasi umum yang melewati Taman Lapangan Banteng, yaitu:

  • Bus Kopaja No. 20 jurusan Senen-Lebak Bulus
  • Bus Transjakarta 6H jurusan Senen-Lebak Bulus
  • Bus AC 106 jurusan Senen-Cimone.

Bagi kalian yang datang dari sekitar Depok, Tangerang, atau Bogor, dapat menaiki KRL dan turun di Stasiun Juanda. Jarak dari stasiun menuju Lapangan Banteng adalah 1 KM, sehingga bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau naik ojek online.

Baca Juga: Gerakan Republik Maluku Selatan : Latar Belakang & Tujuannya

Nah, itu dia penjelasan mengenai monumen Pembebasan Irian Barat termasuk sejarah awal pendirian monumen, program revitalisasi beberapa tahun lalu, bentuk dan makna patung, dan lokasinya. Monumen ini juga bertujuan agar kita selalu mengingat jasa dan perjuangan para pejuang dan rakyat yang berkorban demi kemerdekaan Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Reaksi orang terhadap cerita ini.

Komentar untuk: Monumen Pembebasan Irian Barat: Simbol Perjuangan Rakyat
  • Agustus 30, 2023

    Postingan yang luar biasa! Kami menautkan ke konten yang sangat bagus ini di situs kami. Pertahankan tulisan yang bagus.

    Balas
  • Agustus 29, 2023

    Saya mendapatkan website ini dari teman saya yang memberitahukan tentang website ini dan saat ini saya sedang menjelajahi website ini dan membaca artikel-artikel yang sangat informatif saat ini.

    Balas

Tulis respon

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERBARU

Busur panah telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia selama berabad-abad. Seni memanah telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Artikel ini akan mengenalkan Anda pada berbagai bentuk busur panah yang ada di Indonesia, serta memberikan wawasan tentang pentingnya seni memanah dalam masyarakat Indonesia. Apa Itu Busur […]

Trending

Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada […]
Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]