1. Informasi

Lahirnya Masa Orde Baru, Hasil dari Runtuhnya Era Orde Lama

Awal pemerintahan masa orde baru seolah membuka lembaran sejarah baru di Indonesia, karena pada masa itu, petinggi jabatan melakukan pembangunan dari berbagai isu politik sampai ekonomi. Masa orde baru bermula sejak dikeluarkannya Surat Perintah Sebelas Maret atau sering disebut sebagai Supersemar.

Surat perintah tersebut berlaku selama 32 tahun lamanya, mulai dari 11 Maret 1966 sampai tahun 1988. Pengangkatan Soeharto menjadi Presiden Indonesia terbaru pada saat itu menandakan bahwasanya era Orde Baru telah dimulai dan jabatan Soekarno diruntuhkan.

Penamaan Masa Orde Baru ini dilakukan sebagai komparasi atau bentuk perbandingan dengan Masa Orde Lama. Tujuan program Orde Baru saat itu adalah untuk menekankan adanya stabilitas politik dan perbaikan ekonomi yang ada.

Pembahasan kali ini akan memberikanmu wawasan untuk lebih mengenal era Orde Baru. Kita akan belajar sejarah awal mula, ciri pemerintahan, penerapan Pancasila sampai penyimpangannya. Yuk, simak terus artikel Museum Nusantara di bawah ini, yuk!

Awal Mula Lahirnya Masa Orde Baru

Daftar Isi

Artikel Terkait

  • Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 4:59 am

    Mempelajari makhluk hidup memang tidak ada habisnya ya guys. Dengan mempelajarinya kalian jadi tahu apa jenis-jenis hewan yang ada di muka bumi ini. Salah satu jenis hewan yang sering kita temui adalah cacing. Hewan yang bikin geli ini dan sering muncul saat musim hujan ini adalah hewan yang akan kita bahas kali ini.  Nah, kalau The post Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 3:48 am

    Halo kawan literasi, bagaimana kabar kalian? aku harap baik-baik saja, ya. Pada pembahasan artikel fisika ini masih berhubungan dengan kelistrikan yaitu hukum ohm. Nah, pasti kalian sedikit banyak mengenal hukum fisika tersebut. Ternyata dalam rangkaian listrik, harus mempunyai hambatan dengan besar tertentu, lho. Mau tau kenapa?  Daripada penasaran, ayo kita belajar hukum fisika ini mulai The post Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 16, 2024 at 7:42 am

    Kegiatan transaksi sangat berkaitan dengan alat pembayaran. Semakin bertambahnya zaman, teknologi dan informasi di bidang ekonomi dan perbankan semakin berkembang. Analogi sederhananya adalah keadaan dahulu semaju sekarang, alat pembayaran hanya menggunakan uang logam dan uang kertas.  Ternyata, manusia menemukan beberapa keterbatasan dalam melakukan pembayaran. Jadi, muncullah beberapa metode atau alat pembayaran yang efektif dan efisien The post Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 15, 2024 at 5:17 am

    Salah satu alat optik yang paling dipakai oleh orang-orang yang di sekitar adalah kacamata. Seperti yang kita tahu, kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk melihat objek dengan jelas. Nah, kawan literasi apakah kalian menyadari bahwa kacamata memiliki sistem khusus untuk memudahkan mata melihat benda dari jarak dekat maupun jauh?  Atau sesederhana kamera yang sering kita The post Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui appeared first on Sma Studioliterasi.

Kekacauan terjadi pada tatanan kehidupan bangsa Indonesia setelah peristiwa mengerikan yang terjadi pada 30 September 1965, dikenal sebagai G30S/PKI. Banyaknya penyelewengan terhadap UUD 1945 dan Pancasila, membuat seluruh masyarakat Indonesia ingin melaksanakan pedoman hidup yang lebih konsekuen.

Setelah gerakan PKI dihancurkan, Presiden Soekarno pada saat itu belum menindak tegas pembubaran komunis. Sehingga, hal tersebut memunculkan adanya gerakan demonstrasi dari masyarakat maupun mahasiswa.

Para demonstran mendatangi DPR-GR dan mengajukan tuntutan Tritura yang isinya adalah untuk membubarkan PKI, reformasi kabinet dan harga kebutuhan pokok kembali diturunkan karena pada saat itu kondisi ekonomi Indonesia cukup parah.

Kemudian pada tanggal 21 Februari 1966, Presiden Soekarno mendengar keluhan rakyatnya dan merombak kabinet agar jauh dari unsur PKI. Namun, reaksi masyarakat tidak puas dengan keputusan tersebut karena masih banyak anggota kabinet yang menjadi anggota G30S/PKI.

Akibat dari demonstrasi tak berkesudahan, Presiden mengeluarkan Surat Perintah pada tanggal 11 Maret 1966. Di dalamnya terdapat perintah bahwa Letjen Soeharto sebagai panglima Angkatan Darat akan mengambil alih tindakan yang perlu untuk menyelamatkan keutuhan bangsa Indonesia sekaligus menertibkan keamanan.

Berbagai upaya dilakukan agar demonstrasi dan kekacauan di Jakarta cukup reda, namun reaksi masyarakat tetaplah sama. Sehingga, Soekarno memutuskan untuk mengundurkan diri dan Masa Orde Baru resmi dimulai ketika Soeharto diangkat menjadi Presiden Indonesia pada tanggal 12 Maret 1966.

Mengenal Ciri Pemerintahan pada Masa Orde Baru

Mantan Presiden Soeharto dalam Pertemuan APEC di Jakarta (@chandramatchbox on Instagram)
Mantan Presiden Soeharto dalam Pertemuan APEC di Jakarta (@chandramatchbox on Instagram)

1. Dominannya Pengaruh Militer pada Orde Baru

Ciri pemerintahan yang pertama ini terlihat sejak era Orde Lama berlangsung, dimana pada saat itu kabinet Dwikora bentukan Soekarno berisikan anggota perwira Angkatan Darat. Akibat besarnya pengaruh militer itu kemudian akan memunculkan adanya dwifungsi ABRI.

Fungsi ganda ini kemudian menjadi parah saat Orde Baru, dikarenakan partai Golkar yang menjadi mesin politik terkuat di pemerintahan itu beranggotakan banyak anggota ABRI. Tak hanya itu, kedudukan jabatan sipil serta militer membuatnya mudah mendapat jabatan komisaris di berbagai perusahaan di Indonesia. Hal ini menjadi penanda adanya praktek korupsi, kolusi dan nepotisme di pemerintahan

2. Adanya Pembatasan Pilihan Partai Politik

Ciri kedua dianggap menjadi solusi untuk membatasi adanya pandangan baru yang berkembang di masyarakat. Apabila dibandingkan dengan pemilu tahun 1971 yang pada saat itu diikuti oleh sembilan parpol dan satu golongan karya, pemilu 1977 kala Orde Baru hanya diikuti oleh dua partai politik saja dengan satu golongan karya.

3. Adanya Pembangunan Secara Besar-Besaran

Ciri selanjutnya adalah pembangunan dilakukan secara masif karena pada saat itu pemerintah menginginkan untuk berfokus pada rekonstruksi infrastruktur fisik maupun non-fisik sebagai prioritas utamanya.

Pembangunan tersebut menjadi respon pemerintah akibat adanya kekacauan ekonomi tahun 1965 sejak kejadian G30S/PKI. Pada saat itu, pemerintah Indonesia membuka investasi modal asing di dalam maupun luar negeri agar usaha masyarakat semakin berkembang. Harapannya, pembangunan ekonomi tersebut dapat meningkatkan arus perekonomian dan harga kembali normal.

4. Pemerintahan yang Terpusat atau Sentralistik

Ciri pemerintahan yang terakhir adalah sentralistik, dimana kekuasaan atau wewenang dilimpahkan kepada posisi puncak pada sebuah struktur organisasi. Pemerintahan tersebut terjadi karena sistem kenegaraan Indonesia yang tidak setara di seluruh daerah.

Penerapan Pancasila pada Masa Orde Baru

Masa Orde Baru sedikit demi sedikit meruntuhkan sistem politik dari ekstrim otoriter menjadi demokrasi yang lebih liberal. Namun, liberalisme pada awal pemerintahannya tidak cocok diterapkan di Indonesia.

Sehingga, pada masa pemerintahan Presiden Soeharto yang berlangsung dari tahun 1966 sampai dengan 1988, Pancasila kembali dikuatkan sebagai pedoman dan dasar negara Indonesia.

Masa Orde Baru berusaha untuk mengaplikasikan Pancasila serta UUD 1945 secara murni dan bertanggung jawab, sehingga terdapat beberapa metode yang digunakan oleh pemerintah dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila yakni sebagai berikut.

  • Pertama adalah melaksanakan pengajaran P4 yakni Pelaksanaan, Pedoman, Penghayatan dan Pengamalan Pancasila di berbagai tingkat sekolah formal di Indonesia.
  • Kedua, Presiden Soeharto mengizinkan masyarakat untuk membentuk organisasinya sendiri bersyaratkan dengan asas-asas yang terkandung dalam nilai Pancasila.
  • Ketiga, Presiden Soeharto melarang dengan tegas adanya kritik dari masyarakat yang dapat melengserkan pemerintah dengan alasan untuk menjaga stabilitas keamanan.

Dalam pengaplikasiannya, ternyata juga terdapat kelebihan dan kelemahan penerapan Pancasila Masa Orde Baru. Kelebihannya adalah ada pembentukan lembaga negara yang sesuai dengan prinsip UUD 1945. Selanjutnya, tingkat kemiskinan menurun dan kebutuhan bahan pangan tercukupi.

Pembangunan ekonomi berjalan dengan mulus dan suara rakyat terpenuhi dalam pemilihan umum. Kesuksesan program pembangunan juga menjadi kelebihan dari pemerintahan Orde Baru.

Dengan kelebihan di atas, penerapan Pancasila juga memiliki kekurangan seperti munculnya kesenjangan sosial pada kehidupan bermasyarakat, banyaknya praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Banyak terjadi pelanggaran hak asasi manusia dan pemerintah cenderung otoriter, dimana presiden memiliki kewenangan yang besar dalam mengatur pemerintahan di Indonesia.

Penyimpangan yang Terjadi pada Masa Orde Baru

Gubernur pada masa era Presiden Soeharto (@tpw on Instagram)
Gubernur pada masa era Presiden Soeharto (@tpw on Instagram)

Dalam penerapannya, Orde Baru melakukan beberapa penyimpangan dalam penerapan nilai-nilai Pancasila. Puncak konflik dari penyimpangan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto adalah terdapat krisis ekonomi dan moneter pada tahun 1997.

Dimana pada saat itu, Soekarno melakukan pembatasan keterlibatan partai politik, hanya Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Golongan Karya (Golkar), dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang boleh mencampuri urusan politik Indonesia.

Selain partai politik, pers juga dibungkam dengan banyaknya surat kabar yang dihanguskan karena mengandung kata-kata kritikan terhadap pemerintah. Parahnya, pada masa ini banyak terjadi penculikan dan penangkapan para aktivis politik yang menyuarakan pendapatnya mengenai pemerintah. Serta masih banyak lagi pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Indonesia.

Baca juga: Mengenal Masa Orde Lama, Masa Perintisan Indonesia

Demikian informasi yang berhasil Museum Nusantara rangkum mengenai Masa Orde Baru. Banyaknya penyimpangan membuat pemerintah harus introspeksi diri agar tidak terjadi masa-masa kelam seperti sejarah pada era Orde Baru. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan Anak Nusantara!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Lahirnya Masa Orde Baru, Hasil dari Runtuhnya Era Orde Lama

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Busur panah telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia selama berabad-abad. Seni memanah telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Artikel ini akan mengenalkan Anda pada berbagai bentuk busur panah yang ada di Indonesia, serta memberikan wawasan tentang pentingnya seni memanah dalam masyarakat Indonesia. Apa Itu Busur […]

    Trending

    Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]
    Selama berabad-abad, Indonesia telah menjadi rumah bagi keberagaman budaya yang kaya, termasuk seni tari tradisional yang memukau. Tari tradisional Indonesia bukan hanya sekadar gerakan-gerakan artistik yang menakjubkan, tetapi juga mewakili identitas, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat di berbagai daerah. Tari Sirih Kuning adalah salah satu jenis tarian tradisional yang memiliki akar budaya kuat bagi masyarakat Betawi. […]