1. Cerita Rakyat

Cerita Ramayana : Epos Kepahlawanan yang Berasal dari India

Penyebaran agama Hindu terjadi sejak ratusan tahun yang lalu di wilayah Nusantara. Ajaran Hindu datang bersamaan dengan para pedagang dari India yang datang ke Nusantara. Berbagai budaya Hindu diperkenalkan kepada masyarakat saat itu. Salah satunya adalah cerita Ramayana.

Seperti apa isi ceritanya? Yuk, Ikuti Museum Nusantara mengetahui lebih lanjut tentang sejarah serta nilai moral apa yang didapatkan dari cerita ini.

Sejarah Cerita Ramayana

Pengarang cerita Ramayana adalah Walmiki atau Valmiki. Beliau adalah seorang penulis berbahasa Sansekerta yang juga membuat epos Mahabarata. Valmiki membuat cerita Ramayana sekitar tahun 400 Sebelum Masehi.

Nama Ramayana berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari dua kata, Rama dan Ayana. Kedua kata ini jika digabungkan memiliki arti Perjalanan Rama. Cerita ini berisi sebuah kisah kepahlawanan tentang Rama, Raja dari Kosala, yang menyelamatkan istrinya, Dewi Sita.

Artikel Terkait

  • Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 4:59 am

    Mempelajari makhluk hidup memang tidak ada habisnya ya guys. Dengan mempelajarinya kalian jadi tahu apa jenis-jenis hewan yang ada di muka bumi ini. Salah satu jenis hewan yang sering kita temui adalah cacing. Hewan yang bikin geli ini dan sering muncul saat musim hujan ini adalah hewan yang akan kita bahas kali ini.  Nah, kalau The post Annelida: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi & Peranannya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 19, 2024 at 3:48 am

    Halo kawan literasi, bagaimana kabar kalian? aku harap baik-baik saja, ya. Pada pembahasan artikel fisika ini masih berhubungan dengan kelistrikan yaitu hukum ohm. Nah, pasti kalian sedikit banyak mengenal hukum fisika tersebut. Ternyata dalam rangkaian listrik, harus mempunyai hambatan dengan besar tertentu, lho. Mau tau kenapa?  Daripada penasaran, ayo kita belajar hukum fisika ini mulai The post Mengenal Hukum Ohm: Definisi, Bunyi dan Soal Pembahasan appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 16, 2024 at 7:42 am

    Kegiatan transaksi sangat berkaitan dengan alat pembayaran. Semakin bertambahnya zaman, teknologi dan informasi di bidang ekonomi dan perbankan semakin berkembang. Analogi sederhananya adalah keadaan dahulu semaju sekarang, alat pembayaran hanya menggunakan uang logam dan uang kertas.  Ternyata, manusia menemukan beberapa keterbatasan dalam melakukan pembayaran. Jadi, muncullah beberapa metode atau alat pembayaran yang efektif dan efisien The post Mengenal Alat Pembayaran Beserta Jenis-Jenisnya appeared first on Sma Studioliterasi.

  • Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui
    by Mirza Sufi Kusuma (Sma Studioliterasi) on Februari 15, 2024 at 5:17 am

    Salah satu alat optik yang paling dipakai oleh orang-orang yang di sekitar adalah kacamata. Seperti yang kita tahu, kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk melihat objek dengan jelas. Nah, kawan literasi apakah kalian menyadari bahwa kacamata memiliki sistem khusus untuk memudahkan mata melihat benda dari jarak dekat maupun jauh?  Atau sesederhana kamera yang sering kita The post Mengenal Alat Optik & Jenis-Jenisnya yang Harus Kalian Ketahui appeared first on Sma Studioliterasi.

Dalam kepercayaan agama Hindu, Rama adalah titisan dari Dewa Wisnu yang turun ke Bumi pada masa Tretayuga. Sita atau Sinta adalah titisan dari Dewi Laksmi, istri Dewa Wisnu. Oleh karena itu cerita ini berfokus kepada Rama dan Sita.

Meskipun cerita ini berasal dari India, Ramayana juga terdapat dalam sastra Jawa yang memiliki judul Kakawin Ramayana. Cerita ini sudah digubah menggunakan bahasa Jawa Kuno oleh pujangga dari Kerajaan Mataram Kuno pada sekitar tahun 870 M. Namun, banyak bagian dari Kakawin Ramayana yang tidak sepenuhnya mengacu kitab aslinya.

Selain adaptasi dalam bahasa Jawa Kuno, terdapat juga Hikayat Seri Rama yang menggunakan bahasa Melayu. Berbagai negara di Asia Tenggara juga menuangkan cerita ini ke peninggalan seperti lukisan atau pahatan di candi. Sehingga membuat Ramayana terkenal dalam masyarakat Hindu pada zaman dahulu.

Ringkasan Cerita Ramayana

Cerita asli Ramayana terbagi dalam 24.000 ayat dan 7 kitab. Berikut adalah cerita Ramayana yang sudah Museum Nusantara ringkas dalam setiap kitabnya :

Kitab Balakanda

Kitab Balakanda menceritakan bagaimana semuanya bermula. Pada kitab ini diceritakan Prabu Dasarata yang memiliki tiga permaisuri bernama Kausalya, Keikayi, dan Sumitra. Prabu Dasarata adalah sosok raja dari Kerajaan Kosala. Ia memiliki empat putra bernama Bharata, Satrughna, Lakshmana, dan Rama. Rama kemudian mengikuti sebuah sayembara yang diadakan oleh Raja Janaka dan memenangkannya. Sebagai hadiah, Rama memperistri Dewi Sita atau Shinta.

Kitab Ayodhyakanda

Pada kitab Ayodhyakanda, Raja Dasarata diceritakan berniat untuk menyerahkan takhta Kerajaan Kosala kepada Rama, putra tertua Raja Dasarata. Namun, permaisuri Keikayi meminta raja untuk mengusir Rama ke hutan selama 14 tahun dan mengangkat Bharata sebagai raja Kosala. Setelah Raja Dasarata meninggal, Bharata membujuk Rama untuk kembali ke Kerajaan, tapi Rama menolak untuk kembali ke kerajaan.

Kitab Aranyakanda 

Kitab Aranyakanda menceritakan tentang kehidupan Rama, Sita, dan Lakshmana ketika dalam masa pengasingan di hutan. Pada kitab ini juga diceritakan awal mula penculikan Dewi Sita, yaitu ketika adik Rahwana yang bernama Sarpanaka muncul dan hidungnya dipotong Lakshmana. Sarpanaka kemudian mengadu kepada Rahwana dan menculik Dewi Sita.

Kitab Kiskindhakanda 

Kitab Kiskindhakanda menceritakan tentang Rama yang membantu Sugriwa merebut takhta Kerajaan Kiskenda dari Subali yang sudah membuangnya ke hutan. Setelah itu, Sugriwa membantu Rama dengan pasukan Wanara atau monyet untuk mencari keberadaan Sita. Pada kitab ini, kita juga diperkenalkan dengan sosok Hanuman atau Anoman.

Kitab Sundarakanda 

Kitab Sundarakanda menceritakan Hanuman yang datang ke Alengka, Kerajaan dari Rahwana, dengan tujuan untuk mencari keberadaan Sita serta memberikan wasiat dari Rama. Namun, Hanuman berhasil berhasil ditangkap oleh para raksasa Alengka dan hampir dihukum mati. Hanuman berhasil kabur dan membakar hampir seluruh Alengka. Hanuman kemudian kembali kepada Rama dan melaporkan keadaan Sita.

Kitab Yuddhakanda

 Kitab Yuddhakanda menceritakan tentang pertempuran antara pasukan Rama melawan pasukan Rahwana. Rama dan Lakshmana dengan bantuan pasukan kera Sugriwa melawan Rahwana dengan pasukan raksasanya. Rahwana bahkan juga membangunkan Kumbakarna yang sudah tertidur selama enam bulan lamanya, tapi Kumbakarna berhasil ditumpas oleh Rama. Indrajid juga berhasil melukai Rama dengan panah ularnya.

Akhir cerita, Rahwana terbunuh oleh Rama dan Wibisana menjadi Raja dari Alengka. Sebelum membawa Sita pulang, Rama meminta Sita untuk membuktikan kesuciannya. Sebagai bentuk pembuktian, Sita kemudian memasukkan dirinya ke dalam bara api. Sita tetap dan kesuciannya tetap terbukti. Rama dan Sita kemudian kembali ke Ayodhya dan Rama menjadi Raja Ayodhya.

Kitab Uttarakanda

Kitab Uttarakanda adalah kitab yang menceritakan peristiwa sesudah Ramayana terjadi. Masyarakat menolak keberadaan Sita dan mengusirnya dari kerajaan. Sita yang diminta untuk menunjukkan kesuciannya sekali lagi kemudian bersumpah “Jika aku suci, Bumi akan menelanku”. Tidak lama kemudian Sita ditelan bumi. Rama yang mengetahui hal ini kemudian menuju Sungai Sarayu dan meninggalkan tubuhnya lalu naik ke surga.

Cerita Ramayana dalam lukisan Thailand (Sumber : Wikipedia)

Nilai Moral Cerita Ramayana

Banyak nilai-nilai yang terkandung dalam cerita Ramayana. Dalam kitab pertama, Balakanda, nilai yang dapat diambil adalah tentang saling menghargai satu sama lain. Meskipun seseorang memiliki kekurangan, mereka juga memiliki kelebihan yang tidak dapat kita duga.

Pada kitab bagian kedua Ramayana, kita diajarkan untuk ikhlas terhadap keadaan. Rama yang seharusnya menjadi raja pengganti ayahnya kemudian digantikan oleh Bharata, karena Raja Dasarata pernah berjanji kepada Keikayi bahwa anaknya kelak akan diangkat menjadi raja. Rama menerima hal ini dengan lapang dada dan kemudian diasingkan ke hutan.

Nilai moral selanjutnya dari kitab Aranyakanda sampai Yuddhakanda adalah tentang kebajikan yang selalu mengalahkan kejahatan. Tindakan jahat yang dilakukan Rahwana membuatnya terbunuh. Meskipun Rahwana adalah sosok Raksasa yang kuat, Ia telah mengambil apa yang bukan haknya. Oleh karena itu, Rahwana kalah saat berperang melawan Rama.

Baca Juga : Legenda Danau Toba dan Pulau Samosir: Asal Usul & Ceritanya

Demikian adalah informasi tentang cerita Ramayana serta sejarah dan nilai moral dibaliknya. Meskipun cerita ini hanya karya sastra yang dibuat oleh seorang penulis, epos ini memiliki pesan yang sarat makna dan pelajaran. Sebagai manusia, kita tidak boleh mengambil apa yang bukan hak kita.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Cerita Ramayana : Epos Kepahlawanan yang Berasal dari India

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Busur panah telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia selama berabad-abad. Seni memanah telah diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Artikel ini akan mengenalkan Anda pada berbagai bentuk busur panah yang ada di Indonesia, serta memberikan wawasan tentang pentingnya seni memanah dalam masyarakat Indonesia. Apa Itu Busur […]

    Trending

    Terdapat ragam seni pertunjukan yang terkenal di Bali, salah satunya adalah tari Topeng Sidakarya yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan Hindu. Tari Topeng Sidakarya adalah salah satu seni pertunjukan di Bali yang dipentaskan dari generasi ke generasi. Biasanya, seni pertunjukan ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara sakral kaum Hindu, yaitu upacara Yadnya. Seni tari […]
    Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai bentuk budaya, salah satunya tari tradisional. Tari Melemang merupakan tarian adat yang berasal dari Tanjungpisau negeri Bentan Penaga, Bintan, Kepulauan Riau. Tari malemang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di Bintan pada zaman dahulu. Tarian ini mengombinasikn unsur tari, musik, serta nyanyian menjadi kombinasi tari yang indah. Ingin tahu lebih […]
    Alat musik gambus adalah salah satu alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Menurut sejarah, musik tradisional ini lekat dengan budaya islam. Bentuknya memang sekilas mirip dengan gitar, namun cara memainkan gambus ini sedikit berbeda, Anak Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik gambus dan cara memainkannya, simak artikel Museum Nusantara kali […]
    Selama berabad-abad, Indonesia telah menjadi rumah bagi keberagaman budaya yang kaya, termasuk seni tari tradisional yang memukau. Tari tradisional Indonesia bukan hanya sekadar gerakan-gerakan artistik yang menakjubkan, tetapi juga mewakili identitas, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat di berbagai daerah. Tari Sirih Kuning adalah salah satu jenis tarian tradisional yang memiliki akar budaya kuat bagi masyarakat Betawi. […]